Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Peran Ayah dalam Pengasuhan Istiyati, Siti; Nuzuliana, Rosmita; Shalihah, Miftahush
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 17 No. 2 (2020): Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v17i2.22

Abstract

Banyaknya permasalahan yang ada di remaja adalah kurang optimalnya peran keluarga dalam pendidikan pertama dan proses pengasuhan. Proses pengasuhan dititik beratkan pada ibu saja dan Peran ayah di masyarakat baru sebatas pencari nafkah dan kebutuhan perkembangan anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran peran ayah dalam pengasuhan. Jenis Penelitian ini adalah Observasional dengan rancangan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah 100 responden dengan teknik total sampling. Data dinalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunaakan Chi-Squere. Hasil yang didapatkan adalah ayah cukup berperan dalam kegiatan pengasuhan pada anak, walaupun mayoritas ayah berstatus bekerja. Hasil uji statistik disebutkan peran ayah berhubungan dengan adanya kehadiran ayah. Untuk itu diharapakan ayah bisa selalu hadir di rumah setelah aktivitas bekerja sehingga dapat membersamai istri dalam proses pengasuhan
Holistic Approach: Emotional Touch Intervention (Kissing and Hugging) and Macronutrient Nutrition in Stunting Prevention in Early Childhood) Fitriahadi, Enny; Daryanti, Menik Sri; Nuzuliana, Rosmita; Mufdlilahi; Satriyandari, Yekti; Nguyen, Thuy Hong
Gema Lingkungan Kesehatan Vol. 23 No. 4 (2025): Gema Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gelinkes.v23i4.326

Abstract

Stunting can lead to complications such as decreased intelligence and impaired growth, which may further deteriorate development into adulthood. This study aimed to examine the effectiveness of maternal kissing, hugging, and macronutrient intake in the prevention of stunting. A randomized clinical trial was conducted involving 170 mothers with toddlers aged 6 to 60 months who were at risk of stunting in 2024. Participants were randomly assigned to intervention and control groups. In both groups, parenting behaviors involving maternal hugging and kissing were measured using a structured questionnaire, while macronutrient intake, particularly protein-rich intake, was assessed using microtoise and length boards. The results showed a significant improvement in the intervention group compared to the control group (p < 0.001). The incidence of stunting was significantly lower in the intervention group than in the control group (p < 0.001). Additionally, the effectiveness of the Emotional Touch Intervention (Kissing and Hugging) and Macronutrient Nutrition (a local playful interaction technique) was statistically significant with a p-value of 0.000 (< 0.05). These findings indicate that maternal kissing, hugging, and adequate macronutrient intake are beneficial strategies in stunting prevention among toddlers. This study contributes to health innovations by promoting a combined approach of affectionate parenting and nutritional support to enhance toddler health and well-being.
HIPEREMESIS GRAVIDARUM BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA Nurul Soimah; Rosmita Nuzuliana; Siti Istiyati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3405

Abstract

Stunting pada balita memiliki dampak terhadap penutunan kogitif pada balita. didapatkan angka kejadian stunting di Jawa Tengah adalah sebanyak 20,7%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat factor yang menyebabkan kejadian stunting pada balita di Desa Banjarmangu, Banjarnegara Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan rancangan case control dengan jumlah total sampel 50 dengan perbandingan 1:1. Hasil penelitian didapatkan factor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah factor Riwayat Hiperemesis saat kehamilan (p 0,004). HG sering kali memiliki asupan nutrisi dan energi yang buruk sehingga berpengaruh terhadap penyerapan nutrisi ke janin. Dari hsil penelitian ini diharapkan seorang ibu hamil senantiasa menjaga kondisi saat hamil agar pertumbuhan dan perkembangan janin tidak terganggu.
Hubungan Keterlibatan Ayah Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Godean Yogyakarta Rike Yulianti; Yekti Satriyandari; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.121

Abstract

Gangguan mental emosional merupakan suatu keadaan yang mempelihatkan seseorang mengalami perubahan emosional yang dapat berkelanjutan. Peran ayah sangat penting dalam mengasuh remaja sebab akan berdampak pada aspek kognitif maupun emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterlibatan ayah dengan kesehatan mental pada remaja putri. Metode dalam penelitian ini berupa korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 148 remaja putri dengan pengambilan sampel secara teknik Total Sampling dianalisis dengan Uji Spearman Rank. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar keterlibatan ayah dalam kategori cukup yakni sebesar 33,8%, sedangkan remaja yang mengalami gangguan mental sebesar 33,1%. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar = 0,000 < 0,05 yang menunjukkan ada hubungan keterlibatan ayah dengan kesehatan mental pada remaja putri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi siswi untuk berperan aktif dalam membangun kedekatan dengan ayah. Keterlibatan dalam kegiatan sosial dan akademik, seperti mengerjakan tugas bersama, berlibur, dan sering berkomunikasi, dapat membantu memperkuat hubungan tersebut serta mendukung kesehatan mental remaja. Dengan demikian, hubungan yang baik antara ayah dan anak dapat berkontribusi positif terhadap perkembangan emosional dan mental remaja putri.
Gambaran Tindakan Indikasi Episiotomi Pada Persalinan Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogyakarta Kurniaty Asa; Rosmita Nuzuliana; Intan Mutiara Putri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.165

Abstract

Episiotomi adalah tindakan medis yang sering dilakukan saat persalinan untuk memperbesar jalan lahir dengan membuat sayatan pada perineum, area antara vagina dan anus. Di Indonesia, sekitar 75-83% ibu yang melahirkan secara pervaginam mengalami laserasi perineum, dan 63% dari kasus tersebut memerlukan jahitan akibat episiotomi atau robekan spontan. Di RS PKU Muhammadiyah Gamping, tercatat 106 kasus episiotomi selama tahun 2024. Luka akibat episiotomi dapat menimbulkan rasa sakit yang mengganggu aktivitas seharihari seperti berjalan, duduk, dan buang air kecil selama 2– 3 minggu, serta berisiko mengalami infeksi jika tidak dirawat dengan baik. Oleh karena itu, tindakan episiotomi harus dilakukan berdasarkan indikasi medis yang tepat dan teknik yang sesuai, sejalan dengan program pemerintah yang mengedepankan asuhan sayang ibu dan bayi. Penelitian deskriptif dengan total sampling ini bertujuan menggambarkan indikasi episiotomi pada persalinan di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Hasil menunjukkan indikasi utama episiotomi adalah perineum kaku (30,19%), diikuti oleh bayi premature (23,58%), vakum ekstraksi (19,81%), bayi besar (10,38%), gawat janin (10,38%), dan persalinan sungsang (5,66%). Simpulan: Episiotomi masih sering dilakukan berdasarkan indikasi klinis tertentu yang berhubungan dengan resiko komplikasi persalinan dengan indikasi utama perineum kaku. Saran: Ibu hamil dianjurkan rutin senam kegel dan pijat perenium, petugas melakukan episiotomi berdasarkan indikasi medis yang jelas,bukan dilakukan secara rutin.
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Gizi Dengan Kenaikan Berat Badan Selama Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Pengasih II Sahli Sentia; Nurul Soimah; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.166

Abstract

Kenaikan berat badan saat hamil merupakan   suatu   bentuk   adaptasi   tubuh   karena terdapat  kehidupan  baru  yang  sedang  tumbuh  dalam rahim  ibu.  Kenaikan berat badan ibu selama hamil adalah  ukuran  yang  paling  umum  untuk  melihat status gizi ibu hamil dan janin selama kehamilan (Fitri, 2025). Menurut survei demografi di Ethiopia, kekurangan gizi pada ibu hamil berkisar antara 19,5% hingga 41,2%. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan sampling accidental didapatkan sejumlah 61 responden ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi dengan menggunakan kuesioner dan buku KIA, jenis data primer dilakukan di Puskesmas Pengasih II pada tanggal 19 Mei – 31 Mei 2025. Analisis data menggunakan uji chi-square. Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 61 responden,  yang berpengetahuan baik memiliki kenaikan berat badan yang normal sebesar 54.9%. Sedangkan responden yang berpengetahuan cukup baik yang tidak normal mengalami penambahan berat badan sebanyak 4.9% namun ada juga ibu hamil yang berpengetahuan kurang yang mengalami penambahan berat badan yang tidak normal sebanyak 8 responden (13.1%). Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 artinya ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang gizi dengan kenaikan berat badan selama kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Pengasih II.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalibawang Tisa Alfathsyah; Nurul Mahmudah; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.175

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan pengembangan anak yang menyebabkan panjang atau tinggi badan anak kurang dari standar. Stunting terjadi akibat kurang gizi kronis yang terjadi sejak janin dalam kandungan sampai usia 2 tahun sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Anak balita adalah anak dari umur 12 bulan hingga 59 bulan. Menurut (WHO) 2022 stunting didunia sebesar 22,3%. Faktor yang mempengaruhi kejadian stunting salah satunya pengetahuan ibu. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang stunting dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Kalibawang. Metode penelitian: rancangan observasi analitik, pendekatan case control, menggunakan 138 sampel yang terdiri dari 69 kasus dan 69 kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling pada kedua kelompok. Instrumen penelitian ini menggunakan microtoise, infantmeter dan tabel permenkes status gizi anak untuk mengukur tinggi badan dan koesioner untuk mengukur pengetahuan ibu, jenis data primer dan sekunder dilakukan di Puskesmas Kalibawang pada tanggal 14 Mei – 4 Juni 2025. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian: menunjukkan sebagian besar (50.7%) responden berpengetahuan cukup pada kelompok kasus dan (75.4%) berpengetahuan baik pada kelompok kontrol, namun (16.0%) responden berpengetahuan kurang pada kelompok kasus dan (0.0%) pada kelompok kontrol. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan nilai signifikasi (2-tailed) sebesar 0,000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,413 artinya ada hubungan pengetahuan ibu tentang stunting dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Kalibawang dengan keeratan hubunga sedang. Simpulan: Semakin baik pengetahuan ibu tentang stunting semakin kecil balita mengalami stunting. Saran: diharapkan Puskesmas dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan komunitas guna memberikan edukasi mengenai stunting untuk meningkat pengetahuan ibu tentang stunting dalam upaya pencegahan stunting pada balita.
Hubungan Anemia Pada Kehamilan Dengan Insiden BBLR Di RSUD Wates Kulonprogo Dinda Fatikasari; Belian Anugrah Estri; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.194

Abstract

Anemia dalam kehamilan dapat mengganggu pertumbuhan janin dalam kandungan. Ibu hamil dengan anemia bisa melahirkan bayi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). Kejadian BBLR dipengaruhi oleh faktor ibu dan faktor janin, yang mempengaruhi BBLR dilihat dari faktor gizi ibu maka BBLR dipengaruhi oleh anemia yang kekurang energi kronik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia pada kehamilan dengan insiden BBLR. Penelitian ini menggunakaan Case Control Design dengan Korelasi dengan 73 bayi dengan pengambilan sample secara teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan data sekunder atau rekam medis dengan menggunakan Uji Sparman Rank. hasil penelitian diperoleh pada kelompok kasus atau BBLR, mayoritas ibu tidak mengalami anemia dengan persentase 43,2% (16 dari 37 ibu). Sedangkan pada kelompok control atau tidak BBLR mayoritas responden juga tidak mengalami anemia yakni sebesar (91,7%). Meskipun mayoritas tidak anemia, proporsi ibu yang mengalami anemia pada kelompok BBLR masih cukup tinggi dibandingkan kelompok tidak BBLR. hasil uji sparman rank didapatkan hasil nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,005) yang berarti hipotesis nol (Ho) ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat anemia pada kehamilan dengan inseden BBLR di RSUD Wates Kulonprogo. Penelitian ini dapat diharapkan kepada seluruh ibu supaya tetap menjaga kesejahteraan janin dan bayi dalam kehamilan dengan melakukan pemerikasaan ANC Terpadu di puskesmas terdekat yang bekerja sama RSUD Wates Kulonprogo
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Dengan Status Gizi Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping I Yogyakarta Anisah Anisah; Rosmita Nuzuliana; Kharisah Diniyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.238

Abstract

Gizi merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat kesejahteraan dan kesehatan manusia, karena status gizi akan mempengaruhi kecerdasan, daya tahan tubuh dan produktivitas. Asupan gizi bagi bayi harus diperhatikan, terutama pemberian ASI pada bayi baru lahir hingga usia 6 bulan untuk mendukung perkembangan motorik bayi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Ekslusif dengan status gizi bayi. Metode dalam penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 63 responden dengan pengambilan sampel secara teknik accidental sampling dianalisis dengan Uji Chi Square. Hasil penelitian diperoleh sebagian ibu besar memberikan ASI Eksklusif pada balita yakni sebanyak 53 responden (84.1%). status gizi balita dalam penelitian ini mayoritas memiliki status gizi dalam kategori normal yakni sebanyak 50 responden (79,5%). Hasil uji Chi Square diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar = 0,002 < 0,05 yang menunjukkan hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Ekslusif dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Gamping 1 Sleman Yogyakarta.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Dengan Status Gizi Pada Batita Di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping I Yogyakarta Tjahya Pramudyaning; Rosmita Nuzuliana; Kharisah Diniyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.257

Abstract

Gizi pada anak batita merupakan permasalahan global dengan dampak yang sistemik yang signifikan, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor tidak langsung yang dapat mempengaruhi status gizi batita, yaitu pengetahuan ibu tentang gizi. Anak yang mengalami permasalahan pada status gizi berisiko menghadapi berbagai dampak serius, seperti terganggunya pertumbuhan dan perkembangan, obesitas, stunting, wasting, meningkatnya kerentanan terhadap penyakit infeksi seperti diare dan cacingan, bahkan hingga menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi pada batita di wilayah kerja Puskesmas Gamping I, Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain  cross-sectional. Populasi yang digunakan sebanyak 610 responden sedangkan  jumlah sampel yang diambil sebanyak 86 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan tentang gizi dan antropometri dengan pengukuran (BB/TB). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan tingkat pengatahuan ibu tentang gizi dengan status gizi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi pada batita dengan p-value 0,002. Pengetahuan ibu tentang gizi akan berpengaruh terhadap status gizi batita. Status gizi dapat dikatakan baik jika pola makan yang diberikan seimbang dan jenis makanan yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh anak.