Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

MENGELOLA SAMPAH MENJADI PUPUK KOMPOS DI KELURAHAN RANTAU PANJANG RUMBAI PEKANBARU Husnah Husnah; Rahmat Tisnawan; M Fajar Anugrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 3 No 3 (2020): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.719 KB) | DOI: 10.36341/jpm.v3i3.1333

Abstract

Mengelola sampah merupakan kegiatan konversi sampah yang tidak berguna atau limbah menjadi berguna berguna secara efisien dan ekonomis dengan dampak lingkungan seminimal mungkin. Oleh karena itu dibutuhkan informasi tentang karakter sampah, karakter teknis teknologi konversi yang ada, karakter pasar dari produk pengolahan, implikasi lingkungan, persyaratan lingkungan, dan ketersediaan dana. Tujuan pengabdian ini adalah mewujudkan kelurahan yang green and clean dikemas dalam paket pengabdian masyarakat oleh Tim dosen Universitas Abdurrab. Adapun langkah-langkah kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan intensif melalui tahapan sebagai berikut: 1. Ceramah tentang kajian sistem pengelolaan sampah. 2. Ceramah tentang mengelola dan mengolah sampah rumah tangga, terutama Komposting metode 3 R (Reduce, Reuse, Recycle). 3. Demonstrasi tentang penerapan Bank Sampah. 4. Latihan pemilahan sampah dan penerapan komposter. 5. Konsultasi dalam mengatasi beberapa kendala yang dihadapi peserta dalam pengelolaan sampah rumah tangga. 6. Budaya gotong royong ditengah masyarakat.
ANALISA PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON FC-20,75 DENGAN DIRAWAT (CURING) DAN TIDAK DIRAWAT Doni Rinaldi Basri; Rahmat Tisnawan; Wahyu B Pribadi
JURNAL RIVET Vol 1 No 01 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.132 KB) | DOI: 10.47233/rivet.v1i01.233

Abstract

Untuk memahami dan mempelajari seluruh perilaku elemen gabungan pembentuk beton diperlukan pengetahuan tentang karakteristik masing-masing komponen pembentuk beton yaitu semen, agregat halus, agregat kasar dan air. Misalkan Semen A yang memiliki ketahanan yang tinggi terhadap sulfat, sehingga menghasilkan beton yang kuat dan bertekstur lebih halus. Sedangkan untuk Semen B adalah semen yang termasuk dalam kategori Blended Cement atau semen campur. Penelitian ini dilakukan untuk melihat perbandingan kuat tekan beton fc-20,75 dengan 2 (dua) merek semen yang berbeda, dengan metode perawatan (curing) dan tidak dirawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai rata-rata dari hasil kuat tekan beton tersebut sehingga dapat dibandingkan hasil semen manakah yang lebih kuat. Berdasarkan hasil uji tekan didapatkan mutu beton tertinggi untuk Semen A sebesar 22,89 Mpa dan untuk Semen B sebesar 21,76 MPa. Sedangkan untuk beton yang tidak dilakukan perawatan, didapatkan mutu beton tertinggi 19,15 MPa untuk Semen A dan 17,41 MPa untuk Semen B. Artinya pemberian perawatan sangat berpengaruh tinggi dalam meningkatkan mutu kekuatan beton.
Training on making liquid dish soap in Lembah Sari Village, Rumbai Timur District, Pekanbaru Alfin Surya; Siti Juariah; Wahyu Margi Sidoretno; Rahmat Tisnawan
Community Empowerment Vol 6 No 11 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.704 KB) | DOI: 10.31603/ce.5500

Abstract

Peningkatan pengetahuan terhadap perempuan terutama dibidang ekonomi adalah salah satu parameter membaiknya kesejahteraan keluarga. Saat perempuan menjadi kaum terdidik dan memiliki kreatifitas sehingga mempunyai pendapatan mandiri maka kesejahteraan keluarga dapat meningkat. Selain itu ibu-ibu juga memiliki peran yang berarti dalam hal pencegahan dan pengendalian kemiskinan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Salah satu bukti bahwa wanita atau perempuan juga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya dengan melakukan kegiatan produktif di dalam rumah tangga. PKK RT 02 RW 06 Kelurahan Lembah Sari merupakan salah satu organisasi perempuan yang memiliki latar belakang Pendidikan beragam (lulusan SLTA dan Perguruan Tinggi), dan Sebagian besar ibu rumah tangga dengan keadaan ekonomi keluarga menengah. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ibu-ibu ini mengandalkan pendapatan suami namun ada juga yang bekerja sebagai guru atau membuat kue untuk membantu kebutuhan perekonomian keluarga. Pada saat kondisi pandemi seperti ini dengan pengeluaran untuk kebutuhan keluarga yang semakin meningkat, maka dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas ibu-ibu PKK untuk membuat sabun cair cuci piring, sehingga menumbuhkan kesadaran dan kemandirian dalam berusaha, sekaligus memperluas lapangan kerja guna meningkatkan pendapatan keluarga dalam usaha mencapai keluarga yang bahagia dan sejahtera. Sabun cuci piring merupakan komoditas yang tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan rumah tangga. Kegiatan ini dilakukan diawali pada hari Minggu, 14 Maret 2021 pada jam 08.00 WIB sampai dengan jam 12.00 WIB, bertempat di halaman rumah salah satu warga dengan peserta 17 orang ibu-ibu PKK. Dampak yang dapat dilihat pada kegiatan ini adalah tumbuhnya semangat peserta untuk memiliki produk sendiri dan mendaftarkan izin edarnya. Sehingga kegiatan pengabdian ini sangat diterima oleh peserta dan memberikan pengetahuan baru bagi peserta
Analisis Jaringan Trayek Angkutan Umum di Bangkinang Kota Kabupaten Kampar, Riau: Analisis Jaringan Trayek Rahmat Tisnawan; Husni Mubarak; Fitra Ramdhani; Agustinus Tambunan
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v2i2.24

Abstract

Bangkinang Kota is the capital of kampar which is the center of regional activities such as government, education, economy and so on, so that in this area the usage of vehicles is quite high, especially private vehicles. The amount of private vehicles usage is not comparable to the amount of public transportation available. Therefore, the aim of this study wants to plan a new public transportation in the city center by connecting the surrounding areas. Public transportation planning is carried out by calculating the amount of demand for public transportation, then the results of the demand calculation are used as a reference for determining the route system. Before calculating the demand and determining the route system, the first step is collecting primary and secondary data, then analyze a demand in the form of trip generation, distribution of trip and mode selection. Furthermore, from the demand analysis, there are 3 (three) public transport routes who serve Bangkinang Kota.
ANALISA PERBANDINGAN MORTAR BUSA MENGGUNAKAN FOAMING AGENT NABATI DAN FOAMING AGENT KIMIA TERHADAP KUAT TEKAN BEBAS Rahmat Tisnawan
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v4i2.6524

Abstract

AbstrakPerkembangan berbagai varian mortar yang telah dikembangkan salah satunya adalah mortar busa. Adukan mortar biasanya digunakan untuk pasang bata termasuk mortar busa dapat digunakan sebagai alternatif bahan timbunan pekerjaan konstruksi jalan karena mudah dibentuk serta beratnya yang ringan sehingga memudahkan dalam instalasinya. Pada penelitian ini menggunakan dua jenis campuran foaming agent yaitu nabati dan kimiawi. Tujuan penelitian mendapatkan perbandingan nilai flow, berat isi dan kuat tekan bebas (UCS) dari kedua jenis Foaming agent yang digunakan. Beberapa perbandingan foaming agent : air yaitu 1:21, 1:23, 1:25, 1:27 dan 1:29. Berdasarkan spesifikasi SE-PUPR-46-SE-M-2015 campuran foaming agent 1:25 adalah campuran job mis design awal sebagai acuan pada pra penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai tertinggi flow campuran nabati FA 1:25 FA 1:27 yaitu 18, 20 cm sedangkan nilai terendah pada campuran FA 1:23 FA 1:29 yaitu 18,10 cm sedangkan nilai flow pada campuran foaming agent kimiawi nilai tertinggi pada FA 1:27 FA 1:29 yaitu 18,20 cm, untuk nilai flow terendah pada campuran FA 1:25 yaitu 18,00 cm. Campuran foaming agent nabati 1:29 memiliki nilai berat isi mortar tertinggi yaitu sebesar 781,67 Kg/m3 dan pada campuran FA 1:23 memiliki nilai berat isi mortar terendah yaitu sebesar 764,70 Kg/m3. Pada campuran foaming agent kimiawi pada campuran FA 1:25 memiliki nilai berat isi mortar tertinggi yaitu sebesar 757,06 Kg/m3 dan pada campuran FA 1:21 memiliki nilai berat isi mortar terendah dari kelima campuran yaitu sebesar 755,36 Kg/m3. Nilai rata-rata kuat tekan bebas (UCS) material ringan mortar busa dari pengunaan foaming agent jenis nabati diperoleh campuran 1:29 memiliki nilai tertinggi sebesar 1632,85 kPa dan campuran 1:23 memiliki nilai terendah sebesar 505,80 kPa. Nilai kuat tekan bebas (UCS) mortar busa pengunaan foaming agent jenis kimiawi diperoleh campuran 1:21 memiliki nilai tertinggi sebesar 236,41 kPa dan campuran 1:23 memiliki nilai terendah sebesar 65,97 kPa. AbstractThe development of various variants of mortar that has been developed one of which is foam mortar. Mortar mortar is usually used to install bricks, including foam mortar, which can be used as an alternative material for road construction work because it is easy to form and light in weight, making it easier to install. In this study, two types of foaming agent mixtures were used, namely vegetable and chemical. The aim of this research is to get a comparison of flow values, bulk density and free compressive strength (UCS) of the two types of foaming agents used. Several ratios of foaming agent: water are 1:21, 1:23, 1:25, 1:27 and 1:29. Based on the specifications of SE-PUPR-46-SE-M-2015 the foaming agent mixture 1:25 is a mixture of initial job mis design as a reference in pre-study. The results showed that the highest value of flow for vegetable mixtures FA 1:25 FA 1:27 was 18, 20 cm, while the lowest value for mixtures of FA 1:23 FA 1:29 was 18,10 cm, while the flow value for a mixture of chemical foaming agents the highest value at FA 1:27 FA 1:29 is 18.20 cm, for the lowest flow value is at FA 1:25 mixture which is 18.00 cm. The 1:29 vegetable foaming agent mixture had the highest mortar density value of 781.67 Kg/m3 and the 1:23 FA mixture had the lowest mortar density value of 764.70 Kg/m3. The chemical foaming agent mixture in FA 1:25 mixture has the highest mortar density value of 757.06 Kg/m3 and in FA 1:21 mixture has the lowest mortar density value of the five mixtures, which is 755.36 Kg/m3. The average value of free compressive strength (UCS) of lightweight foam mortar material from the use of vegetable type foaming agents obtained a mixture of 1:29 has the highest value of 1632.85 kPa and a mixture of 1:23 has the lowest value of 505.80 kPa. The value of free compressive strength (UCS) of foam mortar using a chemical type of foaming agent obtained a mixture of 1:21 has the highest value of 236.41 kPa and a mixture of 1:23 has the lowest value of 65.97 kPa
Efektivitas Sabut Kelapa dan Semen Portland Sebagai Filler Pada Campuran Aspal AC-WC Tisnawan, Rahmat; Ramadhan Husaini, Rizki; Juli Handa, Egi
SAINSTEK Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i1.245

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi yang kebutuhannya di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan. Konstruksi jalan merupakan suatu struktur yang menerima beban lalu lintas, sehingga lapisan perkerasan tersebut diharapkan mempunyai struktur perkerasan yang kokoh dan mampu menerima beban pengguna jalan. Biasanya yang digunakan adalah semen atau abu batu, namun pada penelitian ini digunakan bahan alternatif lain seperti limbah abu sabut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan abu sabut sebagai bahan pengisi campuran aspal AC-WC memberikan pengaruh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan 15 sampel dengan menggunakan perbandingan bahan pengisi sabut kelapa yang berbeda yaitu 100%, 75%, 50%, 25% dan 0%. Hasil penelitian menunjukkan nilai stabilitas Marshall yang paling tinggi adalah pada perubahan beban yang terdiri dari 25% abu sabut dan 75% semen yaitu sebesar 1.893,37 kg.
Analisis Kinerja Sistem Drainase di Jalan Pemda Pangkalan Kerinci Kota Tisnawan, Rahmat; Husaini, Rizki Ramadhan; Bagio, Tony Hartono; Putra, Junaidi
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i3.64

Abstract

Sistem drainase perkotaan sangat berhubungan erat dengan penataan ruang. Banjir yang sering terjadi di banyak wilayah dan kota di Indonesia disebabkan oleh penataan ruang yang kurang teratur. Jalan Pemda, yang terletak di pusat kota Pangkalan Kerinci, memiliki beberapa titik genangan air. Hal ini disebabkan oleh pembangunan yang pesat tanpa peningkatan dimensi saluran, serta berkurangnya area resapan akibat perubahan penggunaan lahan. Saluran drainase di daerah tersebut juga tidak mampu menampung debit air hujan karena tersumbat oleh sampah dan sedimentasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan. Data yang diolah meliputi curah hujan selama 10 tahun terakhir, dimensi drainase eksisting, dan periode ulang Q2, Q5, Q10, serta Q25 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas saluran drainase di Jalan Pemda Pangkalan Kerinci mengalami penurunan, dengan debit banjir rencana (Qr) sebesar 0,696 m³/dtk untuk periode ulang 2 tahun, yang lebih besar dibandingkan dengan kapasitas tampungan saluran (Qt) yang ada.
Analisis Jaringan Trayek Angkutan Umum di Bangkinang Kota Kabupaten Kampar, Riau: Analisis Jaringan Trayek Tisnawan, Rahmat; Mubarak, Husni; Ramdhani, Fitra; Tambunan, Agustinus
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v2i2.24

Abstract

Bangkinang Kota is the capital of kampar which is the center of regional activities such as government, education, economy and so on, so that in this area the usage of vehicles is quite high, especially private vehicles. The amount of private vehicles usage is not comparable to the amount of public transportation available. Therefore, the aim of this study wants to plan a new public transportation in the city center by connecting the surrounding areas. Public transportation planning is carried out by calculating the amount of demand for public transportation, then the results of the demand calculation are used as a reference for determining the route system. Before calculating the demand and determining the route system, the first step is collecting primary and secondary data, then analyze a demand in the form of trip generation, distribution of trip and mode selection. Furthermore, from the demand analysis, there are 3 (three) public transport routes who serve Bangkinang Kota.
Analisis Kinerja Sistem Drainase di Jalan Pemda Pangkalan Kerinci Kota Tisnawan, Rahmat; Husaini, Rizki Ramadhan; Bagio, Tony Hartono; Putra, Junaidi
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i3.64

Abstract

Sistem drainase perkotaan sangat berhubungan erat dengan penataan ruang. Banjir yang sering terjadi di banyak wilayah dan kota di Indonesia disebabkan oleh penataan ruang yang kurang teratur. Jalan Pemda, yang terletak di pusat kota Pangkalan Kerinci, memiliki beberapa titik genangan air. Hal ini disebabkan oleh pembangunan yang pesat tanpa peningkatan dimensi saluran, serta berkurangnya area resapan akibat perubahan penggunaan lahan. Saluran drainase di daerah tersebut juga tidak mampu menampung debit air hujan karena tersumbat oleh sampah dan sedimentasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan. Data yang diolah meliputi curah hujan selama 10 tahun terakhir, dimensi drainase eksisting, dan periode ulang Q2, Q5, Q10, serta Q25 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas saluran drainase di Jalan Pemda Pangkalan Kerinci mengalami penurunan, dengan debit banjir rencana (Qr) sebesar 0,696 m³/dtk untuk periode ulang 2 tahun, yang lebih besar dibandingkan dengan kapasitas tampungan saluran (Qt) yang ada.
Analisis Karakteristik Marshall dari Campuran Aspal Beton Lapis Aus (AC-WC) dengan Penambahan Limbah Styrofoam (Polystyrene) pada Aspal Penetrasi 60/70 Tisnawan, Rahmat; Husaini, Rizki Ramadhan; Yazid, Muhammad; Saventina, Ega Marta
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i1.892

Abstract

Jalan memegang peranan krusial dalam pembangunan Indonesia, di mana kualitasnya berbanding lurus dengan kelancaran transportasi darat. Material penyusun jalan, terutama aspal dan agregat, menjadi penentu utama kualitas tersebut. Penggunaan aspal murni secara terus-menerus dapat mengancam ketersediaannya, sehingga inovasi penggunaan aspal modifikasi menjadi penting. Aspal modifikasi melibatkan pencampuran aspal dengan material lain untuk mengurangi penggunaannya. Salah satu material yang berpotensi sebagai campuran aspal adalah styrofoam, yang dikenal ringan, kaku, tembus cahaya, dan ekonomis. Pemanfaatan styrofoam sebagai campuran didasari oleh ketersediaannya yang melimpah namun pemanfaatannya yang masih terbatas. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif untuk menguji pengaruh penambahan styrofoam terhadap karakteristik Marshall campuran aspal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi styrofoam 6% menghasilkan nilai flow terendah (2,70 mm) dan nilai Marshall Quotient (MQ) tertinggi (986,60 Kg/mm), memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi II. Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6,5% menghasilkan nilai stabilitas 1317,4 Kg, flow 3,47 mm, MQ 380,02 Kg/mm, VMA 15,71%, VFA 79,64%, dan VIM 3,32%, juga memenuhi persyaratan. Secara keseluruhan, variasi styrofoam 6% dan 8% dengan kadar aspal optimum 6,5% menunjukkan karakteristik Marshall yang memenuhi klasifikasi Bina Marga. Sementara variasi 10% dan 12% tidak sepenuhnya memenuhi persyaratan. Kesimpulannya, variasi styrofoam 6% dan 8% berpotensi menjadi campuran yang baik untuk aspal modifikasi, memenuhi standar yang ditetapkan