Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Perawatan Metode Kanguru terhadap Penurunan Down Score Bayi Prematur di Ruang NICU RSUD dr. Haryoto Lumajang: The Effect of Kangoroo Mother Care on Reducing Down Score of Premature Babies in the NICU of dr. Haryoto Lumajang Regional Hospital Amalia, Linda; Sulistyono, R. Endro; Rahmat, Nafolion Nur; Kusyairi, Achmad
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.218

Abstract

Pendahuluan: Kelahiran prematur masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan bayi, baik di Indonesia maupun di berbagai negara lainnya. Masalah pernapasan merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan pada bayi prematur. Organ tubuh bayi prematur umumnya belum berfungsi dengan optimal sehingga mereka kesulitan beradaptasi dengan lingkungan diluar Rahim, terutama pada organ pernafasan yang dapat diukur dengan Down Score.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Perawatan Metode Kanguru Terhadap Penurunan Down Score Bayi Prematur Di Ruang NICU Rsud Dr. Haryoto Lumajang. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan pra-eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah Bayi prematur usia gestasi 28-36 minggu di Ruang NICU   sebanyak 34 sampel. Tehnik sampling menggunakan accidental sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi dan data rekam medis pasien, untuk analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 25 Mei – 25 Juni 2025. Hasil: Penelitian menunjukan potensi efektifitas perawatan metode kanguru dalam menurunkan down score dengan nilai Z sebesar -4.901, terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara Down Score pretest - postest dengan nilai p = 0.00 < 0.05. Kesimpulan: Perawatan metode kanguru efektif menurunkan down score bayi prematur terpasang oksigenisasi di Ruang NICU.  
Hubungan Antara Status Gizi Dengan Proses Penyembuhan Luka Diabetes Mellitus Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Lumajang: The Correlation Between Nutritional Status and the Wound Healing Process in Patients with Diabetes Mellitus in the Inpatient Ward of Islamic Hospital of Lumajang Riska, Awalani; Suhari; Rahmat, Nafolion Nur; Isnawati, Iin Aini
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.228

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk luka diabetik yang sulit sembuh. Proses penyembuhan luka pada pasien diabetes sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan proses penyembuhan luka pada pasien diabetes mellitus di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional dan desain deskriptif korelasi. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien diabetes mellitus di Rumah Sakit Islam Lumajang, sedangkan sampel berjumlah 30 pasien diabetes mellitus dengan luka yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Subjective Global Assessment (SGA) dan lembar observasi Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT) untuk menilai proses penyembuhan luka. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan status gizi baik mengalami proses penyembuhan luka yang lebih cepat. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan proses penyembuhan luka diabetes mellitus (p-value < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa status gizi yang baik berperan penting dalam mempercepat penyembuhan luka pada pasien diabetes mellitus. Oleh karena itu, intervensi gizi harus menjadi bagian integral dari perawatan pasien diabetes yang mengalami luka.
Pengaruh Terapi Walking Exercise Terhadap Perfusi Perifer Pasien Diabetes Mellitus Di Posyandu Desa Pronojiwo: The Effect of Walking Exercise Therapy on Peripheral Perfusion in Patients with Diabetes Mellitus at the Posyandu of Pronojiwo Ningsih, Atik Fitri; Suhari; Rahmat, Nafolion Nur; Salam, Ainul Yaqin
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.237

Abstract

Pendahuluan: Perfusi perifer yang terganggu merupakan salah satu komplikasi yang sering dialami oleh pasien diabetes mellitus akibat kerusakan pembuluh darah perifer. Gangguan ini meningkatkan risiko ulkus diabetikum hingga amputasi jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan aliran darah perifer adalah intervensi walking exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi walking exercise terhadap perfusi perifer pasien diabetes mellitus di Posyandu Desa Pronojiwo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental design dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Jumlah sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pasien diabetes mellitus yang mengalami ulkus diabetikum. Pengukuran perfusi perifer dilakukan menggunakan metode Ankle Brachial Index (ABI), dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, hampir seluruh responden memiliki ABI kategori abnormal, yaitu 90,3% (kiri) dan 83,9% (kanan). Setelah diberikan intervensi walking exercise, mayoritas responden menunjukkan perbaikan menjadi kategori normal, yaitu 64,7% (kiri) dan 54,8% (kanan). Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara nilai ABI sebelum dan sesudah intervensi baik pada ekstremitas kiri (Z = -4,123; p = 0,000) maupun kanan (Z = -3,464; p = 0,001). Kesimpulan: intervensi walking exercise berpengaruh signifikan terhadap peningkatan perfusi perifer pasien diabetes mellitus. Temuan ini sejalan dengan literatur yang menyatakan bahwa aktivitas fisik teratur dapat meningkatkan sirkulasi darah dan memperbaiki fungsi vaskular.