Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN PEMBANGKIT TENAGA SURYA PADA OBJEK WISATA KAMPUNG SAWAH GUNA MENGURANGI BIAYA PEMBELIAN ENERGI LISTRIK Rimbawati Rimbawati; Zulkifli Siregar; Mohammad Yusri; Muhammad Al Qamari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i1.145-151

Abstract

This community service program aims to implement a Solar Power Plant (PLTS) to provide electrical energy in tourist areas called rice field tourism, in order to reduce the cost of purchasing electrical energy for managers. Besides, it is also a means of education for visitors to introduce green energy in the future. The design of PLTS is adjusted to the requirements of the load that will be served at the tourist attraction. Before carrying out development, the Team first conducted outreach to local residents to introduce technology in rural areas. After the rotating program for managing tourism objects, in this case BUMDes Johar Mandiri, was given training in the operation, maintenance / maintenance of the solar power generation system, so that after the program it was able to solve the troubleshooting that occurred both in the generation system, control and distribution system. The resulting capacity of the Solar Power Plant in this Sawah Tour is 3500 WP which is used to meet all lighting needs. With this program, managers can reduce costs by Rp. 3,000,000 / month for electricity needs.
PENINGKATAN EKOMONI MASYARAKAT DESA PEMATANG JOHAR MELALUI USAHA BATIK SAWAH Rimbawati Rimbawati; Zulkifli Siregar; Mohammad Yusri; Muhammad Al qamari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i3.934-943

Abstract

Salah satu daerah lumbung padi di Kabupaten Deli Serdang adalah Desa Pematang Johar. Desa  ini memiliki populasi penduduk 16000 jiwa/4000 KK yang tersebar pada 9 dusun, terletak ± 25 km di sisi timur  Kota Medan. Desa ini sangat strategis mengingat jaraknya yang cukup dekat dengan Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara. Hasil wawancara dengan Kepala Desa Pematang Johar bapak Sudarman, S.Pd diketahui bahwa luas area persawahan di daerah ini ± 2500 Ha, sehingga mampu menyadiakan pemandangan hamparan sawah sejauh mata memandang. Potensi tersebut menjadi inspirasi dalam pengembangan batik sawah yang digagas oleh seorang wirausaha muda yang sudah menekuni batik selama 8 tahun, namu memiliki keterbatasan peralatan. Berdasarkan hal tersebut, pelaksanaan Program Pengembangan Desa Mitra ini di fokuskan pada pengembangann home industri batik pada 3 dusun di Pematang Johar. Ada 3 hal penting yang dilakukan: 1) melakukan pelatihan untuk pemuala sebanyak 20 orang dan nenengah 30 orang, 2) pemberian peralatan produksi, 3) pendampingan dalam manajemen. Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh tim bersama mitra terjadi peningkatan produksi sebesar 300 % setelah program dilaksanakan. Walaupun kondisi pandemi, sehingga mampu menambah pendapatan para pembatik dari 1,5 juta/bln menjadi 4-5 juta/bln.
Perancangan Sistem Proteksi Menggunakan Modul Deep Sea Elektronik 3110 Pada PLTMH Bintang Asih Rimbawati Rimbawati; Yusniati Yusniati
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 4, No 1 (2019): Edisi Februari
Publisher : JET (Journal of Electrical Technology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.598 KB)

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang mengubah energi potensial air menjadi energi mekanis,dengan cara memutar turbin dan generator untuk menghasilkan daya listrik skala kecil, yaitu sekitar 1 KW-100 KW. Pada sebuah pembangkit listrik, hal yang sangat perlu diperhatikan adalah kestabilan tegangan dan frekuensi keluaran yang dihasilkan oleh generator, hal ini diperlukan untuk mengamankan peralatan konsumen agar tidak mengalami kerusakan. PLTMH sangat membutuhkan sistem proteksi yang mampu mengatasi jika terjadi gangguan baik dari dalam maupun dari luar sistem. Dalam penelitian ini sistem proteksi yang digunakan adalah Modul Deep Sea Elektronik 3110 yang berguna untuk memproteksi adanya under dan over voltage serta memproteksi ketidakstabilan frekuensi. Sistem ini bekerja secara otomatis untuk memproteksi adanya gangguan, lalu di setting menggunakan software DSE 3110 Configuration Suite dengan kecepatan 0,5s. Apabila terjadinya over frequency 67,1 Hz, dan under frequency 27,9 Hz, begitu juga dengan over voltage 260 Volt dan under voltage 100 Volt maka Buzzer akan berbunyi sebagai indicator Alarm.
Perancangan Automatic Transfer Switch Berbasis Zelio (Aplikasi Pada PLTS Pematang Johar) Rimbawati Rimbawati; Agung Tajali Ramadhan; Cholish Cholish
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.145 KB) | DOI: 10.30596/rele.v4i1.7819

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi serta penggunaan sistem kontrol secara otomatis dapat menghasilkan kualitas keuntungan dalam memudahkan suatu pekerjaan sistem tertentu. Pembaharuan teknologi pada suatu sistem biasanya membutuhkan perbaikan dari sistem kontrol. Salah satu sistem kontrol yang digunakan yaitu Automatic Transfer Switch dengan menggunakan Programable Logic Controller Zelio sebagai unit kontrol. Metode penghematan energi yang digunakan berupa Solar Cell dengan tujuan sebagai penggerak secara otomatis suplai tenaga pengganti dari PLN agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penggunaan PLS sebagai pengontrol ATS dapat hidup untuk menghidupkan Solar Cell secara otomatis jika terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba. Automatic Transfer Switch menggunakan Zelio Logic Smart Relay yang dirancang sebagai sarana untuk membuat energi dari baterai ke PLN dan sebaliknya secara otomatis. Penguraian tentang perancangan sistem dalam skala yang meliputi perancangan perangkat keras, yaitu menggunakan Software Zelio Soft 2. dan pengujian dilakukan pada masing-masing blok rangkain pembagi tegangan, otomatisasi dan karaktristik SFC PLN, serta simulasi program dan sistem pensaklaran menggunakan relai tersebut.Kata kunci : PLTS, Solar Cell, Automatic Transfer Switch, Smartrelay, Zelio Soft 2Abstract Technological developments and the use of automatic control systems can produce quality benefits in facilitating the work of certain systems. Technological updates to a system usually require improvement of the control system. One of the control systems used is the Automatic Transfer Switch using the Zelio Programable Logic Controller as the control unit. The energy saving method used is in the form of Solar Cells with the aim of automatically driving the supply of replacement power from PLN in order to meet daily needs. The use of PLS as an ATS controller can be turned on to turn on the Solar Cell automatically in the event of a sudden power outage. Automatic Transfer Switch uses Zelio Logic Smart Relay which is designed as a means to make energy from battery to PLN and vice versa automatically. A description of the system design on a scale which includes hardware design, using Zelio Soft 2 software. Keywords : PLTS, Solar Cell, Automatic Transfer Switch, Smart Relay, Zelio Soft 2
Analisis Pengaruh Perubahan Arus Eksitasi Terhadap Karakteristik Generator (Aplikasi Laboratorium Mesin-Mesin Listrik Fakultas Tek rimbawati rimbawati
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.476 KB) | DOI: 10.30596/rele.v2i1.3647

Abstract

Abstrak — Pembebanan sistem interkoneksi selalu berubah-ubah setiap saat. Perubahan beban menyebabkan fluktuasi perubahan tegangan keluaran generator dan perubahan pada arus eksitasi generator.  Untuk menghasilkan tegangan keluaran generator yang konstan diperlukan suatu pengaturan tegangan keluaran generator. Pengaturan tegangan tersebut dilakukan dengan mengatur arus eksitasinya. Arus eksitasi adalah sistem pasokan listrik DC sebagai penguatan pada generator atau sebagai pembangkit medan sehingga suatu generator dapat menghasilkan energi listrik dengan besar tegangan keluaran generator bergantung pada besarnya arus eksitasi. Pada penelitian ini menggunakan catu daya DC sebagai arus eksiternya dengan nilai yang bervariasi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik dari generator terhadap perubahan nilai arus eksitasi yang diberikan. Daya reaktif paling tinggi beban R-L dicapai pada pengaturan arus eksitasi sebesar 3,5 ampere dengan nilai daya reaktif sebesar 661,4 var. Sedangkan pada beban R-C daya reaktif yang dihasilkan lebih rendah dari beban R-L yaitu sebesar 616,93 var. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tegangan generator sangat dipengaruhi oleh besar kecilnya arus eksitasi yang diberikan. Semakin besar arus eksitasi yang diberikan maka tegangan keluaran generator akan semakin besar. Hal ini berbanding lurus antara tegangan keluaran generator dengan arus eksitasi yang diberikan. Selain itu, pada pembebanan R-L dan R-C daya reaktif yang dihasilkan juga akan bertambah besar.Kata kunci :    Arus eksitasi, tegangan generator, daya reaktifAbstract — The interconnection system loading is always changing. Changes in load cause fluctuations in changes in generator output voltage and changes in generator excitation currents. To produce a constant generator output voltage a regulation of the generator output voltage is required. The voltage regulation is done by adjusting the current excitation. Excitation current is a DC power supply system as a reinforcement to a generator or as a field generator so that a generator can produce electrical energy with a large generator output voltage depending on the amount of excitation current. In this study, DC power supplies are used as exciter current with varying values. This is done to determine the characteristics of the generator to change the value of the given excitation current. The highest reactive power of the R-L load is achieved at the regulation of the excitation current of 3.5 amperes with a reactive power value of 661.4 var. Whereas at the R-C load the reactive power produced is lower than the R-L load that is equal to 616.93 var. This study concludes that the generator voltage is strongly influenced by the size of the given excitation current. The greater the excitation current given, the greater the generator output voltage. This is directly proportional between the generator output voltage and the given excitation current. In addition, the loading of R-L and R-C reactive power generated will also increase.Keywords :            Excitation current, generator voltage, reactive power
Analisa Penurunan Tingkat Penurunan Iluminasi Sistem Penerangan Terhadap Lifetime Lampu abdul azis hutasuhut; rimbawati rimbawati; Rifqi Fathullah Qayyim; faisal lubis
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.168 KB) | DOI: 10.30596/rele.v1i2.3015

Abstract

Abstrak —Sistem penerangan merupakan beban yang paling besar pada kategori pelanggan rumah tangga. Lampu dipasaran terdapat banyak jenis dengan berbagai merk yang masing-masing meiliki karakteristik yang berbeda-beda. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan masing-masing tiga jenis lampu yang beredar dipasaran yaitu lampu pijar,lampu hemat energi dan lampu LED selanjutnya pengujian pada sampel merk yang berbeda dengan voltase yang sama dan tingkat iluminasi yang mendekati. Pengujian dilakukan dengan mengukur tingkat penurunan iluminasi saat 0 jam dihidupkan sampai dengan 168 jam dihidupkan. Hasil yang diperoleh pada masing-masing pengujian adalah Pada lampu LED merk Kawachi memiliki tingkat penurunan iluminasi yang terbesar yaitu dari 0 jam bernilai 108.4 Lux menjadi 37.2 Lux. Pada lampu hemat energi merk Hanochs memiliki tingkat penurunan iluminasi yang terbesar yaitu dari 0 jam bernilai 58.9 Lux menjadi 6.5 Lux. Selanjutnya pada lampu pijar merk Chiyoda memiliki tingkat penurunan iluminasi yang terbesar yaitu dari 0 jam bernilai 74.7 Lux menjadi 25.3 Lux.Kata kunci: Lampu Pijar, Lampu Hemat Emergi, LED, iIluminasi,Abstract —lighting system is the biggest burden in the household customer category. Lights in the market there are many types with various brands, each of which has different characteristics. This research was conducted by comparing each of the three types of lamps that were circulating in the market, namely incandescent lamps, energy saving lamps and LED lights then testing on different brands of samples with the same voltage and the level of illumination approaching. Testing is done by measuring the level of reduction in illumination when 0 hours are turned on until 168 hours are turned on. The results obtained in each test are that the Kawachi brand LED lights have the greatest reduction in illumination, ie from 0 hours worth 108.4 Lux to 37.2 Lux. The energy-saving lamps of the Hanochs brand have the greatest reduction in illumination, which is from 0 hours worth 58.9 Lux to 6.5 Lux. Furthermore, the Chiyoda brand incandescent lamp has the largest reduction in illumination, which is from 0 hours worth 74.7 Lux to 25.3 Lux.Keywords: Incandescent Lights, Energy Saving Lamps, LEDs, Illumination,
Perancangan Sistem Kontrol Penstabil Tegangan Menggunakan PLC M221 Pada PLTMH Bintang Asih Rimbawati Rimbawati; Cholish Cholish; Eko Saputro; Partaonan Harahap
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1808.544 KB) | DOI: 10.30596/rele.v3i2.6482

Abstract

Abstrak— Pada pembangkit listrik tenaga mikrohidro kestabilan tegangan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan. Penelitian ini melakukan perancangan alat penstabil tegangan menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) TM221ME16R dengan sistem komparasi. Beban komplemen yang digunakan berupa lampu pijar dan heater. Beban komplemen berfungsi sebagai penstabil tegangan apabila beban konsumen berubah-ubah sehingga tidak mempengaruhi tegangan dan frekuensi dengan mempertahankan nilai arus yang telah ditentukan. Penggunaan sensor arus bertujuan untuk mendapatkan atau mendeteksi perubahan arus pada beban konsumen dan mengalihkannya ke beban komplemen. Penggunaan sensor tegangan digunakan untuk mendeteksi terjadinya drop tegangan 190 Volt atau tegangan berlebih 250 Volt. Pada saat terjadinya drop tegangan 190 Volt maka penggunaan daya pada beban konsumen dialihkan sepenuhnya ke beban komplemen untuk menaikkan tegangan yang dihasilkan generator menjadi 220 Volt dan ketika terjadinya tegangan berlebih 250 Volt pada generator maka heater akan hidup selama 15 menit untuk menurunkan tegangan menjadi tegangan normal dengan nilai 220 Volt.                         Kata kunci : PLTMH, PLC TM221ME16R, Beban Komplemen, Sensor Arus, Sensor Tegangan Abstract— In micro hydro power plants, voltage stability is an important factor that must be considered. This study conducted a voltage stabilizer design using a TM221ME16R Programmable Logic Controller (PLC) with a comparison system. The complement loads used are incandescent lamps and heaters. The complement load functions as a voltage stabilizer when the consumer's load changes so that it does not affect the voltage and frequency by maintaining a predetermined current value. The use of current sensors aims to obtain or detect current changes in consumer loads and divert them to complement loads. The use of a voltage sensor is used to detect a voltage drop of 190 volts or an excess of 250 volts. At the time of the 190 Volt voltage drop, the power use at the consumer load is completely transferred to the complement load to increase the voltage generated by the generator to 220 Volts and when there is an excess voltage of 250 Volts on the generator, the heater will live for 15 minutes to reduce the voltage to normal voltage with 220 Volt value. Keywords : PLTMH, PLC TM221ME16R, Complementary Load, Current Sensor, Voltage Sensor
Pemberdayaan Kelompok Pembatik Sebagai Upaya Pengembangan Kearifan Lokal Di Desa Perjaga Pakpak Bharat Marah Doly Nasution; Ismail Hanif Batubara; Zulkifli Siregar; Rimbawati Rimbawati
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2021): Juni
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v2i2.286

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan dalam rangka Program Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UMSU. Pengabdian ini dilaksanakan di Kabupaten Pakpak Bharat pada tanggal 26-27 Juli 2021. Adapun Peserta Kegiatan ini adalah Masyarakat Desa Perjaga dan beberapa anggota dari kecamatan yang dilibatkan untuk melestarikan kearifan local yakni gambir. Pengabdian ini dilaksanakan untuk menjawab salah satu ketidaktahuan masyarakat setempat akan fungsi gambir sebagai pewarna alami dalam membatik. Peralatan membatik yang tidak ada, pengetahuan yang minim sama sekali tentang membatik merupakan dua hal yang melatarbelakangi pengabdian ini. Pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar. Hampir 90 % indicator yang digunakan untuk mengukur kemampuan peserta dalam membatik telah berhasil dilaksanakan, walaupun masih terdapat beberapa peserta yang memang sama sekali tidak mampu pada bagian-bagian membatik seperti proses pewarnaan dan mengukir kain dengan seksama. Setelah selesai pengabdian ini kami berharap masyarakat setempat sudah mampu membatik dan memanfaatkan getah gambir sebagai pewarna alami sebagai bagian dari melestraikan kebudayaan local. 
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS UMKM DI DESA PEMATANG JOHAR MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI OTOMATIS Rimbawati Rimbawati; Zulkifli Siregar; Mohammad Yusri; Muhammad Al qamari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.2764-2773

Abstract

Desa Pematang Johar merupakan wilayah yang cukup berkembang di Kabupaten deli Serdang. Masyarakatnya yang majemuk menjadikan desa ini mampu mengembangkan potensi dari berbagai bidang, baik pertanian, industri kreatif serta UMKM yang bergerak dalam bidang makanan ringan berupa keripik singkong, keripik tempe dan bakery. Para pelaku UMKM tersebut mayoritas terkendala kurangnya alat pendukung produksi karena masih menggunkan yang manual. Berkaitan dengan hal tersebut maka fokus pelaksanaan program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) pada tahun ke 3 ini adalah mengembangkan UMKM yang ada di Desa Pematang Johar. Guna meningkatkan produktivitas usaha, maka Tim bersama mahasiswa merancang kebutuhan peralatan produksi berupa mesin perajang singkong otomatis berikut renovasi tungku serta ruang produksi, perajang tempe otomatis, mixer otomatis kapasitas 35 Ltr serta oven otomatis berukuran 130 x 60 x70 cm dengan bahan bakar Gas. Berdasarkan informasi dari para pelaku UMKM pasca program dilaksanakan terjadi peningkatan produksi sebesar 250 % untuk setiap produk. Hal ini menunjukkan pendapatan para pelaku UMKM juga mengalami peningkatan secara signifikan. 
Pengaruh Intensitas Cahaya Matahari Dan Suhu Terhadap Daya Yang Dikeluarkan Oleh Modul Sel Surya Monocrystalline Dan Polycrystalline P Harahap; I Bustami; Rimbawati; B Oktrialdi
Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil) Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal MESIL (Mesin Elektro Sipil)
Publisher : Cered Indonesia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jm.v3i3.791

Abstract

Bahan bakar minyak dan batu bara terbentuk dari fosil hewan yang digunakan sebagai energi utama untuk pembangkit listrik milik perusahaan listrik negara yang dimana sekarang ketersediaannya semakin menipis. Sebagai energi yang tidak dapat diperbarui akan membuat nilai jual kembali yang lebih tinggi, sehingga diperlukan studi dan penelitian yang terbarukan tentang energi matahari sebagai sumber energi listrik. Penggunaan dari sumber energi matahari adalah alternatif untuk mengurangi permintaan energi dan mengoptimalkan Potensi alami PLN. Sel surya adalah teknologi yang mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui rata rata daya yang dihasilkan sel surya monocrystalline dan polycrystalline serta intensitas radiasi keseluruhan. Metode penelitian ini adalah pengukuran intensitas radiasi matahari secara nyata atau observasi dan mengukur daya output panel sel surya, adapun bahan yang digunakan didalam pengukuran adalah solar power meter yang digunakan untuk mengukur intensitas sinar matahari, multimeter digunakan untuk mengukur tegangan dan arus, Panel sel surya monocrystalline dan polycrystalline yang digunakan kapasitas masing-masing 50 Wp solar. Pengujian dilaksanakan selama 6 hari, setiap hari pengujian dimulai pukul 7:00 wib hingga 16:00 wib dan dilakukan pengukuran 2 jam sekali . Hasil penelitian menunjukkan Pada pengukuran daya pada panel surya jenis monocrystalline yang telah dilakukan secara keseluruhan mendaptkan rata rata daya sebesar 7,01 watt, sedangkan pada panel surya jenis polycrystalline yang telah dilakukan pengukuran secara keseluruhan mendapatkan rata rata daya sebesar 6,2 watt dengan intensitas radiasi matahari keseluruhan sebesar 78760 lux