Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : jurnal keperawatan

HUBUNGAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DAN PERAN KADER DENGAN KEAKTIFAN LANSIA MENGIKUTI POSYANDU LANSIA DI DESA RANUPAKIS KECAMATAN KLAKAH Awaludin, Awaludin; Rahmat, Nafolion Nur; Hartono, Dodik
Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): Volume 18, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jk.v18i1.383

Abstract

Posyandu lansia merupakan suatu pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang diselenggarakan melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial. Keaktifan lansia dalam pemanfaatan layanan kesehatan dipengaruhi oleh persepsi, sikap, dukungan dari nakes dan kader. tujuan penelitian ini mengetahui hubungan dukungan tenaga kesehatan dan peran kader dengan keaktifan lansia mengikuti posyandu lansia di desa ranupakis kecamatan klakah. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan metode pengumpulan data secara retrospektif. Populasi penelitian ini Seluruh Lansia di Desa Ranupakis berjumlah 340 lansia dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 77 Lansia yang diambil metode Consecutive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dilakukan uji chi square test. Peneliti mendapatkan layak etik dari universitas Hafsyawaty zainul hasan dengan nomor 228/KEPK-UNHASA/VII/2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah lansia yang aktif ikut serta dalam kegiatan posyandu lansia adalah sebanyak 22 responden (28.6%), Hasil uji analisis menggunakan Uji chi square menunjukkan hasil nilai yaitu p ≤0,000 dengan tingkat signifikan α =0,05, yang berarti ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dan peran kader dengan keaktifan lansia mengikuti posyandu lansia di desa ranupakis kecamatan klakah Peran tenaga Kesehatan dan kader dalam pelaksanaan posyandu lansia yang optimal akan memberikan kemudahan bagi lansia dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dasar, sehingga kualitas hidup masyarakat di usia lanjut tetap terjaga dengan baik dan optimal.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KEKAMBUHAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI POSBINDU DESA SENDURO DI WILAYAH UPT. PUSKESMAS SENDURO Zahro, Ma’rifatul Lailatus; Sunanto, Sunanto; Rahmat, Nafolion Nur
Jurnal Keperawatan Vol. 18 No. 1 (2025): Volume 18, Nomor 1, Januari 2025
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jk.v18i1.397

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Salah satu penyebabnya yaitu efikasi diri merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuan mereka untuk menghasilkan tindakan yang ingin dicapai dan mempunyai pengaruh terhadap kehidupan mereka. Penelitia ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan kekambuhan pada pasien hipertensi di Posbindu Desa Senduro di wilayah UPT Puskesmas Senduro. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitafif , Desain peneliti yang digunakan diskriptif kolerasi dan mengunakan desain pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 50 responden yang perkunjung ke posbindu , dengan menggunakan teknik sampling total sampling. Cara pengumpulan dada menggunakan kuesioner selanjutnya di analisis menggunakan Teknik analisa data menggunakan Uji Wilcaxon. Hasil penelitian ini terdapat dari 50 responden pada posbindu yang melangalami Efikasi diri baik sebanyak 47(94%), sedangkan responden yang tidak mengalami kekambuhan sebanyak 34(68%) responden. Pvalue sebesar 0,000 dan di bandingkan dengan Ptabel 0,005 sehingga Pvalue < Ptabel, yang artinya terdapat hubungan efikasi diri dengan kekambuhan pada pasien hipertensi di posbindu desa senduro di wilayah UPT Puskesmas Senduro. Diharapkan di posbindu menerapkan efikasi diri untuk menurunkan angka kekambuhan pada pasien hipertensi. Hasil dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawsan dan pengetahuan terkait hubungan antara Efikasi diri dengan kekambuhan pada pasien hipertensi di Posbindu . sehingga diharapkan mampu menjaga efikasi diri dengan kekambuhan pada pasien hipertensi. Untuk menjaga kesehatan dan encegah terjadinya hipertensi.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STABILITAS KADAR GULA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Hikmah, Hanifatul; Rahmat, Nafolion Nur; Mariani, Mariani; Suhari, Suhari
Jurnal Keperawatan Vol. 19 No. 2 (2026): Volume 19, Nomor 2, Juli 2026
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/jk.v19i2.647

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu jenis penyakit degeneratif yang tidak menular dan berkaitan dengan pola makan. Pola makan adalah berbagai informasi yang memberikan gambaran mengenai macam dan jumlah bahkan makanan yang dimakan setiap hari oleh satu orang dan merupakan ciri khas suatu kelompok masyarakat tertentu. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis hubungan pola makan dengan stabilitas kadar gula pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Desain penelitian ini menggunakan Tekhnik Total Sampling dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi sebanyak 28 responden penderita diabetes mellitus tipe 2. Instrument yang digunakan lembar kuesioner dan observasi. Analisa data menggunakan uji chi square test. Hasil penelitian ini diperoleh data stabilitas kadar gula pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Kelurahan Sumbertaman, Kacamatan Wonoasih, Kota Probolinggo dari 28 responden sebagian besar pola makan kurang baik yakni sebanyak 13 responden sehingga stabilitas kadar gula juga rendah. Berdasarkan hasil analisis chi-square test terdapat hubungan pola makan dengan stabilitas kadar gula menunjukkan bahwa nilai p value 0,000 < α (0,05). Maka tenaga Kesehatan harus terus memberikan edukasi pada pasien diabetes melitus tipe 2 agar lebih memperhatikan pola makan yang dianjurkan sesuai dengan jumlah, jadwal dan jenis makanan yang dikonsumsi setiap hari. Dan melakukan evaluasi pemeriksaan GDA minimal dilakukan 1 bulan sekali.