Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh Terhadap Estimasi Produktivitas Tanaman Karet di PT Perkebunan Nusantara I Regional 7 Kebun Kedaton Syafitri, Nina; Fajriyanto; Anisa, Rahma
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i01.4859

Abstract

ABSTRACT Indonesia is the world's second largest rubber producer with a plantation area of 3.6 million hectares, contributing around 25% to global rubber demand. One of the important plantations in Indonesia is PT Perkebunan Nusantara VII Kebun Kedaton, with a production capacity of 10 tons per day. However, its productivity declined in 2021 due to reduced latex yields influenced by tree age and land conditions. Currently, productivity calculations are still done manually. Remote sensing monitoring technology is one method that can be used to monitor rubber productivity. This study aims to determine the relationship between the vegetation index algorithm and the age and productivity of rubber trees, as well as to compare the results of processing the EVI, ARVI, and IPVI algorithms in estimating productivity at PT Perkebunan Nusantara I Regional 7 Kebun Kedaton. The data used include Sentinel-2A imagery obtained in October 2023, land block boundaries, tree age data, and 2023 production data. The analysis was carried out using simple and multiple linear regression. The results showed that the productivity estimates using the EVI algorithm were 1,758.7 kg/ha/month, ARVI 1,762.1 kg/ha/month, and IPVI 1,782.2 kg/ha/month, while the productivity measured in the field was 1,766.3 kg/ha/month. The RMSE values for the rubber tree productivity estimation model were 1.121 for EVI, 0.619 for ARVI, and 2.334 for IPVI.  Keywords : Productivity Estimation, Rubber Plants, Vegetation Index   ABSTRAK Indonesia adalah produsen karet terbesar kedua di dunia dengan luas perkebunan mencapai 3,6 juta hektar, berkontribusi sekitar 25% terhadap permintaan karet global. Salah satu perkebunan penting di Indonesia adalah PT Perkebunan Nusantara VII Kebun Kedaton, dengan kapasitas produksi 10 ton per hari. Namun, produktivitasnya menurun pada tahun 2021 karena berkurangnya hasil lateks yang dipengaruhi oleh usia pohon dan kondisi lahan. Saat ini, perhitungan produktivitas masih dilakukan secara manual. Teknologi pemantauan melalui penginderaan jauh adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk memantau produktivitas karet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara algoritma indeks vegetasi dengan usia dan produktivitas pohon karet, serta membandingkan hasil pemrosesan algoritma EVI, ARVI, dan IPVI dalam estimasi produktivitas di PT Perkebunan Nusantara I Regional 7 Kebun Kedaton. Data yang digunakan mencakup citra Sentinel-2A yang diperoleh pada Oktober 2023, batas blok lahan, data usia pohon, dan data produksi tahun 2023. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan estimasi produktivitas menggunakan algoritma EVI sebesar 1.758,7 Kg/Ha/Bulan, ARVI 1.762,1 Kg/Ha/Bulan, dan IPVI 1.782,2 Kg/Ha/Bulan, sementara produktivitas yang terukur di lapangan adalah 1.766,3 Kg/Ha/Bulan. Nilai RMSE untuk model estimasi produktivitas pohon karet adalah 1,121 untuk EVI, 0,619 untuk ARVI, dan 2,334 untuk IPVI.   Kata Kunci : Estimasi Produktivitas, Tanaman Karet, Indeks Vegetasi
sistem informasi Sistem Informasi Pengajuan Izin Periksa Sub Bagian Kesehatan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Berbasis Web qolbi, nurul; Santoso, Firman; Fajriyanto
Prosiding Seminar Nasional Inovasi dan Adopsi Teknologi (INOTEK) Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi dan Adopsi Teknologi (INOTEK)
Publisher : LPPM STMIK Rosma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, hampir semua aspek kehidupan bertransformasi kedalam sistem berbasis komputer khususnya pada layanan administrasi Kesehatan di lingkungan pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah sistem informasi pengajuan izin periksa berbasis web di sub bagian Kesehatan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Sistem ini dirancang untuk mengatasi permasalahan proses manual dalam pengajuan izin periksa, pembuatan surat izin berpergian, serta rekapitulasi laporan yang selama ini sering sekali ditemukan kesalahan dalam pencatatan data, keterlambatan pembuatan laporan dan tidak sinkronnya data yang ada di sub Kesehatan dan peridzinan. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode waterfall yang terdiri dari tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem dengan bantuan PowerDesigner, implementasi sistem menggunakan Bahasa pemrograman PHP dan database MySQL, serta pengujian dan pemeliharaan sistem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem ini mampu mempercepat proses pengajuan izin, mengurangi kesalahan pencatatan data dan menyederhanakan alur kerja dengan mengintegrasikan data yang ada di bagian Kesehatan dan peridzinan. Sistem ini juga menyediakan fitur laporan bulanan otomatis, validasi izin pemangku serta pelacakan surat izin secara digital. Dengan demikian, penerapan sistem informasi ini dapat meningkatkan efisiensi, akurasi dan transparansi pelayanan Kesehatan di lingkungan pesantren.
Analisis Perancangan Sistem Informasi Pengaduan Keluhan Dan Kerusakan Barang Di Pengadilan Negeri Situbondo Afifuddin; Fajriyanto
Journal of Computer Science and Technology (JOCSTEC) Vol 2 No 2 (2024): JOCSTEC - Mei
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jocstec.v2i2.162

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi pengaduan keluhan dan kerusakan di Pengadilan Negeri Situbondo untuk meningkatkan efisiensi operasional, akurasi, dan transparansi data. Metode yang digunakan mencakup observasi, wawancara, dan studi pustaka untuk mengumpulkan data, serta pendekatan pengembangan sistem waterfall. Masalah utama yang dihadapi adalah pelaporan kerusakan yang masih dilakukan secara manual, mengakibatkan penundaan dan gangguan operasional. Solusi yang ditawarkan adalah sistem informasi terintegrasi yang memungkinkan pelaporan kerusakan dilakukan secara digital, memudahkan akses dan penggunaan bagi semua pihak yang terlibat. Hasil implementasi dan pengujian menunjukkan bahwa sistem ini siap digunakan dan efektif dalam mengatasi masalah pelaporan manual, meningkatkan kinerja dan produktivitas pegawai. Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Pengadilan Negeri Situbondo.
BANTUAN TEKNIS PEMBUATAN PETA KONDISI JALAN DUSUN SUKARAME DI DESA NATAR – KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Suyadi; Fajriyanto; Armijon; Sari, Atika
Nemui Nyimah Vol. 3 No. 2 (2023): Nemui Nyimah Vol.3 No.2 2023
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v3i2.98

Abstract

Dusun Sukarame merupakan Dusun yang terletak di Desa Natar, Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Kondisi eksisting jalan di Dusun Sukarame Desa Natar Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan tidak seragam, ada yang sudah lapis aspal (Lapen), paving block, onderlagh dan jalan tanah. Tentu hal ini akan membuat kebingungan tersendiri terkait dengan rencana/usulan perbaikan jalan yang dapat diterapkan pada kondisi jalan-jalan tersebut. Sesuai Permendagri No. 114 Tahun 2014 maka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa) dan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDesa) merupakan dokumen dasar dalam perencanaan Desa. Dalam rangka mendukung perencanaan tersebut maka salah satu alat untuk mengumpulkan data kondisi dan potensi desa adalah dengan penyusunan peta desa dan kondisi jalan. Peta ini memiliki peranan antara lain, penegasan batas wilayah dusun, potensi perdagangan dan jasa, inventaris aset dusun, membantu perencanaan pembangunan infrastruktur dan dasar informasi pembangunan. Penggabungan pemanfaatan keilmuan Teknik Sipil dan Geodesi dalam hal ini adalah pembuatan peta dan kondisi jalan dengan melakukan survey lapangan seperti pemetaan batas dengan menggunakan GNSS, survey inventory jalan dan marking titik-titik seperti perdagangan jasa di lapangan yang selanjutnya akan di tampilkan dalam bentuk peta dusun.
Proses Penetapan dan Penegasan Batas Dusun 1 Induk, Desa Natar, Lampung Selatan Melalui Bimbingan Teknis Berbasis Parsipatory Mapping Fajriyanto; Tridawati, Anggun; Novianti, Tika Christy; Suyadi
Nemui Nyimah Vol. 3 No. 2 (2023): Nemui Nyimah Vol.3 No.2 2023
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v3i2.104

Abstract

Pemetaan partisipatif memberikan representasi visual yang unik tentang apa yang masyarakat anggap sebagai tempat dan mengidentifikasi ciri-cirinya secara signifikansi di dalamnya, baik secara fisik maupun sosiokultural (Bird 1995; Tobias 2000). Lebih jauh lagi, proses pemetaan partisipatif mengakui nilai intrinsik dari pemetaan partisipatif yang menciptakan lingkungan inklusif dimana semua atau sebagian memiliki ruang untuk berekspresi (Rambaldi dkk. 2006). Pemetaan partisipatif menggunakan berbagai alat/teknik termasuk pemetaan sketsa, pemetaan transek, dan pemodelan tiga dimensi partisipatif. Inisiatif pemetaan partisipatif telah dimulai menggunakan teknologi informasi geografis termasuk Global Positioning Systems (GPS), foto udara dan penginderaan jauh (dari satelit), dan geospasial web (IFAD 2009; Johnson 2017). Tahapan pekerjaan yang dilakukan dalam memetakan suatu wilayah meliputi proses pengambilan/pengukuran, pengolahan, dan penyajian data dalam bentuk peta garis serta peta foto. Pemetaan dengan menggunakan metode fotogrametri dan pemetaan darat serta peran aktif dari perangkat desa dan masyarakat yang merupakan salah satu metode mengambilan data spasial. Teknologi yang digunakan yaitu pesawat tanpa awak dalam hal ini menggunakan drone. Teknologi ini merupakan salah satu cara untuk mendapatkan data spasial (posisi, luasan, dimensi) yang dilakukan secara cepat, akurat dan fleksibel serta efesien dalam segi biaya (low cost). Hasil kegiatan bantuan teknis ini dapat merealisasikan pengadaan peta yang dibutuhkan oleh warga Dusun 1 Induk, Desa Natar, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan Propinsi Lampung. Produk akhir berupa pilar dan batas Dusun sebanyak 124 titik batas, 1 peta kartografi serta daftar koordinat titik batas guna meminimalisir terjadinya konflik pada daerah yang berbatasan.
Pembuatan WebGIS Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung Sebagai Sarana Informasi dan Promosi Trisya Septiana; Muhammad Irsyad; Fajriyanto; Sandri Erfani; Akbar Andika Khadafi
Nemui Nyimah Vol. 4 No. 1 (2024): Nemui Nyimah Vol.4 No.1 2024
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v4i1.126

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan aplikasi yang sangat penting dalam memetakan dan memberikan informasi mengenai berbagai lokasi dan objek di suatu wilayah. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi geospasial yang terus berkembang pesat, seperti penginderaan jauh, sistem informasi geografis, dan teknologi navigasi, sehingga dapat memberikan informasi yang sangat akurat dan detail mengenai suatu wilayah. Balai Budidaya Perikanan Laut Lampung (BBPL) merupakan sebuah lembaga yang bergerak di bidang perikanan, yang bertujuan untuk mengembangkan perikanan tangkap dan perikanan budidaya di wilayah Lampung. Dalam menjalankan kegiatannya, Balai Budidaya Perikanan Laut Lampung memerlukan informasi yang akurat mengenai lokasi dan fasilitas yang tersedia di dalam area tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini sangat urgen dilaksanakan sebagai sarana informasi dan promosi dibutuhkan aplikasi SIG yang dapat memudahkan pengunjung dalam mendapatkan informasi yang mereka butuhkan mengenai Balai Budidaya Perikanan Laut Lampung. Aplikasi ini harus memiliki fitur-fitur yang lengkap, mulai dari pemetaan area, informasi fasilitas dan area, rute menuju Balai Budidaya Perikanan Laut Lampung, hingga informasi tambahan yang dapat membantu pengunjung dalam mengakses informasi yang mereka butuhkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan kali ini berupa pembuatan WebGIS BBPL yang dapat menjadi sarana informasi dan promosi sehingga pengunujung lebih mudah dalam memerlukan informasi yang lebih cepat dan efektif.
PELATIHAN PEMBUATAN GULA SEMUT BERBAHAN BAKAR BIOGAS SEBAGAI UPAYA PENGOPTIMALAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA PEDESAAN Damayanti, Sri Ismiyati; Otik Nawansih; Br Ginting, Simparmin; Fajriyanto; Dyah Putri Larassati; Darmansyah; Donny Lesmana; Herti Utami
Nemui Nyimah Vol. 5 No. 1 (2025): Nemui Nyimah Vol. 5 No. 1 2025
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v5i1.165

Abstract

Kegiatan pengabdian bertujuan memperkenalkan dan memberi keterampilan kepada masyarakat terkait produksi gula semut dari nira kelapa berbahan bakar biogas. Target khususnya, masyarakat mampu memasang dan mengoperasikan instalasi kompor biogas industri kecil, serta memiliki keterampilan membuat gula semut dari nira kelapa berbahan bakar biogas. Hal lain yang juga diharapkan adalah berkurangnya jumlah nira yang digunakan untuk produksi tuak karena harga beli nira untuk produksi gula semut akan kompetitif akibat penggunaan biogas “gratis”. Metode yang digunakan adalah : (1) Sosialisasi rencana kegiatan, (2) Pelatihan pemasangan dan pengoperasian instalasi kompor biogas industri kecil, (3) Sosialisasi materi pembuatan gula semut dari nira kelapa mulai dari pemanenan nira hingga pengemasan gula semut yang sesuai standar, (4). Pelatihan dan pendampingan pembuatan gula semut dari nira kelapa serta penyimpanan dan pengemasannya, (5). Evaluasi kegiatan bersama masyarakat. Sasaran kegiatan adalah masyarakat yang mempunyai digester biogas, petani nira kelapa, dan Ibu-Ibu KWT. Lokasi kegiatan di Desa Kediri, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, Lampung. Peran mitra pengabdian adalah menyiapkan bahan baku nira, menyiapkan stok biogas pada kapasitas maksimal, dan menyediakan tenaga dan konsumsi saat kegiatan. Seluruh kegiatan pengabdian berlangsung lancar. Masyarakat antusias mengikuti kegiatan. Sinergi yang baik juga terjalin antara tim dosen, mahasiswa, dan warga dari mulai persiapan, uji coba, hingga sosialisasi dan pelatihan pembuatan gula semut. Luaran pengabdian telah tercapai yaitu : (1). iptek yang didiseminasikan dapat dikenal, dipahami, dan masyarakat mempunyai keterampilan terkait iptek tersebut, (2). tersedianya 2 unit instalasi kompor biogas industri kecil, (3). Satu buah video kegiatan yang diupload di Youtube, (4). Satu buah poster kegiatan.
RANCANG BANGUN WEBGIS INFORMASI PARIWISATA KABUPATEN PRINGSEWU BERBASIS WEBSITE CONTENT MANAGEMENT SYSTEM (Studi Kasus : Kecamatan Sukoharjo) Zantomi, Micco; Fajriyanto; Novianti, Tika Christy
Datum: Journal of Geodesy and Geomatics Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Datum Geodesi dan Geomatika
Publisher : Department of Geodesy and Geomatics, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/datum.v4i2.6785

Abstract

Sukoharjo merupakan salah satu wilayah dengan potensi wisata yang besar. Besarnya potensi wisata tidak di dukung dengan informasi dan promosi yang tepat terkait objek wisata. Disamping itu, informasi yang disediakan hanya bersifat statis dan belum ada informasi pariwisata yang dibuat secara spasial, praktis, menarik dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Mengacu pada pemahaman tersebut, maka peneliti bermaksud melakukan pemetaan objek wisata Kecamatan Sukoharjo memanfaatkan WebGIS, dimana setiap informasi yang berhubungan dengan temapat wisata akan ditampilkan secara spasial menggunakan bantuan ArcGIS dan aplikasi CMS. Penelitian ini menggunakan skema waterfall untuk melakukan pengembangan desain sistem. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini berupa WebGIS Informasi Pariwisata Kecamatan Sukoharjo. WebGIS yang sudah berhasil dibuat kemudian dilakukan pengujian secara fungsional, usability serta validasi dari ahli WebGIS. Hasil penelitian ini berupa WebGIS yang di bangun dengan menggunakan content management system (CMS). Skor hasil dari validasi ahli sebesar 4 dan skor hasil uji usability sebesar 82,1% menunjukkan bahwa nilai WebGIS ini sudah memenuhi aspek efektifitas, kemudahan dan kepuasan pengguna. Kata kunci: CMS, WebGIS, pemetaan, ArcGIS, objek wisata