Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Asupan Protein, Zat Besi dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) Kaitannya dengan Status Anemia Pada Remaja Putri SMA Negeri 1 Batang Kuis Sihotang, Urbanus; Fitri, Nabilah Arisya; Lita, Putri Ragel; Nainggolan, Efendi
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i2.5475

Abstract

Prevalensi anemia yang tinggi pada remaja putri akan menyebabkan risiko terjadinya kematian ibu waktu melahirkan, persalinan prematur dan melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah. Anemia disebabkan asupan protein dan zat besi yang rendah. Untuk menaggulangi masalah anemia pada remaja adalah memberikan tablet tambah darah. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Batang Kuis dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel 50 remaja putri, dipilih secara acak sederhana dari 99 populasi.  Asupan protein, asupan zat besi diperoleh dengan metode food recall 24 jam, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah diperoleh dengan wawancara dan kadar hemoglobin diukur dengan alat test Hb digital. Asupan protein dan asupan zat besi dikategorikan menjadi kurang dan cukup dibandingkan dengan AKG 2019, kepatuhan konsumsi TTD dikategorikan berdasarkan rata-rata, yaitu di bawah rata-rata dan diatas rata-rata, dan status anemia dikategorikan berdasarkan standar WHO yaitu anemia dan tidak anemia. Analisis data menggunakan uji Chi Kuadrat.  Hasil penelitian menunjukkan 66% asupan proteinnya kurang, 70% asupan zat besi kurang, 66% mengkonsumsi TTD dibawah rata-rata dan 38% mengalami anemia. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan bermakna antara asupan protein (p=0,015), asupan zat besi (p=0,042) dan konsumsi tablet tambah darah (p=0,015) dengan kejadian anemia pada remaja putri
Efektivitas Pemberian Nugget Baby Crab dan Kacang Hijau terhadap Kadar IGF-1, Albumin, Seng, dan Hemoglobin Darah pada Remaja Pra-Menarche: Effectiveness of Baby Crab and Mung Bean Nuggets on Blood IGF-1, Albumin, Zinc, and Haemoglobin Levels in Pre-Menarche Adolescents Siahaan, Ginta; Nainggolan, Efendi; Sitepu, Yunki Alwina Br; Hutauruk, Grace Natalia Putri; Veronica, Gloria Agustini
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 2 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i2.2025.237-247

Abstract

Background: The pre-menarche phase is a transition period from childhood to adolescence. The period of early preparation for an adolescent girl towards self-maturation and maturation of reproductive cells. The pre-menarche period requires nutrients, for the growth and development process. Nugget is a snack food that is favored by all age groups, can be made from fish, crabs, nuts and eggs that are easy to obtain. Objectives: To analyze the effectiveness of baby crab and mung bean (BC Cangi) nuggets on IGF-1, albumin, zinc and hemoglobin levels in pre-menarche adolescents. Methods: Type of quasi-experimental research with pre and post test one goup design. The population was pre-menarche adolescent girls at SMP Negeri 3 Lubuk Pakam totaling 42 people and willing to be a sample of 34 people. BC Cangi nuggets were given for 15 days as much as 100 g (4 pieces) during school breaks. Before being analyzed, data normality test was conducted using Kolmogorov Smirnov, then T-dependent statistical test. Results: The results of the T-dependent statistical test showed that there was an effect of giving BC Cangi nuggets on IGF-1, albumin, zinc, and Hb levels (p-value=0.001) as well as zinc levels (p-value=0.005). BC Cangi nuggets contain high levels of protein, Fe, and zinc which play a role in activating the IGF-1, also contain albumin and protein to maintain the presence of zinc. Conclusions: The administration of BC Cangi nuggets to pre-menarche adolescent students had a significant effect on the increase in IGF-1, albumin, zinc, and hemoglobin levels.
Pendampingan Keluarga Balita Stunting Secara Integratif di Desa Tanjung Beringin Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Tanjung, Risnawati; Lestrina, Dini; Nainggolan, Efendi S; Tambunan, Helfi Nolia; Sinaga, Jernita
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v8i2.5131

Abstract

Stunting merupakan keadaan tubuh yang pendek hingga melampaui defisit 2 SD (Standar Deviasi) di bawah median panjang atau tinggi badan populasi dan mempengaruhi sumber daya manusia yang kurang dapat bersaing pada era globalisasi, mempengaruhi produktivitas kerja, meningkatkan resiko kegemukan dan obesitas, serta memicu penyakit sindroma metabolik. Berdasarkan data dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 diketahui bahwa prevalensi stunting di Propinsi Sumatera Utara sebesar 25,8% sedangkan untuk Kabupaten Dairi sebesar 34,2% dan merupakan lokus prioritas penurunan stunting di Sumatera Utara. Tingginya angka stunting di Kabupaten Dairi menjadi suatu permasalahan yang harus ditanggulangi sebaik mungkin. Kesehatan lingkungan dan gizi saling mendukung dalam kegiatan intervensi baik secara spesifik dan sensitif, karena di Kabupaten Dairi ini ditemukan faktor penyebab stunting adalah kualitas air yang rendah, perilaku PHBS yang kurang dan asupan gizi balita yang kurang. Kegiatan pendampingan pada keluarga balita yang stunting sebanyak 24 keluarga. Metode yang diimplementasikan dalam 3 (tiga) tahapan yaitu (1) sosialisasi, (2) pelaksanaan kegiatan, serta (3) monitoring dan evaluasi. Kegiatan pendampingan pada keluarga balita stunting menjadi strategi yang efektif untuk memberdayakan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesiapan anggota keluarga untuk mencegah resiko stunting. Kegiatan ini merupakan salah satu solusi unggulan yang menyentuh secara langsung masyarakat dalam pencegahan stunting.
Pemanfaatan media promosi kesehatan dalam upaya peningkatan kunjungan deteksi dini kanker serviks Dameria, Dameria; Saragih, Restu Wirayanti; Nainggolan, Efendi S; Masdalena, Masdalena; Lubis, Adhayani; Cisca, Anita Merry; Syahrian, Muhammad Faridz
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 1 No. 2 (2022): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v1i2.2818

Abstract

Rendahnya cakupan tes pap smear pada wanita ditengarai karena tingkat pengetahuan yang rendah dan berdampak pada sikap dan tindakan wanita untuk melakukan tes pap smear. Penggunaan media promosi kesehatan menunjukkan hasil yang efektif meningkatkan kunjungan wanita untuk mengikuti tes skrining pada beberapa studi. Hasil studi pendahuluan melalui wawancara terhadap 10 pasangan usia subur di Lingkungan XVII Kelurahan Tanjung Mulia menunjukkan hanya 2 orang yang pernah mengetahui tentang pencegahan kanker serviks, sedangkan yang lainnya belum pernah mengetahui tentang pencegahan kanker serviks dengan alasan tidak tahu dan belum pernah mendapat informasi tentang pencegahan kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan untuk pencegahan kanker serviks pada pasangan usia subur (PUS) dalam melakukan pap smear di Lingkungan XVII Kelurahan Tanjung Mulia Kota Medan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen pretest dan postest one group design. Intervensi dilakukan dengan memberikan promosi kesehatan pencegahan kanker serviks menggunakan media gambar dan video di dalam presentasi powerpoint. Penelitian melibatkan 85 orang wanita yang berusia 20-50 tahun dan sudah menikah dan memiliki pasangan. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan paired sample t-test (uji t) untuk melihat perbedaan tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan antara sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pada kelompok perlakuan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa intervensi menggunakan media gambar dan video dalam presentasi powerpoint dapat meningkatkan pengetahuan (0,000), sikap (0,000), dan tindakan (0,000). Pemberian intervensi meningkatkan rata-rata skor pengetahuan (5,63 poin), sikap (4,22 poin), dan tindakan (2,13 poin). Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi promosi kesehatan pencegahan kanker serviks menggunakan media gambar dan video di dalam presentasi powerpoint dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan. Masing-masing variabel mengalami peningkatan skor yang cukup signifikan dengan nilai p sebesar 0,000 setelah diberikan intervensi.
Relationship between noise intensity and increased blood pressure in workers Fitriyani, Darul; Buenita, Buenita; Bukit, Rosmeri br; Nainggolan, Efendi S
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 3 No. 2 (2024): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v3i2.6162

Abstract

Occupational noise, particularly from industrial machinery and equipment, is a potential risk factor for elevated blood pressure. This cross-sectional study aimed to investigate the association between noise intensity and blood pressure changes among workers in the GCS department of PT. Pertamina EP Asset 1 Pangkalan Susu Field. All workers in five GCS units (n=30) participated. Noise intensity was measured using a sound level meter, and blood pressure was measured before and after work. Data analysis employed chi-square and paired t-tests with a significance level of 5%. Results showed no significant association between noise intensity and systolic blood pressure increase (p=0.317). However, a significant relationship was found between noise intensity and diastolic blood pressure increase (p=0.001). It can be concluded that there is a significant difference in systolic and diastolic blood pressure before and after work. Although noise intensity does not directly affect systolic blood pressure, it has a significant impact on increasing diastolic blood pressure.
Determinan yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Puskesmas Sogae’adu S Nainggolan, Efendi; Gultom, Dameria; Indah Permata Gulo, Cindy; Simanjuntak, Mafe Robbi
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 8 No. 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v8i1.5181

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Faktor-faktor penyebab stunting antara lain faktor keluarga dan rumah tangga, makanan tambahan/komplementor yang tidak adekuat, pemberian Air Susu Ibu (ASI) yang salah, infeksi klinis dan subklinis dan sebagainya. Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan rancangan penelitian menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 ibu yang memiliki balita stunting di Puskesmas Sogae’adu. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu, sikap ibu dan sanitasi lingkungan.
Pengaruh Edukasi pada Ibu-Ibu yang Mempunyai Anak Balita melalui Pelatihan Pengolahan Nugget sebagai Sumber Protein di Desa Tanjung Garbus : Pengabdian Tiar Lince Bakara; Rumida; S Nainggolan, Efendi; Sitanggang, Berlin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3558

Abstract

To support stunting prevention efforts, a Community Service Program (PKM) was implemented under the title “The Effect of Nutrition Education on Mothers with Toddlers through Training on Nugget Processing as a Protein Source in Tanjung Garbus Village, Lubuk Pakam District, Deli Serdang Regency.” The program aimed to enhance mothers’ knowledge and skills in utilizing local food ingredients to produce nutritious, protein-rich products. The activity was conducted over two months using several stages: pre-test, education, training (cooking demonstration), post-test, and skill evaluation. Education sessions were delivered through lectures, discussions, and hands-on practice, involving 20 active participants. The results indicated an improvement in participants’ knowledge, with the average pre-test score increasing from 12.85 to 12.90 and the proportion of participants categorized as having “good” knowledge rising from 15% to 85%. Although attitudes toward nutritious food consumption showed a positive shift, the change was not statistically significant (p > 0.05), and behavioral practices remained relatively unchanged (p = 0.121). The nuggets produced during the training contained 9.33 g of protein and 144 kcal per 100 g, making them a viable alternative source of nutritious food for children. This program produced several outputs, including an educational booklet, activity video, and Intellectual Property Rights (IPR).