Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KESANTUNAN BERBAHASA PENUTUR JAWA DI SUNGAI RAMBAI TANJUNG JABUNG BARAT Diyah Setiti; Akhyaruddin Akhyaruddin; Arum Gati Ningsih
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 1 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i1.130-140

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa oleh penutur bahasa Jawa di Desa Sungai Rambai, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Latar belakang penelitian ini adalah masih kuatnya penggunaan bahasa Jawa, khususnya ragam ngoko, dalam interaksi sosial masyarakat serta pentingnya memahami penerapan prinsip kesantunan di tengah perubahan sosial dan perkembangan era digital. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori kesantunan Geoffrey Leech yang meliputi enam maksim, yaitu kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati. Data diperoleh melalui teknik simak libat cakap, rekam, dan catat terhadap tuturan masyarakat dalam komunikasi sehari-hari. Analisis data dilakukan dengan metode padan ekstralingual melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menurut Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penutur bahasa Jawa di Desa Sungai Rambai, menerapkan prinsip kesantunan berbahasa dalam interaksi sehari-hari, tercermin melalui bentuk pematuhan dan pelanggaran terhadap maksim kesantunan yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati. Pematuhan maksim tampak pada tuturan yang santun, menghargai mitra tutur, dan menumbuhkan empati, sedangkan pelanggaran ditandai tuturan yang kasar, mementingkan diri sendiri, serta kurang menunjukkan empati.
Kesantunan Berbahasa Masyarakat Batak Toba di Desa Pardomuan Nauli Pangururan Kabupaten Samosir Simarmata, Feronika; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Ningsih, Arum Gati; Andiopenta, Andiopenta
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7001

Abstract

Kesantunan merupakan salah satu kajian penting dalam bidang pragmatik karena pada dasarnya persoalan kesantunan berbahasa berkaitan erat dengan cara bahasa digunakan sebagai alat komunikasi yang selalu terikat oleh konteks sosial, budaya, dan situasional. Dalam praktiknya, kesantunan tidak hanya mencerminkan pilihan kata, tetapi juga menunjukkan nilai, norma, serta sistem budaya yang dianut oleh suatu masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi kesantunan berbahasa masyarakat Batak Toba di Desa Pardomuan Nauli Pangururan, Kabupaten Samosir, dengan menggunakan teori kesantunan Leech (1983) serta fungsi kesantunan menurut Chaer (2010) sebagai landasan analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif pragmatik dengan data berupa tuturan lisan yang diperoleh melalui teknik simak, catat, dan rekam dalam interaksi kehidupan sehari-hari masyarakat Batak Toba. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menerapkan triangulasi teori sehingga hasil analisis memiliki validitas yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesantunan berbahasa yang dominan ditemukan dalam beberapa maksim, yaitu: (1) maksim kebijaksanaan, (2) maksim kedermawanan, (3) maksim penghargaan, (4) maksim kesederhanaan, (5) maksim pemufakatan, dan (6) maksim kesimpatian. Sementara itu, fungsi kesantunan berbahasa yang teridentifikasi meliputi: (1) fungsi menyatakan, (2) fungsi menanyakan, (3) fungsi menyuruh, (4) fungsi meminta maaf, dan (5) fungsi mengkritik. Temuan ini memperkaya kajian sosiopragmatik bahasa daerah sekaligus mendukung pelestarian kearifan lokal Batak Toba di tengah dinamika dan pengaruh perkembangan bahasa yang semakin pesat.
PENGARUH MEDIA WORDWALL TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PUISI DI KELAS VIII G SMP NEGERI 7 MUARO JAMBI Munikmah; Agus Setyonegoro; Arum Gati Ningsih
Jurnal Tunas Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v8.i2.2975

Abstract

Poetry learning is often considered difficult and less interesting, so their interest in learning this material tends to be low. To overcome this, innovation is needed in the learning process that can increase student interest and involvement. One of the interactive learning media that can be utilized is Wordwall. This study aims to determine the effect of using Wordwall media on students' interest in learning poetry in class VIII of SMP Negeri 7 Muaro Jambi. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental method and one group design. Data collection instruments are in the form of questionnaires and observation sheets that have been tested for validity and reliability. Determination of the sample in this study used purposive sampling and the sample was class VIII G students consisting of 25 students. The results of the study showed that the normality of the data was > 0.05 which means that the data is normally distributed, the homogeneity results showed a Sig value of 0.314 > 0.05 which means that the data has a homogeneous variance. Hypothesis testing was conducted using the t-test, the results of the t-test showed a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000 <0.05 and a calculated t value of 9.259> t table 1.714 so that H0 was rejected and H1 was accepted. Thus, it can be concluded that Wordwall media has an effect on increasing students' interest in learning poetry.
PENGGUNAAN BENTUK-BENTUK KESANTUNAN PRAGMATIK DALAM BAHASA MELAYU DI SENGETI KABUPATEN MUARO JAMBI Wandira, Ayu; Akhyaruddin; Arum Gati Ningsih; Andiopenta Purba
Jurnal Tunas Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v8i1.3297

Abstract

Penelitian ini menganalisis bentuk-bentuk kesantunan pragmatik dalam bahasa Melayu di Sengeti Kabupaten Muaro Jambi menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kompleksitas sistem kesantunan yang mencerminkan nilai budaya masyarakat setempat. Kesantunan verbal terwujud melalui sistem sapaan hierarkis ("wak", "miicik", "bang"), ungkapan hormat ("dengan izin Datuk", "terima kasih belambon atas budi baik nyo"), dan diksi diplomatik ("dak biso", "nampak nyo biso kito pertimbangkan dulu"). Sistem pronomina hormat dengan gradasi "Man", "Kulo", dan "Sayo" menunjukkan sensitivitas linguistik terhadap aspek sosial-kultural. Kesantunan non-verbal memperkuat komunikasi melalui gesture, intonasi, dan ekspresi wajah. Terdapat tiga tingkatan ragam bahasa: formal, semi-formal, dan informal yang dipengaruhi faktor usia, status sosial, kedekatan hubungan, pendidikan, dan jenis kelamin. Pola penggunaan menunjukkan konsistensi tertinggi pada penanda leksikal, sedang pada strategi struktural, dan terendah pada aspek non-verbal. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman sistem kesantunan bahasa daerah Indonesia dan memberikan wawasan pelestarian budaya linguistik di era globalisasi.
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Digital Guru SMAN 2 Sungai Penuh melalui Pelatihan Media EdTech Berbasis Participatory Action Research Anwar Sanusi; Arum Gati Ningsih; Neldi Harianto; Padhil Hudaya; Ady Muh. Zainul Mustofa
BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 04 (2026): ISSUE APRIL
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru melalui pelatihan penggunaan media EdTech di SMAN 2 Sungai Penuh. Pelatihan yang diikuti oleh 25 guru dari berbagai mata pelajaran ini dilaksanakan selama dua hari dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang secara aktif melibatkan guru pada setiap tahap kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, refleksi, hingga replikasi program. Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test, terjadi peningkatan yang signifikan pada kompetensi pedagogik digital guru, dengan rata-rata skor meningkat dari 57,6% menjadi 86,3%, atau mengalami kenaikan sebesar 28,7 poin persentase. Peningkatan tertinggi terjadi pada kemampuan merancang media interaktif (32,2%) dan penggunaan Learning Management System (31,0%). Guru yang sebelumnya hanya menggunakan PowerPoint kini mampu mengembangkan media pembelajaran digital berbasis Canva, Wordwall, Kahoot!, Padlet, dan Google Forms. Sebanyak 88% peserta juga melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam mengimplementasikan teknologi di kelas. Selain itu, terbentuknya EdTech Teacher Community SMAN 2 Sungai Penuh menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem digital berkelanjutan di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan simulasi micro-teaching efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalisme guru, sekaligus menjadi model pengembangan kapasitas guru berbasis teknologi yang dapat direplikasi di sekolah lain.
Analisis Linguistik Terhadap Kesalahan Berbahasa dalam Karya Jurnalistik Mahasiswa di Media Daring Genta FKIP UNJA Hilman Yusra; Arum Gati Ningsih; N. Nurfadilah; Ade Bayu Saputra
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Linguistik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jr.12.1.2026.63-71

Abstract

This study aims to analyze the forms and factors causing language errors in student journalistic works in the online media Genta FKIP UNJA. The method used is a corpus-based descriptive linguistic analysis using 20 news texts published in 2023–2024 as data sources. Data were analyzed by classifying errors at the levels of spelling, morphology, syntax, and semantics. The results showed that the most dominant errors were in the aspect of spelling, followed by morphology, semantics, and syntax. Errors include capitalization, loanwords, affixation, subject repetition, inappropriate use of conjunctions, ambiguity, redundancy, and the use of metaphorical expressions that are not contextually appropriate. Factors causing errors include a weak understanding of language rules, the influence of spoken language in writing, limited vocabulary, ineffective sentences, and minimal editing processes and journalistic training. The findings of this study indicate that improving the quality of student journalistic writing requires concrete solutions in practical techniques and skill development in language error analysis, the application of standard language rules, and systematic editing. Through these efforts, students are expected to produce news texts that are more accurate, effective, and communicative.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DALAM KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR Melsa Mahda Sitho; Rasdawita Rasdawita; Arum Gati Ningsih
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 4 Number 3 October 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v4i3.46504

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan penggunaan media video dalam pembelajaran teks prosedur di SMP. Siswa tidak tertarik menulis teks prosedur. Metode penelitian kuantitatif jenis quasi eksperiment desain one group pretest-posttest setting. Teknik analisis data menggunakan statistik inferensial berupa Uji-t yang didahului Uji Homogenitas dan Uji Normalitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan dari hasil pretest dan posttest menulis teks prosedur siswa dimana nilai signifikansi Uji-t yang didapat sebesar 0,00 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini membuktikan bahwa media video efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks prosedur. Penelitian ini terbatas oleh waktu yang singkat. Jadi diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan waktu yang lebih lama dan dikombinasikan dengan model atau pendekatan pembelajaran lainnya.
IMPLIKATUR PERCAKAPAN PADA FILM MIRACLE IN CELL NO. 7 KARYA HANUNG BRAMANTYO Wanti Wanti; Akhyaruddin Akhyaruddin; Arum Gati Ningsih
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 5 Number 1 February 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v5i1.48339

Abstract

This research aims to describe the pragmatic implications contained in the film Miracle in Cell No. 7 by Hanung Bramantyo. The method used in this research is descriptive with a qualitative approach. The data source for this research is the film Miracle in Cell No. 7 by Hanung Bramantyo. The data analysis used descriptive analysis. The results of this study are 22 conversational data points containing conversational implications in the film Miracle in Cell No. 7 by Hanung Bramantyo, namely pragmatic implications of ordering, teaching, refusing, requesting, reminding, and informing facts. The results of this study can be used as a reference source for how to speak well in everyday life.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Materi Pidato Bahasa Indonesia Fase D SMPN 56, Merangin   Arini Dinda Fitriani; Rustam Rustam; Arum Gati Ningsih
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): in Progress
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10180

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman karakteristik peserta didik yang menuntut penerapan pembelajaran yang adaptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam materi pidato Bahasa Indonesia pada peserta didik Fase D di SMP Negeri 56 Merangin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan melalui empat aspek, yaitu diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Guru menyediakan variasi sumber belajar seperti teks dan video pidato, mengelola kegiatan pembelajaran secara fleksibel melalui diskusi dan praktik, serta memberikan pilihan tugas kepada siswa. Penerapan ini berdampak pada meningkatnya keaktifan dan pemahaman siswa terhadap struktur pidato. Namun, masih terdapat kendala berupa kurangnya kepercayaan diri sebagian siswa. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran pidato secara lebih adaptif dan berpusat pada peserta didik
Pengembangan Bahan Ajar Berbicara Berbasis Kesantunan Berbahasa (Development Of Speaking Teaching Materials Based On Language Politeness) Akhyaruddin Akhyaruddin; Priyanto Priyanto; Ade Bayu Saputra; Arum Gati Ningsih; Andiopenta Purba; Nurfadilah Nurfadilah; Lusia Oktri Wini
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.7781

Abstract

This research implements Leech and Grice's language politeness maxims in the development of Speaking teaching materials. The goal is to produce a product of Speaking Teaching Materials Based on Language Politeness. The method used to achieve this goal is Research and Development with the procedure of Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. The method used to determine the feasibility of teaching material products developed is the questionnaire method of validation of language politeness material experts, teaching material readability experts, teaching material book graphics experts and teaching material user practitioners. The overall data obtained through the questionnaire is processed with descriptive statistics. Using Likert scale criteria, the results of expert validation show that the aspect of the material aspect of language politeness has a percentage of 88.66% with a very valid category, the graphical aspect of the teaching material book gets a percentage of 93.33% with a very valid category. The user practitioner test obtained the feasibility of teaching material products of 94.98% with a very feasible category. The results of the expert validation test and practitioner test show a percentage far above 61%. Thus, the product of Speaking Based on Language Politeness teaching materials produced is feasible to be implemented in the lecture process. AbstrakPenelitian ini mengimplementasikan maksim-maksim kesantunan berbahasa Leech dan Grice dalam pengembangan bahan ajar Berbicara. Tujuannya adalah untuk menghasilkan produk bahan ajar Berbicara Berbasis Kesantunan Berbahasa. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah Research and Development dengan prosedur Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Metode untuk mengetahui kelayakan produk bahan ajar yang dikembangkan adalah metode angket validasi ahli materi kesantunan berbahasa, ahli keterbacaan bahan ajar, ahli grafika buku bahan ajar, dan praktisi pengguna bahan ajar. Keseluruhan data yang diperoleh melalui angket diolah dengan statistik deskriptif. Dengan menggunakan kriteria skala likert, hasil validasi ahli menunjukkan bahwa aspek materi kesantunan berbabahasa memilki persentase 88,66% dengan kategori sangat valid; aspek keterbacaan bahan ajar memeroleh persentase 97,33% dengan kategori sangat valid; aspek grafika buku bahan ajar memeroleh persentase 93,33% dengan kategori sangat valid.  Uji prktisi pengguna diperoleh kelayakan produk buku bahan ajar sebesar 94,98% dengan kategori sangat layak. Hasil uji validasi ahli dan uji praktisi tersebut menunjukkan persentase jauh di atas 61%. Dengan demikian, produk bahan ajar Berbicara Berbasis Kesantunan Berbahasa yang dihasilkan layak diimplementasikan dalam proses perkuliahan.