Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENTINGNYA NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN BAGI PESERTA DIDIK MI MA'HAD AL-ZAYTUN Fadlillah Salam; Nur Istiqomah; Amalia Fitriana; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2023): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v2i1.574

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna mengetahui bagaimana pentingnya nilai-nilai Pancasila terhadap kesejah teraan bagi peserta didik MI Ma'had Al-Zaytun. Dewasanya, permasalahan kesejahteraan dalam nilai-nilai Pancasila bersangkutan dengan karakter yang seringkali terjadi pada peserta didik MI.Pendidikan yang layak terdapat kemampuan mengubah tingkah laku dan pikiran setiap kualitas bagi generasi bangsa Indonesia lebih baik, sebab pendidikan membuat diri tiap individu menjadi maju dan sejahtera dalam kehidupan masa depan bangsa Indonesia agar lebih mendukung segala aspek pembelajaran tentunya harus adanya pembentukan karakter dalam nilai-nilai Pancasila guna membuat peserta didik MI bisa menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan studi literatur untuk mengetahui bagaimana pentingnya nilai-nilai Pancasila terhadap para peserta didik MI di Al-Zaytun yang memiliki tujuan dalam kesejahteraan. Teknik penelitian yang digunakan dengan cara menelaah sumber dari berbagai jurnal-jurnal terkait dan sumber lain yang sesuai dengan tema penelitian yang juga disertai dengan tata fikir logika yang mendasari dan membuat sejumlah konsep. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan peneliti di atas tentang proses kesejahteraan pada Pancasila ditanamkan Al-Zaytun terhadap santri MI dapat disimpulkan bahwa pentingnya santri menerapkan Pancasila pada rutinitas harian yang tidak terlepas dari pendidikan dengan landasan arahan Syaykh untuk terus meningkatkan kemajuan bangsa mulai sejak dini untuk menghasilkan masyarakat sehat, cerdas, dan manusiawi.
PENERAPAN PENDIDIKAN DEMOKRASI PANCASILA DALAM PEMILIHAN KETUA ORGANISASI PELAJAR MA’HAD AL-ZAYTUN (OPMAZ) DI MA’HAD AL-ZAYTUN Mifthah Nurjanah; Assifa Nur Azizah; Soviah Umimah; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 3 (2022): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v1i3.575

Abstract

Jurnal ini membahas tentang penerapan pendidikan demokrasi pancasila dalam pemilihan ketua Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ). Ma’had Al-Zaytun merupakan lembaga pendidikan yang mengutamakan pendidikan agama islam sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan pancasila kepada siswa-siswi, santriwan dan santriwati atau pelajara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendokumentasikan proses implementasi pendidikan demokrasi pancasila dalam pemilihan ketua OPMAZ serta dampaknya terhadap pemahaman siswa mengenai demokrasi dan nilai-nilai pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendidikan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan analisis dokumen terkait kegiatan pemilihan ketua OPMAZ. Subjek penelitian meliputi pelajar yang terlibat dalam pemilihan tersebut, guru pembimbing, dan panitia pemilihan. Data dianalisis secara induktif dan diinterpretasikan untuk menggambarkan penerapan pendidikan demokrasi pancasila. Teknik pengumpulan data : observasi adalah metode pelaporan data untuk tujuan lihat langsung ke lapangan, terhadap objek yang di teliti. Peneliti melihat proses pembelajaran khusus yang berkaitan dengan penelitian, untuk melihat proses seleksi Ketua OPMAZ jika memungkinkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ma’had Al-Zaytun telah berhasil menerapkan pendidikan demokrasi pancasila secara efektif dalam pemilihan ketua OPMAZ. Langkah-langkah implementasi meliputi penyusunan peraturan pemilihan yang demokratis, pelaksanaan kampanye yang adil dan terbuka, serta pelibatan pelajar yang lain dalam proses pemilihan dan pengambilan keputusan. Peneltian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang penerapan pendidikan demokrasi pancasila di lingkungan pendidikan islam. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi lembaga pendidikan lain dalam mengembangkan program pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai pancasila dan memupuk kesadaran demokrasi pada generasi muda. Proses ini memungkinkan pelajar untuk belajar dan mengalami prinsip-prinsip demokrasi tertentu seperti kebebasan berbicara, partisipasi aktif, menghormati pendapat dan tanggung jawab yang berbeda dan pengambilan keputusan bersama. Dampak penerapan demokrasi dan pancasila dapat dilihat pada pemahaman para pelajar terhadap asas demokrasi dan pancasila.
PERANAN PENTING PENDIDIKAN KARAKTER PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN PKN SISWA MI MA’HAD AL-ZAYTUN Amelia Muasyasya; Safira Sofani; Huri Salamah; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2023): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v2i1.576

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan atau biasa disebut dengan PKN merupakan mata pelajaran yang diajarkan sejak MI/SD. Tujuan dari pembelajaran kewarganegaraan adalah agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan berbagai potensi dirinya untuk meningkatkan kecerdasan, keterampilan, kemampuan dan kesadaran akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara Indonesia sehingga mereka memahami dan menghormati sesama manusia.Guru memegang peranan yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai pancasila kepada siswa. Karena guru adalah pemimpin siswa di sekolah. Menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan pembentukan karakter siswa, guru dapat menggunakan berbagai cara seperti: pembelajaran di kelas, mengenalkan siswa pada disiplin, melatih siswa untuk rajin beribadah, dan budidaya.Karakter Pancasila tersebut sudah mulai diterapkan oleh lembaga pendidikan Ma’had Al-Zaytun sejak usia dasar atau MI. karena pimpinan Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun yakni Syeikh AbdusSalam Rasyidi Panji Gumilang, M.P. sangat menjunjung tinggi nilai Pancasila dan beranggapan bahwa karakter Pancasila harus sudah dibiasakan sejak dini agar semua siswa MI di Al-Zaytun dapat berkarakter sesuai pancasila, dimana pancasila merupakan ideologi Negara Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya strategi di dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan agar anak tetap merasa nyaman dan senang dengan pendidikan yang diberikan.Namun dalam pendidikan seperti itu, kondisi anak harus diperhitungkan, jika anak tampak bosan dengan apa yang diajarkan, sebaiknya diganti dengan hal-hal yang membuat siswa senang.Karakter yang diperoleh siswa MI Mahad Al-Zaytun pada sila pertama yaitu Religius dimana siswa dibimbing dan diajarkan untuk beribadah dan mempercayai tuhan itu Esa; karakter pada sila kedua yaitu siswa MI Mahad Al-Zaytun diajarkan untuk berlaku adil kepada sesama dan bersikap tidak semena-mena; karakter pada sila ketiga yaitu siswa MI Mahad Al-Zaytun diajarkan untuk menjunjung tinggi sikap toleransi antar sesama manusia agar tidak terjadinya suatu perselisihan karena perbedaan agama, suku, ras dan budaya; karakter pada sila keempat yaitu siswa MI Mahad Al-Zaytun diajarkan untuk bermusyawarah dalam menentukan suatu keputusan bersama dan berorganisasi di kelas; karakter pada sila kelima yaitu siswa MI Mahad Al-Zaytun diajarkan untuk berlaku adil terhadap sesama manusia dan makhluk hidup sehingga setelah kelima nilai tersebut diterapkan maka dapat terwujudnya suatu keadilan sosial bagi seluruh siswa/siswi di dalamnya.
PENDIDIKAN NASIONALISME SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISIR PERMASALAHAN BULLYING PESERTA DIDIK MI MAHAD AL-ZAYTUN Muhammad Marijan Al-Alam; Dinda Rahmatul Nur Laely; Mifthaul Jannah; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 3 (2022): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v1i3.577

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana dan proses belajar sedemikian rupa sehingga peserta didik secara aktif mengembangkan kemampuannya untuk belajar. Pendidikan nasionalisme selalau dikaitkan dengan dunia pendidikan, karena untuk menguraikan pemahaman nilai – nilai tersebut dibutuhkan usaha masyarakat indonesia sendiri untuk berperilaku yang mengarah kepada nilai pancasila. Bullying adalah sebuah situasi dimana terjadi penyalahgunaan atau kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang yang tidak mampu membalas atau mempertahankan dirinya karena kelemahan fisik dan mental. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan yang dilakukan di MI Mahad Al-Zaytun mencerminkan nilai-nila nasionalisme yang relevan karena kegiatan ini merupakan menggunakan metode bercerita,karyawisata, bernyanyi, dan pembiasaan dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme. Hal ini bertujuan untuk menanamkan pesan-pesan moral nasionalisme dan patriotisme terhadap peserta didik dan diinternalisasikan dalam diri nya yang akan berdampak pada masa depan anak
UPAYA PENINGKATAN KESADARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI PENGHAYATAN LAGU INDONESIA RAYA 3 STANZA DI MI AL ZAYTUN Risa Sabrina; Suci Ayunda; Siti Aminah; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2023): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v2i1.578

Abstract

Peningkatan pendidikan kewarganegaraan adalah sebuah mata pelajaran di sekolah yang mengajarkan tentang hak, kewajiban, tanggung jawab, dan peran sebagai warga negara yang baik. Upaya peningkatan pendidikan kewarganegaraan membantu siswa memahami sistem pemerintahan, demokrasi, hak asasi manusia, dan isu-isu sosial-politik. Tujuannya adalah membentuk sikap kewarganegaraan yang aktif dan bertanggung jawab dalam masyarakat.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih mengetahui dan menganalisis kesadaran generasi milenial dan Siwa sekolah dasar dalam Sistem Ketahanan Nasional. Juga mengkaji upaya apa dan sejauh mana yang telah dilakukan oleh warga negara dan rakyat Indonesia untuk meningkatkan kesadaran bela negara Republik Indonesia. Pendekatan kuantitatif yang dibuat deskriptif digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Landasan atau teori pembahasan kali ini didapat dari hasil literatur atau studi literatur, yang berasal dari berbagai sumber yang relevan seperti buku, jurnal, artikel dan karya tulis ilmiah. Hasil penelitian menyatakan bahwa lagu kebangsaan Indonesia Raya memiliki makna yang mendalam akan kecintaan terhadap tanah air Indonesia. Lagu ini memberikan semangat dan meneguhkan rasa nasionalisme untuk terwujudnya Indonesia Raya. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli pendidikan di Indonesia, ditemukan bahwa pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai nasionalisme memiliki pengaruh yang positif terhadap identitas nasional dan kepedulian terhadap bangsa dan negara.
ESENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN NILAI-NILAI TOLERANSI DI BERBAGAI PERSPEKTIF TERHADAP MA’HAD AL-ZAYTUN Iqlima Firdaus; Dhea Mutia Jamelian; Dinda Mardianah; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 3 (2022): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v1i3.579

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan menjadi sebuah urgensi terciptanya masyarakat yang sejahtera bagi negaranya. Masyarakat Indonesia dengan keanekaragaman dan pluralisme dalam sosial dan budaya, agama, suku, ras menjadikan peran penting menanamkan nilai-nilai dasar negara yang telah tersimpul pada 5 sila. Ma'had Al-Zaytun mengenai berbagai kontroversi yang beredar di media sosial terhadap sebuah persepsi tetap menyikapi hal tersebut dengan islam yang rahmatan lil alamin, menjalankan peraturan negara sesuai Undang-Undang Dasar. Perpecahan antara sebuah perbedaan didasari pada sifat membanggakan suatu golongan dan merendahkan golongan lain, atau sifat fanatisme tanpa adanya sikap toleransi. Penggunaan media sosial yang tidak bijak mampu menyeret kita pada jurang kebencian tanpa melihat dari berbagai sudut pandang dimana peradaban telah berkembang mengikuti zaman sehingga lahirlah modernisasi beragama dalam bertoleransi. Sebuah perbedaan mampu dibicarakan dan disepakati dengan nilai toleransi yang tinggi. Maka dari itu, pada pembahasan kali ini akan menjabarkan pentingnya sebuah pendidikan kewarganegaraan dalam membangun nilai toleransi terhadap suatu perbedaan pandangan yang terjadi saat ini yaitu permasalahan di Al-Zaytun.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA PADA SANTRI MAHAD AL-ZAYTUN DI ERA GLOBALISASI Nada Daris Salam; Khansa Valia Amandla; Siti Hamidah; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2023): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v2i1.580

Abstract

Pancasila pada hakekatnya ialah dasar negara Indonesia yang di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur dan kebudayaan bangsa Indonesia. Nilai-nilai dasar Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang bersifat universal, nilai-nilai tersebut dapat dipakai dan bisa saja diakui oleh negara-negara lain. Dalam menghadapi tantangan pada era globalisasi yang semakin berkembang saat ini hanyalah keyakinan nasional atas dasar negara pancasila yang menjadi benteng terakhir. Banyaknya pengaruh dari perkembangan globalisasi pada pelajar seperti kecanduan dalam bermain game, pornografi, narkoba dan sebagainya. Maka dengan terjadi hal tesebut perlu diperhatikan lebih lanjut karena jika tidak diperhatikan maka akan berdampak besar pada kemajuan dan perkembangan negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian Pustaka atau library research. Dengan menggunakan penelitian kajian pustaka peneliti banyak menggunakan jurnal, majalah buku-buku yang berhubungan dengan kajian penelitian sehingga dapat di ambil sebagai data primer yang digunakan sebagai bahan penelitian dan sumber referensi. Pemahaman nilai-nilai pancasila belum benar-benar dipahami atau dihayati, telah terbukti dari banyaknya implementasi budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Maka dari itu nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila perlu ditanamkan kembali khususnya bagi santri selaku generasi muda, generasi muda perlu mengembangkan dirinya yang akan melakukan pembangunan Indonesia di masa yang akan datang.
PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI PENDIDIKAN TOLERANSI UMAT BERAGAMA DI PONDOK PESANTREN AL-ZAYTUN Syalwa Syalsabiluna; Amalia Hasanah; Suryadi; Dede Indra Setiabudi
Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2023): Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/civilia.v2i1.645

Abstract

Penanaman nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan toleransi beragama merupakan suatu upaya penting dalam membangun masyarakat yang berkeadilan, sejahtera, dan harmonis. Tulisan ini bertujuan untuk meninjau dan menganalisis upaya-upaya yang dapat dilakukan melalui pendidikan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai pancasila dalam konteks toleransi beragama. Metode yang digunakan adalah library research mengacu pada jurnal, buku, dan artikel yang relevan dengan topik ini.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV DI MADRASAH IBTIDAIYAH MA’HAD AL-ZAYTUN Hikmah; Dede Indra Setiabudi; Iis Humaeroh
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 02 Juni 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i2.3656

Abstract

This research examines the role of teachers in increasing students' learning motivation in Indonesian language subjects in class IV of Madrasah Ibtidaiyah Ma'had Al-Zaytun. Teachers at MI Ma'had Al-Zaytun participate actively not only in class, but also in the dormitory, so their role greatly influences student development. The statements that want to be answered through this research are 1) Describe the role of teachers in increasing learning motivation in class IV Indonesian language subjects at Madrasah Ibtidaiyah Ma'had Al-Zaytun, 2) To find out what are the supporting and inhibiting factors in increasing learning motivation in students. class IV Indonesian language lessons at Madrasah Ibtidaiyah Ma'had Al-Zaytun. This type of research is qualitative descriptive research. Data collection techniques are observation, interviews and documentation and the validity of the data is tested using triangulation techniques. The results of this research show that the teacher's role is very significant in creating a conducive learning atmosphere through various methods such as lectures, discussions and games. Teachers also provide special guidance to students who have difficulty understanding vocabulary and reading and writing skills. Effective teaching techniques, such as dictating and providing storybooks, are used to improve students' abilities. Motivation to learn is influenced by teacher support, peer interaction, and a good learning environment. The main supporting factors are support from teachers, room teachers, peers, and the home environment. However, some students still feel embarrassed and lose interest because they are not yet fluent in Indonesian. This research emphasizes the important role of teachers in increasing student motivation and academic achievement.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TEKNOLOGI APLIKASI GAME EDUCANDY TERHADAP KETERTARIKAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA KELAS 5 (Studi Kasus Pada Madrasah Ibtidaiyah Swasta Ma’had Al-Zaytun Indramayu) Elvira Jahrotul Aina; Irvan Iswandi; Dede Indra Setiabudi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 3 (2024): Volume 10 No. 3 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i3.4137

Abstract

This research examines the influence of the Educandy application technology learning media on the interest in learning English of grade 5 students at MIS Ma'had Al-Zaytun. The aim of this research is to understand that there is an influence of Educandy learning media on the interest in learning English for grade 5 students and also to find out the level of interest in learning English with the use of Educandy learning media. This research method uses a quantitative approach with a pre-experimental research type. Data collection was carried out by conducting a pretest-posttest and giving questionnaires to class 5 students for the 2023/2024 academic year, who were the population of this study. The sample determination in this study was carried out using a purposive sampling technique, resulting in a sample size of 52 respondents. The results obtained when conducting this research were that there was an increase in the average test results in the pre-test and post-test until it reached 44. The number of valid questions in the pre-test, post-test and questionnaire was 10, 8 and 14 questions, respectively. while all instruments were declared reliable. The results of the questionnaire stated that the student interest rate was categorized as positive with a figure of 75.8%. The data in hypothesis testing was stated to be normally distributed and after being tested using the t test, H1 was accepted. Research shows that there is an influence of using Educandy learning media on students' interest in learning English and also the number of students' interest in learning English using Educandy learning media is in the high category Keywords: Learning Media, English, Interest in Learning;