Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Kegiatan Berbasis Literasi Kesehatan Pada Pembelajaran Tatap Muka di Taman Kanak-Kanak Fachrurrazi, Ahmad; Affrida, Ervin Nurul
Jurnal Raudhah Vol 11, No 1 (2023): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v11i1.2727

Abstract

Sistem pembelajaran tatap muka mulai kembali diterapkan pasca pandemi Covid-19 sehingga diperlukan literasi kesehatan pada anak usia dini/usia prasekolah yang sedang berada di jenjang Taman Kanak-Kanak. Literasi kesehatan dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran untuk pembiasaan tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian yang telah dilakukan berikut menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode tersebut digunakan untuk mengetahui gambaran penerapan kegiatan literasi kesehatan pada pembelajaran tatap muka. Teknik dalam pengumpulan data menggunakan observasi/pengamatan dan wawancara. Selanjutnya data yang ada dianalisis dengan triangulasi data. Selanjutnya hasil dari penelitian menunjukkan dari tiga sekolah yang diteliti telah melaksanakan kegiatan literasi kesehatan dalam berbagai bentuk. Literasi kesehatan pada anak dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pembelajaran, poster edukasi yang dipasang di area sekitar sekolah, serta kegiatan pembiasaan seperti membawa bekal dari rumah, mencuci tangan sesuai anjuran pada saat sebelum dan setelah makan juga Ketika kegiatan belajar selesai. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu sekolah yang secara khusus menciptakan kegiatan mingguan dengan memanfaatkan berbagai permainan edukatif hasil karya guru dan anak untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis literasi kesehatan di sekolah.Kata kunci: Anak usia dini, literasi kesehatan, pembelajaran taman kanak-kanak.Face-to-face learning system to be implemented after Covid-19 pandemic, that health literacy is needed for Kindergarten. Health literacy is implemented learning activities to help clean and healthy living behaviors. This methode of study use qualitative descriptive to find an overview of implementation health literacy at face-to-face learning in kindergarten. The instruments used observation and interviews. Furthermore, analysis technique in this research use data triangulation. The results showed that from three schools studied had carried out health literacy activities in various forms. Health literacy in children is implemented form of learning activities, educational posters that can be posted in around school, as well habituation activities such as bringing supplies from home, washing hands before and after eating, washing hands after carrying out learning activities, and so on. From the one school, various educational game as created by the teacher to carry out health literacy in Kindergarten.Keywords: Early childhood, health literacy, learning of kindergarten
PENGARUH PERMAINAN PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK DALAM PENGENALAN BENTUK GEOMETRI Nur Ardianti, Intan Dwi; Affrida, Ervin Nurul
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i3.1986

Abstract

Permainan puzzle merupakan salah satu media edukasi yang efektif untuk merangsang perkembangan anak usia dini, khususnya dalam aspek kognitif dan kemampuan memecahkan masalah. Melalui kegiatan menyusun potongan puzzle untuk dimasukkan ke dalam lubang potongan puzzle yang sama, anak dibor untuk berfikir logis, mengenal bentuk geometri/pola, serta meningkatkan konsentrasi dan koordinasi mata-tangan. Hasil penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre Experimental Design dan jenis penelitan one-group preteset-postet desgien. Subjek penelitian ini adalah semua KB Aisyiyah II dengan jumlah 13 anak. Teknik Pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokemntasi. Teknik analisa data menggunakan statistik non parametik uji Wiloxcon dengan rumus Asymp. tanda tangan. (2-tailed) lebih kecil dari<0,05, maka hasil penelitian ini signifikan adanya pengaruh antar dua variabel, sebaliknya Asymp. tanda tangan. (2 ekor) lebih besar .0,05. Maka tidak ada pengaruh dalam penelitian atau ditolak. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata setelah pengobatan adalah 7,00. Hasil uji ketinggian bertanda Wiloxcon meenunjukkan 00,1 Asymp. tanda tangan. (2 ekor) lebih kecil dari,0,05. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan anatar permaiann puzzle terhadap kemampuan kognitif anak dalam pengenalan bentuk gometri.
PENGEMBANGAN MEDIA BUKU POP-UP BERBASIS BUDAYA LOKAL BAGI ANAK USIA DINI: Ervin Nurul Affrida; Isabella Hasiana; Aristya Septi Pamungkas; Charmel Friani Palmisia Wae; Wulandari Kusuma Dewi
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 01 (2024): JANUARI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku pop-up menjadi media yang menarik namun masih belum terintegrasi dalam pembelajaran sehingga perlu dilakukan pengembangan agar hasilnya yang dicapai maksimal. Melalui kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk pengabdian pada masyarakat mempunyai tujuan untuk memberikan pelatihan terkait pengembangan media dalam bentuk buku pop-up. Adapun tema yang digunakan dalam pembuatan buku pop-up yaitu budaya lokal. Sasaran kegiatan yaitu guru TK di Lamongan agar mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam merencanakan pembelajaran menggunakan media sehingga pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan.  Penggunaan media buku pop-up berbasis budaya lokal akan mampu  menjadi sebuah media yang menarik dan semakin menumbuhkan kecintaan anak pada tanah air. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam menyusun media buku pop up yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran, dalam hal ini pengenalan budaya lokal Kota Lamongan.
MENGEMBANGKAN MODUL AJAR DIGITAL STORY TELLING BERBASIS BUDAYA LOKAL Ervin Nurul Affrida; Ahmad Fachrurrazi; Made Ayu Anggreni; Sesariana Barek Masan; Maria Anti Karma; Intan Maharani Yusirianti
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 04 (2024): JULI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak usia dini sebagai pendidikan dasar yang juga berperan dalam pembentukan karakter serta menyiapkan anak untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Pelaksanaan pembelajaran PAUD dikenal dengan istilah belajar sambil bermain. Hal ini disebabkan aktivitas bermain merupakan bagian dari tahap pembelajaran pada anak. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode bercerita/storytelling. Saat ini teknologi berkembang dengan sangat pesat. Teknologi menjadikan berbagai aspek dalam kehidupan yang manual menjadi serba digital. Metode storytelling juga berkembang mengikuti perkembangan teknologi menjadi berbasis digital sebagai pembaharuan yang inovatif, menarik dan menyenangkan, khususnya bagi anak usia dini. Selain itu digital storytelling sudah banyak digunakan oleh guru sebagai salah satu konsep yang mudah dalam mengembangkan keterampilan pada anak usia dini. Oleh karena itu kemampuan menyusun modul ajar berbasis digital storytelling juga penting dimiliki oleh guru PAUD untuk mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang ditujukan bagi guru PAUD di Kota Surabaya dan luar Kota Surabaya dilaksanakan secara hybrid dengan capaian kemampuan menyusun modul ajar digital story telling berbasis kearifan lokal.
Dampak Implementasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka dalam Pengembangan Aspek Seni di PAUD Bhakti Pertiwi Sa’adah, Lailis; Affrida, Ervin Nurul
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.11316

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berperan dalam membentuk dasar perkembangan anak, baik secara kognitif, sosial-emosional, motorik, maupun moral. Kurikulum Merdeka diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan tujuan memberikan fleksibilitas dan berpusat pada anak, sehingga memungkinkan pengembangan potensi secara lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi Kurikulum Merdeka terhadap pengembangan seni di PAUD Bhakti Pertiwi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan guru dan kepala sekolah, observasi kegiatan pembelajaran, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap perkembangan seni anak, terutama dalam meningkatkan kemampuan mengekspresikan diri dan kreativitas. Namun, terdapat beberapa tantangan, seperti kurangnya pemahaman guru terhadap kurikulum, keterbatasan sumber daya, serta minimnya pelatihan bagi pendidik. Dengan demikian, dukungan dari pihak sekolah dan penyediaan sumber daya yang memadai menjadi faktor penting keberhasilan implementasi. Penelitian ini menyarankan agar sekolah memperkuat pelatihan guru, menyediakan fasilitas, serta memperdalam pemahaman terkait Kurikulum Merdeka untuk mendukung perkembangan seni anak usia dini secara optimal