Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Safety Talk terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Proyek Pengembangan Rumah Sakit X di Pekanbaru Rahmat Tisnawan; Puspa Ningrum; Chaser Brust Tito
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i2.204

Abstract

Kegiatan konstruksi mengandung beragam sumber bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja, sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama kedisiplinan dalam memakai Alat Pelindung Diri (APD), menjadi kebutuhan utama di area proyek. Salah satu bentuk intervensi yang dapat digunakan untuk memperkuat perilaku aman pekerja adalah safety talk yang diberikan sebelum aktivitas pekerjaan dimulai. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh pelaksanaan safety talk terhadap tingkat kepatuhan penggunaan APD pada pekerja Proyek Pengembangan Rumah Sakit X Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan one group pre-test post-test. Sebanyak 30 pekerja dilibatkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data diperoleh melalui observasi kepatuhan APD sebelum dan setelah safety talk, dengan komponen penilaian meliputi helm keselamatan, kacamata pelindung, pelindung telinga, masker, sarung tangan, sepatu safety, dan rompi. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif serta Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rerata kepatuhan APD sebelum intervensi adalah 3,67 atau 52,38%, sedangkan setelah safety talk meningkat menjadi 6,17 atau 88,10%. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z= -4,79, p < 0,001, dan effect size r = 0,87, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan dengan efek yang kuat antara kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa safety talk berperan efektif dalam mendorong kepatuhan pekerja konstruksi terhadap penggunaan APD.
Analisis Kinerja Campuran Aspal Termodifikasi Berbasis Asbuton Ekstraksi dan Filler Asbuton pada Kadar Modifikasi Optimum Fitra Ramdhani; Rahmat Tisnawan; Hengki Saputra
SAINSTEK Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i2.407

Abstract

Kebutuhan aspal di Indonesia terus meningkat setiap tahun seiring dengan cepatnya pembangunan jaringan jalan. Asbuton, atau aspal buton, adalah salah satu sumber aspal alam yang dapat digunakan sebagai pengganti aspal minyak. Namun, karena karakteristiknya yang berbeda dan bagaimana campuran bekerja, masih belum sepenuhnya digunakan sebagai pengganti aspal minyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana penggunaan Asbuton murni T5/20 sebagai perubahan pada campuran aspal penetrasi 60/70. Penelitian ini menggunakan kadar filler Asbuton T5/20 yang ideal. Untuk penelitian ini, filler Asbuton T5/20 ditambahkan sebesar 2,01% pada variasi kadar Asbuton murni T5/20 sebesar 0%, 10%, 12%, 14%, 16%, 18%, 20%, dan 30%. Hasil pengujian menggunakan metode Marshall menunjukkan bahwa campuran terbaik mencapai kadar Asbuton murni T5/20 sebesar 10%, yang memenuhi persyaratan spesifikasi umum Bina Marga 2010 Revisi 3. Campuran ini menghasilkan nilai stabilitas sebesar 2616 kg. Hasil menunjukkan bahwa Asbuton T5/20 dapat meningkatkan kinerja campuran aspal secara signifikan ketika digunakan pada kadar yang ideal.
Pemanfaatan Limbah Galian Aspal Hot Mix Pada Campuran Lapisan Pondasi Atas Terhadap Nilai California Bearing Ratio (Daya Dukung) Doni Rinaldi Basri; Rahmat Tisnawan; Dede Edriansyah
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v3i1.898

Abstract

Limbah hasil galian Aspal Hot Mix (AHM) umumnya tidak dimanfaatkan kembali dan hanya menjadi tumpukan material bongkaran yang terbengkalai di lingkungan sekitar proyek. Material ini sering dianggap memiliki kualitas rendah dan tidak layak digunakan kembali sebagai bahan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi pemanfaatan limbah galian AHM sebagai bahan campuran dalam pembuatan Lapis Pondasi Atas (LPA) pada konstruksi perkerasan jalan. Pengujian dilakukan dengan metode laboratorium menggunakan lima variasi campuran limbah galian AHM, yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%, menggantikan batu pecah ukuran 1–2 cm. Evaluasi kinerja dilakukan berdasarkan nilai rendaman California Bearing Ratio (CBR). Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran dengan 20% limbah galian AHM menghasilkan nilai CBR rendaman sebesar 100,2%, sedangkan campuran 30% menghasilkan nilai CBR rendaman sebesar 94,4%. Kedua nilai tersebut melebihi batas minimum yang disyaratkan dalam Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2, yaitu sebesar 90%. Dengan demikian, limbah galian AHM memiliki potensi yang baik sebagai material alternatif untuk LPA, yang tidak hanya mendukung efisiensi biaya, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah konstruksi.   Excavated Hot Mix Asphalt (HMA) waste is generally not reused and often accumulates as discarded demolition material in the vicinity of project sites. This material is frequently considered to be of low quality and unsuitable for reuse as construction material. This research aims to evaluate the potential of utilizing excavated HMA waste as a mixed material in the production of Base Course (LPA) for road pavement construction.The study was conducted using laboratory methods with five variations of excavated HMA waste mixtures: 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, and 50%, replacing 1-2 cm crushed stone. Performance evaluation was based on the soaked California Bearing Ratio (CBR) values.The test results showed that the mixture with 20% excavated HMA waste yielded a soaked CBR value of 100.2%, while the 30% mixture resulted in a soaked CBR value of 94.4%. Both of these values exceed the minimum requirement of 90% stipulated in the Bina Marga General Specification 2018 Revision 2.Therefore, excavated HMA waste has good potential as an alternative material for Base Course (LPA), which not only supports cost efficiency but also contributes to the reduction of construction waste.  
Analisis Konstruksi Substruktur Jembatan Rangka Baja Sungai Rokan Kiri di Kota Tengah Kabupaten Kampar Ahmad Kurnain; Muhammad Yazid; Rahmat Tisnawan; Doni Rinaldi Basri; Puspa Ningrum
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1261

Abstract

Penelitian ini membahas perencanaan teknis bangunan bawah jembatan, khususnya abutment pada Jembatan Rangka Baja Sungai Rokan Kiri di Kota Tengah, Kabupaten Kampar. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur dan studi desain, dengan pengumpulan data primer berupa hasil sondir, data tanah, topografi, serta hidrografi aliran sungai. Analisis dilakukan terhadap beban yang bekerja pada abutment, meliputi beban vertikal, beban horizontal, serta tekanan tanah lateral. Faktor keamanan terhadap geser (SF-{geser}) dan guling (SF-{guling}) dihitung untuk memastikan stabilitas konstruksi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa abutment yang direncanakan memenuhi kriteria keamanan yang dipersyaratkan, baik terhadap gaya geser maupun gaya guling, sesuai dengan standar peraturan Departemen Pekerjaan Umum. Dengan demikian, rancangan bangunan bawah jembatan ini dapat dinyatakan layak secara teknis dan aman digunakan dalam mendukung beban lalu lintas di atasnya.   This study discusses the technical planning of bridge substructures, particularly the abutment of the Steel Truss Bridge over the Rokan Kiri River in Kota Tengah, Kampar Regency. The research methods employed include a literature review and design study, with primary data collection consisting of cone penetration test (CPT) results, soil data, topographic data, and river flow hydrology data. The analysis focuses on the loads acting on the abutment, including vertical loads, horizontal loads, and lateral earth pressure. Safety factors against sliding (SF_sliding) and overturning (SF_overturning) are calculated to ensure the structural stability of the abutment. The calculation results indicate that the planned abutment meets the required safety criteria against both sliding and overturning forces in accordance with the standards set by the Ministry of Public Works. Therefore, the design of the bridge substructure can be considered technically feasible and safe to support traffic loads above it.  
Perbandingan Estimasi Biaya Struktur Menggunakan AHSP 2023, SNI 2008, dan Engineer Estimate Rahmat Tisnawan; Doni Rinaldi Basri; Rizki Ramadhan Husaini; Khairul Makhfi Mhd
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i3.1359

Abstract

Perencanaan Rencana Anggaran Biaya (RAB) merupakan tahapan penting dalam proyek konstruksi untuk menjamin ketepatan pengendalian biaya. Perbedaan metode analisis harga satuan dapat menghasilkan estimasi yang bervariasi dan memengaruhi pengambilan keputusan proyek. Penelitian ini bertujuan membandingkan estimasi biaya pekerjaan struktur menggunakan metode Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) 2023, Standar Nasional Indonesia (SNI) 2008, dan Engineer Estimate. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada pembangunan Masjid Markaz Sunnah Nusantara Al-Hijrah di Kota Pekanbaru. Data yang digunakan berupa data sekunder meliputi AHSP 2023, SNI 2008, standar harga barang dan jasa Kota Pekanbaru tahun 2022, gambar kerja struktur, serta dokumen Engineer Estimate proyek. Hasil penelitian menunjukkan estimasi biaya metode AHSP 2023 sebesar Rp61.333.100.000, metode SNI 2008 sebesar Rp46.397.700.000, dan Engineer Estimate sebesar Rp47.292.800.000. Dibandingkan Engineer Estimate, metode AHSP 2023 menghasilkan estimasi lebih tinggi sekitar 29,69%, sedangkan SNI 2008 lebih rendah sekitar 1,89%, sehingga SNI 2008 merupakan metode yang paling mendekati Engineer Estimate pada studi kasus ini dan dapat menjadi acuan estimasi yang lebih ekonomis untuk pekerjaan struktur.   Cost Budget Planning (RAB) is a crucial stage in construction projects to ensure accurate cost control. Differences in unit price analysis methods may produce varying cost estimates and influence project decision-making. This study aims to compare structural work cost estimates using the 2023 Indonesian Unit Price Analysis Standard (AHSP 2023), the Indonesian National Standard (SNI 2008), and the Engineer Estimate method. A quantitative descriptive approach with a case study design was applied to the construction of the Markaz Sunnah Nusantara Al-Hijrah Mosque in Pekanbaru City. Secondary data were used, including AHSP 2023, SNI 2008, the 2022 standard prices for goods and services in Pekanbaru, structural drawings, and the project Engineer Estimate document. The results show that the estimated structural cost using AHSP 2023 is IDR 61,333,100,000, SNI 2008 is IDR 46,397,700,000, and the Engineer Estimate is IDR 47,292,800,000. Compared with the Engineer Estimate, AHSP 2023 produces an estimate about 29.69% higher, while SNI 2008 is about 1.89% lower. Therefore, SNI 2008 provides the closest estimate to the Engineer Estimate in this case study and may serve as a more economical reference for structural cost estimation.  
Pengaruh Safety Talk terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Proyek Pengembangan Rumah Sakit X di Pekanbaru Rahmat Tisnawan; Puspa Ningrum; Chaser Brust Tito
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i2.204

Abstract

Kegiatan konstruksi mengandung beragam sumber bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja, sehingga penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama kedisiplinan dalam memakai Alat Pelindung Diri (APD), menjadi kebutuhan utama di area proyek. Salah satu bentuk intervensi yang dapat digunakan untuk memperkuat perilaku aman pekerja adalah safety talk yang diberikan sebelum aktivitas pekerjaan dimulai. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh pelaksanaan safety talk terhadap tingkat kepatuhan penggunaan APD pada pekerja Proyek Pengembangan Rumah Sakit X Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan one group pre-test post-test. Sebanyak 30 pekerja dilibatkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data diperoleh melalui observasi kepatuhan APD sebelum dan setelah safety talk, dengan komponen penilaian meliputi helm keselamatan, kacamata pelindung, pelindung telinga, masker, sarung tangan, sepatu safety, dan rompi. Analisis dilakukan melalui statistik deskriptif serta Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rerata kepatuhan APD sebelum intervensi adalah 3,67 atau 52,38%, sedangkan setelah safety talk meningkat menjadi 6,17 atau 88,10%. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z= -4,79, p < 0,001, dan effect size r = 0,87, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan dengan efek yang kuat antara kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa safety talk berperan efektif dalam mendorong kepatuhan pekerja konstruksi terhadap penggunaan APD.