Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Perkerasan Menggunakan Metode Bina Marga 1990 Dengan Metode Pavement Condition Index (PCI) Dalam Penentuan Pekerjaan Preservasi Jalan Rhoma, Benny Hamdi; Pramono, Riko Aditiya; Elianora, Elianora; Prakasa, Rizqy Ridho
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i1.810

Abstract

Abstrak Status Jalan Pasir Putih Kota Pekanbaru merupakan jalan nasional dengan panjang jalan adalah 18,2 kilometer terletak diantara Simpang Kaharudin Nasution dan Simpang Kayu Ara yang juga sebagai urat nadi perekonomian masyarakat Kota Pekanbaru, karena itu perlu dijaga kondisi kemantapan jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kerusakan dan kegiatan preservasi jalan yang tepat untuk diterapkan di ruas jalan Pasir Putih Kota Pekanbaru. Metode Bina Marga (1990) dan Pavement Condition Index (PCI) menjadi salah satu cara untuk mengetahui bagaimana kondisi jalan. Pada penelitian ini, untuk metode Bina Marga (1990) hasilnya 55% panjang ruas jalan memiliki nilai urutan prioritas (UP) 0-3 dengan rekomendasi kegiatan preservasi peningkatan, 22,5% memiliki nilai UP >7 dengan rekomendasi pemeliharaan rutin, dan 22,5% memiliki UP 4-6 dengan rekomendasi pemeliharaan berkala. Kemudian untuk hasil perhitungan berdasarkan metode PCI, sebanyak 67% panjang ruas jalan memiliki nilai PCI 0-55 dengan rekomendasi kegiatan preservasi adalah rekonstruksi, 7% memiliki nilai PCI 55-70 dengan rekomendasi peningkatan struktur, sebanyak 8% memiliki nilai PCI 70-85 dengan rekomendasi pemeliharaan berkala, dan 20% memiliki nilai PCI 80-100 dengan rekomendasi pemeliharaan rutin. Kata kunci: Jalan nasional, bina marga (1990), metode PCI, preservasi jalan    Abstract Status of Pasir Putih Road, in Pekanbaru City is a national road with a road length of 18.2 kilometers located between the Kaharudin Nasution intersection and the Kayu Ara intersection which is also the economic lifeblood of the Pekanbaru community, road existing condition necessary to maintain the steady condition of the road. This study aims to determine the type of damage and the right road preservation activities to be applied. Bina Marga method (1990) and the Pavement Condition Index (PCI) are one way to find out how the condition of Jalan Pasir Putih in Pekanbaru City is. In this study, for the Bina Marga method (1990) the results showed that 55% of the length of the road had a priority order value (UP) of 0-3 with recommendations for increased preservation activities, 22.5% had a UP value of >7 with recommendations for routine maintenance, and 22, 5% have a UP of 4-6 with periodic maintenance recommendations. Then for the results of calculations based on the PCI method, 67% of the length of the road has a PCI value of 0-55 with a recommendation for preservation activities is reconstruction, 7% has a PCI value of 55-70 with a recommendation for structural improvement, as many as 8% have a PCI value of 70-85 with a periodic maintenance recommendations, and 20% had a PCI score of 80-100 with routine maintenance recommendations. Keywords: National road, bina marga (1990), PCI method, road preservation
Efektivitas Penataan Parkir Mobil Penumpang di Badan Jalan Terhadap Kinerja Ruas Jalan di Jalan HR Soebrantas Depan Pasar Simpang Baru Panam Rhoma, Benny Hamdi; Adiman, Edi Yusuf; Elianora, Elianora; Aprilia, Khoirunnisa
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1041

Abstract

Abstrak Adanya kegiatan parkir di badan jalan menyebabkan terganggunya kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan HR Soebrantas tepatnya di depan Pasar Simpang Baru Panam. Agar diperoleh kinerja ruas jalan efektif pada jalan tersebut, maka perlu dilakukan penataan posisi sudut parkir khususnya untuk kendaraan mobil penumpang. Pada penelitian ini analisis dilakukan pada masing-masing sudut parkir rencana. Saat tanpa adanya parkir di badan jalan, tingkat pelayanan ruas jalan tersebut berada pada kategori A dengan derajat kejenuhan sebesar 0,56.  Setelah dilakukan simulasi penataan sudut parkir, didapatkan sudut parkir optimal untuk digunakan di lokasi ini adalah sudut 45°. Penggunaan sudut ini telah memenuhi kriteria minimum jalan kolektor sekunder yaitu berada pada tingkat pelayanan C. Untuk indeks parkir yaitu sebesar 0,71 yang berarti ruang parkir yang tersedia telah mampu memenuhi kebutuhan parkir di lokasi. Selain itu sudut ini mampu menampung lebih banyak kendaraan parkir serta memiliki tingkat kemudahan dan kenyamanan parkir yang lebih tinggi dibanding sudut 90°. Kata kunci: Karakteristik Parkir, Parkir di Badan Jalan, Sudut Parkir, Kinerja Ruas Jalan.   Abstract The existence of on-street parking activities causes disruption to the smooth flow of traffic on the HR. Soebrantas road, precisely in front of Pasar Simpang Baru Panam. In order to obtain effective road section performance on the road, it is necessary to arrange the position of the parking angle, especially for passenger car vehicles. This research analyzes each planned parking angle. When there is no parking on the road, the level of service for this road section is in category A with a degree of saturation value of 0.56. After simulating the arrangement of parking angles, the optimal parking angle to be used at this location is 45°. The use of this angle has met the minimum criteria for secondary collector roads which are at level of service C. The parking index is 0.71, which means that the available parking space is able to meet the parking demand at that location. In addition, the use of this angle is able to accommodate more parking vehicles and has a higher level of ease and comfort of parking than the 90° angle. Keywords: Parking Characteristics, On-street Parking, Parking Angle, Road Section Performance
Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Biaya Operasional Kendaraan Pada Depan Pasar Simpang Baru, Kota Pekanbaru Rhoma, Benny Hamdi; Adiman, Edi Yususf; Makarim, Muhammad Iqbal; Prakasa, Rizqy Ridho
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1152

Abstract

Abstrak Aktivitas Pasar Simpang Baru pada Jalan HR. Soebrantas merupakan hambatan samping yang mengurangi kapasitas jalan dan kecepatan kendaraan. Akibatnya akan berdampak pada kinerja jalan dan biaya operasional kendaraan (BOK). Maka perlu diketahui seberapa besar pengaruh hambatan samping terhadap BOK. Analisis berdasarkan kondisi eksisting dan kondisi tanpa hambatan, serta menggunakan analisis statistik untuk menghitung pengaruhnya. Besar hambatan samping tertinggi adalah 744,3 bobot kejadian, Derajat kejenuhan tertinggi adalah 0,732 (tingkat pelayanan C). BOK kendaraan kondisi eksisting yaitu sebesar Rp. 1.662,22/km untuk kendaraan ringan, Rp. 2.384,86/km untuk kendaraan berat dan Rp. 362,41/km untuk sepeda motor. Setelah hambatan samping dihilangkan nilai derajat kejenuhan menjadi 0,593 (tingkat pelayanan A), BOK kendaraan ringan menjadi 1.423,60/km, BOK kendaraan berat menjadi Rp. 2.260,13/km; dan BOK sepeda motor menjadi Rp. 319,24/km. Besar pengaruh hambatan samping terhadap BOK LV yaitu 50,5%, pengaruh hambatan samping terhadap BOK HV sebesar 38,1%, dan pengaruh hambatan samping terhadap BOK MC sebesar 57,7%. Kata kunci: hambatan samping, biaya operasional kendaraan, kinerja jalan    Abstract Simpang Baru market activities on HR. Soebrantas road is a side friction that reduce road capacity and vehicle speed. As a result, it will have an impact on road performance and vehicle operating costs (VOC). So it is necessary to know how much influence side friction on VOC. The analysis based on existing conditions and without side friction conditions, and used statistical analysis to calculate the effect. The highest amount of side friction is 744.3 event. The highest degree of saturation is 0.732 (level of service C). BOK for vehicles in existing condition is Rp. 1,662.22/km for light vehicles, Rp. 2,384.86/km for heavy vehicles and Rp. 362.41/km for motorcycles. After removing side friction, the value of the degree of saturation becomes 0.593 (level of service A), the BOK for light vehicles becomes 1,423.60/km, the BOK for heavy vehicles becomes Rp. 2,260.13/km; and BOK for motorcycles becomes Rp. 319.24/km. The influence of side friction on BOK LV is 50.5%, the influence of side friction on BOK HV is 38.1%, and the influence of side resistance on BOK MC is 57.7%. Keywords: side friction, vehicle operating cost, road performance
Penataan Kawasan Terminal AKAP BRPS Golongan Terminal Type A Berbasis Transit Oriented Development (TOD) Sebagai Upaya Pengembangan Sistem Angkutan Massal di Provinsi Riau Prakasa, Rizqy Ridho; Adiman, Edi Yusuf; Audah, Safridatul; Rhoma Putra, Benny Hamdi
Teknika Vol. 19 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v19i1.7924

Abstract

Seiring dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dan peningkatan volume kendaraaan yang memenuhi ruang Kota Pekanbaru, permasalahan juga diikuti dengan pertumbuhan kenaikan akan moda transportasi baru yang dapat mempermudah aktivitas dan mobilitas penduduk di kota-kota besar yang kian meningkat diiringi dengan mudahnya akses mendapatkan kendaraan pribadi. Upaya untuk mengatasi kenaikan volume kendaraan yang memenuhi ruang kemacetan Kota Pekanbaru akan dioptimalkan penggunaan Terminal AKAP BRPS Kota Pekanbaru dengan penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD). TOD adalah konsep perencanaan yang mengintegrasikan tata ruang kota yang menyatukan orang, kegiatan, bangunan, dan ruang publik melalui aksesbilitas yang dapat diakses dengan berjalan kaki dan bersepeda serta dapat menghubungkan langsung pada fasilitas transportasi publik. Tujuan penelitian untuk mengetahui ketersediaan ruang yang berada di Terminal AKAP BRPS Kota Pekanbaru dan pendapat masyarakat sebagai pelaku utama dalam penerapan TOD dan menghasilkan keluaran dalam bentuk kajian. Dalam penelitian ini membahas aspek spasial dan aspek sosial dalam wilayah studi. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis spasial, dan analisis hierarki proses. Analisis yang telah dilakukan yaitu analisis ketersediaan ruang dan analisis preferensi masyarakat dalam menentukan prioritas variabel diperoleh bahwa prioritas tertinggi adalah variabel penerangan jalan dan prioritas terendah adalah kepadatan bangunan.
Mapping the Economic Potential of the Community of Teluk Latak Village, Bengkalis District, Bengkalis Regency through an MSMEs: Pemetaan Potensi Ekonomi Masyarakat Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis Melalui Survey UMKM Suryanita, Reni; Raihan Arditama Harnedi; Yohannes Firzal; Benny Hamdi Rhoma Putra; Yenita Roza; Poppy Nurmayanti; Harnedi Maizir
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i3.17284

Abstract

This community service activity (PKM) was carried out in Teluk Latak Village, Bengkalis District, Bengkalis Regency, Riau Province. This activity records the socio-economic potential of Teluk Latak Village which focuses on Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). Although the majority of residents do not experience problems in doing business, some business actors report difficulties, especially in marketing and promoting the products that have been produced. Therefore, this PKM activity collected data on the economic potential in Teluk Latak Village based on information from MSME players. The PKM activity method is carried out through a field survey involving MSME business actors using the interview method and analyzing data related to the economy. The survey results show that the majority of MSME activists in Teluk Latak Village are engaged in weaving. This finding illustrates the strong economic potential, especially in the weaving MSME sector. It is hoped that the results of data collection on economic potential through this PKM activity can be used as a reference for optimal efforts in developing the potential of Teluk Latak Village. The results of the analysis show that improving marketing and promotion strategies can overcome the obstacles faced by some MSME actors, so that economic development in Teluk Latak Village can be carried out holistically, maximizing the potential of the MSME sector and overcoming obstacles that may arise.
Tinjauan Aspek Keselamatan pada Tikungan Rawan Kecelakaan di Jalan Raya Pekanbaru–Bangkinang KM 50: Studi Kasus: Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang KM 50 sepanjang 350 m Putra Iriandi, Farel; Putra, Benny Hamdi Rhoma; Sebayang, Mardani; Siswanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sipil Vol. 4 No. 2 (2025): VOL 4 NO 2 (NOVEMBER 2025)
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jtrs.4.2.12-25

Abstract

The curve at Km 50 of the Pekanbaru-Bangkinang Highway is classified as a sharp and closely spaced compound curve and is identified as an accident-prone area, marked by accident-prone zone signs on one direction of the curve. Based on traffic accident data from 2019-2024, five accidents have occurred at this location. Non-compliance of the geometric design with current standards is a contributing factor to traffic accidents. This study aims to evaluate the geometric conditions of the curve and analyze safety-related issues based on the 2021 geometric road design guidelines and other safety aspects. The results show that Curve 1 (PI-1) is categorized as an SS curve, while Curve 2 (PI-2) is an SCS curve. Other geometric features such as radius, degree of curvature, transition curve, and sight distance on both curves do not meet the geometric road design standards. Additionally, the superelevation value of PI-1 exceeds the recommended maximum value. Safety issues are further compounded by pavement damage, including patches, alligator cracks, potholes, and aggregate wear. Traffic facilities at the curve lack complete warning signs, speed limit signs, road studs, street lighting, convex mirrors, and damaged road markings. If geometric improvements are not feasible, recommendations include installing warning signs for accident-prone areas, reduced speed, road damage, and slippery surface warnings. Other measures include installing street lighting, reflectors on guardrails, speed limit signs, road studs, convex mirrors, delineator, vegetation clearing, and repairing longitudinal road markings.
Evaluasi Kinerja dan Pemanfaatan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kota Pekanbaru. Dandi, Dandi; Rhoma, Benny Hamdi; Sebayang, Mardani; Irana, Rian Trikomara
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sipil Vol. 4 No. 2 (2025): VOL 4 NO 2 (NOVEMBER 2025)
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jtrs.4.2.34-43

Abstract

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) merupakan fasilitas penting yang dirancang untuk menjamin keselamatan pejalan kaki saat menyeberang jalan, khusus nya pada ruas dengan arus lalu lintas padat. Namun, di Kota Pekanbaru, tingkat pemanfaatan JPO masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan tingkat pemanfaatan JPO berdasarkan Standar Bina Marga 1995, serta mengidenfikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaanya. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei lapangan, observasi lansung, dan kuisioner kepada pejalan kaki di sekitar lokasi JPO. Responden dari penelitian ini adalah pejalan kaki yang mengunakan JPO. Data volume yang diperoleh dianalisis untuk menilai efektivitas JPO. Kemudian data presepsi responden diolah dengan mengunakan Index Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui variabel yang perlu mendapat perhatian untuk diperbaiki. Hasil kajian menunjukan bahwa secara teknis sebagian besar JPO memenuhi kriteria kelayakan struktural dan fungsional, namun terdapat kekurangan pada aspek kenyamanan, aksesibilitas, dan estetika. Untuk nilai efektivitas pengguna JPO didapatkan pada lokasi Living World sebesar 84,55% dan RS Awal Bros Sudirman sebesar 82,25%, menjadi nilai efektivitas tertinggi dengan nilai range >80% dikategorikan efektif, dan pada lokasi Ramayana STC dengan nilai efektivitas sebesar 39,80% dan MTC Mall 54,54% dikategorikan cukup efektif dikarekan belum mencapai nilai range minimum 80%. Faktor seperti jarak tempuh tambahan, kondisi fisik JPO, serta perilaku pengguna jalan berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemanfaatan. Rekomendasi yang diajukan meliputi perbaikan desain, penambahan fasilitas pendukung, dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan JPO untuk keselamatan.