Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Kima Secara Berkelanjutan Dudi Lesmana; Yudi Wahyudin
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.248 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i1.423

Abstract

Pemanfaatan kima secara berkelanjutan adalah salah satu usaha memberikan alternatif kebijakan pemanfaatan kima pada masa mendatang.  Kelayakan teknis ini diperlukan sebagai referensi bagi para pelaku usaha dan pemangku kebijakan dalam mengelola kima secara berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.  Penelitian dilakukan dengan mengambil kasus di Kabupaten Tapanuli Tengah.  Berdasarkan hasil kajian, dari aspek ekologi, potensi, pasar dan pemasaran, lingkungan, kima mempunyai potensi untuk dikembangkan. Kata kunci: kima, pemanfaatan berkelanjutan, kelayakan teknis, Tapanuli Tengah
Analisis Kelayakan Ekonomi Pengembangan Bisnis Pemanfaatan Kima Secara Berkelanjutan Yudi Wahyudin; Dudi Lesmana
JURNAL MINA SAINS Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.31 KB) | DOI: 10.30997/jms.v2i2.436

Abstract

Analisis kelayakan bisnis pemanfaatan kima secara berkelanjutan merupakan salah satu upaya memberikan alternatif kebijakan pemanfaatan kima hasil budidaya. Kelayakan ini diperlukan sebagai referensi bagi para pelaku usaha dan pemangku kebijakan dalam mengelola kima secara berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Penelitian dilakukan dengan mengambil kasus di Kabupaten Tapanuli Tengah. Berdasarkan hasil kajian, pengembangan investasi bisnis pemanfaatan kima berkelanjutan dinyatakan layak secara ekonomi, berdasarkan kriteria kelayakan nilai NPV sebesar Rp. 13,65 juta, IRR sebesar 14,34%, BCR sebesar 1,09 dan PBP sebesar 4,51 tahun.Kata kunci: kima, bisnis berkelanjutan, kelayakan ekonomi, Tapanuli Tengah
Analisis Manfaat Biaya Program Orang Tua Asuh Pohon Mangrove Di Wilayah Pesisir Karawang Yudi Wahyudin; Helmi Purnama; Iman Teguh; Amal Fatullah Randy; Arif Trihandoyo; Agus Ramli; Muhammad Nur Arkham
JURNAL MINA SAINS Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.013 KB) | DOI: 10.30997/jms.v3i2.891

Abstract

Tujuan dilakukan analisis manfaat biaya program orang tua asuh pohon mangrove ini adalah mengetahui manfaat dan kelayakan program OTAP (orang tua asuh pohon) mangrove bagi upaya pelestarian lingkungan hidup yang terintegrasi dan berkelanjutan. Metode penelitian dilakukan melalui penelusuran literatur dari dokumentasi aktivitas OTAP yang telah dilaksanakan Pertamina Hulu Energi Onshore North West Java (PHE ONWJ) dan metode penilaian kelayakan program yang digunakan adalah pendekatan analisis manfaat biaya yang diperluas.  Analisis manfaat biaya program OTAP mangrove memberikan kelayakan ekonomi yang positif, sehingga bermanfaat bagi upaya pelestarian lingkungan hidup yang dilakukan di sekitar wilayah kerja PHE ONWJ.  Nilai kelayakan dan keberlanjutan program OTAP mangrove yang dibuat dengan asumsi lama program (10 tahun) dan tingkat diskon (5%) menunjukkan nilai manfaat bersih sekarang yang positif  sebesar Rp. 1,08 milyar, rasio manfaat biaya (2,06),  dan tingkat pengembalian (19%). Kata Kunci: OTAP, ECBA, kelayakan program, jasa ekosistem, investasi hijau
ANALYSIS OF FISHERY BIOECONOMIC IN THE EAST COASTAL OF BINTAN ISLAND yudi wahyudin
JURNAL MINA SAINS Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.458 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i1.1268

Abstract

The objective of this study is to measure the potential economic value of fisheries in the area of conservation of seagrass meadows on the eastern coast of Bintan island. The result of this study could became a policy input for managing sustaibale fisheries resources. The presence of seagrass ecosystem could support carrying capacity of the surrounding area of seagrass for growing related biotas that associated with the seagrass ecosystem. The number of benefit of seagrass ecosystem could be measured by production surplus approach. The result of analysis shows that the economic value of fisheries of seagrass ecosystem is equal to the fisheries economic IDR 92.73 billion or IDR 558.28 million hectare-1 year-1 in 2016. The maximum economic yield (MEY) of this artisanal fisheries is 5032 ton year-1 with the number of effort should be maintained at 5281 trip of net fishing gear. A sustainable fisheries management should be maintained in the level of harvest and effort in MEY condition in order to give a maximum benefit to the fishermen and sustaible to the fisheries. Keywords:  seagrass ecoystem, seagrass fisheries, bioeconomic of seagrass fisheries, eastern coast of Bintan island, maximum economic yield
Analisis Ekonomi Kelembagaan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Teluk Depapre Di Kabupaten Jayapura yudi wahyudin; Yunus P Paulangan; M Arsyad Al Amin; Taryono kodiran; Mahipal mahipal
JURNAL MINA SAINS Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.497 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i2.1519

Abstract

 The objective goal of this research is to measure the institutional economic value of marine protected area management of Depapre Bay in Jayapura Regency. This institutional economic value can be measured by transaction cost analysis and ecosystem services valuation within techniques of  project based cost approach (PBCA), benefit transfer (BTM) and basic payment ecosystem serives (BPES).  The result shows that the transaction cost of marine protected area management amounted IDR 6.04-12.07 billion per year, meanwhile the potential benefit of ecosystem services of marine protected area management of Depapre Bay amounted IDR 1.62 trillion per year and the basic payment ecosystem services as an entrance fee to the marine conservation area amounted IDR 51,587.52 per people per trip.  Key words: transaction cost, institutional economic, ecosystem services, entrance fee, PES
Identifikasi Mata Pencaharian Alternatif Masyarakat Lokal di Calon Kawasan Konservasi Teluk Depapre, Jayapura Yunus P. Paulangan; Muh. Arsyad Al. Amin; Yudi Wahyudin; Taryono Kodiran
Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.47 KB) | DOI: 10.55264/jumabis.v2i2.19

Abstract

Teluk Depapre  telah ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional penunjang pembangunan di Provinsi Papua dan juga akan diusulkan sebagai pencadangan kawasan konservasi perairan dipastikan telah memberikan dampak terhadap masyarakat khususnya masyarakat lokal di sekitar kawasan. Tujuan dari penelitian ini, yakni mengidentifikasi, menentukan dan merumuskan strategi pengembangan mata pencaharian alternatif. Penelitian ini menggunakan empat pendekatan yaitu: studi kepustakaan, observasi dan survei serta Participatory Rural Appraisal (PRA). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, Coastal Livelihood System analysis,  analisis Rating Scale dan analisis kelayakan usaha. Berdasaran analisis rating scale, didapatkan sebanyak tiga mata pencaharian alternatif yang teridentifikasi yang sangat potensial dikembangkan, yakni usaha pembuatan ikan asap, penyewaan pondok wisata dan penangkapan ikan dengan bantuan rumpon. Kemudian hasil analisis kelayakan secara finansial dari didapatkan rasio pendapatan terhadap total biaya (BCR) dari ketiga jenis mata pencaharian alternatif tersebut, maka rasio pendapatan tertinggi yakni usaha pembuatan ikan asap (3,70), kemudian usaha penyewaan pondok wisata (2.64), dan penangkapan ikan dengan bantuan rumpon (1,62). Berdasarkan efisiensi penggunaan investasi (ROI), maka usaha ikan asap lebih efisien yakni (90%), usaha penyewaan pondok wisata (85%), dan penangkapan ikan dengan bantuan rumpon (58%). Berdasarkan Payback Period (PP), yakni berdasarkan tingkat pengembalian investasi yang lebih cepat dalam satu tahun yakni tercepat usaha ikan asap (0.04), usaha penyewaan pondok wisata (2.17), dan usaha penangkapan ikan dengan bantuan rumpon (2,32). Mengingat kendala-kendala yang ada dalam pengembangan usaha mata pencaharian tersebut khususnya, ketersediaan bahan baku, modal, dan minat serta penguasaan teknologi yang masih rendah maka perlu strategi pelatihan dan pendampingan oleh stakeholder yang terkait.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKU USAHA MEMILIH PELABUHAN BONGKAR MUAT DI PROVINSI JAMBI ) Septa Riadi; Eva Anggraini; Yudi Wahyudin
EKONOMI KEUANGAN DAN BISNIS Vol 6, No 2 (2021): Ekombis Sains: Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Bisnis
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.943 KB) | DOI: 10.24967/ekombis.v6i2.1404

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang membutuhkan konektivitas antar pulau lewat pelabuhan. Jambi merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki lokasi strategis di tengah Selat Malaka, namun pelabuhan di Provinsi Jambi belum menjadi pilihan utama para pelaku usaha untuk melakukan proses bongkar muat. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pelaku usaha dalam menentukan pelabuhan bongkar muat di Provinsi Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis partisipatif prospektif. Hasil analisis prospektif menemukan bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan pelaku usaha adalah biaya / tarif, infrastruktur jalan, jarak, dan arus pelayaran jika faktor-faktor tersebut dapat dioptimalkan akan meningkatkan pendapatan nasional dan daerah dari PNBP, pajak dan juga bea keluar / impor, mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jambi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDIKATOR PENENTUAN KELAYAKAN DAN KESESUAIAN LOKASI PEMBANGUNAN PULAU KECIL BERBASIS SISTEM SOSIAL-EKOLOGI Yudi Wahyudin; Mahipal; Dudi Lesmana
JURNAL MINA SAINS Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v8i2.7021

Abstract

Small island development requires a targeted approach so that it can be carried out according to the characteristics of the small island's social-ecological system. This study aims to identify the factors that influence the feasibility assessment indicators and the suitability of small island development sites based social-ecological system. The study was conducted using a survey approach to 24 experts in their respective fields who have relevance to the development of small islands in Indonesia. The results showed that there were 24 factors that could affect the indicators of the feasibility assessment and the suitability of the small island development location. Natural resources and ecosystems, facilities, human resources, accessibility, tourist sites, local wisdom, island governance, clean water, security, social capital, carrying capacity, and strategic position are the 12 most influential factors. Based on the priority analysis of SSE components, the most influential on the feasibility and suitability of small island development sites based on social-ecological systems are small island resources (1.00), associated small island ecosystems (0.81), small island users (0.60), socio-political-security-sovereignty (0.26), small island infrastructure (8.01%), and small island infrastructure providers (0.21). These factors and the level of influence of the SSE component are expected to be input in determining the indicators of feasibility and suitability of small island development sites based on social-ecological systems.
POTENSI NILAI KEHILANGAN JASA EKOSISTEM TERUMBU KARANG PULAU PARI, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA Yudi Wahyudin; Mahipal Mahipal; Muhammad Nur Arkham; Septa Riadi; Dudi Lesmana
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11882

Abstract

Pemanfaatan ekosistem terumbu karang secara berlebih akan menyebabkan hilangnya sebuah jasa dan fungsi dari ekosistem tersebut. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi nilai kehilangan jasa ekosistem terumbu karang Pulau Pari. Nilai kehilangan jasa ekosistem dihitung dengan kombinasi teknik-teknik valuasi ekonomi, diantaranya EOP, TCM, CVM, dan BTM. Hasil kajian menunjukkan bahwa jasa ekosistem terumbu karang Pulau Pari mencapai sebesar Rp. 832.399,19 per meter persegi per tahun. Nilai ini terdiri atas nilai jasa pengaturan iklim sebesar Rp. 2.292,88, jasa pengaturan gangguan (biotik-abiotik) sebesar Rp. 32.972,45, jasa pengaturan abrasi sebesar Rp. 295.708,12, jasa pendukung habitat untuk perkembangan biakan, asuhan dan suplai nutrien sebesar Rp. 35.609,91, jasa penyedia/produksi makanan berupa ikan konsumsi sebesar Rp. 18.870,93, jasa penyediaan material bangunan sebesar Rp. 42.460,73, jasa penyedia sumberdaya genetik sebesar Rp. 64.139,12, jasa penyedia wisata/rekreasi sebesar Rp. 301.570,41 dan penyedia jasa budaya sebesar Rp. 38.774,64. Nilai total jasa ekosistem ini menjadi potensi nilai kehilangan jasa ekosistem terumbu karang Pulau Pari yang rusak akibat kandasnya kapal/tongkang. Kajian ini setidaknya menunjukkan bahwa potensi kehilangan jasa ekosistem terumbu karang dapat dihitung untuk menjadi masukan dalam menentukan nilai kerugian lingkungan hidup yang diakibatkan oleh kandas kapal/tongkang di wilayah pesisir dan laut.
STATUS PERTUMBUHAN DAN LAJU PEMANFAATAN KOMODITI IKAN PELAGISDI PESISIR KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT Metti Wiradika Charolyna Sinambela; Yudi Wahyudin; Arif Trihandoyo; Andan Hamdani
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 6 No 1 (2022): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/coj.v6i1.43054

Abstract

Valuasi ekonomi diperlukan untuk menganalisis fungsi ekonomi ekologi terhadap manfaat langsung dan tidak langsung untuk jasa ekosistem dan sumber daya alam. Tujuan penelitian untuk mengestimasi nilai ekonomi total dari ekosistem suatu kawasan, yang diharapkan dapat dianalisis dari sudut pandang publik sebagai salah satu parameter penting dalam sebuah analisis ekonomi. Responden terdiri dari nelayan dan pelaku ekonomi yang berada pada lokasi wilayah kajian pesisir di Kabupaten Indramayu dengan teknik snowball sampling. Analisis data menggunakan pendekatan teknik valuasi ekonomi untuk menghitung nilai total ekonomi dari sumber daya perikanan. Hasil penelitian menunjukkan pada ekosistem mangrove dengan nilai aktualnya lebih rendah yang berupa fragmen-fragmen kantung hijau yang tersisa. Di sisi lain, ekosistem terumbu karang di wilayah pengamatan masih menunjukkan hasil yang baik. Dan pada ekosistem ikan pelagis, komposisi jenis ikan hasil tangkapan yang paling banyak pada wilayah tersebut diantaranya ikan pepetek, kurisi, kuniran, tongkol, tembang, dan kembung dengan hasil pengamatan pada laju eksploitasi menunjukkan bahwa di perairan Indramayu belum terjadi overfishing.
Co-Authors Abdullah Baharun Achmad Fahrudin Agus Ramli Agus Ramli ahsan shiddiq robbani Ahsan Ahyar Ismail Akhmad Fauzi al amin, arsyad Al. Amin, Muh. Arsyad Amal Fatullah Randy Andan Hamdani Arif Trihandoyo Arif Trihandoyo Arif Trihandoyo Arifah Rahayu Ario Damar Asma, Wan Izatul Azmi, Mohamad Zaki Maharga Barnabas Barapadang Benny Osta Nababan Chaterina Agusta Paulus Dewantara, Esza Cahya Dudi Lesmana Eko Rini farastuti Ekorini Farastuti Esza Cahya Dewantara Eva Anggraini Farasfatih, Ekorini Fia Sri Mumpuni Galih Rakasiwi Halim, Muhammad Abi Sofian Abdul Helmi Purnama Hutapea, Roma Yuli F Iman Teguh, Iman Jaya, Dineu Cahyani Khaira, Fadhila Lesmana, Dudi Luky Adrianto M Arsyad Al Amin M. Nur Arkham Mahipal Marhaly, Mulyana Metti Wiradika Charolyna Sinambela Muarif Muarif Muarif Muh. Arsyad Al Amin Muh. Arsyad Al. Amin Muhamad Zainal Fanani Muhammad Nur Arkham Muhammad Nur Hussein Wahyudin Muhammad Reza Pahlevi Muhammad Reza Pahlevi Muhammad Yuusuf Wahyudin Mujio, Mujio Mulyana Mulyana Nani Yulianti Novit Rikardi Nur Rochman Oktavianus LT Paulangan, Yunus P. Perdana Putra Kelana Permana, Rifal Prasetiyo, Didit Eko Prasetya, Panji Anggara Prastya, Gygih Rudi Eka Purnama, Helmi Ramdani, Faisal Tri Ramli, Agus Ramziansyah, Rahsya Sameer Randy, Amal Fatullah Rangga Bayu Kusuma Haris Ratih Purnama Sari Riadi, Septa Saragih, Melly Revani Septa Riadi Setyo Pertiwi Setyono Soedjatmiko Suharyanto Syawaliah, Nurfazriyanti Taryono Taryono Kodiran Taryono Taryono Tridoyo Kusumastanto Trihandoyo, Arif Trihandoyo, Arif Uswatun Chasanah Wahyudin, Adinda Aisyah Puteri Wahyudin, Muhammad Nur Hussein Wahyudin, Muhammad Yusuf Wahyudin, Muhammad Yuusuf Xiongzhi, Xue Yanyan Mulyaningsih Yeti Lis Purnamadewi Yogi, Elimelek Yonvitner - Yuliawati Yunus P Paulangan, Yunus P Yunus Pajanjan Paulangan Yusli Wardiatno Yusuf, Muhammad Arsjad