Claim Missing Document
Check
Articles

SMART APARTEMENT DI MALANG TEMA ARSITEKTUR KEBERLANJUTAN Reza Farezi Hermawan; Adhi Widyarthara; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan keterbatasan lahan di kawasan perkotaan yang semakin meningkat dan tingginya potensi radiasi matahari di Malang perkotaan, integrasi teknologi canggih dalam desain bangunan menjadi krusial untuk mencapai efisiensi energi dan keberlanjutan. Perancangan ini mengevaluasi penerapan metodologi force-based dan teknologi pintar pada bangunan mid-rise di Kecamatan Lowokwaru, yang dirancang sebagai hunian vertikal dengan tema arsitektur berkelanjutan. Perancangan ini menganalisis tiga bangunan yang telah menerapkan teknologi manajemen otomatis dan perangkat IoT. Pendekatan force-based digunakan untuk menganalisis distribusi gaya eksternal pada struktur, seperti beban mati, beban hidup, angin, dan gempa, guna memastikan stabilitas dan keamanan bangunan. Hasil Perancangan menunjukkan bahwa penerapan teknologi pintar dan pendekatan force-based dapat meningkatkan efisiensi energi, mengurangi dampak lingkungan, serta meningkatkan respons bangunan terhadap gaya eksternal dan kebutuhan penghuni. Implementasi hunian vertikal ini sangat relevan di Malang perkotaan, di mana keterbatasan lahan menjadi tantangan utama, berbeda dengan Malang Kabupaten yang masih memiliki lahan lebih luas. Perancangan ini memberikan wawasan penting tentang peran teknologi dan metodologi force-based dalam mendukung arsitektur berkelanjutan dan menghadapi tantangan urbanisasi di kawasan perkotaan seperti Malang.
EX-CONVICT TRAINING CENTER TEMA: SUSTAINABLE ARCHITECTURE Melly Rosita Dewi; Bayu Teguh Ujianto; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah mantan napi yang suka keluar masuk penjara merupakan hal yang sudah lama ada dan masih belum ada solusi untuk menangani masalah tersebut. Dengan dirancanganya sebuah training center khusus untuk para mantan napi di Malang ini yang berfokus untuk mengembangkan hardskill dan soft skill ini diharapkan dapat membantu para mantan napi agar lebih bisa meningkatkan kualitas sehingga bisa menjadi individu yang lebih baik untuk masyarakat. Perancangan ini menggunakan metode force-based framework karena perancangan memiliki banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Perancangan training center ini akan menggunakan pendekatan sustainable architecture yang berfokus pada bentuk bangunan dan penataan dalam ruang karena selain memperhatikan efek pada lingkungan juga memperhatikan kebutuhan pengguna bangunan. Rancangan training center ini akan diwujudkan dengan fasilitas berupa kelas dan tiga macam workshop pelatihan yang mempertimbangkan penataan perabot yang memperhatikan aktivitas dan sirkulasi pengguna, selain itu juga bentuk bangunan didesain sedemikian rupa untuk bisa memberikan kenyamanan termal yang tidak berlebih, memberikan akses penghawaan yang cukup dengan memanfaatkan cross- ventilasi, penggunaan skylight, dan menggunakan fasad yang mudah dikenali.
TAMAN BURUNG DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR BIOFILIK Moch Rizqa Al Chasani; Gatot Adi Susilo; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya ancaman perburuan burung liar semakin melengkapi status rentannnya kelangsungan hidup burung-burung di indonesia. Untuk mennghadapi ancaman ini maka, harus menyediakan habitat atau tempat khusus bagi jenis-jenis burung yang terancam punah. Kota malang, yang memiliki banyak tempat wisata dan edukasi tetapi, belum banyak memiliki tempat wisata hewan khususnya burung yang berfungsi untuk tempat konservasi dan edukasi. Perancangan Taman Burung di Kota Malang diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif objek wisata di kota malang serta memiliki peran kontribusi dalam melestarikan dan membudayakan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan kekayaan alam nusantara. Inovasi dan pembaruan pada perancangan taman burung ini yaitu merancang taman burung pertama yang ada di kota malang yang dimana taman burung ini menyediakan berbagai macam burung dan pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan burung-burung yangada di taman burung ini.
Pusat Kebudayaan Di Kabupaten Malang Tema: Arsitektur Neo-Vernakular Allan Hermawan; Lalu Mulyadi; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara yang kaya akan budaya, Indonesia kini menghadapi tantangan dalam melestarikan warisan tradisionalnya. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, banyak budaya lokal, termasuk budaya Malang di Jawa Timur, mulai dilupakan. Malang yang dikenal sebagai tujuan wisata dengan kekayaan budayanya dan warisan arsitekturalnya, mengalami penurunan apresiasi termasuk nilai-nilai yang terkandung dalam arsitektur tradisional, karena generasi muda kurang menyadari pentingnya budaya tersebut dan lebih cenderung memilih budaya baru yang dianggap lebih praktis. Untuk mengatasi masalah ini, penerapan tema neo-vernakular dalam desain dapat menjadi solusi. Tema ini bertujuan untuk mempertahankan dan menghidupkan kembali budaya lokal dengan memadukan elemen-elemen desain modern ke dalam bentuk arsitektur. Sehingga nilai-nilai budaya tetap terjaga dan relevan dengan perkembangan zaman.
EDUWISATA SAPI PERAH DI KOTA BATU TEMA: ARSITEKTUR BERKELANJUTAN Alga Lintang Pratama; Gaguk Sukowiyono; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Batu di Jawa Timur dikenal sebagai produsen susu utama, didukung oleh iklim dan alam yang ideal untuk peternakan sapi perah. Meskipun produksi susu menjadi pilar ekonomi utama, konsumsi susu per kapita di Indonesia masih rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya. Tantangannya adalah meningkatkan produksi dan kualitas susu untuk memenuhi kebutuhan lokal dan memperluas pasar. Salah satu solusi adalah mengembangkan tempat pengolahan susu berbasis wisata edukasi, seperti Cimory Dairy Land di Lembang. Dengan menggabungkan pendekatan Force Based framework oleh Plowright (2014) yang mempertimbangkan konteks dan budaya lokal, diharapkan peternakan sapi perah dapat terus berinovasi dan meningkatkan kontribusinya terhadap kebutuhan susu di Indonesia.
Occupational Safety, Health, and Awareness as Determinants of Productivity: A PLS-SEM Study of Construction Workers in Malang Fifi Damayanti; Suhudi; Sigit Febrianto, Redi
Asian Journal Science and Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): Asian Journal Science and Engineering
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/ajse.v4i1.1855

Abstract

This study investigates the influence of Occupational Safety and Health (OSH) practices—comprising Occupational Safety, Occupational Health, and OSH Awareness—on worker productivity within construction projects in Malang, Indonesia. Using a quantitative approach with survey data from 63 construction workers and analyzed through Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), the findings reveal that all three OSH components have a significant and positive impact on productivity. Occupational Health emerged as the strongest predictor (β = 0.377), followed by Occupational Safety (β = 0.350) and OSH Awareness (β = 0.312). Collectively, these variables explain 81% of the variance in worker productivity (R² = 0.810), underscoring the central role of OSH implementation in project performance. The study highlights that tangible investments in worker health and safety are not only ethical imperatives but also strategic drivers of efficiency. It concludes by recommending that construction managers treat OSH not as a regulatory formality, but as a critical asset for enhancing workforce output.
KAWASAN DESA WISATA KEDOK SANDUR JOMBANG DENGAN PENDEKATAN TRADISIONAL MODERN Jarot Wahyono; Bayu Teguh Ujianto; Redi Sigit Febrianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.5309

Abstract

Desa Ploso berada di Jombang Jawa Timur dengan lokasi yang strategis dalam peta makro provinsi Jawa Timur. Desa tersebut berbatasan langsung dengan jalan lingkar provinsi Jawa Timur dan berpotensi sebagai Desa dengan kemudahan akses yang tinggi. Desa Ploso memiliki kekayaan budaya tinggi berupa kegiatan khas Desa, simbol desa (punden) serta elemen budaya lain yang berkaitan dengan pertanian. Keberadaan budaya Desa Ploso masih belum dikembangkan secara luas dikarenakan keterbatasan pengetahuan terkait pengembangan budaya. Merespon kebutuhan desa tersebut, ITN Malang berkomitmen untuk mendukung pengembangan budaya khas Desa Ploso dalam wujud Rancangan Kawasan Wisata Kedok Sandur dalam wujud kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan akhir yang ingin dicapai adalah memberikan manfaat bagi Desa Ploso berupa Rancangan Master Plan yang merespon permasalahan desa serta solusi pengembangan yang meningkatkan potensi dari Desa Ploso. Metode yang dilakukan dalam proses pengabdian difokuskan pada partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pengembangan rancangan, sehingga hasil rancangan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara spesifik. Rancangan master plan dikembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat dalam 3 wujud solusi antara lain penerapan tema Tradisional Modern sebagai identitas kawasan, pemetaan fasilitas spesifik sesuai kegiatan dan penambahan fasilitas TPS sebagai wujud pengembangan sektor ekonomi masayrakat desa. Rancangan tersebut diharapkan dapat mendukung sektor ekonomi dan pariwisata Desa Ploso di masa mendatang.
The spatial pattern of teritory on the landscape-dwelling community Juruan Laok Village East Madura Redi Sigit Febrianto; Lisa Dwi Wulandari; Herry Santosa
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 2 No 1 (2017): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Juli 2017 ~ Desember 2017
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v2i1.41

Abstract

The Madurese community is known as an individual, independent and subsistent corn farming community, identified as having three main territories: residential territory, open space territory and agricultural landscape territory. The distance between clusters of distant residential causes is referred to as individual society as well as independent. The dependence of life on crops causes the distance of dwelling with the agricultural landscape so close that it is called subsistence society. Land-based economic morality, due to the persistence of maintaining spatial territory. So the fundamental question of research is how the third spatial pattern of territory in the village of Laok Madura Madura? The strategy used is ethnography, with qualitative research design. The main data collection methods were in-depth interviews, no open questions, with typical case sampling techniques in four occupancy based on five criteria: civitas, activity, shelter pattern, agricultural landscape pattern and artifacts existence of crop storage object. Internal validation in the form of observation, measurement and architectural documentation, caused by the characteristic of ethnic sub-ethnic of Madura, so that the head of village is not a source of internal validation, but the participant as the owner of the dwelling. The analysis is done by comparing with anthropological-architectural concept, human space concept, also with related theme study. The results obtained at least found the embodiment of the concept of spatial patterns called habitat. The concept of a spatial pattern called habitat consists of: place, environment and landscape. The arrangement of the three forms a hierarchical bubble that places in the environment, while place and environment are in the landscape. Referring to the concept of architectural-anthropological, the hierarchy of these three elements is referred to as: habitat.