Claim Missing Document
Check
Articles

Peran dan Keterampilan Guru dalam Mendukung Perkembangan Self Regulation Anak Usia Dini di TK Handayani Kecamatan Karang Intan Rizkiani, Lina; Nisa, Uswatun; Baiti, Noor
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1422

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran dan keterampilan guru dalam membantu pengembangan regulasi diri anak usia 4-5 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru kelompok A di TK Handayani, adapun objeknya 26 anak usia 4-5 tahun. Analisis data yang digunakan data dalam penelitian ini adalah analisis Miles & Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, koding data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa guru memegang peranan sentral dalam membentuk dan mengembangkan regulasi diri anak usia dini. Pendekatan guru yang hangat dan konsisten serta strategis dapat membantu anak mengelola emosi dan perilaku secara positif.
Implementasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila terhadap Perkembangan Karakter Sosial Anak di TK Aisyiyah Cabang Sungai Alang Kecamatan Karang Intan Ismaniah; Baiti, Noor; Nisa, Uswatun
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1424

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Terhadap Perkembangan Karakter Sosial Anak di TK Aisyiyah Cabang Sungai Alang Kecamatan Karang Intan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan karakter sosial anak, seperti gotong royong, tanggung jawab, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama. Pembelajaran berbasis proyek melalui kegiatan nyata seperti menanam tanaman, memilah sampah, dan membuat kolase dari bahan bekas memberikan pengalaman langsung yang bermakna bagi anak. Keberhasilan pelaksanaan proyek didukung oleh dukungan yayasan, keterlibatan orang tua, semangat anak, dan peran aktif guru, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan sarana dan waktu. Secara keseluruhan, implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila terbukti efektif dan relevan dalam membentuk karakter sosial anak usia dini secara holistik dan kontekstual.
Meningkatkan Perkembangan Kognitif Anak melalui Aplikasi Edukatif Kids Learn di Kelompok Bermain Harapan Bunda Kecamatan Martapura Timur Rif’ah; Baiti, Noor; Nisa, Uswatun
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1413

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang meningkatkan perkembangan kognitif anak melalui Aplikasi Edukatif Kids Learn di KB Harapan Bunda Kecamatan Martapura Timur. Adapun tujuan penelitian ini untuk meningkatkan perkembangan kognitif anak melalui Aplikasi Edukatif Kids Learn di KB Harapan Bunda Kecamatan Martapura Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus, setiap siklusnya dilaksanakan tiga kali pertemuan. Subjek penelitian merupakan anak kelas A KB Harapan Bunda Kecamatan Martapura Timur sebanyak 20 peserta didik dengan 13 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Metode pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian menggunakan teknis analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi perkembangan antara sebelum dan sesudah   dilakukan   pembelajaran   melalui   Aplikasi Edukatif Kids Learn.   Proses pelaksanaan tindakan kelas yang telah peneliti lakukan di KB Harapan Bunda Kecamatan Martapura Timur yaitu bahwa perkembangan kognitif anak melalu Aplikasi Edukatif Kids Learn sudah berkembang dan mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) sebanyak 80%.
Implementasi Pembelajaran Musik Rebana dalam Mendukung Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini di TK Berlian Kecamatan Kapuas Murung Putri, Laizha Widiya; Nisa, Uswatun; Yusuf, Muhammad
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 1 (2025): Agustus-November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i1.1414

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Implementasi Pembelajaran Musik Rebana Dalam Mendukung Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini di TK Berlian Kecamatan Kapuas Murung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran musik rebana dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini di TK Berlian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran musik rebana yang diintegrasikan ke dalam kegiatan berhitung, seperti menghitung maju dan mundur sambil menepuk rebana, memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan kognitif anak. Kegiatan ini dirancang secara ritmis, menyenangkan, dan terstruktur, sehingga tidak hanya memperkenalkan konsep angka, tetapi juga melatih konsentrasi, koordinasi motorik, serta keterlibatan sosial anak. Faktor pendukung keberhasilan meliputi ketersediaan alat musik, dukungan dari sekolah dan orang tua, serta penggunaan media pembelajaran tambahan. Adapun hambatan seperti keterbatasan ruang, alat, dan variasi kemampuan anak diatasi guru dengan strategi adaptif, seperti pembagian kelompok dan penggunaan alat bantu visual. Secara keseluruhan, pembelajaran musik rebana efektif dan disambut dengan antusias oleh anak-anak.
Pembelajaran Tari Kreasi Tradisional dalam Mengembangkan Fisik Motorik Kasar Anak di TK Negeri Bukhari Mampai Kecamatan Kapuas Murung Pina Yulan Sari; Noot Baiti; Uswatun Nisa
Pijar Pelita: Journal of Early Childhood Education and Early Childhood Islamic Education Vol. 1 No. 3 (2025): September
Publisher : PT Rizkarya Cendekia Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data melalui beberapa tahapan sebagai berikut : reduksi data, display data, dan kesimpulan/verifikasi. Penelitian ini dilaksanakan di TK Negeri Bukhari Mampai Kecamatan Kapuas Murung. Berdasarkan data yang diperoleh dilapangan maka hasil penelitian ini ialah tari kreasi tradisional memainkan peranan krusial dalam mendukung perkembangan fisik motorik kasar anak di usia dini. Berbagai gerakan yang terdapat dalam tarian, seperti melompat, mengayunkan tangan, membengkokkan lutut, berputar, dan melangkah mengikuti irama tertentu, berfungsi untuk melatih otot besar anak-anak dengan efektif Aktivitas gerakan yang dilakukan melalui tarian mendukung anak-anak dalam meningkatkan sinkronisasi gerak, keseimbangan tubuh, daya tahan otot, serta kelincahan dan akurasi dalam beraktivitas. Selain menggunakan tubuh dengan cara yang aktif, tari tradisional yang diciptakan juga meminta anak untuk fokus pada tempo dan ritme, sehingga kemampuan motorik besar mereka dapat berkembang dalam situasi yang terorganisir dan menyenangkan Ini sangat bermanfaat untuk menyiapkan anak secara fisik dalam menjalani berbagai aktivitas sehari-hari dan proses belajar di sekolah.
The Role of Shadow Teachers For Supporting Learning Assistance on Children with Special Needs in Inclusive Early Childhood Education Nisa, Uswatun; Zain, Anwar; Rahmah, Aulia
Journal of Islamic Education Students (JIES) Vol. 4 No. 1: May 2024
Publisher : Universitas Islam negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jies.v4i1.12298

Abstract

Inclusive education is an implementation of the international consensus of providing education for all. Every child is given the rights as a citizen, including the right to access adequate and quality education. Inclusive education rejects dichotomies and discrimination because children are seen as having equal dignity and worth. Likewise with children with special needs such as autism, down syndrome, attention deficit hyperactivity disorder and other physical, mental and neurological obstacles. Differences in treatment encourage the presence of accompanying teachers for children with special needs at every school level. This qualitative study uses a narrative descriptive approach to explore the importance of accompanying teachers in supporting learning assistance for children with special needs. Data was obtained through field observations, interviews and documentation of 4 accompanying teachers with social work laboratory backgrounds and 2 class teachers at the school. The findings were obtained in conjunction with the data analysis process by the author as the main research instrument, seeing that accompanying teachers reflect each child's profile to accommodate needs, support learning and improve children's self-development skills activities.
TELA’AH DAN ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG PENDIDIKAN INKLUSIF Selamat Maulana; Ahmad Suriansyah; Sulistiyana; Uswatun Nisa
JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Vol. 9 No. 2 (2025):
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/inklusi.v9n2.p1-12

Abstract

This article examines the Indonesian government's policies on inclusive education, exploring their philosophical, normative-religious, empirical, and juridical foundations. A literature review method is employed to analyze Law No. 20 of 2003 on the National Education System, Law No. 8 of 2016 on Persons with Disabilities, and Ministerial Regulation No. 70 of 2009 on Inclusive Education. The findings reveal that despite the existence of a legal framework, the implementation of inclusive education often faces challenges, such as limited resources, insufficient readiness of educators, and social stigma. This article highlights the importance of shifting societal paradigms toward embracing diversity and strengthening teacher capacity through training. By adopting integrated policies and collaborative approaches, inclusive education can foster a more equitable and diversity-appreciating society. The analysis also underscores the necessity of continuous policy evaluation to ensure the achievement of inclusive education goals in line with social justice principles.
Culturally Contextualized Implementation of Applied Behavior Analysis for Children with Autism Spectrum Disorder: Evidence from a Therapy Center in Banjarmasin Nisa, Uswatun; Hayati, Firdha
Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jga.2025.104-13

Abstract

Applied Behavior Analysis (ABA) is widely recognized as an evidence-based intervention for children with autism spectrum disorder (ASD). However, limited research has examined how ABA practices are implemented and adapted within local cultural and educational contexts in developing countries. This study investigates the implementation of ABA-based educational treatment for children with ASD at a therapy center in Banjarmasin, Indonesia, with particular attention to its potential relevance for inclusive school practices. A qualitative descriptive design was employed. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis involving therapists, parents, and children with ASD. The analysis focused on identifying key therapeutic practices and examining how core ABA principles are operationalized within daily intervention routines. The findings indicate that therapists consistently apply several fundamental ABA principles, including structured instruction, behavioral shaping, repetition, reinforcement, and consistency. These practices contribute to improvements in children’s self-help abilities, emotional regulation, and social interaction skills. Furthermore, the therapeutic strategies demonstrate potential for adaptation in inclusive educational settings, where teachers can incorporate simplified ABA-based techniques to support behavioral and learning development among autistic students. This study contributes to the literature by providing empirical evidence on the culturally contextualized implementation of ABA in therapy services in Indonesia. The findings highlight the importance of therapist–parent collaboration and suggest that culturally adapted ABA practices can support the inclusion of children with ASD in mainstream educational environments.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN MITIGASI BENCANA PADA ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN SAINS, VIDEO EDUKASI DAN PRAKTIK SIMULASI Firdha Hayati; Anwar Zain; Uswatun Nisa; Hanifah Hanifah; Anisa Fitri Syahida
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1533-1544

Abstract

Provinsi Kalimantan Selatan mengalami hujan berturut turut selama 14 hari dengan intensitas tinggi mengakibatkan bencana alam. Fenomena ini menimbulkan banjir, longsor, hilangnya pemukiman warga, gugurnya korban jiwa serta rusaknya lingkungan dan fasilitas umum. Sebanyak 10 dari 13 Kabupaten/ Kota terdampak banjir di Kalimantan Selatan. Selain orang dewasa yang menjadi korban, anak-anak juga menjadi kelompok masyarakat yang paling banyak terkena dampak segi materil dan juga dari segi psikologis/ traumatis.  Berlatar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk mengadakan kegiatan mitigasi bencana pada anak usia dini melalui kegiatan sains, video edukasi dan juga praktik simulasi bencana alam. Kegiatan ini bertujuan agar anak dapat mampu memahami dan mengurangi risiko bencana alam banjir dengan menjaga lingkungan dan sejenisnya. Kemudian anak diharapkan mampu menanggulangi bencana alam dengan menyelamatkan diri. Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 1 kali dengan memberikan materi pembelajaran melalui kegiatan sains, menunjukkan video edukasi dan mendampingi praktik simulasi dalam penanganan bencana. Hasil dari kegiatan ini ialah anak mampu memahami proses terjadinya hujan, penyebab timbulnya banjir maupun cara menjaga kelestarian lingkungan yang aman dari banjir dan anak mampu mempraktikan cara menyelematkan diri dari bencana setelah sebelumnya diberikan pengetahuan tentang mitigasi bencana.
(In press) Inclusive Madrasah: Policy, Implementation and Realization for Students with Disabilities in South Kalimantan Nisa, Uswatun
Indonesian Journal of Disability Studies Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : The Center for Disability Studies and Services Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Inclusive madrasah is a strategic policy of the Ministry of Religious Affairs as a progressive step to achieve equitable access to education that includes students with special needs and positive empowerment in a conductive environment. Madrasah is a means of education wrapped in Islamic values in its existence is expected to be able to accommodate the diverse needs of students with special needs. Based on the author’s research in the field, it was found that the implementation of inclusive madrasah in South Kalimantan Province has not been realized evenly in each district. Among 11 districts and 2 cities, only 1 city showed the implementation of 13 Ibtidaiyyah madrasah after previously being lined up as an inclusive madrasah model. This picture implicitly does not imply a steady change towards the actualization of the value of inclusivity in Muslim societies and discrimination against education has not yet found a solutive base. This research is a qualitative study with a case study approach at the Ministry of Religious Affairs of South Kalimantan Province in implementing inclusive schools began several years ago since this medium-term program was released by the center. In general, the Ministry of Religious has carried out follow-up circulars to each institution as a realization of inclusive-based madrasah mapping. The principle of synergy as a step to improve the quality of madrasah is carried out with special education school.