Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS RUMBLE STRIPS DALAM MEREDUKSI KECEPATAN ARUS LALU LINTAS DI JALAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS RIAU Benny Hamdi Rhoma Putra; Edi Yusuf Adiman; M. Rilly A Yogi; Choryn Munadiyatul Haq; Elianora Elianora
Racic : Rab Construction Research Vol 8 No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v8i2.2871

Abstract

Universitas Riau (UNRI) Kampus Binawidya memiliki luas lahan hampir 700 Ha yang terdiri dari 10 Fakultas. Dengan kondisi perkerasan jalan yang baik dan jarak antar fakultas yang berjauhan menjadikan karakteristik kecepatan operasional kendaraan di dalam Jalan Lingkungan UNRI menjadi tinggi. Kecepatan kendaraan yang tinggi menimbulkan masalah keselamatan lalu lintas berupa meningkatnya probabilitas kejadian kecelakaan lalu lintas. Salah satu rekayasa lalu lintas yang telah diterapkan pada Jalan Lingkungan UNRI adalah dengan dipasangnya Pita Penggaduh (Rumble strips) pada banyak titik di Jalan Lingkungan kampus. Tujuan awal dengan dipasangnya pita penggaduh ini adalah untuk menurunkan kecepatan operasional kendaraan (traffic calming) dan mereduksi kemungkinan terjadinya kecelakaan. Pengumpulan data kecepatan kendaraan dilakukan pada 3 titik rumble strips pada 3 hari kerja yaitu senin, rabu dan jumat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas rumble strips dalam mereduksi kecepatan arus lalu lintas di jalan lingkungan Universitas Riau, yakni pada Jalan Muchtar Lutfi, jalan di samping Musholla Rektorat, dan jalan di depan Faperta. Metode pengambilan data melalui survei kecepatan rata-rata kendaraan sepeda motor (MC) dan mobil penumpang (LV). Analisis perbandingan penurunan kecepatan kendaraan ketika melewati rumble strips menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak ada perubahan kecepatan rata-rata kendaraan yang signifikan dipengaruhi oleh rumble strips agar mencapai batas izin kecepatan kendaraan 40 km/jam di Universitas Riau. Fenomena ini muncul karena desain rumblestrips tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 82 Tahun 2018 baik dari jumlah dan dimensi. Rekomendasi yang dapat diterapkan adalah menyesuaikan dengan desain ketentuan, dan melengkapi rublestrips dengan rambu peringatan hati hati dan marka lambang.
Penentuan Preservasi Jalan Nasional Berdasarkan Umur Sisa Perkerasan di Ruas Jalan Kaharudin Nasution – Marpoyan Kota Pekanbaru Benny Hamdi Rhoma Putra; Yosi Alwinda; Muhammad Rilly Aka Yogi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sipil Vol. 1 No. 1 (2022): VOL 1 NO 1 (JULI 2022)
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.182 KB) | DOI: 10.56208/jtrs.v1.i1.hal18-27

Abstract

Jalan Kaharudin Nasution – Marpoyan has a length of 6.76 Km. This road has an important role in the process of moving human and goods traffic inside and outside the city of Pekanbaru. In maintaining the good condition of this road, goverment must do a road management program so that the road condition is always maintained. Knowing the current condition of the remaining structural life (RSL) of pavement can be used in preparing the types of road preservation works. This study uses data from the Riau Province National Road Implementation Center (BPJN) in the form of average daily traffic data (LHR) and deflection data. The results of the analysis showed that the condition of the Kaharudin Nasution-Marpoyan national road was 16.18% in good condition; 82.35% moderate condition; and 1.47% in a slightly damaged condition. While the road handling activities required are 41.17% of the length of the road requiring routine maintenance, and 58.82% of road segmen needs overlay.
Perbandingan VDF Jembatan Timbang Tanjung Balik Terhadap VDF MDPJ 2017 Berdasarkan Beban Aktual: Comparison of the Tanjung Balik Weighing Bridge VDF against the 2017 MDPJ VDF Based on Actual Loads Erzag, Almira Nabila; Sentosa, Leo; Putra, Benny Hamdi Rhoma
Cantilever: Jurnal Penelitian dan Kajian Bidang Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2023): Cantilever
Publisher : Department of Civil Engineering and Planning, Faculty of Engineering, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35139/cantilever.v12i2.191

Abstract

The 2017 Road Pavement Design Manual is a basic reference for road pavement planning in Indonesia, with the provision of a tolerance limit for the overload of 50%. However, the case of violation of the overload that occurs causes a significant increase in the damage to the road. The purpose of this research is to assess the validity of the VDF value in the 2017 MDPJ. This study uses vehicle weight data obtained from UPPKB Tanjung Balik West Sumatra by classifying vehicles, calculating each load distribution, and calculating the VDF value as a value that will be compared to the VDF that has been set in the 2017 MDPJ. Based on the analysis carried out, the VDF values ​​for each vehicle class 6a, 6b, 7a, and 7b were 0.39, 8.17, 9.28, and 4.53, with the determination of the VDF value in the 2017 MDPJ was 0.5, 3.0, 9.8, and 36.9. From these results, it is concluded that the VDF value in vehicle class 6b does not meet the VDF value that has been set so it is necessary to make corrections to the manual.
Potensi Penggunaan Agregat RAP (Reclaimed Asphalt Pavement) Terhadap Campuran SMA (Stone Matrix Asphalt) Edi Yusuf Adiman; Benny Hamdi Rhoma Putra; Muhammad Rilly Aka Yogi
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i1.11810

Abstract

The advantage of using RAP (Reclaimed Asphalt Pavement) materials in road pavement has economic and environmental benefits. The RAP materials are used in the form of bitumen only, aggregates only, or both of them. This study proposes to determine the potential of RAP aggregate as a material for an SMA mixture. The variation of RAP aggregate in this study is based on function use, the nominal maximum aggregate size (NMAS), and minimum thickness of use from the results of the RAP aggregate test. The method in the manufacture and testing of specimens using the Marshall method. From the results of the testing and analysis of the RAP aggregate, the variations in RAP aggregate used in this study were 0%, 33%, and 47%. The results of the marshall test on the SMA mixture, the optimum bitumen content (OBC) of the RAP 0% was 6.23%, and the RAP 33% was 6.1%, while the RAP 47% OBC could not be determined because it did not fulfill standard requirements of the Marshall based on the value of VMA and VITM. From these results, the potential use of RAP aggregate for SMA mixtures is 33%. This value is the percentage of the RAP aggregate potential in the SMA mixture that fulfills the standard requirements of the Marshall and testing aggregate.
DURABILITY OF ASPHALT CONCRETE MIXTURE (AC-WC) USING CRUMB RUBBER WASTE AS AN ADDITIONAL MATERIAL AND PALM FRUIT ASH AS FILLER Rhoma Putra, Benny Hamdi; Malik, Alfian; Hidayati, Ermi; Ridho Prakasa, Rizqy; Elianora, Elianora
Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Pensil : Pendidikan Teknik Sipil
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpensil.v13i1.37742

Abstract

The mixture of road pavement layers that is commonly used in Indonesia is a mixture of Asphalt Concrete (AC-WC). Addition of wastecrumb rubber (crumb rubber) in asphalt concrete mixture is a solution for highway planning and reducing waste pollutioncrumb rubber (crumb rubber) produced from a rubber tire factory. The purpose of this research is to determine the maximum percentage addition crumb rubber (crumb rubber) in the AC-WC mixture withfiller palm fruit bunch ash and to determine the residual strength index (RSI) value of the mixture which has a durability value that meets the requirements of General Specifications for Highways 2018 Revision 2. This study uses bitumen content with the percentage of mixed wastecrumb rubber used in the determination of OAC of 0%, 3%, and 6% by weight of asphalt andfiller palm fruit bunch ash 4% by weight of one AC-WC sample. The results of this study indicate testing marshall on variations crumb rubber 0% (without crumb rubber) as a normal mixture and 3% has met the specifications while the 6% variation does not. Maximum test results on the combination crumb rubber 3% resulted in the highest stability value of 1,028.85 kg at 0.5 hour immersion. The results of the durability test showed that the RSI value with a variation of 0% and 3% only fulfilled the 3 hour immersion time.
Optimalisasi Desain Simpang Bersinyal Terkoordinasi Menggunakan Software VISSIM Adiman, Edi Yusuf; Wulandika, Mia; Putra, Benny Hamdi Rhoma; Praksa, Rizqy Ridho
Techno.Com Vol. 23 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/tc.v23i3.11292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh desain antar simpang bersinyal yang terkoordinasi secara optimal sehingga dapat mengurangi tundaaan kendaraan yang terjadi. Metode yang digunakan adalah dengan memodelkan simpang dan melakukan mikrosimulasi berbasis software VISSIM. Pembuatan model melalui proses kalibrasi dan validasi dengan melakukan pengubahan pada parameter-parameter perilaku pengemudi agar diperoleh model yang mendekati keadaan lapangan. Studi kasus penelitian ini yaitu pada dua simpang yang ada di Jalan Ahmad Yani Kota Pekanbaru. Hasil pembuatan model dengan software VISSIM yang digunakan untuk proses simulasi menunjukkan model dapat diterima dengan sangat baik dengan hasil uji nilai GEH sebesar 0,9 dan MAPE sebesar 5,72%. Dari hasil simulasi model kondisi eksisting menunjukkan bahwa rata-rata tundaan kendaraan di kedua simpang pada Jalan Ahmad Yani sebesar 35,98 detik dengan tingkat pelayanan D (kurang baik). Desain simpang bersinyal terkoordinasi yang optimal diperoleh dengan menerapkan waktu siklus menjadi 100 detik. Berdasarkan hasil simulasi model, desain simpang bersinyal terkoordinasi ini dapat menurunkan rata-rata tundaan kendaraan di Jalan Ahmad Yani menjadi 24,83 detik dengan tingkat pelayanan meningkat menjadi C (cukup baik).   Kata kunci: simpang bersinyal terkoordinasi, VISSIM, tundaan kendaraan, tingkat pelayanan
Hubungan Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas Terhadap Jumlah Faktor-Faktor Penyebab Kecelakaan di Pekanbaru Rhoma Putra, Benny Hamdi; Elianora, Elianora; Prakasa, Rizqy Ridho
Prosiding Sains Nasional dan Teknologi Vol 14, No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/psnst.v14i1.11572

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah serius yang selalu terjadi dari waktu ke waktu di jalan. Kecelakaan lalu lintas terjadi dari kombinasi beberapa faktor yang terdiri dari faktor manusia, faktor kendaraan, faktor jalan dan faktor lingkungan. Penelitian dilakukan pada jalan di Kota Pekanbaru. Data dari Ditlantas Polda Riau selama 2017-2023 tercatat sebanyak 1.433 kasus kecelakaan yang terjadi pada jalan di Pekanbaru. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara jumlah kecelakaan dengan faktor penyebab kecelakaan. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan data kecelakaan dari Ditlantas Polda Riau yang terdiri dari jumlah kecelakaan dan jumlah faktor-faktor penyebab kecelakaan. Metode yang digunakan yaitu uji korelasi spearman, uji t dan uji f. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dua variabel yang berhubungan signifikan terhadap jumlah kecelakaan di Pekanbaru yaitu hubungan sangat kuat variabel jumlah lengah (X1) sebesar r = 0,964 dan jumlah mengantuk (X3) sebesar r = 0,857. Berdasarkan uji hipotesis didapatkan dua variabel yang berpengaruh mendekati signifikan terhadap jumlah kecelakaan yaitu variabel jumlah lengah (X1) sebesar 0,123 dan jumlah batas kecepatan (X5) sebesar 0,177. Adapun hubungan hubungan jumlah kecelakaan terhadap faktor-faktor penyebab kecelakaan adalah sebagai berikut; Y = 51,240 + 0,825X1 + 0,673X2 + 0,800X3 + 0,830X4 + 0,605X5. Rekomendasi penanganan yang sebaiknya dilakukan adalah melakukan edukasi kepada pengguna jalan, pemasangan rambu dan pembuatan marka jalan.
Analisis Karakteristik Arus Lalu Lintas Dengan Model Greenshield, Greenberg dan Underwood di Ruas Jalan Kota Pekanbaru (Studi Kasus Jalan Hr. Soebrantas KM. 9,5 Kota Pekanbaru) Athallah, Afif; Rhoma Putra, Benny Hamdi; Djuniati, Sri
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.263

Abstract

Traffic congestion on HR Soebrantas Street in Pekanbaru has become a serious issue. This provincial road, serving as a 4/2D collector road, connects Pekanbaru City and Kampar Regency. The u-turn at KM 9.5, in front of BANK BCA Panam, is the focus of the study. Utilizing MKJI 1997 and Regression Analysis (Greenshield, Greenberg, Underwood models), the highest coefficient of determination occurred on June 24, 2023, with an R2 of 0.973. In the Underwood model, the relationships (U-D): U = 43.403 x e-D/162.275, (V-D): V = D x 43.403 x e-D/162.275, (V-U): V = Us x 162.275 x Ln (43.403/Us). Maximum volume is 2,591,078 pcu/hour, maximum density is 162,275 pcu/km, maximum speed is 15,967 km/h, and free flow speed is 43,403 km/h. According to MKJI, the capacity (C) is 3,312,910 pcu/hour, with a Level Of Service of F (DS = 1,685), indicating characteristics of congested and stalled traffic.
Penetapan Rute dan Jumlah Unit Angkutan Kota Pada Kawasan Aglomerasi Kota Samarinda Kabupaten Kutai Kartanegara Prakasa, Rizqy Ridho; Audah, Safridatul; Putra, Benny Hamdi Rhoma; Adiman, Edi Yusuf; Ersyi Darfia, Novreta
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i3.62

Abstract

Kota Samarinda merupakan salah satu rencana kota penyangga kawasan lbu Kota Negara (IKN) yang berlokasi di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Nantinya terbentuk kawasan aglomerasi perkotaan baru yang merupakan perkembangan dari lbu Kota Samarinda (Urban Sprawl). Pada kawasan aglomerasi ini belum direncanakan angkutan kota yang menghubungkan antar zona pada kawasan aglomerasi. Maksud dari penelitian ini untuk mengetahui pemodelan transportasi yang ideal terhadap kawasan aglomerasi. Pada tahap analisis ini, ada beberapa metode yang dilakukan yaitu penentuan zonasi, metode trip generation, metode trip distribution, dan metode trip assignment. Hasil yang didapatkan pada penelitian yaitu terbentuknya pemodelan transportasi pada kawasan aglomerasi berupa rute yang terkoneksi antar zona pada kawasan aglomerasi, dimana penentuan titik akhir rute angkutan kota terletak di Terminal Sungai Kunjang. Hal ini sebagai pendukung pengembangan penggunaan Terminal Sungai Kunjang, dimana terminal ini merupakan Type B yang ada di Kota Samarinda. Jumlah angkutan perkotaan yang beroperasi 8-10 unit dengan kapasitas bus sedang untuk 33 penumpang.
KADAR OPTIMUM FILLER ASBUTON BUTIR T.5/20 DALAM CAMPURAN PERKERASAN ASPHALT CONCRETE-WEARING COURSE (AC-WC) Ramdhani, Fitra; Suhanggi, Suhanggi; Rhoma, Benny Hamdi
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.641 KB) | DOI: 10.52447/jkts.v3i1.1157

Abstract

Asbuton merupakan aspal alam dengan deposit terbesar yang menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil aspal alam terbesar di dunia. Dengan banyaknya jumlah yang tersedia, Asbuton dapat digunakan sebagai salah satu alternatif bahan penambah/pengganti aspal minyak dan penambah/pengganti filler sesuai komposisi campuran perkerasan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC). Asbuton tipe 5/20 (T5/20) mempunyai penetrasi bitumen 5 dmm dan kadar bitumen 20%. Penggunaan filler asbuton ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan utilisasi Asbuton Butir T5/20. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar optimum penggunaan filler Asbuton Butir T.5/20 dalam campuran AC-WC yang memenuhi persyaratan terhadap parameter Marshall. Berdasarkan hasil pengujian marshall diperoleh kadar optimum aspal dalam campuran AC-WC sebesar 6%. Dengan nilai kadar aspal optimum (KAO) pada AC-WC sebesar 6%, dan variasi suhu pemadatan  (1400C, 1450C, 1500C, 1550C ) dan variasi filler asbuton (1,13%, 1,6%, 2,01%, 2,25%, 2,56%, dan 3,1%) diperoleh kadar optimum filler asbuton sebesar 2,01% dan suhu pemadatan 1500C dengan nilai stabilitas 1204,03 kg, nilai kelelehan 3,11 mm, Nilai MQ 346,04 kg/mm, Nilai VIM 4,4%, Nilai VMA 17,56%, Nilai VFA 66,41%. Hasil pengujian Marshall pada AC-WC dengan Filler Asbuton 2,01 % dan suhu pemadatan  150°C dan merupakan campuran yang baik yang memenuhi standar spesifikasi Bina Marga 2010 Revisi 3.