Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan Plasa Telkom Rantauprapat, Labuhan Batu Fakhrozaldi, M. Nicky; Batubara, Beby Masitho; Angelia, Nina
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 4 (2025): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), May
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i4.2660

Abstract

This study aims to analyze the influence of service quality on customer satisfaction of PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk in the Labuhan Batu Regency area, with a case study on customers of Plasa Telkom Rantauprapat. In the modern era, technology has become a staple that encourages digital-based services to grow. This study uses a quantitative method with simple linear regression analysis through the SPSS version 25 application. The results of the study show that service quality has a positive and significant effect on customer satisfaction. The regression coefficient value of 0.042 shows that every one-unit increase in service quality will increase customer satisfaction by 4.2%. In addition, the calculated t-value of 14.283 is greater than the t-table of 1.662, and the significance value is 0.000 < 0.05, indicating that the hypothesis is accepted. This means that the higher the quality of the service provided, the higher the customer satisfaction felt. On the other hand, if the quality of service decreases, then the level of customer satisfaction will also decrease.
Community Economic Empowerment through Tourism Potential of Guru Singa Village, Tanah Karo Regency Indra, Indra muda; Nina Angelia; Waridah Pulungan
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.12962

Abstract

Background: Desa Guru Singa merupakan desa yang ada di Kabupaten Karo yang ditetapkan sebagai salah satu sentra pembangunan desa berbasis wisata. Tetapi sayangnya pemerintah desa dan masyarakat setempat belum menyadari betapa besar potensi desa wisata di desa mereka. Berdasarkan observasi lapangan tim pengabdian menemukan bahwa pengelolaan dan keterlibatan masyarakat sebagai pelaku wisata masih kurang ditambah lagi infrastruktur yang masih terbatas menuju objek wisata. Pengabdian ini bertujuan melatih masyarakat dan pemerintah desa dalam pengembangan dan pengelolaan desa wisata dengan membangun petunjuk-petunjuk menuju lokasi wisata dan promosi wisata melalui media sosial.  Metode: Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan persiapan, pemaparan materi, tutorial dan diskusi group (FGD) mengenai pegembangan, pengelolan dan promosi lokasi wisata serta pemberian bantuan penunjuk arah ke lokasi wisata. Hasil: Dampak langsung yang diperoleh masyarakat, pelaku wisata dan pemerintah desa adalah memperoleh bekal dalam pengembangan wisata, baik dari kerajinan industri, teknik foto dan editing yang kemudian dapat dikembangkan dalam mengelola desa wisata. Kesimpulan: Hasil dari PkM membuat masyarakat lebih tersedar dalam mengelola desanya sebagai  objek desa wisata guna untuk meningkatkan perekonomian mereka.
Pendampingan Peningkatan Komunikasi Efektif dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Wenggedes Frensh; Audia Junita; Chairika Nasution; Nina Angelia
Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 02 (2025): EDISI SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi efektif merupakan unsur penting dalam pelayanan publik karena menentukan kejelasan informasi, kualitas interaksi, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan komunikasi efektif pada aparatur Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan. Kegiatan dilaksanakan pada 25 Agustus 2025 melalui kuesioner pretest-posttest, ceramah interaktif, simulasi, pendampingan, diskusi, dan refleksi. Kuesioner memuat lima indikator, yaitu pemahaman konsep, kejelasan informasi, mendengarkan aktif dan empati, responsivitas penanganan keluhan, serta komunikasi inklusif dan berorientasi pada solusi. Nilai rata-rata pretest sebesar 60% meningkat menjadi 80% pada posttest atau naik 20 poin persentase. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman konsep komunikasi efektif dan kejelasan penyampaian informasi. Kegiatan memperkuat kesiapan aparatur untuk memberikan layanan yang jelas, ramah, responsif, dan humanis. Namun, evaluasi lanjutan tetap diperlukan untuk menilai konsistensi penerapan kompetensi tersebut pada situasi pelayanan nyata.