Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dan SP-36 Terhadap Pertumbuhan Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Justin Oberlin Hia; Eri Samah; Lutfi Henderlan Harahap
JURNAL AGROPLASMA Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Agroplasma Vol 13 No 1 Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v13i1.9323

Abstract

This study aims to determine the effect of liquid organic fertilizer (POC) from cow urine and SP-36 fertilizer on the growth and yield of red spinach (Amaranthus tricolor L.). The study used a completely randomized design (CRD) with POC concentration treatments (P0, P1, P2, P3, P4, P5) and SP-36 concentrations (S0, S1, S2, S3, S4, S5). The parameters observed included plant height, number of leaves, leaf width, and root length. The results showed that increasing the concentration of POC from cow urine and SP-36 fertilizer significantly increased all plant growth parameters. POC from cow urine gave better results on shoot growth, while SP-36 tended to be more effective in increasing root length. The highest concentrations (P5 and S5) provided optimal growth results, with plant heights reaching 54.46 cm (POC) and 54.40 cm (SP-36), and dry weight reaching 8.1 g/stem. The conclusion of this study is that both types of fertilizer can be used to increase red spinach productivity, and their combination has the potential to provide a synergistic effect. Keywords: Red spinach, liquid organic fertilizer, cow urine, SP-36, plant growth
Respons Produksi Padi Gogo (Oryza sativa L.) terhadap Pemberian Pupuk NPK dan Pupuk Hayati Mikoriza Lutfi Henderlan Harahap; Salman Alfarisi; Miyarnis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/vwf1zt66

Abstract

Padi gogo berpotensi memperluas produksi beras pada lahan kering, tetapi produktivitasnya sering dibatasi oleh rendahnya ketersediaan dan efisiensi serapan hara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons produksi padi gogo terhadap pupuk NPK dan pupuk hayati mikoriza serta menentukan kombinasi perlakuan yang memberikan bobot gabah tertinggi. Penelitian dilaksanakan pada Juni–September 2025 di lahan pertanian Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, Deli Serdang, Sumatera Utara. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial 3 × 3 dengan tiga ulangan sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Faktor pertama ialah dosis NPK 0, 10, dan 20 g tanaman⁻¹, sedangkan faktor kedua ialah dosis pupuk hayati mikoriza 0, 50, dan 100 g tanaman⁻¹. Parameter produksi meliputi bobot gabah basah dan bobot gabah kering per tanaman. Data dianalisis dengan analisis ragam pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test apabila berpengaruh nyata. Faktor NPK berpengaruh nyata terhadap kedua parameter, sedangkan faktor mikoriza dan interaksi kedua faktor tidak berpengaruh nyata. Dosis NPK 20 g tanaman⁻¹ menghasilkan bobot gabah basah 85,67 g tanaman⁻¹ dan bobot gabah kering 83,37 g tanaman⁻¹, masing-masing meningkat 24,79% dan 21,65% dibandingkan kontrol. Kombinasi NPK 20 g tanaman⁻¹ dan mikoriza 50 g tanaman⁻¹ memberikan bobot gabah basah tertinggi secara numerik (85,85 g tanaman⁻¹), tetapi tambahan mikoriza pada dosis NPK tersebut tidak meningkatkan bobot gabah kering secara nyata. Pada kondisi penelitian, NPK 20 g tanaman⁻¹ merupakan dosis paling efektif, sedangkan manfaat mikoriza perlu dioptimalkan melalui evaluasi kolonisasi akar dan ketersediaan hara tanah.