Claim Missing Document
Check
Articles

PHBS ANAK USIA DINI DALAM MENCEGAH PENULARAN PENYAKIT MELALUI CUCI TANGAN Agustiani, Sirli; Nurvinanda, Rezka
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Citra Delima Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Citra Delima
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/jp.v1i1.371

Abstract

Mencuci tangan merupakan hal yang sangat penting untuk anak. Mencuci tangan bukan hanya mencegah diri dari tertularnya virus COVID-19 namun juga dapat mengurangi berbagai penyakit yang dapat menular di masa yang akan datang. Kuman penyakit mudah ditularkan melalui tangan. Pentingnya peningkatan kesadaran akan pentingnya melakukan kebiasaan mencuci tangan pada anak mampu meningkatkan kesehatan anak. Anak-anak harus tahu kapan mereka mencuci tangan. Sasaran yaitu anak-anak usia dini yang bersekolah di TK/PAUD Jasmine Tuatunu. Pemberian pendidikan kesehatan dilakukan dengan menggunakan leaflet, pemutaran video sambil bernyanyi serta demonstrasi secara langsung terkait cara mencuci tangan dengan baik dan benar. Anak usia dini harus dibiasakan untuk mandiri membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat walaupun proses pemahaman mereka secara tidak langsung dipahami namun proses dalam memahami dan mengimplementasikan terkait perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya dengan menerapkan perilaku mencuci tangan tetap harus didampingi dan diberikan oleh orang tua maupun guru di sekolah. pengetahuan dan keterampilan anak-anak dalam melakukan kegiatan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir terlihat ada peningkatan, hal ini dilihat dari kelancaran dan antusiasme mereka saat melakukan praktik cuci tangan.
Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Status Ekonomi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Agustin, Agustin; Nanda Indira; Rezka Nurvinanda; Rizky Meilando
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 8 No. 1 (2024): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v8i1.416

Abstract

Anemia is condition with hemoglobin, hematocrit and red blood cell levels that are lower than normal values of < 11 g / dl in pregnant women. Anemia is more common during pregnancy because in pregnancy the need for food substances increases which causes changes in the blood and bone marrow. The purpose of this study is to determine the relationship between knowledge, attitudes and economic status with the incidence of anemia in pregnant women in the working area of the Sungai Selan Health Center, Central Bangka Regency in 2023. This research design is a quantitative research using cross-sectional methods. The samples in this study are pregnant women who carried out pregnancy checks in the Sungai Selan Health Center Work area, Central Bangka Regency in 2023. Data from this study was analyzed using Chi Square Test. The results showed a relationship between p value knowledge (0.037) and p value economic status (0.002) with the incidence of anemia in pregnant women. An unrelated factor is the p value attitude (0.822) with the incidence of anemia in pregnant women. Suggestions from this study are expected by health workers to increase their role as educators and motivators to increase knowledge of pregnant women with the incidence of anemia during pregnancy.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Transfusi Darah Pada Anak dengan Thalassemia Beta Mayor di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Tahun 2025 Zafira, Zafira; Nurvinanda, Rezka; Lestari, Indri Puji
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 6 No 2 (2025): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v6i2.368

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Thalassemia merupakan salah satu penyakit kronis pada anak. Penyakit ini merupakan kelainan genetik yang disebabkan oleh kurangnya sintesis rantai polipeptid yang menyusun rantai globin dan hemoglobin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada pasien anak dengan Thalassemia Beta Mayor di Poliklinik Anak RSUD Depati Hamzah Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 52 pasien. Besaran sampel dalam penelitian ini adalah 39 pasien yang dipilih dengan teknik Purposive Sampling. Hasil: Hasil penelitian uji statistik Chi Square didapatkan ada hubungan tingkat pendidikan (p-value = 0,006), tingkat pengetahuan (p-value = 0,001) dan dukungan keluarga (p-value = 0,021) dan tidak ada hubungan status ekonomi (p- value = 0,383) terhadap Tingkat Kepatuhan Transfusi Darah Pada Pasien Anak Dengan Thalassemia Beta Mayor di Poliklinik Anak RSUD Depati Hamzah Tahun 2025. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada pasien anak dengan Thalassemia Beta Mayor di Poliklinik Anak RSUD Depati Hamzah Tahun 2025. Serta tidak ada hubungan antara status ekonomi dengan tingkat kepatuhan transfusi darah pada pasien anak dengan Thalassemia Beta Mayor di Poliklinik Anak RSUD Depati Hamzah Tahun 2025. Kata Kunci : Kepatuhan, Thalassemia, Tranfusi
The Effect of Health Education on Knowledge of Junk Food among Elementary School Students Latifah, Qurnia; Lestari, Indri Puji; Nurvinanda, Rezka
Genius Journal Vol. 7 No. 2 (2026): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v7i2.860

Abstract

Introduction: The high consumption  of junk food among children is a serious issue due to its negative health impacts, such as obesity, diabetes, and metabolic disorders from an early age.  Fast food is popular for its convenience  and taste, but it is low in nutrition. National and international  data,  including  from the WHO  and Riskesdas,  show that junk  food consumption  among schoolchildren  continues to increase, including in Bangka Belitung. Children's low knowledge  about healthy food requires intervention  in the form of health education. Objective: This study aims to determine the effect of health education on knowledge about junk food among fifth-grade students at Madrasah Ibtidaiyah Al Islam Kemuja in 2025. Method: This study used a quantitative pre-experimental research design with a one-group pretest-posttest  approach,  involving  70 students through total sampling.  The instrument was  a  closed-ended  questionnaire   with  indicators  for  the  definition,  types,  dangers, selection factors, and prevention of the impacts ofjunk food. Analysis used a paired t-test. Result: The results showed a significant increase in students' knowledge, from an average of 56.89 before the intervention to 76.27 after the intervention, with a significance value of 0.000 (<0.05). Conclusion: This study concludes that health education significantly improves students’ knowledge regarding junk food. These findings highlight the important role of structured educational interventions in promoting healthy dietary awareness among school-aged children. Therefore, healthcare institutions may use these results as a reference for developing and implementing regular school-based health promotion programs. Educational institutions can also utilize this study as supplementary learning material and as a reference in academic resources.
DETERMINAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS RIAS 2024 Asnur; Lestari, Indri Puji; Nurvinanda, Rezka
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.857

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, status imunisasi, dan status merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rias tahun 2024. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 ibu yang memiliki balita, dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tervalidasi yang mengukur karakteristik responden, tingkat pengetahuan ibu, status imunisasi, dan status merokok anggota keluarga. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05 menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi ISPA mencapai 70,7%. Uji Chi-Square menghasilkan p-value untuk tingkat pengetahuan ibu sebesar 0,037 (OR 3,583; 95% CI: 1,211-10,606), status imunisasi sebesar 0,037 (OR 3,583; 95% CI: 1,211-10,606), dan status merokok anggota keluarga sebesar 0,000 (OR 31,250; 95% CI: 9,746-100,224). Semua nilai p-value < 0,05 mengindikasikan hubungan signifikan. Paparan asap rokok menunjukkan asosiasi terkuat dengan risiko 31 kali lebih tinggi. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan ibu, status imunisasi, dan paparan asap rokok merupakan determinan signifikan kejadian ISPA pada balita, dengan paparan asap rokok sebagai faktor risiko dominan yang memerlukan prioritas intervensi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN SECTIO CAESAREA (SC) Qun Khairon; Agustin; Nurvinanda, Rezka
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.948

Abstract

Persalinan menurut proses berlangsungnya terdiri dari persalinan normal dan persalinan buatan yang dilakukan dengan operasi sectio caesarea. Persalinan sectio caesarea dilaksanakan karena adanya indikasi medis maupun indikasi non medis. Indikasi medis terdiri dari dua faktor yaitu faktor janin dan faktor ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian sectio caesarea (SC). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu bersalin pada tahun 2024 sebanyak 424 orang. Sampel dibagi menjadi 2 yaitu kelompok kasus sebanyak 89 orang dan kelompok kontrol sebanyak 89 orang. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknik non probability sampling. Analisa data yang digunakan adalah analsis Univariat dan Analisis Bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian uji statistik chi square ada hubungan usia (ρ-value 0,000), paritas (ρ-value 0,020), preeklamsia (ρ-value 0,000) dan KPD (ρ-value 0,001) dengan kejadian sectio caesarea (SC) di ruang Bougenville RSUD Drs. H. Abu Hanifah Tahun 2025. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan usia, paritas, preeklamsia dan KPD dengan kejadian sectio caesarea (SC) di ruang Bougenville RSUD Drs. H. Abu Hanifah Tahun 2025. Saran penelitian ini adalah Kepada instansi kesehatan diharapkan mampu meningkatkan upaya edukatif mengenai pentingnya perencanaan kehamilan yang aman dan sehat.