Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan antara Lama Menjalani Terapi Hemodialisis dengan Kualitas Hidup pada Pasien Chronic Kidney Disease di RS M. Djamil Padang Nabilah, Hanifah; Afriant, Rudy; Yaunin, Yaslinda; Wahid, Irza; Sauma, Eldi
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v6i4.1475

Abstract

Latar Belakang: Penyakit chronic kidney disease (CKD) merupakan abnormalitas struktur dan fungsi ginjal dengan atau tanpa penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) atau kadar glomerulus kurang dari 60 mL/menit/1,73m2 yang bersifat ireversibel. Salah satu terapi yang digunakan sebagai pengganti fungsi ginjal adalah hemodialisis. Terapi hemodialisis ini digunakan pada pasien CKD stadium akhir dan berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah terdapat hubungan lama menjalani terapi hemodialisis dengan kualitas hidup pasien chronic kidney disease di RS M. Djamil Padang Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan wawancara kepada pasien yang menjalani terapi hemodialisis di RS. M. Djamil Padang. Hasil: Kasus CKD lebih banyak terjadi pada wanita (50,2%), dengan kelompok umur rentang 46-65 tahun, pendidikan terakhir terbanyak SMA serta 63,1% pasien tidak bekerja. Lama pasien menjalani HD terbanyak >24 bulan dan memiliki kualitas hidup cukup. Hasil uji Chi-square p=0,193 (p>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara lama menjalani terapi hemodialisis dengan kualitas hidup pada pasien chronic kidney disease di RS. M. Djamil Padang. Kata kunci:  Chronic Kidney Disease, Terapi Hemodialisis,Kualitas Hidup.
Hubungan Mekanisme Koping dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Kanker Payudara yang Sedang Menjalani Kemoterapi Karina, Puti Intan; Yanis, Amel; Kurniawati, Yulia; Sauma, Eldi; Rikarni; Nofita, Eka
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v7i1.1538

Abstract

Latar Belakang: Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan pada kanker payudara dengan menggunakan zat kimia dan obat obatan yang bersifat sistemik. Kemoterapi memiliki efek samping fisik yang berdampak pada kondisi psikologis sehingga dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi yaitu dengan menggunakan mekanisme koping adaptif. Objektif: Mengetahui hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan data primer pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga November 2024 dengan jumlah responden sebanyak 36 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling serta alat pengambilan data menggunakan Jaloweic Coping Scale dan EORTC QLQ C-30. Uji analisis yang digunakan adalah uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme koping pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi kategori adaptif 77,8%, kualitas hidup kategori baik 72,2%. Terdapat hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi  dengan nilai  p-value = 0,024. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan kualitas hidup pada pasien kanker payudara yang sedang menjalani kemoterapi.
Hubungan Fungsi Keluarga dengan Perilaku Self-Harm pada Remaja di Salah Satu SMA Kota Padang Meisya Jovanka Syahara; Rini Gusya Liza; Noverika Windasari; Eldi Sauma; Siti Nurhajjah; Rahmat Syawqi
Scientific Journal Vol. 5 No. 3 (2026): SCIENA Volume V No 3, May 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i3.355

Abstract

Latar belakang: Self-harm pada remaja merupakan masalah kesehatan mental yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan tekanan emosional, kesulitan regulasi emosi, dan faktor lingkungan keluarga. Keluarga berperan dalam menyediakan komunikasi, dukungan emosional, keterlibatan, dan pengaturan perilaku yang dapat membantu remaja menghadapi stres. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga dengan perilaku self-harm pada remaja di salah satu SMA Kota Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 269 siswa kelas X dan XI yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Fungsi keluarga diukur menggunakan Family Assessment Device, sedangkan perilaku self-harm diukur menggunakan Self-Harm Inventory. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher Exact Test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Perilaku self-harm ditemukan pada 68 responden (25,3%), terdiri atas self-harm ringan 61 responden (22,7%) dan self-harm berat 7 responden (2,6%). Dimensi fungsi keluarga yang mayoritas berada pada kategori baik adalah pemecahan masalah (63,2%), komunikasi (59,5%), peran (57,6%), keterlibatan afektif (55,8%), dan fungsi umum (54,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan bermakna antara perilaku self-harm dengan pemecahan masalah (p=0,029), komunikasi (p=0,028), dan keterlibatan afektif (p=0,049). Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara beberapa dimensi fungsi keluarga dengan perilaku self-harm pada remaja di salah satu SMA Kota Padang.