Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PRAKTIK PEMBERIAN NUTRISI DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA Evtiasari, Ely; Rosmita Nuzuliana
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v7i2.517

Abstract

Masalah gizi pada anak dapat menyebabkan gangguan dalam tumbuh kembang, yang dipengaruhi oleh faktor asupan nutrisi. Ibu memiliki peran penting dalam pemberian nutrisi melalui praktik responsive feeding. Data WHO pada tahun 2022, terdapat (22,3%) 148,1 juta anak di bawah 5 tahun yang terlalu pendek dibandingkan usianya (stunting), (6,8%) 45 juta anak terlalu kurus dibandingkan tinggi badannya (wasting), dan (5,6%) 37 juta anak terlalu berat dibandingkan tinggi badannya (overweight). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara praktik pemberian nutrisi dan status gizi pada balita. Metode penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sewon II. Subjek penelitian sebanyak 96 orang dipilih dengan teknik purposive sampling dan quota sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner, timbangan, dan microtoise. Data dianalisis dengan uji univariat dan bivariat menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi ibu dengan praktik pemberian nutrisi tepat (50%) dan kurang (50%). Untuk status gizi balita, gizi baik mencapai 90,6%, sementara malnutrisi 9,4%. Terdapat hubungan signifikan antara praktik pemberian nutrisi dengan status gizi balita (p = 0,031 < 0,05). Kesimpulannya, ada hubungan antara praktik pemberian nutrisi dengan status gizi pada balita. Diharapkan ibu dapat meningkatkan pengetahuannya mengenai responsive feeding, memahami isyarat lapar dan kenyang anak, serta mengurangi gangguan saat makan untuk memperbaiki status gizi balita.
Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Status Gizi Balita di Desa Sidorejo Lendah Kulon Progo Yogyakarta Nuzuliana, Rosmita; Alviolita, Shineka Nur
Jurnal Sehat Mandiri Vol 18 No 2 (2023): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 18, No.2 Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v18i2.1063

Abstract

PHBS is one of the indirect factors on the nutritional status of toddlers. Health behavior problems in early childhood are related to personal hygiene and the environment. A preliminary study conducted on 10 respondents in Sidorejo Village showed that out of 10 indicators of PHBS, mothers who carried out 1-3 indicators had 1 toddler with poor nutritional status, mothers who carried out 4-5 indicators had 4 toddlers with malnutrition status, and mothers who do 8-10 indicators have five children with good nutritional status. This study aims to determine the relationship between clean and healthy living behavior and the nutritional status of toddlers in Sidorejo Lendah Kulon Progo Village, Yogyakarta. The research method uses cross-sectional analytic with the Cluster Random Sampling technique with a population of 456, a sample of 100 respondents and PHBS data collection in the form of a questionnaire. The results of this study are that there is a relationship between PHBS and the nutritional status of toddlers in Sidorejo Lendah Kulon Progo Village, Yogyakarta. In conclusion, there is a significant relationship (0.001) with a close relationship in the low category with a correlation value (0.295). The suggestions are expected to improve good PHBS, the better the implementation of PHBS for mothers, the smaller the risk of toddlers experiencing malnutrition status.
The Relationship Between Husband's Support And Antenatal Care Visits At Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta Mita Febriani; Rosmita Nuzuliana
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jfkes.v2i3.2417

Abstract

Husband's support is an essential factor that influences pregnant women's adherence to attending Antenatal Care (ANC) visits. Husbands who provide emotional, informational, and instrumental support can increase a mother's motivation to undergo regular pregnancy check-ups. Regular ANC visits are crucial for monitoring maternal and fetal health and for early detection of potential pregnancy complications. However, many pregnant women do not attend ANC visits as recommended due to a lack of support from their partners. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. The study sample consisted of 53 third-trimester pregnant women selected using accidental sampling. Data were collected through a validated and reliable questionnaire. Data analysis was conducted using the chi-square test to examine the relationship between the independent variable (husband's support) and the dependent variable (ANC visits). The results showed that most respondents had moderate (45.3%) and low (41.5%) levels of husband support. Additionally, only 45.3% of respondents regularly attended ANC visits. Statistical analysis indicated a significant relationship between husband's support and pregnant women's adherence to ANC visits (p < 0.05). The study concludes that higher levels of husband support increase the likelihood of pregnant women attending ANC visits regularly. Therefore, family-based interventions involving husbands in maternal health education programs should be enhanced to improve ANC coverage
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Pencegahan HIV/AIDS pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Maharani, Tiara; Nuzuliana, Rosmita
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.391

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan secara global, termasuk di Indonesia yang mempengaruhi banyak individu terutama remaja dan mahasiswa. Pengetahuan yang kurang tentang HIV/AIDS dapat mempengaruhi sikap dan perilaku pencegahan di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap pencegahan HIV/AIDS pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasi dan metode cross sectional. Responden penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir yang berasal dari fakultas yang berbeda di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner mengenai pengetahuan dan sikap pencegahan HIV/AIDS. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Spearman rank untuk mengukur hubungan antara pengetahuan dan sikap pencegahan HIV/AIDS. Hasil analisis data meggunakan uji Spearman’s Rho menghasilkan nilai r 0,193 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p kurang dari 0,05), yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan kekuatan korelasi hubungan sangat lemah ke arah positif. Saran dari penelitian ini adalah untuk mengadakan edukasi rutin bersama narasumber ahli guna meningkatkan pengetahuan dan sikap mahasiswa mengenai pencegahan HIV/AIDS serta mengurangi stigma negatif. Mahasiswa tingkat akhir diharapkan dapat memperkuat upaya penvegahan HIV/AIDS di lingkungan kampus dan masyarakat. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi faktor lain yang mempengaruhi sikap pencegahan HIV/AIDS seperti pengalaman pribadi, lingkungan, dan media massa.  
PEMBERDAYAAN GURU MELALUI PROGRAM PELATIHAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK DIDIK Nuzuliana, Rosmita; Ratnaningsih, Sri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v4i4.3021

Abstract

Reducing stunting rates in Indonesia is the responsibility of all sectors, including the early childhood education sector. This program is an additional burden for early childhood education  teachers because the implementation of the program is evaluated directly during the institution's accreditation activities. The problem that occurs is the teachers, especially those who are members of the Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) teachers' association in Turi Sleman, are not health workers and not all teachers have been exposed to training related to growth and development detection. The results of the identification, 95% of teachers have not been exposed at all to how to detect growth and development. For this reason, we help the community, especially teachers, to be able to detect growth and development for students by providing training to IGABA’s teachers on child growth and development detection. The total implementation of the activity was carried out for one month starting from preparation, implementation and evaluation. Preparations were made starting from coordination, equipment preparation. The implementation of activities using educational methods through lectures and discussions, demonstrations, roleplay. Evaluation was carried out after the action to determine the level of knowledge and skills after training. Participants who took part in this activity were 35 IGABA teachers from 8 schools. The results found that there was an increase in teacher knowledge and skills in detecting child growth and development. The average increase in knowledge was 24.4 and the average difference in skill scores before and after was 48.086. These good results are expected to enable teachers to routinely implement detection of student growth and development so that they can help implement government programs. In addition, we provide a module book in monitoring student growth and development entitled Jejak Tumbuhku and a set of educational game tools for growth and development detection in each school for the implementation of growth and development detection in each school.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogyakarta Siti Hadija Laitupa; Rosmita Nuzuliana; Intan Mutiara Putri
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.491

Abstract

Latar Belakang: Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat kurang dari atau sama dengan 2.500 gram dan usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Faktor penyebab BBLR adalah anemia ,usia , pendidikan, paritas, preeklampsia, kehamilan gemeli dan ketuban pecah dini (KPD) . Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan case control, melibatkan populasi 548 bayi. Sampel terdiri dari 88 kasus dan 88 kontrol, diambil dengan total sampling untuk kasus dan random sampling untuk kontrol. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan lembar checklist. Hasil: Dari 176 sampel, 86 ibu hamil (48,9%) mengalami anemia, sedangkan 90 (51,1%) tidak. Jumlah bayi yang mengalami BBLR adalah 88 (50,0%). Analisis statistik menggunakan Chi-square menunjukkan p-value 0,001 untuk anemia,0,034, usia ibu,0,044, pendidikan 0,005, paritas 0,044, preeklampsia dengan 0,002,dan ketuban pecah dini 0,000 yang menunjukkan adanya hubungan antara anemia, usia ,pendidikan ,paritas, preeklampsia dan ketuban pecah dini (KPD) pada ibu hamil dengan kejadian BBLR.sedangkan kehamilan gemeli tidak terdapat hubungan dengan kejadian bblr. Kesimpulan:tidak ditemukan hubungan kehamilan gemeli dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Sedangkan terdapat hubungan antara anemia, usia, pendidikan, paritas, preekalmpsia dan ketuban pecah dini pada ibu hamil dengan kejadian BBLR.
Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan Balita Pada Kader Kesehatan Nuzuliana, Rosmita; Istiyati, Siti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kebencanaan dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa bayi dan balita adalah masa mereka mengalami masapertumbuhan dan perkembangan yang cepat dan sangat penting,dimana nantinya merupakan landasan yang menentukan kualitaspenerus generasi bangsa. Salah satu upaya dalam menentuakankuaitas pertumbuhan balita adalah upaya deteksi dini penyimpanganpertumbuhan. Upaya ini tidak akan berjalan maksimal dan benarjika kader sebagai pelaksana kegiatan kurang memahami caradeteksi dini. tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahamandan ketrampilan kader dalam deteksi penyimpangan pertumbuhan.Metode yang dilakukan adalah Fokus Grup Discusion, Pre test, PostTest, penyapaian materi, post test dan praktek langsung. Kegiatanpelatihan terkait dengan deteksi penyimpangan pertumbuhan mampumeningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader secara nyata dansecara statistic. Saran yang diberikan adalah diharapkan kadersenantiasa mengaplikasikan deteksi penyimpangan pertumbuhan inipada setiap kegiatan psyandu yang diselenggarakan.
Gambaran Peran Ayah dalam Pengasuhan Istiyati, Siti; Nuzuliana, Rosmita; Shalihah, Miftahush
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 17 No. 2 (2020): Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v17i2.22

Abstract

Banyaknya permasalahan yang ada di remaja adalah kurang optimalnya peran keluarga dalam pendidikan pertama dan proses pengasuhan. Proses pengasuhan dititik beratkan pada ibu saja dan Peran ayah di masyarakat baru sebatas pencari nafkah dan kebutuhan perkembangan anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran peran ayah dalam pengasuhan. Jenis Penelitian ini adalah Observasional dengan rancangan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah 100 responden dengan teknik total sampling. Data dinalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunaakan Chi-Squere. Hasil yang didapatkan adalah ayah cukup berperan dalam kegiatan pengasuhan pada anak, walaupun mayoritas ayah berstatus bekerja. Hasil uji statistik disebutkan peran ayah berhubungan dengan adanya kehadiran ayah. Untuk itu diharapakan ayah bisa selalu hadir di rumah setelah aktivitas bekerja sehingga dapat membersamai istri dalam proses pengasuhan
Holistic Approach: Emotional Touch Intervention (Kissing and Hugging) and Macronutrient Nutrition in Stunting Prevention in Early Childhood) Fitriahadi, Enny; Daryanti, Menik Sri; Nuzuliana, Rosmita; Mufdlilahi; Satriyandari, Yekti; Nguyen, Thuy Hong
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 4 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i4.326

Abstract

Stunting can lead to complications such as decreased intelligence and impaired growth, which may further deteriorate development into adulthood. This study aimed to examine the effectiveness of maternal kissing, hugging, and macronutrient intake in the prevention of stunting. A randomized clinical trial was conducted involving 170 mothers with toddlers aged 6 to 60 months who were at risk of stunting in 2024. Participants were randomly assigned to intervention and control groups. In both groups, parenting behaviors involving maternal hugging and kissing were measured using a structured questionnaire, while macronutrient intake, particularly protein-rich intake, was assessed using microtoise and length boards. The results showed a significant improvement in the intervention group compared to the control group (p < 0.001). The incidence of stunting was significantly lower in the intervention group than in the control group (p < 0.001). Additionally, the effectiveness of the Emotional Touch Intervention (Kissing and Hugging) and Macronutrient Nutrition (a local playful interaction technique) was statistically significant with a p-value of 0.000 (< 0.05). These findings indicate that maternal kissing, hugging, and adequate macronutrient intake are beneficial strategies in stunting prevention among toddlers. This study contributes to health innovations by promoting a combined approach of affectionate parenting and nutritional support to enhance toddler health and well-being.
Hubungan Keterlibatan Ayah Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Godean Yogyakarta Rike Yulianti; Yekti Satriyandari; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.121

Abstract

Gangguan mental emosional merupakan suatu keadaan yang mempelihatkan seseorang mengalami perubahan emosional yang dapat berkelanjutan. Peran ayah sangat penting dalam mengasuh remaja sebab akan berdampak pada aspek kognitif maupun emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterlibatan ayah dengan kesehatan mental pada remaja putri. Metode dalam penelitian ini berupa korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 148 remaja putri dengan pengambilan sampel secara teknik Total Sampling dianalisis dengan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar keterlibatan ayah dalam kategori cukup yakni sebesar 33,8%, sedangkan remaja yang mengalami gangguan mental sebesar 33,1%. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar = 0,000 < 0,05 yang menunjukkan ada hubungan keterlibatan ayah dengan kesehatan mental pada remaja putri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi siswi untuk berperan aktif dalam membangun kedekatan dengan ayah. Keterlibatan dalam kegiatan sosial dan akademik, seperti mengerjakan tugas bersama, berlibur, dan sering berkomunikasi, dapat membantu memperkuat hubungan tersebut serta mendukung kesehatan mental remaja. Dengan demikian, hubungan yang baik antara ayah dan anak dapat berkontribusi positif terhadap perkembangan emosional dan mental remaja putri.