Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Tari Tor-Tor dalam Upacara Adat Perkawinan Masyarakat Mandailing di Kota Padang Sidimpuan Sinulingga, Jekmen; Siagian, Fitri Yanna; Rasmi, Rasmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari tor-tor merupakan salah satu bagian dari upacara adat yang dilakukan dalam acara pernikahan adat Batak Mandailing di Kota Padangsidimpuan, yang terletak di Provinsi Sumatera Utara dan memiliki keragaman suku serta etnik. Batak Mandailing memiliki berbagai  contoh dari upacara adat adalah upacara pernikahan tradisional yang dikenal dengan sebutan "Horja Godang". Dalam horja godang, biasanya terdapat kegiatan margordang dan manortor. Namun, tidak semua horja godang melibatkan margordang dan manortor. Manortor atau tor-tor adalah tarian yang diiringi oleh musik yang dimainkan dengan alat musik gordang, suling, dan ogung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tari tor-tor dengan penggunaan ulos dalam horja godang adat Mandailing di Kota Padangsidimpuan. Teori yang digunakan adalah teori kearifan lokal dan metode yang dipakai adalah metode kualitatif.  
Interaksi Edukatif Guru dengan Peserta Didik dalam Membentuk Kepribadian Muslim di MTs Karae Kabupaten Buton Selatan Ririn, Ririn; Samsuri, Samsuri; Rasmi, Rasmi; Nurdin, Nurdin; Wahyuni, Imelda
Dirasah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : IAIN KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/jpi.v4i2.6971

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui interaksi edukatif guru dan mengetahui penyebab pendukung dan penghambat interaksi edukatif guru dengan peserta didik dalam membentuk kepribadian muslim di MTs Karae. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif dengan pengambilan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi di MTs Karae. Peneliti menggunakan editing, klarifikasi, display, dan verifikasi data, triangulasi yakni triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Peneliti menemukan di lapangan, bahwa (1) Guru melakukan pendekatan kepada peserta didik dengan pembiasaan, motivasi, nasihat, dan keteladan; (2) Guru memberikan materi dengan contoh yang ada di lingkungan madrasah; dan (3) Guru mengarahkan peserta didik agar mengikuti kegiatan di masjid Desa Karae. Faktor penghambat (1) Kurangnya tingkat perhatian dan kosentrasi beberapa peserta didik dalam proses pembelajaran; (2) Orang tua yang sibuk bekerja; (3) Bergaul dengan teman yang tidak baik; (4) Peserta didik kurang percaya diri, dan (5) Sarana prasarana belum memadai. Adapun faktor pendukungnya (1) Pihak MTs Karae mendukung pembentukan kepribadian; (2) Guru membiasakan peserta didik agar bersikap baik dalam menghargai guru, orang tua maupun teman sebaya; (3) Menerapkan disiplin kepada peserta didik dan (4) Peserta didik mengikuti  kegiatan di masjid Desa Karae
Institutional Determinants of Sharia Consumers’ Motivation in Indonesia Muhajir, Muhammad Nur Alam; Erwin, Erwin; Alisiya, Dima Ade; Samsul, Samsul; Rasmi, Rasmi
MEC-J (Management and Economics Journal) Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Faculty of Economics, State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mec-j.v9i3.35320

Abstract

This research is important because several behavioral and psychological factors such as religiosity, Islamic business ethics, trust, satisfaction, and perception are frequently reported to influence the motivation of sharia  consumers.  This study aims to analyze the influence of religiosity, Islamic business ethics, trust, satisfaction and perception on the motivation of sharia consumers in Indonesia. Data were analyzed using the Structural Equation Model Partial Least Square (SEM PLS) method. This study was conducted with a quantitative approach and data collection techniques through Accidental Sampling, with a sample size of 110 respondents obtained through questionnaires. Data were analyzed using the Structural Equation Model Partial Least Square (SEM PLS) method. The population in this study were sharia consumers in Indonesia.Based on the empirical findings, this study contributes theoretically by clarifying the roles and interactions of religiosity, Islamic business ethics, trust, satisfaction, and perception in shaping sharia consumer motivation. The results also present practical implications for sharia business actors and policy makers in designing strategies that strengthen and sustain sharia consumer motivation. The novelty of this study lies in its analytical shift from prior research that primarily emphasized sharia consumer purchasing behavior, toward a deeper examination of consumer motivation. Furthermore, this study extends the discussion of boycott-related motivations by integrating non-economic variables such as religiosity, Islamic business ethics, trust, satisfaction, and perception.
Family Environment and Student Compliance with School Rules in Indonesian Primary Education: Evidence from a Cross-Sectional Survey Wiratni, Ambar; Rasmi, Rasmi; Akbar, Harun
Diniyah: Jurnal Pendidikan Dasar Volume 6 Nomor 2, 2025
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/dy.v6i2.8950

Abstract

Student compliance with school rules is essential for safe, orderly learning and is shaped by socialization across home and school contexts. This study examined the profile of the family environment and its relationship with compliance among Grade 5 pupils in an Indonesian public elementary school. A quantitative cross-sectional survey was conducted with 52 students selected through random sampling from a population of 105. Data were collected using two Likert-type questionnaires measuring family environment and compliance with school rules and analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and simple linear regression. Most students reported a “good” family environment (55.76%) and “good” compliance (53.84%). Family environment was positively associated with compliance (r = .334, p = .015) and significantly predicted compliance (B = 0.469, t = 2.508, p = .015), explaining 11.2% of variance (R² = .112). The findings indicate that supportive and structured home conditions contribute modestly to rule-following, while substantial variability likely reflects school climate, peer dynamics, and individual self-regulation. Strengthening home–school alignment may support more consistent student discipline. Keywords: family environment; student compliance; school rules; elementary school; parental monitoring
PENINGKATAN MUTU DAN PROFIL LEMBAGA PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) Rasmi, Rasmi
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2014)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v7i1.243

Abstract

Mutu memiliki pengertian yang bervariasi. Oleh karena itu,diperlukan sebuah pemahaman yang jelas terhadap variasi maknamutu tersebut. Sebuah pemahaman tentang variasi arti mutu sangatdiperlukan sebagai langkah awal dalam memahami tentang TotalQuality Management (TQM). Total Quality Management (TQM)merupakan perluasan dan pengembangan dari jaminan mutu dantentang usaha menciptakan kultur mutu, yang mendorong semuaanggota stafnya untuk memuaskan para pelanggan. TQM adalahsebuah pendekatan praktis, namun strategis dalam menjalankanroda organisasi yang memfokuskan diri pada kebutuhan pelanggandan kliennya. Bukan merupakan sekumpulan slogan, namunmerupakan suatu pendekatan sistematis dan hati-hati untukmencapai tingkatan kualitas yang tepat dengan cara yang konsistendalam memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. Sebagaisebuah pendekatan, TQM mencari sebuah peningkatan danperubahan permanen dalam tujuan sebuah organisasi/lembaga, daritujuan kelayakan jangka pendek menuju tujuan perbaikan mutujangka panjang. Total Quality Management (TQM) adalah suatumakna dan standar mutu dalam pendidikan. maka perlu diingatbahwa dalam manajemen mutu terpadu dalam pendidikan harusmenempatkan pelanggan dan produk sebagai perhatian utama. Olehkarena itu perlunya pengembangan kurikulum secara terus menerusberdasarkan kebutuhan masyarakat yang selalu berkembang.Dimana pelanggan utama pendidikan adalah peserta didik yangmenerima pelayanan pendidikan dan latihan, sedangkan produknyaadalah peluang pembelajaran yang harus tercapai keperluan yangelemennya adalah kurikulum dan sumber daya pembelajaran.Kata Kunci: Mutu, pendidikan, dan Total Quality Management