Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis status gizi pada balita stunting Ellyda Rizki Wijhati; Rosmita Nuzuliana; Maulita Listian Eka Pratiwi
Jurnal Kebidanan Vol 10, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.10.1.2021.1-12

Abstract

Permasalahan gizi adalah permasalahan global yang memiliki dampak yang sistemik pada Negara berkembang termasuk Indonesia. Permasalahan yang terjadi pada anak dengan kekurangan gizi tidak hanya dengan postur tubuh, namun berdampak pada kesehatan baik saat ini maupun pada kehiduan selanjutnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan waktu cros sectional. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 55 balita stunting, dengan total sampling. Hasil penelitian didapatkan balita stunting yang memiliki status gizi baik berdasarkan BB/TB adalah 85.5%, dengan faktor yang paling berhubungan dengan tingkat pendidikan ayah dan ibu
HUBUNGAN PRAKTIK PEMBERIAN NUTRISI DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA Evtiasari, Ely; Rosmita Nuzuliana
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v7i2.517

Abstract

Masalah gizi pada anak dapat menyebabkan gangguan dalam tumbuh kembang, yang dipengaruhi oleh faktor asupan nutrisi. Ibu memiliki peran penting dalam pemberian nutrisi melalui praktik responsive feeding. Data WHO pada tahun 2022, terdapat (22,3%) 148,1 juta anak di bawah 5 tahun yang terlalu pendek dibandingkan usianya (stunting), (6,8%) 45 juta anak terlalu kurus dibandingkan tinggi badannya (wasting), dan (5,6%) 37 juta anak terlalu berat dibandingkan tinggi badannya (overweight). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara praktik pemberian nutrisi dan status gizi pada balita. Metode penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sewon II. Subjek penelitian sebanyak 96 orang dipilih dengan teknik purposive sampling dan quota sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner, timbangan, dan microtoise. Data dianalisis dengan uji univariat dan bivariat menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi ibu dengan praktik pemberian nutrisi tepat (50%) dan kurang (50%). Untuk status gizi balita, gizi baik mencapai 90,6%, sementara malnutrisi 9,4%. Terdapat hubungan signifikan antara praktik pemberian nutrisi dengan status gizi balita (p = 0,031 < 0,05). Kesimpulannya, ada hubungan antara praktik pemberian nutrisi dengan status gizi pada balita. Diharapkan ibu dapat meningkatkan pengetahuannya mengenai responsive feeding, memahami isyarat lapar dan kenyang anak, serta mengurangi gangguan saat makan untuk memperbaiki status gizi balita.
Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Status Gizi Balita di Desa Sidorejo Lendah Kulon Progo Yogyakarta Nuzuliana, Rosmita; Alviolita, Shineka Nur
Jurnal Sehat Mandiri Vol 18 No 2 (2023): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 18, No.2 Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v18i2.1063

Abstract

PHBS is one of the indirect factors on the nutritional status of toddlers. Health behavior problems in early childhood are related to personal hygiene and the environment. A preliminary study conducted on 10 respondents in Sidorejo Village showed that out of 10 indicators of PHBS, mothers who carried out 1-3 indicators had 1 toddler with poor nutritional status, mothers who carried out 4-5 indicators had 4 toddlers with malnutrition status, and mothers who do 8-10 indicators have five children with good nutritional status. This study aims to determine the relationship between clean and healthy living behavior and the nutritional status of toddlers in Sidorejo Lendah Kulon Progo Village, Yogyakarta. The research method uses cross-sectional analytic with the Cluster Random Sampling technique with a population of 456, a sample of 100 respondents and PHBS data collection in the form of a questionnaire. The results of this study are that there is a relationship between PHBS and the nutritional status of toddlers in Sidorejo Lendah Kulon Progo Village, Yogyakarta. In conclusion, there is a significant relationship (0.001) with a close relationship in the low category with a correlation value (0.295). The suggestions are expected to improve good PHBS, the better the implementation of PHBS for mothers, the smaller the risk of toddlers experiencing malnutrition status.
Pendampingan Keluarga Dalam Upaya Peningkatan Gizi Pada Balita Malnutrisi Nuzuliana, Rosmita; Ellyda Rizki Wijhati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i1.2341

Abstract

Malnutrisi adalah suatu kondisi kurangnya asupan atau penyerapan makanan yang menyebabkan perubahan komposisi tubuh (pengurangan massa bebas lemak) dan perubahan massa sel tubuh, sehingga mengakibatkan penurunan fungsi fisik dan mental serta gangguan hasil klinis dari suatu penyakit. Indonesia menempati peringkat keenam jumlah balita malnutrisi secara global. Upaya yang dilakukan puskesmas belum sampai kearah pendampingan keluarga karena terkendala sumberdaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan komprehensif pada keluarga yang memiliki balita malnutrisi. Sasaran  dari kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita malnutrisi. Metode pemecahan masalah dilakukan dengan pendampingan keluarga dengan rincian koordinasi awal, pembentukan  WAG, edukasi dan penilaian rumah, pemantauan rutin dan evaluasi.  Hasil didapatkan ibu balita kurang percaya diri dalam mendampingi anak sehingga diberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, pijat bayi dan pendampingan intensive melalui WAG. Hasil yang didapatkan terdapat peningkatan pengtahuan ibu  terkait nutrisi yang sehat untuk anak namun belum semua ibu menerapkan karena terkendala masalah ekonomi dan  dukungan keluarga. Luaran yang sudah dihasilkan adalah, video kegiatan, artikel media elektronik.
The Relationship Between Husband's Support And Antenatal Care Visits At Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta Mita Febriani; Rosmita Nuzuliana
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jfkes.v2i3.2417

Abstract

Husband's support is an essential factor that influences pregnant women's adherence to attending Antenatal Care (ANC) visits. Husbands who provide emotional, informational, and instrumental support can increase a mother's motivation to undergo regular pregnancy check-ups. Regular ANC visits are crucial for monitoring maternal and fetal health and for early detection of potential pregnancy complications. However, many pregnant women do not attend ANC visits as recommended due to a lack of support from their partners. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. The study sample consisted of 53 third-trimester pregnant women selected using accidental sampling. Data were collected through a validated and reliable questionnaire. Data analysis was conducted using the chi-square test to examine the relationship between the independent variable (husband's support) and the dependent variable (ANC visits). The results showed that most respondents had moderate (45.3%) and low (41.5%) levels of husband support. Additionally, only 45.3% of respondents regularly attended ANC visits. Statistical analysis indicated a significant relationship between husband's support and pregnant women's adherence to ANC visits (p < 0.05). The study concludes that higher levels of husband support increase the likelihood of pregnant women attending ANC visits regularly. Therefore, family-based interventions involving husbands in maternal health education programs should be enhanced to improve ANC coverage
GAMBARAN STATUS GIZI PADA BALITA DIARE DI PUSKESMAS GODEAN I YOGYAKARTA Winarti, Putri Yuni; Nuzuliana, Rosmita
Jurnal Planoearth Vol 10, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpe.v10i1.17191

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada balita diare dengan menggunakan metode purposive sampling sejumlah 68 sampel, pengumpulan data menggunakan rekam medis. Hasil dari penelitian ini adalah dari Karakteristik balita diare berdasarkan usia mayoritas usia 1 tahun (34%), mayoritas jenis kelamin laki-laki (57%), jenis pembayaran mayoritas menggunakan Bpjs non Pbi (41%). Status Gizi secara keseluruhan adalah normal (44%) dan masih ada status gizi balita yang kurang tetapi masih dalam batas normal yaitu 6% (<10%).Abstract: This study aimed to provide an overview of the nutritional status of toddlers with diarrhea, utilizing purposive sampling method with a sample size of 68. Data collection was done using medical records. The results of this study show that the majority of toddlers with diarrhea were one year old (34%), predominantly male (57%), and primarily used non-PBI BPJS as their payment method (41%). Overall, the nutritional status was normal (44%), but there were still some toddlers with suboptimal nutritional status within the normal range, i.e., 6% (<10%).
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Pencegahan HIV/AIDS pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Maharani, Tiara; Nuzuliana, Rosmita
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.391

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan secara global, termasuk di Indonesia yang mempengaruhi banyak individu terutama remaja dan mahasiswa. Pengetahuan yang kurang tentang HIV/AIDS dapat mempengaruhi sikap dan perilaku pencegahan di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap pencegahan HIV/AIDS pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasi dan metode cross sectional. Responden penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir yang berasal dari fakultas yang berbeda di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner mengenai pengetahuan dan sikap pencegahan HIV/AIDS. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Spearman rank untuk mengukur hubungan antara pengetahuan dan sikap pencegahan HIV/AIDS. Hasil analisis data meggunakan uji Spearman’s Rho menghasilkan nilai r 0,193 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p kurang dari 0,05), yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan kekuatan korelasi hubungan sangat lemah ke arah positif. Saran dari penelitian ini adalah untuk mengadakan edukasi rutin bersama narasumber ahli guna meningkatkan pengetahuan dan sikap mahasiswa mengenai pencegahan HIV/AIDS serta mengurangi stigma negatif. Mahasiswa tingkat akhir diharapkan dapat memperkuat upaya penvegahan HIV/AIDS di lingkungan kampus dan masyarakat. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi faktor lain yang mempengaruhi sikap pencegahan HIV/AIDS seperti pengalaman pribadi, lingkungan, dan media massa.  
PEMBERDAYAAN GURU MELALUI PROGRAM PELATIHAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK DIDIK Nuzuliana, Rosmita; Ratnaningsih, Sri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v4i4.3021

Abstract

Reducing stunting rates in Indonesia is the responsibility of all sectors, including the early childhood education sector. This program is an additional burden for early childhood education  teachers because the implementation of the program is evaluated directly during the institution's accreditation activities. The problem that occurs is the teachers, especially those who are members of the Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) teachers' association in Turi Sleman, are not health workers and not all teachers have been exposed to training related to growth and development detection. The results of the identification, 95% of teachers have not been exposed at all to how to detect growth and development. For this reason, we help the community, especially teachers, to be able to detect growth and development for students by providing training to IGABA’s teachers on child growth and development detection. The total implementation of the activity was carried out for one month starting from preparation, implementation and evaluation. Preparations were made starting from coordination, equipment preparation. The implementation of activities using educational methods through lectures and discussions, demonstrations, roleplay. Evaluation was carried out after the action to determine the level of knowledge and skills after training. Participants who took part in this activity were 35 IGABA teachers from 8 schools. The results found that there was an increase in teacher knowledge and skills in detecting child growth and development. The average increase in knowledge was 24.4 and the average difference in skill scores before and after was 48.086. These good results are expected to enable teachers to routinely implement detection of student growth and development so that they can help implement government programs. In addition, we provide a module book in monitoring student growth and development entitled Jejak Tumbuhku and a set of educational game tools for growth and development detection in each school for the implementation of growth and development detection in each school.
Hubungan Keterlibatan Ayah Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Godean Yogyakarta Rike Yulianti; Yekti Satriyandari; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.121

Abstract

Gangguan mental emosional merupakan suatu keadaan yang mempelihatkan seseorang mengalami perubahan emosional yang dapat berkelanjutan. Peran ayah sangat penting dalam mengasuh remaja sebab akan berdampak pada aspek kognitif maupun emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterlibatan ayah dengan kesehatan mental pada remaja putri. Metode dalam penelitian ini berupa korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 148 remaja putri dengan pengambilan sampel secara teknik Total Sampling dianalisis dengan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar keterlibatan ayah dalam kategori cukup yakni sebesar 33,8%, sedangkan remaja yang mengalami gangguan mental sebesar 33,1%. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar = 0,000 < 0,05 yang menunjukkan ada hubungan keterlibatan ayah dengan kesehatan mental pada remaja putri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi siswi untuk berperan aktif dalam membangun kedekatan dengan ayah. Keterlibatan dalam kegiatan sosial dan akademik, seperti mengerjakan tugas bersama, berlibur, dan sering berkomunikasi, dapat membantu memperkuat hubungan tersebut serta mendukung kesehatan mental remaja. Dengan demikian, hubungan yang baik antara ayah dan anak dapat berkontribusi positif terhadap perkembangan emosional dan mental remaja putri.
Gambaran Tindakan Indikasi Episiotomi Pada Persalinan Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogyakarta Kurniaty Asa; Rosmita Nuzuliana; Intan Mutiara Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.165

Abstract

Episiotomi adalah tindakan medis yang sering dilakukan saat persalinan untuk memperbesar jalan lahir dengan membuat sayatan pada perineum, area antara vagina dan anus. Di Indonesia, sekitar 75-83% ibu yang melahirkan secara pervaginam mengalami laserasi perineum, dan 63% dari kasus tersebut memerlukan jahitan akibat episiotomi atau robekan spontan. Di RS PKU Muhammadiyah Gamping, tercatat 106 kasus episiotomi selama tahun 2024. Luka akibat episiotomi dapat menimbulkan rasa sakit yang mengganggu aktivitas seharihari seperti berjalan, duduk, dan buang air kecil selama 2– 3 minggu, serta berisiko mengalami infeksi jika tidak dirawat dengan baik. Oleh karena itu, tindakan episiotomi harus dilakukan berdasarkan indikasi medis yang tepat dan teknik yang sesuai, sejalan dengan program pemerintah yang mengedepankan asuhan sayang ibu dan bayi. Penelitian deskriptif dengan total sampling ini bertujuan menggambarkan indikasi episiotomi pada persalinan di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Hasil menunjukkan indikasi utama episiotomi adalah perineum kaku (30,19%), diikuti oleh bayi premature (23,58%), vakum ekstraksi (19,81%), bayi besar (10,38%), gawat janin (10,38%), dan persalinan sungsang (5,66%). Simpulan: Episiotomi masih sering dilakukan berdasarkan indikasi klinis tertentu yang berhubungan dengan resiko komplikasi persalinan dengan indikasi utama perineum kaku. Saran: Ibu hamil dianjurkan rutin senam kegel dan pijat perenium, petugas melakukan episiotomi berdasarkan indikasi medis yang jelas,bukan dilakukan secara rutin.