Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Tindakan Indikasi Episiotomi Pada Persalinan Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogyakarta Kurniaty Asa; Rosmita Nuzuliana; Intan Mutiara Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.165

Abstract

Episiotomi adalah tindakan medis yang sering dilakukan saat persalinan untuk memperbesar jalan lahir dengan membuat sayatan pada perineum, area antara vagina dan anus. Di Indonesia, sekitar 75-83% ibu yang melahirkan secara pervaginam mengalami laserasi perineum, dan 63% dari kasus tersebut memerlukan jahitan akibat episiotomi atau robekan spontan. Di RS PKU Muhammadiyah Gamping, tercatat 106 kasus episiotomi selama tahun 2024. Luka akibat episiotomi dapat menimbulkan rasa sakit yang mengganggu aktivitas seharihari seperti berjalan, duduk, dan buang air kecil selama 2– 3 minggu, serta berisiko mengalami infeksi jika tidak dirawat dengan baik. Oleh karena itu, tindakan episiotomi harus dilakukan berdasarkan indikasi medis yang tepat dan teknik yang sesuai, sejalan dengan program pemerintah yang mengedepankan asuhan sayang ibu dan bayi. Penelitian deskriptif dengan total sampling ini bertujuan menggambarkan indikasi episiotomi pada persalinan di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Hasil menunjukkan indikasi utama episiotomi adalah perineum kaku (30,19%), diikuti oleh bayi premature (23,58%), vakum ekstraksi (19,81%), bayi besar (10,38%), gawat janin (10,38%), dan persalinan sungsang (5,66%). Simpulan: Episiotomi masih sering dilakukan berdasarkan indikasi klinis tertentu yang berhubungan dengan resiko komplikasi persalinan dengan indikasi utama perineum kaku. Saran: Ibu hamil dianjurkan rutin senam kegel dan pijat perenium, petugas melakukan episiotomi berdasarkan indikasi medis yang jelas,bukan dilakukan secara rutin.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Gizi Dengan Kenaikan Berat Badan Selama Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pengasih II Sahli Sentia; Nurul Soimah; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.166

Abstract

Kenaikan berat badan saat hamil merupakan   suatu   bentuk   adaptasi   tubuh   karena terdapat  kehidupan  baru  yang  sedang  tumbuh  dalam rahim  ibu.  Kenaikan berat badan ibu selama hamil adalah  ukuran  yang  paling  umum  untuk  melihat status gizi ibu hamil dan janin selama kehamilan (Fitri, 2025). Menurut survei demografi di Ethiopia, kekurangan gizi pada ibu hamil berkisar antara 19,5% hingga 41,2%. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan sampling accidental didapatkan sejumlah 61 responden ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi dengan menggunakan kuesioner dan buku KIA, jenis data primer dilakukan di Puskesmas Pengasih II pada tanggal 19 Mei – 31 Mei 2025. Analisis data menggunakan uji chi-square. Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 61 responden,  yang berpengetahuan baik memiliki kenaikan berat badan yang normal sebesar 54.9%. Sedangkan responden yang berpengetahuan cukup baik yang tidak normal mengalami penambahan berat badan sebanyak 4.9% namun ada juga ibu hamil yang berpengetahuan kurang yang mengalami penambahan berat badan yang tidak normal sebanyak 8 responden (13.1%). Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 artinya ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang gizi dengan kenaikan berat badan selama kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Pengasih II.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalibawang Tisa Alfathsyah; Nurul Mahmudah; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.175

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan pengembangan anak yang menyebabkan panjang atau tinggi badan anak kurang dari standar. Stunting terjadi akibat kurang gizi kronis yang terjadi sejak janin dalam kandungan sampai usia 2 tahun sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Anak balita adalah anak dari umur 12 bulan hingga 59 bulan. Menurut (WHO) 2022 stunting didunia sebesar 22,3%. Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting salah satunya pengetahuan ibu. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang stunting dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Kalibawang. Metode penelitian: rancangan observasi analitik, pendekatan case control, menggunakan 138 sampel yang terdiri dari 69 kasus dan 69 kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling pada kedua kelompok. Instrumen penelitian ini menggunakan microtoise, infantmeter dan tabel permenkes status gizi anak untuk mengukur tinggi badan dan koesioner untuk mengukur pengetahuan ibu, jenis data primer dan sekunder dilakukan di Puskesmas Kalibawang pada tanggal 14 Mei – 4 Juni 2025. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian: menunjukkan sebagian besar (50.7%) responden berpengetahuan cukup pada kelompok kasus dan (75.4%) berpengetahuan baik pada kelompok kontrol, namun (16.0%) responden berpengetahuan kurang pada kelompok kasus dan (0.0%) pada kelompok kontrol. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan nilai signifikasi (2-tailed) sebesar 0,000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,413 artinya ada hubungan pengetahuan ibu tentang stunting dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Kalibawang dengan keeratan hubunga sedang. Simpulan: Semakin baik pengetahuan ibu tentang stunting semakin kecil balita mengalami stunting. Saran: diharapkan Puskesmas dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan komunitas guna memberikan edukasi mengenai stunting untuk meningkat pengetahuan ibu tentang stunting dalam upaya pencegahan stunting pada balita.
Hubungan Anemia Pada Kehamilan Dengan Insiden BBLR Di RSUD Wates Kulonprogo Dinda Fatikasari; Belian Anugrah Estri; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.194

Abstract

Anemia dalam kehamilan dapat mengganggu pertumbuhan janin dalam kandungan. Ibu hamil dengan anemia bisa melahirkan bayi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). Kejadian BBLR dipengaruhi oleh faktor ibu dan faktor janin, yang mempengaruhi BBLR dilihat dari faktor gizi ibu maka BBLR dipengaruhi oleh anemia yang kekurang energi kronik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia pada kehamilan dengan insiden BBLR. Penelitian ini menggunakaan Case Control Design dengan Korelasi dengan 73 bayi dengan pengambilan sample secara teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan data sekunder atau rekam medis dengan menggunakan Uji Sparman Rank. hasil penelitian diperoleh pada kelompok kasus atau BBLR, mayoritas ibu tidak mengalami anemia dengan persentase 43,2% (16 dari 37 ibu). Sedangkan pada kelompok control atau tidak BBLR mayoritas responden juga tidak mengalami anemia yakni sebesar (91,7%). Meskipun mayoritas tidak anemia, proporsi ibu yang mengalami anemia pada kelompok BBLR masih cukup tinggi dibandingkan kelompok tidak BBLR. hasil uji sparman rank didapatkan hasil nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,005) yang berarti hipotesis nol (Ho) ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat anemia pada kehamilan dengan inseden BBLR di RSUD Wates Kulonprogo. Penelitian ini dapat diharapkan kepada seluruh ibu supaya tetap menjaga kesejahteraan janin dan bayi dalam kehamilan dengan melakukan pemerikasaan ANC Terpadu di puskesmas terdekat yang bekerja sama RSUD Wates Kulonprogo
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Status Gizi Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping I Yogyakarta Anisah Anisah; Rosmita Nuzuliana; Kharisah Diniyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.238

Abstract

Gizi merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat kesejahteraan dan kesehatan manusia, karena status gizi akan mempengaruhi kecerdasan, daya tahan tubuh dan produktivitas. Asupan gizi bagi bayi harus diperhatikan, terutama pemberian ASI pada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan untuk mendukung perkembangan motorik bayi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Ekslusif dengan status gizi bayi. Metode dalam penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 63 responden dengan pengambilan sampel secara teknik accidental sampling dianalisis dengan Uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh sebagian ibu besar memberikan ASI Eksklusif pada balita yakni sebanyak 53 responden (84.1%). status gizi balita dalam penelitian ini mayoritas memiliki status gizi dalam kategori normal yakni sebanyak 50 responden (79,5%). Hasil uji Chi Square diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar = 0,002 < 0,05 yang menunjukkan hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Ekslusif dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Gamping 1 Sleman Yogyakarta.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Pada Batita Di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping I Yogyakarta Tjahya Pramudyaning; Rosmita Nuzuliana; Kharisah Diniyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.257

Abstract

Gizi pada anak batita merupakan permasalahan global dengan dampak yang sistemik yang signifikan, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor tidak langsung yang dapat mempengaruhi status gizi batita, yaitu pengetahuan ibu tentang gizi. Anak yang mengalami permasalahan pada status gizi berisiko menghadapi berbagai dampak serius, seperti terganggunya pertumbuhan dan perkembangan, obesitas, stunting, wasting, meningkatnya kerentanan terhadap penyakit infeksi seperti diare dan cacingan, bahkan hingga menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi pada batita di wilayah kerja Puskesmas Gamping I, Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain  cross-sectional. Populasi yang digunakan sebanyak 610 responden sedangkan  jumlah sampel yang diambil sebanyak 86 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan tentang gizi dan antropometri dengan pengukuran (BB/TB). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan tingkat pengatahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi pada batita dengan p-value 0,002. Pengetahuan ibu tentang gizi akan berpengaruh terhadap status gizi batita. Status gizi dapat dikatakan baik jika pola makan yang diberikan seimbang dan jenis makanan yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh anak.
Hubungan Paparan Pornografi Media Sosial Dengan Perilaku Seksual Berisiko Remaja Irma Misbahul Jannah; Yekti Satriyandari; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.296

Abstract

Perilaku seksual adalah tindakan yang dilakukan oleh remaja yang berkaitan dengan hasrat dan ekspresi seksual terhadap lawan jenis maupun sesama jenis. Perilaku ini dapat mencakup berbagai bentuk, mulai dari berpegangan tangan, berciuman, berpelukan, meraba bagian tubuh sensitif, petting, oral seks, hingga hubungan seksual. Menurut World Health Organization (WHO), setiap tahunnya terdapat sekitar 21 juta kehamilan pada remaja perempuan berusia 15-19 tahun. Survei Nasional Kesehatan Republik Indonesia (SKRI) pada 2020-2021 menemukan bahwa 2,4% remaja berusia 15-19 tahun telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Di Kota Yogyakarta, kasus kehamilan remaja tersebar merata di empat kabupaten, dengan jumlah kasus tertinggi di Sleman (228 kasus), diikuti Bantul (224 kasus), Gunungkidul (133 kasus), dan Kulonprogo (86 kasus).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara paparan pornografi di media sosial dengan perilaku seksual remaja di SMA. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII, dengan jumlah populasi sebanyak 213 siswa. Sampel yang diperoleh menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% menghasilkan 139 sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, sehingga jumlah sampel yang diambil adalah 139 siswa. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari 6 pertanyaan mengenai paparan dan 9 pertanyaan mengenai perilaku seksual berisiko. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan p-value = 0.00 (p-value < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara paparan pornografi di media sosial dengan perilaku seksual remaja. 
Pendampingan Keluarga Dalam Upaya Peningkatan Gizi Pada Balita Malnutrisi Rosmita Nuzuliana; Ellyda Rizki Wijhati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i1.2341

Abstract

Malnutrisi adalah suatu kondisi kurangnya asupan atau penyerapan makanan yang menyebabkan perubahan komposisi tubuh (pengurangan massa bebas lemak) dan perubahan massa sel tubuh, sehingga mengakibatkan penurunan fungsi fisik dan mental serta gangguan hasil klinis dari suatu penyakit. Indonesia menempati peringkat keenam jumlah balita malnutrisi secara global. Upaya yang dilakukan puskesmas belum sampai kearah pendampingan keluarga karena terkendala sumberdaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan komprehensif pada keluarga yang memiliki balita malnutrisi. Sasaran  dari kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita malnutrisi. Metode pemecahan masalah dilakukan dengan pendampingan keluarga dengan rincian koordinasi awal, pembentukan  WAG, edukasi dan penilaian rumah, pemantauan rutin dan evaluasi.  Hasil didapatkan ibu balita kurang percaya diri dalam mendampingi anak sehingga diberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, pijat bayi dan pendampingan intensive melalui WAG. Hasil yang didapatkan terdapat peningkatan pengtahuan ibu  terkait nutrisi yang sehat untuk anak namun belum semua ibu menerapkan karena terkendala masalah ekonomi dan  dukungan keluarga. Luaran yang sudah dihasilkan adalah, video kegiatan, artikel media elektronik.
MINAT DAN PENGALAMAN DALAM KEIKUTSERTAAN SCREENING KANKER SERVIKS : SCOPING REVIEW Juwita, Noormah; Nuzuliana, Rosmita; Sulistyaningsih, Sulistyaningsih
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i3.506

Abstract

Latar Belakang: Secara global persentase morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh kasus kanker serviks terus mengalami peningkatan, metode pemeriksaan atau skrining dengan metode IVA tes terbukti menjadi langkah awal yang cukup efektif dan efisien untuk mendeteksi serviks, saat ini menurunkan minat melakukan pemeriksaan IVA tes akibat kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya melakukan pendeteksian kanker serviks menjadi tantangan bagi penyedia kesehatan. Tujuan: untuk melihat upaya yang telah diterapkan pada penelitian sebelumnya dan menilai tindakan yang dapat dilakukan selanjutnya. Metode: Pencarian sumber dari 3 database PubMed, Science Direct dan Ebsco dengan Kriteria inklusi yang sudah ditentukan. Studi apprasial menggunaan Critical Appraisal Skills Program (CASP), dan metode sintesis menggunakan PEO modifikasi. Hasil: Partisipasi serta minat wanita melakukan skrining kanker serviks rendah, minat serta pengalaman skrining kanker serviks dipengaruhi oleh beberapa hal utama diantaranya pengetahuan tentang kenker serviks yang rendah, lingkungan tempat tinggal yang kurang kondusif serta kurangnya dukungan dari suami dan keluarga. Kesimpulan: Dibutuhkan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat melakukan penyaringan kanker serviks dengan mempersembahkan edukasi pada wanita dan keluarga oleh para penyedia kesehatan serta mengikutsertakan peran serta kader.
Edukasi Anemia Meningkatkan Pengetahuan Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Bejen Temanggung Enny Budiarti Budiarti; Rosmita Nuzuliana; Elika Puspitasari
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 17, No 2 (2026): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v17i2.1805

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, keguguran. Skrining anemia pada ibu hamil dilakukan pemeriksaan Hemoglobin pada ibu hamil trimester I dan III, tetapi edukasi tentang anemia kepada ibu hamil belum maksimal karena keterbatasan media edukasi. Edukasi anemia dilakukan tatap muka dengan media lembar balik, belum menggunakan media menarik. Pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang anemia dengan menggunakan media visual. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi anemia terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Metode penelitian quasy eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design menggunakan  video agar lebih mudah dipahami. Penelitian ini telah dilakukan uji etik melalui Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Populasi adalah semua ibu hamil di wilayah Puskesmas Bejen Temanggung. Sampel penelitian sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang dianalisa menggunakan uji Wilcoxon hasilnya asymp sig 2 tailed 0.000 < 0.05 dapat disimpulkan adanya pengaruh edukasi anemia terhadap peningkatan pengetahuan tentang anemia ibu hamil di puskesmas Bejen Temanggung. Saran bagi ibu hamil, diharapkan dapat belajar terus menerus sehingga dapat menambah pengetahuan ibu hamil. Saran bagi Puskesmas Bejen, diharapkan bisa memberikan edukasi yang lebih menarik kepada masyarakat khususnya ibu hamil melalui media elektronik.