Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Brand Asics melalui Tiktok dan X dengan Sosial Media Monitoring menggunakan Brand24 Rahmalya, Aryani; Hafiar, Hanny; Priyatna, Centurion Chandratama
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital Vol. 1 No. 4 (2024): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jbkd.v1i4.2767

Abstract

Minat masyarakat Indonesia terhadap industri olahraga mengalami peningkatan semenjak pandemi COVID-19. Penjualan perlengkapan olahraga mengalami kenaikan hingga mencapai 25% berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi E-Commerce Indonesia. Melihat adanya potensi, Asics hadir di Indonesia dengan kepercayaan bahwa kekuatan olahraga dapat membawa dampak baik bagi individu maupun masyarakat luas. Asics menunjukkan peningkatan dibanding tahun 2021 dengan net sales pada tahun 2022 mencapai angka 484.601 (jutaan Yen) dan overseas net sales ratio mencapai 81,8%. Meskipun begitu, merek Asics mengalami penurunan penjualan dari tahun 2021 dengan angka 13,20% menjadi 11,70% di tahun 2022. Namun, dengan penurunan penjualan tersebut Asics justru diprediksi akan menjadi trend pada tahun 2023-2024. Hal tersebut memicu dilakukannya media monitoring untuk pemantauan brand image dan produk di media sosial. Tujuannya agar dapat mengetahui bagaimana sejatinya minat masyarakat Indonesia terhadap brand Asics. Penelitian dilakukan dengan menggunakan paradigma positivisme dan metode kuantitatif. Data untuk penelitian ini diakumulasi dengan menggunakan perangkat media monitoring Brand24 dengan kata kunci “Asics” dalam rentang waktu 14 Februari – 15 Maret 2024. Data yang dikumpulkan oleh Brand24 berasal dari X (Twitter) dan Tiktok.
Analisis Media Monitoring Terhadap Pembangunan Smart Office PT Telkom Indonesia di Ibu Kota Nusantara Calista, Nadia; Hafiar, Hanny; Priyatna, Centurion Chandratama
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 5 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v5i1.337

Abstract

Pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memberikan pengaruh yang besar bagi transformasi digital di Indonesia. Pada tahun 2022 Indeks Pertumbuhan TIK Indonesia mencapai nilai 5,85. Adapun subindeks dari Indeks Pertumbuhan TIK yaitu akses dan infrastruktur. PT Telkom Indonesia hadir untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur TIK di Indonesia. Sebagai upaya pelaksanaan misi tersebut PT Telkom Indonesia melakukan pembangunan Telkom Smart Office di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk mendukung konsep kota cerdas. Pemberitaan ini menarik peneliti untuk melakukan analisis media monitoring bagaimana pemberitaan ini dilihat oleh masyarakat di media online dan media sosial X (Twitter). Peneliti menggunakan paradigma positivisme dengan metode deskriptif kuantitatif. Media monitoring dilakukan dengan membandingkan media online dan media sosial X dengan aspek perbandingan mulai dari penyebutan, jangkauan, sentimen, keberpengaruhan situs, dan  sebutan popular. Berdasarkan hasil analisis pemberitaan lebih banyak di bahas pada media online dibandingkan dengan aplikasi X meskipun demikian, jumlah kunjungan di X lebih banyak dibandingkan dengan media online. Ada beberapa hal yang memengaruhi perbedaan ini seperti isi pemberitaan, jenis perusahaan, hingga karakteristik pengguna media.
Langkah Public Relations Saung Angklung Udjo dalam Pengembangan Brand Image melalui Kawasan Angklung Living Museum Zahrany, Meutia Nada; Priyatna, Centurion Chandratama
Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jbkd.v2i4.4630

Abstract

Dalam persaingan global yang semakin ketat, brand tidak hanya dituntut menyediakan produk atau layanan berkualitas, tetapi juga membangun citra yang membedakannya dari kompetitor. Dalam sektor pariwisata, brand image menjadi penting untuk menciptakan pengalaman wisata yang unik dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi brand image yang meliputi identitas merek, kepribadian merek, asosiasi merek, perilaku dan sikap merek, serta kompetensi dan manfaat merek, melalui studi kasus di Saung Angklung Udjo. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka selama periode 27 Juni hingga 14 Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saung Angklung Udjo berhasil mengimplementasikan kelima dimensi brand image melalui kawasan Angklung Living Museum yang menampilkan budaya Sunda secara autentik dan konsisten melalui program edukatif dan interaktif. Citra merek dibangun melalui komunikasi yang ramah, inklusif, serta keterkaitan antara pelestarian budaya dan destinasi wisata. Penelitian ini merekomendasikan penguatan identitas digital, peningkatan inovasi program, dan perluasan kolaborasi global untuk memperkuat posisi Saung Angklung Udjo sebagai destinasi budaya berkelanjutan.
INOVASI STRATEGIS DALAM TATA KELOLA INFORMASI PUBLIK DI PTN: ANALISIS IMPLEMENTASI PPID UNIVERSITAS PADJADJARAN Marlia, Marlia; Hadisiwi, Purwanti; Priyatna, Centurion Chandratama
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 1 (2025): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Agustus 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i1.66064

Abstract

Keterbukaan informasi publik di perguruan tinggi negeri masih menghadapi tantangan, terutama terkait koordinasi antarunit kerja dan konsistensi implementasi kebijakan. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi inovasi yang diterapkan oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Universitas Padjadjaran untuk mendukung keterbukaan informasi publik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, analisis dokumen, dan observasi langsung, serta menganalisis data dengan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber untuk validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa universitas telah mengembangkan strategi inovasi berupa digitalisasi layanan informasi, pelibatan publik melalui forum dan konsultasi, serta penguatan inklusivitas dalam penyampaian informasi. Namun, pelaksanaan di tingkat fakultas dan unit kerja masih bervariasi, menunjukkan kesenjangan dalam pemahaman kebijakan dan koordinasi internal. Inovasi teknologi seperti aplikasi seluler dan chatbot belum dievaluasi secara sistematis sehingga dampaknya terhadap akses publik belum maksimal. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas petugas, sistem evaluasi berbasis data, dan sosialisasi lintas unit untuk menumbuhkan budaya keterbukaan informasi yang konsisten di perguruan tinggi negeri. Public Information Transparency is a key principle in the governance of public institutions, including state universities, as it ensures transparency, accountability, and public participation. This study aims to examine the implementation of innovative public information transparency strategies undertaken by the Information and Documentation Management Official (PPID) of Universitas Padjadjaran in supporting public information disclosure in accordance with the Monitoring and Evaluation (Monev) standards established by the Central Information Commission (KIP). The research employs a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, document analysis, and direct observation of public information service processes. The analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, with validation through data source triangulation. The findings reveal that the PPID of Universitas Padjadjaran has developed several innovation strategies, including service digitalization, public engagement, and the enhancement of inclusivity. However, implementation at the work unit level has not been entirely uniform, indicating challenges in internal coordination and policy comprehension. This study highlights the importance of consistent inter-unit implementation and the necessity of a sustainable evaluation system to strengthen the culture of information disclosure in state universities. It recommends enhancing cross-unit capacity and socialization, developing a data-based internal monitoring system, and involving stakeholders more extensively in the evaluation of public information services.
Analisis Media Monitoring terhadap Brand Kecantikan Dear Me Beauty pada Bulan Maret 2024 Rahma, Hana Haifa; Hafiar, Hanny; Priyatna, Centurion Chandratama
Interaction Communication Studies Journal Vol. 2 No. 3 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/interaction.v2i3.5098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil media monitoring terhadap Dear Me Beauty guna mengetahui sentimen dan persepsi publik terhadap brand tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan paradigma positivisme dan teknik analisis data deskriptif. Data diperoleh melalui platform Brand24 dengan kata kunci “Dear Me Beauty” dan tagar “#dearmebeauty”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar profil yang membicarakan Dear Me Beauty merupakan akun beauty reviewer yang memberikan komentar positif terhadap produk. Analisis sentimen mengungkapkan bahwa sentimen positif dan negatif tertinggi terjadi pada minggu ketiga, dengan dominasi percakapan di platform X (Twitter). Selain itu, jumlah mention dan reach tertinggi juga ditemukan pada minggu ketiga, sedangkan pemberitaan terbanyak terjadi pada minggu keempat. Produk yang paling banyak disebut meliputi Dear Me Beauty Hypergloss Lipbalm, Airy Liquid Blush, dan Skin Barrier Water Cream. Dapat disimpulkan bahwa melalui media monitoring Dear Me Beauty telah memperoleh citra positif di media sosial berdasarkan hasil banyaknya sentimen positif dengan keterlibatan publik yang tinggi, khususnya di media sosial X (Twitter).
Analisis Aksesibilitas Website Bank Swasta di Indonesia Bagi Para Pengguna Lanjut Usia Achmad, Novianty R.; Hafiar, Hanny; Priyatna, Centurion Chandratama
CONVERSE Journal Communication Science Vol. 2 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/converse.v2i3.5305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aksesibilitas website bank swasta di Indonesia bagi pengguna lanjut usia berdasarkan standar Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.1. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan objek 30 website resmi bank swasta di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan menggunakan alat evaluasi aksesibilitas otomatis aXe DevTools. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 962 pelanggaran aksesibilitas dengan rata-rata 32,07 pelanggaran per website, yang seluruhnya termasuk dalam kategori critical dan serious. Ditemukan 22 jenis error aksesibilitas, dengan pelanggaran paling dominan berupa tautan tanpa teks yang dapat dikenali, gambar tanpa teks alternatif, frame tanpa nama yang dapat diakses, serta elemen dengan rasio kontras warna di bawah standar. Pelanggaran tersebut berdampak pada keterbatasan akses lansia, terutama terkait mobilitas, penglihatan, kognitif, dan pendengaran. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa website bank swasta di Indonesia belum sepenuhnya memenuhi standar WCAG 2.1 dan masih kurang memperhatikan kebutuhan pengguna lanjut usia, sehingga diperlukan peningkatan pengelolaan aksesibilitas website sebagai bentuk tanggung jawab digital.
Toponimi dan Julukan dalam Place Branding Kabupaten Garut Wahyuningtyas, Laras Annisa; Priyatna, Centurion Chandratama; Erwina, Wina
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1609

Abstract

This study analyzes the place branding strategy of Garut Regency, focusing on toponymy dynamics, historical nicknames, and the role of Penta-helix collaboration in addressing identity fragmentation and brand credibility gaps. Using a qualitative interpretive case study design, the research explores how stakeholders negotiate meanings within complex social contexts. Data were collected through in-depth interviews with 14 key informants representing Government, Academia, Business, Community, and Media, supported by documentation studies. Analysis followed Miles and Huberman’s interactive model. The findings show that multiple nicknames such as “Kota Intan,” “Swiss van Java,” and “Joyful Garut” create contrasting perceptions, with some viewing them as cultural richness and others as confusing identity signals. A notable credibility gap also emerges between brand promises and on-the-ground realities. Penta-helix synergy remains limited due to top-down initiatives that lack grounding in local values. The study recommends positively reinterpreting toponymy and strengthening an integrated, collaborative governance ecosystem. AbstrakPenelitian ini menganalisis strategi place branding Kabupaten Garut dengan menyoroti dinamika toponimi, julukan historis, serta peran kolaborasi Penta-helix dalam mengatasi fragmentasi identitas dan kesenjangan kredibilitas merek. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus interpretif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 14 informan dari unsur Pemerintah, Akademisi, Bisnis, Komunitas, dan Media, serta studi dokumentasi. Analisis mengikuti model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beragam julukan seperti “Kota Intan,” “Swiss van Java,” dan “Joyful Garut” memunculkan makna yang dipersepsikan berbeda, sebagian dianggap sebagai kekayaan budaya, namun juga memicu kebingungan identitas. Kesenjangan antara janji merek dan kondisi faktual turut memperlemah kredibilitas. Kolaborasi Penta-helix belum optimal karena inisiatif cenderung top-down dan kurang berbasis nilai lokal. Studi ini merekomendasikan reinterpretasi positif toponimi serta penguatan tata kelola kolaboratif yang lebih terpadu.