Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) SEBAGAI PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH YANG DI INDUKSI ALOKSAN TERHADAP TIKUS JANTAN PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) DAN UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN SUKUN Keliat, Elsa Nova Q Pani; Muhammad Yunus; Sembiring, Novitaria
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32446

Abstract

Diabetes Melitus (DM) ialah penyakit jangka panjang yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah melebihi normal. Secara khusus, diabetes mellitus ditentukan apabila kadar gula darah saat mencapai 200mg/dL ataupun lebih, serta kadar glukosa darah puasa mencapai 126mg/dL. Salah satu tanaman tradisional yang terdapat di Indonesia dan dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah tanaman sukun (Artocarpus altilis). Ekstrak etanol daun sukun diketahui mengandung metabolit sekunder yaitu alkaloid, falvonoid, tanin, saponin dan polifeno. Berdasarkan kandungan metabolit sekundernya yaitu tanin yang berfungsi sebagai antioksidan, astringen dan antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun matahari (Artocarpus Altilis) pada tikus putih jantan (Rattus Norvegicus) yang diinduksi aloksan dan mengetahui perbandingan ekstrak daun sukun dan vitamin C. Dalam uji penurunan glukosa darah kadarnya menggunakan ekstrak daun sukun dosis 100mg, 200mg dan 400mg. Sebagai kontrol negatif menggunakan Na-CMC dan kontrol positif menggunakan metformin. Metode penelitian ini menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) Data dianalisis menggunakan uji Annova dan LSD. Uji antioksidan menghitung nilai IC50 menggunakan persamaan linier. Hasil penelitian membuktikan bahwa ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus Altilis) efektif menurunkan kadar glukosa darah tikus jantan (Rattus Norvegicus) dengan dosis 400mg pada hari ke 9.  Hasil penelitian antioksidan menunjukkan bahwa aktivitas ekstrak etanol daun sukun lebih rendah dibandingkan Vitamin C Nilai IC50 ekstrak daun sukun sebesar 63,8 µg/ml, sedangkan vitamin C sebesar 30,5. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sukun efektif menurunkan kadar glukosa darah pada tikus jantan. Namun aktivitas antioksidan ekstrak daun sukun lebih rendah dibandingkan vitamin C.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT DAN IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEM (DRP) PADA PASIEN RAWAT JALAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM ROYAL PRIMA MEDAN Tafonao, Rachel Julia; Yunus, Muhammad; Lubis, Yolanda Eliza Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32447

Abstract

Pengelolaan diabetes melitus tipe 2 sering kali kompleks dan membutuhkan penggunaan lebih dari satu jenis obat, yang dapat menyebabkan Drug Related Problems (DRP). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat dan mengidentifikasi Drug Related Problem (DRP) yang kemungkinan terjadi pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan prospektif, yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan dari September hingga November 2023. Data yang digunakan adalah 450 resep pasien rawat jalan yang berusia 18 tahun dan didiagnosis dengan diabetes melitus tipe 2, baik dengan atau tanpa komplikasi, serta menggunakan obat antidiabetes oral. Dari hasil penelitian, karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 yang paling banyak adalah kelompok usia dewasa (19-59 tahun) dengan 55.33% dan jenis kelamin perempuan dengan 60.44%. Metformin adalah obat antidiabetes yang paling umum digunakan dengan persentase 36.74%. Potensi DRP yang paling sering ditemukan adalah interaksi obat (97%) dan overdosis (3%). Identifikasi dan manajemen DRP yang tepat sangat penting untuk meningkatkan efektivitas terapi dan kualitas hidup pasien. Disarankan juga adanya edukasi berkelanjutan bagi pasien dan pelatihan bagi tenaga medis untuk meminimalkan risiko DRP.
Evaluation Of Drug Storage System In A Pharmacy Of Medan City Based On Pharmaceutical Services Standards Rinda Sari, Syilvi; Yunus, Muhammad; Rawitri, Kiki; Wahyuni, Sri; Rani, Zulmai; Syahputri, Hindri
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 4 No. 4 (2023): July 2023
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v4i4.872

Abstract

Pharmacy is a place where pharmaceutical services are held by pharmacists who are responsible for patients. Pharmaceutical services in pharmacies are related to drugs with the aim of achieving definite results to improve the quality of life of patients. So the management of drugs in pharmacies needs to be done properly and precisely to ensure the availability of sufficient and quality drugs in order to achieve optimal service goals by implementing a storage system that is in accordance with pharmaceutical service standards no.73 of 2016. Therefore the purpose of this research is to evaluate the drug storage system in one of the Medan city pharmacies based on pharmaceutical service standards. This research is descriptive with retrospective data collection. The data obtained were grouped into quantitative data presented in tabular form to see visual comparisons, and qualitative data obtained through observation and interviews with informants. The results showed that in several indicators of drug storage in one of the Medan city pharmacies based on Permenkes No. 73 of 2016 there are still those that have not complied with, namely in the preparation of LASA drugs and writing document numbers on drug stock cards. Meanwhile, the standard drug storage indicators are the columns on the stock card consisting of receipt or dispensing date, receipt or disbursement document number, source of origin of the drug, no. batch/no. Lot, expiry date, receipt and disbursement amount, remaining stock, and officer's initials, as well as suitability for drug storage based on dosage form, alphabetical order, and FEFO and FIFO storage methods. Based on the results of the study it was concluded that the drug storage system carried out in one of the pharmacies in the city of Medan did not meet pharmaceutical service standards based on Permenkes No. 73 of 2016.
Uji Efek Nefroprotektif Ekstrak Etanol Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) pada Tikus Jantan yang Diinduksi Gentamisin. Tuti Putri Waruwu; Asyrun Alkhairi Lubis; Muhammad Yunus
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47642

Abstract

Upaya nefroprotektif bertujuan untuk menjaga kesehatan ginjal dari risiko kerusakan.Tujuan dari studi ini adalah agar memahami pengaruh efek protektif terhadap ginjal serta menentukan dosis dalam jumlah yang tepat dari ekstrak etanol daun sirih hijau yang berfungsi sebagai agen pelindung ginjal.Studi melibatkan 25 ekor tikus jantan yang terbagi kedalam lima kelompok perlakuan berbeda,dimana kelompok kontrol normal tidak diberi perlakuan,Kelompok kontrol negatif yang diinduksi dengan gentamisin,serta kelompok uji yang menerima perlakuan ekstrak etanol daun sirih hijau dengan dosis brturut turut dari 100 mg/KgBB,150 mg/KgBB dan 200 mg/KgBB.Ekstrak diberikan melalui oral sekali sehari masa 8 hari,kemudian setiap hewan uji diberikan injeksi intraperitoneal gentamisin dengan dosis 80 mg/KgBB sejam setelah pemberian ekstrak,kecuali pada kelompok normal. Hasil pemeriksaan kreatinin hari 1 dan 9 mengindikasikan bahwa ekstrak etanol daun sirih hijau berpotensi sebagai agen nefroprotektif