Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Ekonomi Kelembagaan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Teluk Depapre Di Kabupaten Jayapura yudi wahyudin; Yunus P Paulangan; M Arsyad Al Amin; Taryono kodiran; Mahipal mahipal
JURNAL MINA SAINS Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.497 KB) | DOI: 10.30997/jms.v4i2.1519

Abstract

 The objective goal of this research is to measure the institutional economic value of marine protected area management of Depapre Bay in Jayapura Regency. This institutional economic value can be measured by transaction cost analysis and ecosystem services valuation within techniques of  project based cost approach (PBCA), benefit transfer (BTM) and basic payment ecosystem serives (BPES).  The result shows that the transaction cost of marine protected area management amounted IDR 6.04-12.07 billion per year, meanwhile the potential benefit of ecosystem services of marine protected area management of Depapre Bay amounted IDR 1.62 trillion per year and the basic payment ecosystem services as an entrance fee to the marine conservation area amounted IDR 51,587.52 per people per trip.  Key words: transaction cost, institutional economic, ecosystem services, entrance fee, PES
Identifikasi Mata Pencaharian Alternatif Masyarakat Lokal di Calon Kawasan Konservasi Teluk Depapre, Jayapura Yunus P. Paulangan; Muh. Arsyad Al. Amin; Yudi Wahyudin; Taryono Kodiran
Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.47 KB) | DOI: 10.55264/jumabis.v2i2.19

Abstract

Teluk Depapre  telah ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional penunjang pembangunan di Provinsi Papua dan juga akan diusulkan sebagai pencadangan kawasan konservasi perairan dipastikan telah memberikan dampak terhadap masyarakat khususnya masyarakat lokal di sekitar kawasan. Tujuan dari penelitian ini, yakni mengidentifikasi, menentukan dan merumuskan strategi pengembangan mata pencaharian alternatif. Penelitian ini menggunakan empat pendekatan yaitu: studi kepustakaan, observasi dan survei serta Participatory Rural Appraisal (PRA). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, Coastal Livelihood System analysis,  analisis Rating Scale dan analisis kelayakan usaha. Berdasaran analisis rating scale, didapatkan sebanyak tiga mata pencaharian alternatif yang teridentifikasi yang sangat potensial dikembangkan, yakni usaha pembuatan ikan asap, penyewaan pondok wisata dan penangkapan ikan dengan bantuan rumpon. Kemudian hasil analisis kelayakan secara finansial dari didapatkan rasio pendapatan terhadap total biaya (BCR) dari ketiga jenis mata pencaharian alternatif tersebut, maka rasio pendapatan tertinggi yakni usaha pembuatan ikan asap (3,70), kemudian usaha penyewaan pondok wisata (2.64), dan penangkapan ikan dengan bantuan rumpon (1,62). Berdasarkan efisiensi penggunaan investasi (ROI), maka usaha ikan asap lebih efisien yakni (90%), usaha penyewaan pondok wisata (85%), dan penangkapan ikan dengan bantuan rumpon (58%). Berdasarkan Payback Period (PP), yakni berdasarkan tingkat pengembalian investasi yang lebih cepat dalam satu tahun yakni tercepat usaha ikan asap (0.04), usaha penyewaan pondok wisata (2.17), dan usaha penangkapan ikan dengan bantuan rumpon (2,32). Mengingat kendala-kendala yang ada dalam pengembangan usaha mata pencaharian tersebut khususnya, ketersediaan bahan baku, modal, dan minat serta penguasaan teknologi yang masih rendah maka perlu strategi pelatihan dan pendampingan oleh stakeholder yang terkait.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKU USAHA MEMILIH PELABUHAN BONGKAR MUAT DI PROVINSI JAMBI ) Septa Riadi; Eva Anggraini; Yudi Wahyudin
EKONOMI KEUANGAN DAN BISNIS Vol 6, No 2 (2021): Ekombis Sains: Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Bisnis
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.943 KB) | DOI: 10.24967/ekombis.v6i2.1404

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang membutuhkan konektivitas antar pulau lewat pelabuhan. Jambi merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki lokasi strategis di tengah Selat Malaka, namun pelabuhan di Provinsi Jambi belum menjadi pilihan utama para pelaku usaha untuk melakukan proses bongkar muat. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pelaku usaha dalam menentukan pelabuhan bongkar muat di Provinsi Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis partisipatif prospektif. Hasil analisis prospektif menemukan bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan pelaku usaha adalah biaya / tarif, infrastruktur jalan, jarak, dan arus pelayaran jika faktor-faktor tersebut dapat dioptimalkan akan meningkatkan pendapatan nasional dan daerah dari PNBP, pajak dan juga bea keluar / impor, mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jambi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDIKATOR PENENTUAN KELAYAKAN DAN KESESUAIAN LOKASI PEMBANGUNAN PULAU KECIL BERBASIS SISTEM SOSIAL-EKOLOGI Yudi Wahyudin; Mahipal; Dudi Lesmana
JURNAL MINA SAINS Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v8i2.7021

Abstract

Small island development requires a targeted approach so that it can be carried out according to the characteristics of the small island's social-ecological system. This study aims to identify the factors that influence the feasibility assessment indicators and the suitability of small island development sites based social-ecological system. The study was conducted using a survey approach to 24 experts in their respective fields who have relevance to the development of small islands in Indonesia. The results showed that there were 24 factors that could affect the indicators of the feasibility assessment and the suitability of the small island development location. Natural resources and ecosystems, facilities, human resources, accessibility, tourist sites, local wisdom, island governance, clean water, security, social capital, carrying capacity, and strategic position are the 12 most influential factors. Based on the priority analysis of SSE components, the most influential on the feasibility and suitability of small island development sites based on social-ecological systems are small island resources (1.00), associated small island ecosystems (0.81), small island users (0.60), socio-political-security-sovereignty (0.26), small island infrastructure (8.01%), and small island infrastructure providers (0.21). These factors and the level of influence of the SSE component are expected to be input in determining the indicators of feasibility and suitability of small island development sites based on social-ecological systems.
POTENSI NILAI KEHILANGAN JASA EKOSISTEM TERUMBU KARANG PULAU PARI, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA Yudi Wahyudin; Mahipal Mahipal; Muhammad Nur Arkham; Septa Riadi; Dudi Lesmana
Aurelia Journal Vol 4, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v4i2.11882

Abstract

Pemanfaatan ekosistem terumbu karang secara berlebih akan menyebabkan hilangnya sebuah jasa dan fungsi dari ekosistem tersebut. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi nilai kehilangan jasa ekosistem terumbu karang Pulau Pari. Nilai kehilangan jasa ekosistem dihitung dengan kombinasi teknik-teknik valuasi ekonomi, diantaranya EOP, TCM, CVM, dan BTM. Hasil kajian menunjukkan bahwa jasa ekosistem terumbu karang Pulau Pari mencapai sebesar Rp. 832.399,19 per meter persegi per tahun. Nilai ini terdiri atas nilai jasa pengaturan iklim sebesar Rp. 2.292,88, jasa pengaturan gangguan (biotik-abiotik) sebesar Rp. 32.972,45, jasa pengaturan abrasi sebesar Rp. 295.708,12, jasa pendukung habitat untuk perkembangan biakan, asuhan dan suplai nutrien sebesar Rp. 35.609,91, jasa penyedia/produksi makanan berupa ikan konsumsi sebesar Rp. 18.870,93, jasa penyediaan material bangunan sebesar Rp. 42.460,73, jasa penyedia sumberdaya genetik sebesar Rp. 64.139,12, jasa penyedia wisata/rekreasi sebesar Rp. 301.570,41 dan penyedia jasa budaya sebesar Rp. 38.774,64. Nilai total jasa ekosistem ini menjadi potensi nilai kehilangan jasa ekosistem terumbu karang Pulau Pari yang rusak akibat kandasnya kapal/tongkang. Kajian ini setidaknya menunjukkan bahwa potensi kehilangan jasa ekosistem terumbu karang dapat dihitung untuk menjadi masukan dalam menentukan nilai kerugian lingkungan hidup yang diakibatkan oleh kandas kapal/tongkang di wilayah pesisir dan laut.
STATUS PERTUMBUHAN DAN LAJU PEMANFAATAN KOMODITI IKAN PELAGISDI PESISIR KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT Metti Wiradika Charolyna Sinambela; Yudi Wahyudin; Arif Trihandoyo; Andan Hamdani
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 6 No 1 (2022): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/coj.v6i1.43054

Abstract

Valuasi ekonomi diperlukan untuk menganalisis fungsi ekonomi ekologi terhadap manfaat langsung dan tidak langsung untuk jasa ekosistem dan sumber daya alam. Tujuan penelitian untuk mengestimasi nilai ekonomi total dari ekosistem suatu kawasan, yang diharapkan dapat dianalisis dari sudut pandang publik sebagai salah satu parameter penting dalam sebuah analisis ekonomi. Responden terdiri dari nelayan dan pelaku ekonomi yang berada pada lokasi wilayah kajian pesisir di Kabupaten Indramayu dengan teknik snowball sampling. Analisis data menggunakan pendekatan teknik valuasi ekonomi untuk menghitung nilai total ekonomi dari sumber daya perikanan. Hasil penelitian menunjukkan pada ekosistem mangrove dengan nilai aktualnya lebih rendah yang berupa fragmen-fragmen kantung hijau yang tersisa. Di sisi lain, ekosistem terumbu karang di wilayah pengamatan masih menunjukkan hasil yang baik. Dan pada ekosistem ikan pelagis, komposisi jenis ikan hasil tangkapan yang paling banyak pada wilayah tersebut diantaranya ikan pepetek, kurisi, kuniran, tongkol, tembang, dan kembung dengan hasil pengamatan pada laju eksploitasi menunjukkan bahwa di perairan Indramayu belum terjadi overfishing.
Analisis Ekonomi Keterkaitan Ekosistem Lamun dan Sumberdaya Ikan Di Kawasan Konservasi Padang Lamun Pulau Bintan Yudi Wahyudin
Akuatika Indonesia Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v7i2.35874

Abstract

Ekosistem lamun tidak banyak dikenal luas masyarakat, padahal menyimpan banyak manfaat bagi kesejahteraan manusia, baik secara ekologi, sosial maupun ekonomi.  Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis ekonomi keterkaitan ekosistem dan sumberdaya ikan.  Penelitian dilakukan di tiga desa (Berakit, Malang Rapat dan Teluk Bakau) yang berbatasan langsung dengan Kawasan Konservasi Padang Lamun Kabupaten Bintan.  Analisis ekonomi keterkaitan ekosistem lamun dan sumberdaya ikan dilakukan dengan menggunakan pendekatan koefisien daya dukung lamun. Hasil menunjukkan bahwa ekosistem lamun menyediakan layanan jasa habitat dan produksi ikan.  Setiap pertambahan luas satu satuan hektar ekosistem lamun dapat meningkatkan ketersediaan sumberdaya ikan sebanyak 9049,3 kg atau setara nilai habitat sebesar Rp. 166.963.204,72 per hektar per tahun.  Nilai ekonomi keterkaitan ekosistem lamun dan sumberdaya ikan mencapai sebesar Rp. 97.764.000 per hektar, artinya bahwa nilai kerugian ekonomi akibat kehilangan satu satuan hektar ekosistem lamun dalam kapasitasnya sebagai penyedia produksi ikan mencapai sebesar Rp. 97.764.000 per tahun.  Kedua nilai ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan kebijakan dalam pengukuran potensi aset sumberdaya ikan dan pengukuran potensi kerugian habitat akibat kehilangan ekosistem lamun.
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN PAKAN BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN NILEM (Osteochilus hasselti) YANG DIPELIHARA PADA SISTEM BIOFLOK RASIO C/N 20 ahsan shiddiq robbani Ahsan; Fia Sri Mumpuni; Yudi Wahyudin
JURNAL MINA SAINS Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v9i1.8425

Abstract

Biofloc technology is an alternative in overcoming the problem of feed waste in hard-lipped barb culture media. The decline in hard-lipped barb production was caused by limited knowledge and traditional aquaculture. This research was conducted with the aim of knowing the effect of different feeding levels on the ratio of C/N 20 on the growth of hard-lipped barb (Osteochilus hasselti). This research was conducted in May 2021-June 2022 with a trial period of May-June 2021. The design used was a Completely Randomized Design with 3 treatments (feeding rate 1%, feeding rate 3%, feeding rate 5%) and 4 replications. Parameters observed included specific length growth rate (SLGR), specific weight growth rate (SWGR), feed efficiency (FE), and survival rate (SR). Water quality parameters (DO, temperature, Ammonia, CO2, and pH) were analyzed descriptively. The results showed that the different levels of feeding with a C/N ratio of 20 had a significant effect on SLGR, SWGR, FE, and SR. SLGR in the treatment of FR 1% (0.17±0.03), FR 3% (0.28±0.03), and FR 5% (0.32±0.01). SWGR in treatment A (0.33±0.06), B(0.95±0.04), and C(1.53±0.11), FE at 1% FR treatment (16.85±1, 12%), FR 3% (25.04±0.73%), and FR 5% (30.95±1.87%). SR in the treatment of FR 1% (55.83%), FR 3% (59.16%), and FR 5% (68.33%). FR 5% treatment had the highest growth rate compared to FR 1% and FR 3% treatment. The water quality during the 40-day trial period was still within normal limits for Nilem fish cultivation in the biofloc system.
APPLICATION OF AQUAPONIC TECHNOLOGY IN GAPOKTAN BINA SEJAHTERA, AN EFFORT TO IMPROVE FOOD SECURITY Nani Yulianti; Arifah Rahayu; Yuliawati Yuliawati; Nur Rochman; Setyono Setyono; Yanyan Mulyaningsih; Oktavianus LT; Muhamad Zainal Fanani; Fia Sri Mumpuni; Yudi Wahyudin; Mulyana Mulyana; Ekorini Farastuti; Dudi Lesmana
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v9i2.7299

Abstract

Aquaponics is an integration between fish and plant cultivation that benefits these two sectors. The development of aquaponics at the farm level can be an effort to increase food security. This community service activity aims to apply aquaponic leaf vegetable cultivation techniques, to optimize the facilities available at Gapoktan Bina Sejahtera (fish ponds). Activities carried out by counseling methods, training and demolots to farmers regarding the cultivation techniques of leaf vegetables and red tilapia with an aquaponic system. During the activity, monitoring was also carried out by a team of service lecturers, assistance by student teams and evaluation through pretest and posttest. This community service activity is able to provide new experiences, and increase farmers' knowledge and skills in cultivating red tilapia and leaf vegetables with an aquaponic system.
Balance of coastal and marine assets for Panggang Island and Semak Daun Island, Kepulauan Seribu DKI Jakarta Yudi Wahyudin; Mahipal; Dudi Lesmana; Muhammad Yuusuf Wahyudin; Muhammad Nur Hussein Wahyudin
JURNAL MINA SAINS Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mina Sains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jmss.v9i2.10156

Abstract

Coastal and marine areas hold great wealth for the welfare of coastal and small island communities with dynamic magnitudes. Panggang Island and Semak Daun Island have the potential for promising coastal and marine resource assets and provide benefits for community welfare. The research aims to compile a balance sheet of coastal and marine resource assets for Panggang Island and Semak Daun Island. The research was conducted in the Seribu Islands Administrative District, DKI Jakarta Province, in August-September 2023. It included various information data to map the value of ecosystem services and asset balances. The economic valuation method using the benefits transfer technique is used as input for the value of natural resource assets and the coastal and marine environment. The research results show that the value of coastal and marine resource assets of Panggang Island and Semak Daun Island have quite significant dynamics. In 2014-2019, the coastal and marine resource assets of Panggang Island and Semak Daun Island experienced a considerable decline, namely 1,001.92 billion ( Panggang Island ) and 59.97 billion ( Semak Daun Island ). They decreased respectively by 200.38 billion per year (12.34%) and decreased by 11.99 billion/year (9.29%). The estimation results show that there will be an improvement in asset value in 2022 for Panggang Island to 687.73 billion and for Semak Daun Island to 82.32 billion. The estimation results show that there has been an improvement in the ecosystem during the 2020-2022 period. This increase is due to reduced pressure on coastal and marine ecosystems on the two islands. Ecosystem-based integrated management needs to be carried out so that the sustainability and value of resource assets can benefit the welfare of coastal and small island communities.
Co-Authors Abdul Syukur Abdullah Baharun Achmad Fahrudin Agus Ramli ahsan shiddiq robbani Ahsan Ahyar Ismail Akhmad Fauzi al amin, arsyad Al. Amin, Muh. Arsyad Andan Hamdani Arif Trihandoyo Arif Trihandoyo Arifah Rahayu Ario Damar Asma, Wan Izatul Azmi, Mohamad Zaki Maharga Barnabas Barapadang Benny Osta Nababan Chaterina Agusta Paulus Dewantara, Esza Cahya Dudi Lesmana Eko Rini farastuti Ekorini Farastuti Esza Cahya Dewantara Eva Anggraini Farasfatih, Ekorini Fia Sri Mumpuni Galih Rakasiwi Halim, Muhammad Abi Sofian Abdul Hutapea, Roma Yuli F Iman Teguh, Iman Jaya, Dineu Cahyani Kahmad, Dadang Khaira, Fadhila Lesmana, Dudi Luky Adrianto M Arsyad Al Amin M. Nur Arkham Mahipal Marhaly, Mulyana Metti Wiradika Charolyna Sinambela Muarif Muarif Muarif Muh. Arsyad Al Amin Muh. Arsyad Al. Amin Muhamad Zainal Fanani Muhammad Nur Arkham Muhammad Nur Hussein Wahyudin Muhammad Reza Pahlevi Muhammad Reza Pahlevi Muhammad Yuusuf Wahyudin Mujio, Mujio Mulyana Mulyana Nani Yulianti Novit Rikardi Nur Rochman Oktavianus LT Paulangan, Yunus P. Perdana Putra Kelana Permana, Rifal Prasetiyo, Didit Eko Prasetya, Panji Anggara Prastya, Gygih Rudi Eka Purnama, Helmi Ramdani, Faisal Tri Ramli, Agus Ramziansyah, Rahsya Sameer Randy, Amal Fatullah Rangga Bayu Kusuma Haris Ratih Purnama Sari Riadi, Septa Saragih, Melly Revani Septa Riadi Setyo Pertiwi Setyono Suharyanto Taryono Taryono Kodiran Taryono Taryono Tridoyo Kusumastanto Trihandoyo, Arif Trihandoyo, Arif Uswatun Chasanah Wahyudin, Muhammad Nur Hussein Wahyudin, Muhammad Yusuf Wahyudin, Muhammad Yuusuf Xiongzhi, Xue Yanyan Mulyaningsih Yeti Lis Purnamadewi Yogi, Elimelek Yonvitner - Yuliawati Yunus P Paulangan, Yunus P Yunus Pajanjan Paulangan Yusli Wardiatno