Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI GURU TERHADAP PEMBIASAAN AKHLAK OLEH ORANG TUA DALAM MENDUKUNG IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DISALAH SATU MI DI SUMSEL Nur Azizah; Danang Dwi Basuki
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.11546

Abstract

ABSTRACT The effectiveness of Aqidah Akhlak instruction in Madrasah Ibtidaiyah is shaped not only by classroom learning experiences but also by the continuity of moral habituation within the family environment. Although parental involvement has frequently been associated with character education, limited attention has been given to how teachers perceive the contribution of such habituation to the implementation of Aqidah Akhlak learning. This study explores teachers' perceptions of the relationship between parents' moral habituation practices and the implementation of Aqidah Akhlak instruction among Madrasah Ibtidaiyah students. A descriptive qualitative approach was employed, involving four homeroom teachers and six parents as participants. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and documentation, and were analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model. The findings indicate that moral habituation through parental role modeling, religious practices, the cultivation of proper manners, and continuous guidance in daily life is perceived by teachers as strengthening students' readiness to understand and practice Aqidah Akhlak values at school. Conversely, inconsistent parental guidance, peer influence, and exposure to digital media were considered factors contributing to variations in students' behavior. These findings suggest that the internalization of moral values is fostered through the continuity of learning experiences across family and school settings, while also offering teachers' perspectives as a conceptual contribution to the development of Aqidah Akhlak instruction in Madrasah Ibtidaiyah. ABSTRAK Keberhasilan pembelajaran Akidah Akhlak pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah tidak hanya ditentukan oleh pengalaman belajar yang berlangsung di kelas, tetapi juga oleh keberlanjutan pembiasaan akhlak dalam kehidupan keluarga. Meskipun keterlibatan orang tua sering dikaitkan dengan pendidikan karakter, cara guru memaknai kontribusi pembiasaan tersebut terhadap implementasi pembelajaran Akidah Akhlak masih belum banyak dikaji. Kajian ini mengeksplorasi persepsi guru mengenai hubungan antara pembiasaan akhlak yang dilakukan orang tua dan pelaksanaan pembelajaran Akidah Akhlak pada siswa Madrasah Ibtidaiyah. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan dengan melibatkan empat guru wali kelas dan enam orang tua sebagai informan. Data diperoleh melalui wawancara semi-structured, observasi, dan dokumentasi, kemudian diinterpretasikan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Temuan memperlihatkan bahwa pembiasaan yang diwujudkan melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, penanaman adab, serta pendampingan dalam kehidupan sehari-hari dipersepsikan guru sebagai faktor yang memperkuat kesiapan siswa dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai Akidah Akhlak di sekolah. Sebaliknya, inkonsistensi pendampingan keluarga, pengaruh teman sebaya, dan paparan media digital dipandang memengaruhi variasi perilaku peserta didik. Kajian ini menegaskan bahwa internalisasi akhlak berlangsung melalui kesinambungan pengalaman antara keluarga dan sekolah, sekaligus menghadirkan perspektif guru sebagai kontribusi konseptual dalam pengembangan pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah.
PENERAPAN MEDIA KONKRET BERUPA CAT WARNA MELALUI AKTIVITAS KREATIF DALAM PEMBELAJARAN KOSAKATA WARNA BAHASA ARAB PADA SISWA KELAS III SD Mega Safitri; Danang Dwi Basuki
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.11852

Abstract

ABSTRACT Mastery of Arabic mufradat at the elementary school level is strongly influenced by the teacher’s ability to provide learning experiences that align with students’ cognitive development. When vocabulary is introduced solely through verbal explanation, learners often encounter difficulties in connecting linguistic concepts with the real objects they experience in everyday life. This study explores the implementation of concrete media in the form of colored paint as a learning resource for teaching Arabic color vocabulary to third-grade elementary school students, with the aim of understanding how such media shape students’ learning experiences. A descriptive qualitative approach was employed, involving one Arabic language teacher and all third-grade students as participants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and subsequently analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model. Data trustworthiness was ensured through source triangulation and technique triangulation. The findings reveal that creative learning activities utilizing colored paint increased students’ engagement and enthusiasm while facilitating the association between real objects and the Arabic mufradat being learned. Furthermore, students’ artwork displayed in the classroom functioned as a continuous reinforcement medium that supported long-term vocabulary retention. These findings suggest that the use of concrete media not only fosters contextual and learner-centered instruction but also provides a practical and innovative alternative for Arabic language teaching that can be implemented without reliance on digital technology. ABSTRAK Penguasaan mufradat pada pembelajaran bahasa Arab di sekolah dasar dipengaruhi oleh kemampuan guru menghadirkan pengalaman belajar yang sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik. Ketika kosakata diperkenalkan hanya melalui penjelasan verbal, siswa cenderung mengalami kesulitan menghubungkan konsep bahasa dengan objek yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan media konkret berupa cat warna sebagai sarana pembelajaran kosakata warna bahasa Arab pada siswa kelas III sekolah dasar untuk memahami bagaimana media tersebut membentuk pengalaman belajar siswa. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan seorang guru bahasa Arab dan seluruh siswa kelas III sebagai partisipan. Informasi diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan penguatan validitas melalui triangulasi sumber serta triangulasi teknik. Analisis memperlihatkan bahwa aktivitas kreatif yang memanfaatkan cat warna mampu meningkatkan keterlibatan siswa, membangun antusiasme selama pembelajaran, serta mempermudah proses menghubungkan objek nyata dengan mufradat yang dipelajari. Hasil karya yang dipajang di ruang kelas juga berfungsi sebagai media penguatan yang mendukung retensi kosakata secara berkelanjutan. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pemanfaatan media konkret tidak hanya menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berpusat pada pengalaman belajar siswa, tetapi juga menawarkan alternatif inovasi pembelajaran bahasa Arab yang mudah diterapkan tanpa ketergantungan pada teknologi digital.