Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Status Ekonomi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Agustin, Agustin; Nanda Indira; Rezka Nurvinanda; Rizky Meilando
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 8 No. 1 (2024): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v8i1.416

Abstract

Anemia is condition with hemoglobin, hematocrit and red blood cell levels that are lower than normal values of < 11 g / dl in pregnant women. Anemia is more common during pregnancy because in pregnancy the need for food substances increases which causes changes in the blood and bone marrow. The purpose of this study is to determine the relationship between knowledge, attitudes and economic status with the incidence of anemia in pregnant women in the working area of the Sungai Selan Health Center, Central Bangka Regency in 2023. This research design is a quantitative research using cross-sectional methods. The samples in this study are pregnant women who carried out pregnancy checks in the Sungai Selan Health Center Work area, Central Bangka Regency in 2023. Data from this study was analyzed using Chi Square Test. The results showed a relationship between p value knowledge (0.037) and p value economic status (0.002) with the incidence of anemia in pregnant women. An unrelated factor is the p value attitude (0.822) with the incidence of anemia in pregnant women. Suggestions from this study are expected by health workers to increase their role as educators and motivators to increase knowledge of pregnant women with the incidence of anemia during pregnancy.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Transfusi Darah Pada Anak dengan Thalassemia Beta Mayor di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Tahun 2025 Zafira, Zafira; Nurvinanda, Rezka; Lestari, Indri Puji
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.368

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Thalassemia merupakan salah satu penyakit kronis pada anak. Penyakit ini merupakan kelainan genetik yang disebabkan oleh kurangnya sintesis rantai polipeptid yang menyusun rantai globin dan hemoglobin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada pasien anak dengan Thalassemia Beta Mayor di Poliklinik Anak RSUD Depati Hamzah Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 52 pasien. Besaran sampel dalam penelitian ini adalah 39 pasien yang dipilih dengan teknik Purposive Sampling. Hasil: Hasil penelitian uji statistik Chi Square didapatkan ada hubungan tingkat pendidikan (p-value = 0,006), tingkat pengetahuan (p-value = 0,001) dan dukungan keluarga (p-value = 0,021) dan tidak ada hubungan status ekonomi (p- value = 0,383) terhadap Tingkat Kepatuhan Transfusi Darah Pada Pasien Anak Dengan Thalassemia Beta Mayor di Poliklinik Anak RSUD Depati Hamzah Tahun 2025. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada pasien anak dengan Thalassemia Beta Mayor di Poliklinik Anak RSUD Depati Hamzah Tahun 2025. Serta tidak ada hubungan antara status ekonomi dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada pasien anak dengan Thalassemia Beta Mayor di Poliklinik Anak RSUD Depati Hamzah Tahun 2025. Kata Kunci : Kepatuhan, Thalassemia, Tranfusi
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN LANSIA KE POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER SIKLUS HIDUP DI RW. 002 KAMPUNG TEGALREJO KELURAHAN SUNGAI BARU KECAMATAN MENTOK TAHUN 2024 Vika Septyan Febrianto; Rezka Nurvinanda; Maryana
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v11i1.791

Abstract

Posyandu integrasi layanan primer siklus hidup merupakan pos pelayanan terpadu untuk masyarakat di dalamnya yaitu pelayanan untuk lansia, yang sudah disepakati dan digerakan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Cakupan pelayanan lansia di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Mentok tahun 2023 ada 5611 jiwa lansia dengan capaian layanan 56,75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia di posyandu integrasi layanan primer siklus hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasinya adalah lansia yang terdaftar di Posyandu integrasi layanan primer siklus hidup di RW.002 Kampung Tegalrejo Kelurahan Sungai Baru Kecamatan Mentok sebanyak 121 responden dengan sampel penelitian sebanyak 61 responden dengan teknik pengambilan data Purposive Random Sampling. Analisa data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia menunjukkan bahwa ada variabel dukungan keluarga dengan nilai 0,002, variabel pelayanan petugas dengan nilai 0,004, variabel sikap lansia dengan nilai 0,043, variabel pengetahuan lansia menunjukkan pengetahuan nilai 0,004. Dengan demikian ada pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen dengan nilai signifikan p-value ≤ 0,05. Saran untuk Puskesmas penelitian ini bermanfaat untuk membantu para lansia yang mengikuti posyandu lansia khususnya bagi petugas yang bergerak dibidang komunitas, bagi kader Posyandu disarankan agar mengajak keluarga lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia dengan melakukan kerjasama memberikan pengobatan.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BALITA DI RUMAH SAKIT SILOAM BANGKA TAHUN 2024 Evi Permisa; Indri Puji Lestari; Rezka Nurvinanda
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v11i1.805

Abstract

Imunisasi dasar adalah salah satu upaya pemeliharaan kesehatan pada anak dan balita yang dilakukan sejak janin masih dalam kandungan, hingga anak berusia 18 tahun dengan cara dimasukan kedalam tubuh untuk membentuk suatu antibodi. Berdasarkan data WHO pada tahun 2021, sebanyak 25 juta anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap ditingkat global. Data ini menunjukkan 5,9juta lebih banyak dari tahun 2019 dan jumlah tertinggi sejak tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahauan ibu Tentang Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Balita di Rumah Sakit Siloam Bangka tahun 2024. Metode pada penelitian ini menggunakan metode desain kuantitatif dan menggunakan rancangan penelitian observasional dengan pre-experiment one group pretest-posttest. Pemberian Pendidikan kesehatan dilakukan dengan menggunakan leafleat. Populasi dari penelitian ini adalah Ibu yang mempunyai balita yang sedang Imunisasi di Rumah Sakit Siloam Bangka tahun 2024. adapun sampel pada penelitian ini sebanyak 20 responden. Hasil penelitian menunjukan adanya Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap tingkat Pengetahuan ibu tentang Kelengkapan Imunisasi Dasar pada balita sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan. Saran untuk Ibu yang mempunyai balita Diharapkan ibu dapat memahami pentingnya imunisasi bagi anaknya serta tidak percaya dengan berita hoax tentang imunisasi.
DETERMINAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS RIAS 2024 Asnur; Indri Puji Lestari; Rezka Nurvinanda
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.857

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, status imunisasi, dan status merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rias tahun 2024. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 ibu yang memiliki balita, dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tervalidasi yang mengukur karakteristik responden, tingkat pengetahuan ibu, status imunisasi, dan status merokok anggota keluarga. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05 menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi ISPA mencapai 70,7%. Uji Chi-Square menghasilkan p-value untuk tingkat pengetahuan ibu sebesar 0,037 (OR 3,583; 95% CI: 1,211-10,606), status imunisasi sebesar 0,037 (OR 3,583; 95% CI: 1,211-10,606), dan status merokok anggota keluarga sebesar 0,000 (OR 31,250; 95% CI: 9,746-100,224). Semua nilai p-value < 0,05 mengindikasikan hubungan signifikan. Paparan asap rokok menunjukkan asosiasi terkuat dengan risiko 31 kali lebih tinggi. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan ibu, status imunisasi, dan paparan asap rokok merupakan determinan signifikan kejadian ISPA pada balita, dengan paparan asap rokok sebagai faktor risiko dominan yang memerlukan prioritas intervensi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN SECTIO CAESAREA (SC) Qun Khairon; Agustin; Rezka Nurvinanda
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.948

Abstract

Persalinan menurut proses berlangsungnya terdiri dari persalinan normal dan persalinan buatan yang dilakukan dengan operasi sectio caesarea. Persalinan sectio caesarea dilaksanakan karena adanya indikasi medis maupun indikasi non medis. Indikasi medis terdiri dari dua faktor yaitu faktor janin dan faktor ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian sectio caesarea (SC). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu bersalin pada tahun 2024 sebanyak 424 orang. Sampel dibagi menjadi 2 yaitu kelompok kasus sebanyak 89 orang dan kelompok kontrol sebanyak 89 orang. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknik non probability sampling. Analisa data yang digunakan adalah analsis Univariat dan Analisis Bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian uji statistik chi square ada hubungan usia (ρ-value 0,000), paritas (ρ-value 0,020), preeklamsia (ρ-value 0,000) dan KPD (ρ-value 0,001) dengan kejadian sectio caesarea (SC) di ruang Bougenville RSUD Drs. H. Abu Hanifah Tahun 2025. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan usia, paritas, preeklamsia dan KPD dengan kejadian sectio caesarea (SC) di ruang Bougenville RSUD Drs. H. Abu Hanifah Tahun 2025. Saran penelitian ini adalah Kepada instansi kesehatan diharapkan mampu meningkatkan upaya edukatif mengenai pentingnya perencanaan kehamilan yang aman dan sehat.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR REMAJA DI SMK NEGERI 2 KOBA TAHUN 2024 M. Alamsah; Rezka Nurvinanda; Agustin Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57392

Abstract

Remaja merupakan aset masa depan bangsa yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak ke dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, kognitif, dan sosial. Penelitian menunjukkan bahwa 62% remaja di dunia mengeluhkan gangguan tidur, dan 69% siswa SMA di Tualang mengalami kualitas tidur yang buruk. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur remaja antara lain penggunaan gadget sebelum tidur, kurangnya aktivitas fisik, dan gaya hidup yang tidak sehat. Kualitas tidur yang buruk dapat berdampak negatif pada kesehatan remaja, seperti obesitas, penyakit kardiovaskuler, dan penyakit Diabetes Mellitus. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas tidur remaja, seperti mengatur waktu tidur, mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur, dan meningkatkan aktivitas fisik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional dan teknik sampling random atau probability area (cluster) untuk mengkaji hubungan antara variabel independen dan dependen, dengan sampel berjumlah 79 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan uji chi-square p value 0,034 < =0,05 yang berarti ada hubungan bermakna antara durasi penggunaan gadget dengan kualitas tidur, nilai p value 0,006 < =0,05 yang berarti ada hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur, nilai p value 0,044 <  =0,05 yang berarti ada hubungan bermakna antara gaya hidup dengan kualitas tidur. Kesimpulan dari penelitian ini Ada hubungan bermakna antara aktivitas fisik dan kualitas tidur remaja di SMK Negeri 2 Koba Tahun 2024, Ada hubungan bermakna antara gaya hidup dan durasi penggunaan gadget dengan kualitas tidur remaja di SMK Negeri 2 Koba Tahun 2024.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TENTANG SLEEP HYGIENE TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA DI SMA NEGERI 2 TANJUNG PANDAN BELITUNG TAHUN 2024 susi susi; Rezka Nurvinanda; Agustin Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58280

Abstract

Remaja sering kali memiliki kebiasaan yang dapat berdampak negatif atau dapat membentuk kebiasaan positif yang dapat membantu berkembang saat ini dan sepanjang hidup salah satunya kebiasaan tidur dan istirahat. Sleep hygiene merupakan rangkaian rekomendasi perilaku dan kondisi lingkungan yang mendukung dan memelihara durasi tidur sesuai rekomendasi. Global Insomnia Statistic pada 2 tahun terakhir (2022-2024) menunjukkan peningkatan gangguan tidur setiap malam pada usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh edukasi kesehatan tentang sleep hygiene terhadap pengetahuan remaja di SMA Negeri 2 Tanjung Pandan Belitung Tahun 2024. Desain penelitian ini merupakan kuantitatif dengan metode Pre Experimen dengan Pre test dan Post test one group design, dengan hasil berupa analisa univariat dan analisa bivariat. Populasi dan sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa atau siswi kelas X4 di SMA Negeri 2 Tanjung Pandan Belitung Tahun 2024 dengan jumlah 36 remaja. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan rata-rata antara hasil Pre test dengan Post test yang artinya ada pengaruh edukasi kesehatan tentang sleep hygiene selama 1 hari terhadap pengetahuan remaja di SMA Negeri 2 Tanjung Pandan Belitung Tahun 2024 dengan hasil Uji statistik didapatkan p value= 0,000 <0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan pengetahuan terjadi karena adanya proses pemahaman. Pemberian edukasi kesehatan mengenai sleep hygiene baik menggunakan media booklet dan power point yang disertai pemahaman sleep hygiene dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas tidur. Saran dari penelitian ini diharapkan remaja dapat lebih tepat dalam mempersiapkan tidur agar dapat mengatasi gangguan tidur dengan menerapkan sleep hygiene dan pola hidup yang sehat.
The Effect of Health Education on Knowledge of Junk Food among Elementary School Students Qurnia Latifah; Indri Puji Lestari; Rezka Nurvinanda
Genius Journal Vol. 7 No. 2 (2026): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v7i2.860

Abstract

Introduction: The high consumption  of junk food among children is a serious issue due to its negative health impacts, such as obesity, diabetes, and metabolic disorders from an early age.  Fast food is popular for its convenience  and taste, but it is low in nutrition. National and international  data,  including  from the WHO  and Riskesdas,  show that junk  food consumption  among schoolchildren  continues to increase, including in Bangka Belitung. Children's low knowledge  about healthy food requires intervention  in the form of health education. Objective: This study aims to determine the effect of health education on knowledge about junk food among fifth-grade students at Madrasah Ibtidaiyah Al Islam Kemuja in 2025. Method: This study used a quantitative pre-experimental research design with a one-group pretest-posttest  approach,  involving  70 students through total sampling.  The instrument was  a  closed-ended  questionnaire   with  indicators  for  the  definition,  types,  dangers, selection factors, and prevention of the impacts ofjunk food. Analysis used a paired t-test. Result: The results showed a significant increase in students' knowledge, from an average of 56.89 before the intervention to 76.27 after the intervention, with a significance value of 0.000 (<0.05). Conclusion: This study concludes that health education significantly improves students’ knowledge regarding junk food. These findings highlight the important role of structured educational interventions in promoting healthy dietary awareness among school-aged children. Therefore, healthcare institutions may use these results as a reference for developing and implementing regular school-based health promotion programs. Educational institutions can also utilize this study as supplementary learning material and as a reference in academic resources.
The Influence of Health Education on Adolescents Knowledge of Personal Hygiene Zir Bin Hubaisy Gagas Abdi Pamungkas; Indri Puji Lestari; Rezka Nurvinanda
Genius Journal Vol. 8 No. 1 (2027): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v8i1.887

Abstract

Introduction: Personal hygiene is an essential aspect of adolescent health because this developmental stage is associated with an increased risk of health problems, including diarrhea, dental caries, skin infections, and other communicable diseases. Proper personal hygiene practices involve maintaining the cleanliness of the hair, scalp, eyes, nose, ears, skin, hands, feet, nails, and genital area. Improving adolescents' knowledge through health education is considered an effective strategy for promoting healthy hygiene behaviors. Objective: This study aimed to determine the effect of health education on adolescents' knowledge of personal hygiene at MTAQ Zir Bin Hubaisy in 2025. Method: This study employed a pre-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. A total of 30 adolescents aged 12–14 years were recruited using consecutive sampling. Data were collected using a structured questionnaire to assess participants' knowledge of personal hygiene before and after the health education intervention. Data were analyzed using the appropriate statistical test with a significance level of p < 0.05. Result: The findings demonstrated a significant improvement in adolescents' knowledge of personal hygiene following the health education intervention (p = 0.001), indicating that health education effectively increased participants' knowledge. Conclusion: Health education significantly improves adolescents' knowledge of personal hygiene. Implementing regular health education programs in schools and other educational settings is recommended to enhance adolescents' awareness and promote healthy hygiene practices.