Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kesehatan tentang Penerapan Ergonomis Tubuh dan Peregangan untuk Mencegah Terjadinya Cedera Saat Bekerja Shalahuddin, Iwan; Purnama, Dadang; Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14289

Abstract

ABSTRAK Risiko cedera pada pekerja berhubungan dengan kurangnya pengetahuan pekerja mengenai kesehatan dan keselamatan kerja di tempat mereka bekerja belum memiliki SOP yang harus dilakukan, pegawai mengalami masalah sendi dan nyeri tulang seperti pegal-pegal, nyeri punggung, dan nyeri pinggang sebanyak 3 orang (60%), sebagian kecil pekerja sering bertugas mengangkat barang yaitu sebanyak 2 orang (40%) dengan berat beban 5-10 kg, para pekerja mengatakan belum pernah mendapatkan penyuluhan mengenai keselamatan kerja. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengenalkan pemilik dan pegawai terkait masalah kesehatan dan lingkungan yang ada di home industri, terutama posisi ergonomis dalam bekerja. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan lapangan dan pendekatan teoritis, Pendekatan upaya pencegahan dengan penggunaan tiga level pencegahan, yaitu: Pencegahan Primer, sekunder dan tertier. Hasil, Kegiatan Survey Mawas Diri untuk pekerja Home Industry ini dilaksanakan pada tanggal 15 September 2023 yang berlangsung di Home Industry Roemah Parti yang bertempat di Kelurahan Ciwalen RW 1 Kelurahan Ciwalen. Hasil pengukuran didistribusikan berdasarkan jumlah jawaban benar peserta yang mengikuti pendidikan kesehatan. Nilai rata-rata untuk pre- test adalah 4,2 dan post-test 5. Pengkategorian data dibagi menjadi dua yaitu skor < rata-rata = pengetahuan kurang dan skor ≥ rata-rata = pengetahuan baik.   Kesimpulan Setelah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan kepada para pekerja terkait dengan permasalahan-permasalahn tersebut, didapatkan bahwa pengetahuan para pekerja meningkat dan mampu mengenal masalah kesehatan yang ditandai dengan hasil evaluasi para pegawai yang menunjukkan peningkatan dan lebih baik setelah diberikan pendidikan kesehatan. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Resiko Kerja, Ergonomi, Home Industri  ABSTRACT The risk of injury to workers is related to the lack of knowledge of workers about occupational health and safety where they work does not have SOPs that must be done, employees experience joint problems and bone pain such as aches, back pain, and low back pain as many as 3 people (60%), a small number of workers are often tasked with lifting goods, namely as many as 2 people (40%) with a load weight of 5-10 kg,  Workers said they had never received counseling on occupational safety.  The purpose of this service is to introduce owners and employees to health and environmental issues that exist in the home industry, especially ergonomic positions at work. This method of implementing service uses two approaches, namely a field approach and a theoretical approach, a prevention effort approach with the use of three levels of prevention, namely: primary, secondary and tertiary prevention. As a result, this introspective survey activity for Home Industry workers was carried out on September 15, 2023 which took place at Roemah Parti Home Industry located in Ciwalen RW 1 Village, Ciwalen Village. The measurement results are distributed based on the number of correct answers of participants who attend health education. The average score for pre-test was 4.2 and post-test 5. Data categorization is divided into two, namely average < score = less knowledge and average ≥ score = good knowledge. Conclusion After conducting health education activities for workers related to these problems, it was found that the knowledge of workers increased and was able to recognize health problems marked by the results of employee evaluations that showed improvement and better after being given health education      Keywords: Health Promotion, Work Risk, Ergonomics, Home Industry
Edukasi Pentingnya Pemberian Asi Eklusif dan Pemantauan Rutin di Posyandu Mampu Mencegah Anak Dari Stunting pada Ibu yang Memiliki Bayi dan Balita di RW 20 Kelurahan Kota Wetan Kabupaten Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Purnama, Dadang; Shalahuddin, Iwan; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14855

Abstract

ABSTRAK Siklus hidup manusia bergantung pada gizi. Pada ibu hamil, kekurangan gizi dapat menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR) dan penurunan kecerdasan. Antara usia 0 hingga 24 bulan, seseorang mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat yang disebut masa emas dan kritis. Masa emas (golden age) dapat terwujud apabila pada masa bayi anak mendapat asupan gizi yang cukup untuk tumbuh kembangnya secara optimal. Stunting merupakan permasalahan gizi yang dialami balita akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama. Indonesia merupakan negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di Kawasan Asia Tenggara (SEAR). Stunting berdampak pada perkembangan kognitif, motorik, dan verbal anak yang tidak optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi ibu bayi dan balita tentang pentingnya ASI eksklusif dan pemantauan rutin di posyandu untuk mencegah anak stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita serta kader Posyandu Kecamatan Kota Wetan Puskesmas Guntur, serta dibantu oleh 6 orang mahasiswa Unpad yang melakukan tahapan komunitas. Rata-rata skor pre-test yang diperoleh sebesar 64 poin dan rata-rata skor post-test sebesar 78 poin yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 14 poin setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang “Pentingnya ASI Eksklusif dan pemantauan rutin di Posyandu”. yang mampu meningkatkan pengetahuan Ibu untuk mencegah anak stunting di RW 20 Kota Wetan Kabupaten Garut.” Terdapat peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif dan pemantauan rutin di Posyandu. Kata Kunci: Pendidikan, Ibu, Bayi Stunting  ABSTRACT The human life cycle depends on nutrition. In pregnant women, malnutrition can cause low birth weight (LBW) and decreased intelligence. Between 0 and 24 months, a person experiences rapid growth and development called the golden and critical period. The golden age can be realized if in infancy children receive appropriate nutritional intake for optimal growth and development. Stunting is a nutritional problem experienced by toddlers due to a lack of nutritional intake over a long period. Indonesia is the third country with the highest prevalence in the Southeast Asia Region (SEAR). Stunting impacts children's cognitive, motor, and verbal development which is not optimal. This activity aims to educate mothers of babies and toddlers about the importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at posyandu to prevent children from stunting. The method used in this activity is lecture and discussion. This activity was attended by 25 mothers with babies and toddlers as well as Posyandu cadres from Kota Wetan District, Guntur Health Center, and assisted by 6 Unpad students who carried out community stages. The average pre-test score obtained was 64 points and the average post-test score was 78 points, which shows an increase in knowledge of 14 points after health education was carried out about "The importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at Posyandu" which was able to improve Mothers' knowledge to prevent children from stunting in RW 20, Kota Wetan, Garut Regency." There is an increase in mothers' knowledge about the importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at Posyandu. Keywords: Education, Mother, Stunting Baby
Sosialisasi Pengendalian Sampah melalui Gerakan Kangpisman di RW 02 Kelurahan Kotawetan Garut Kota Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Witdiawati, Witdiawati; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12928

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat salah satunya adalah pengelolaan sampah. Trend modern pengelolaan sampah saat ini memfokuskan bagaimana sampai dari setiap sumber awalnya bisa dikelola dengan baik, sehingga sampah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir volumenya menjadi berkurang. Trend tersebut berupa gerakan, kolaborasi antara pemerintah, warga, swasta dan lainnya dalam pengelolaan sampah melalui kegiatan mengurangi (kang), memisahkan (pis) dan memanfatkan (man) sampah. Kelurahan Kotawetan, khususnya RW 02 merupakan sebagai RW binaan mahasiswa yang terletak di wilayah Kecamatan Garut Kota. Berdasarkan hasil survey yang dilaksanakan mahasiswa mendapatkan data kondisi lingkungan kurang baik, banyak sampah berserakan dan kurangnya tempat penampungan sampah serta pembuangan sampah yang masih belum terpilah, Hal tersebut dimungkinkan karena masih banyak masyarakat yang belum sadar akan kebersihan.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah melalui gerakan kangpisman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah sebesar 28 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri oleh masyarakat sesuai pengetahuan yang telah dimilikinya sehingga masyarakat bisa menerapkan gerakan kangpisman dari rumah tangganya. Kepala kelurahan dan kepala puskesmas dapat memfasilitasi masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan sampah melalui gerakan kangpisman. Kata Kunci: Pengetahuan, Pengelolaan Sampah, Kangpisman  ABSTRACT One of the health problems that often occurs in society is waste management. The modern trend in waste management is currently focusing on how it can be managed properly from each source, so that the volume of waste taken to final disposal sites is reduced. This trend takes the form of a movement, collaboration between the government, citizens, the private sector and others in waste management through activities to reduce (kang), separate (pis) and utilize (man) waste. Kotawetan Village, especially RW 02, is a student-assisted RW located in the Garut Kota District area. Based on the results of a survey carried out by students, they found that the environmental conditions were not good, there was a lot of rubbish strewn about and there was a lack of rubbish storage areas and waste disposal that was still not sorted. This is possible because there are still many people who are not aware of cleanliness. The aim of this activity is to increase public knowledge about waste management through the kangpisman movement. The results of the activity showed an increase in public knowledge about waste management by 28 points. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued independently by the community according to the knowledge they already have so that the community can implement the kangpisman movement from their household. Sub-district heads and heads of community health centers can facilitate the community in implementing waste management through the kangpisman movement. Keywords: Knowledge, Waste Management, Kangpisman
Pemberdayaan Keluarga dalam Perawatan Kesehatan Anggota Keluarga yang Mengalami Gangguan Jiwa Muttaqin, Zaenal; Muryati, Muryati; Rukman, Rukman; Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13453

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa bisa dikatakan sebagai suatu kondisi sehat baik emosional, psikologis, dan juga social yang ditunjukkan dalam hubungan interpersonal yang memuaskan antara individu dengan individu lainnya, Kondisi ini perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari seluruh jajaran lintas sektor Pemerintah baik di tingkat Pusat maupun Daerah, serta perhatian dari seluruh masyarakat, khususnya keluarga. Kurangnya pemahaman masyarakat dan keluarga tentang bagaimana cara merawat Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) akan memberi dampak tidak optimal kepada kesembuhan anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dan keluarga sebagai upaya mencapai kemandirian masyarakat dan keluarga merawat ODDP. Metode kegiatan berupa sosialisasi, pre test, pendidikan kesehatan dan, post test serta pendampingan pada keluarga ODDP. Kegiatan diikuti oleh 30 orang peserta yang dari kader dan keluarga dengan ODDP di RW 03 dan RW 10. Kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dan keluarga dalam merawat ODDP, hasil rata-rata pretest 4.5 menjadi 6.5; analisis perhitungan jumlah nilai pre test dan post test peserta dari RW. 03 terjadi peningkatan nilai rata-rata 1,98 dari pre test = 4.7 menjadi post tes = 6.68 sedangkan peserta dari RW 10 terjadi peningkatan nilai rata-rata 2,1 dari pre test= 4.1 menjadi post test = 6.28. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendidikan kesehatan dapat memberikan informasi pengetahuan dan motivasi kepada masyarakat dan keluarga tentang cara merawat ODDP, sehingga akan mendorong ODDP dapat hidup mandiri, produktif, dan percaya diri di tengah masyarakat, bebas dari stigma, diskriminasi atau rasa takut, malu dan ragu-ragu serta mengurangi resiko kekambuhan pada Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP). Kata Kunci: Keluarga, Kader, Pemberdayaan, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Mental health can be said to be a healthy condition, both emotional, psychological and social, which is demonstrated in satisfactory interpersonal relationships between individuals and other individuals. This condition needs to receive serious attention from all levels across government sectors, both at the central level. and regions, as well as attention from the entire community, especially families. The lack of understanding by the community and families about how to care for People with Psychosocial Disabilities (ODDP) will have a suboptimal impact on the recovery of family members who suffer from mental disorders. This community service aims to increase the knowledge and abilities of the community and families as an effort to achieve community and family independence in caring for ODDP. Activity methods in the form of socialization, pre-test, health education and, post-test and assistance to ODDP families. The activity was attended by 30 participants from cadres and families with ODDP in RW 03 and RW 10. this activity increased the knowledge and ability of the community and families in caring for ODDP, the average pretest result was 4.5 to 6.5; analysis of the calculation of the total pre-test and post-test scores of participants from RW. 03 there was an increase in the average score of 1.98 from pre test = 4.7 to post test = 6.68, while participants from RW 10 experienced an increase in average score of 2.1 from pre test = 4.1 to post test = 6.28. Community service activities in the form of health education can provide knowledge and motivation information to the community and families about how to care for ODDP, so that it will encourage ODDP to live independently, productively and confidently in society, free from stigma, discrimination or fear, shame and doubt and reduce the risk of relapse in People with Psychosocial Disabilities (ODDP). Keywords: Family, Cadres, Empowerment, Health Education
Pemberdayaan Keluarga dalam Meningkatkan Adversity dan Spiritual Quotient Keluarga Pada Saat Pandemi di Rumah Sari, Citra Windani Mambang; Juniarti, Neti; Yani, Desy Indra; witdiawati, witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13044

Abstract

ABSTRAK  Tahun 2021 merupakan tahun ke 2 berlangsungnya pandemic covid-19 yang  menyebabkan semua orang menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah demi memutus mata rantai Covid19. Selain pembatasan aktivitas, adversity dan spiritual merupakan suatu hal yang penting pada saat pandemi sebagai ketahanan pada keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan keluarga dalam mengidentifikasi Adversity dan Spiritual Quotient anggota keluarganya serta mengembangkan strategi koping keluarga yang baik selama masa pandemi. Pengabdian ini merupakan rangkaian work-life balance yang dilaksanakan secara online dengan zoom meeting. Kegiatan ini dihadiri 208 orang yang terdiri dari peserta umum yang merupakan pekerja atau mahasiswa. Dari kuesioner wellnes yang disebarkan ke peserta hampir setengahnya dari peserta kurang merasa ceria, kurang merasa tenang dan santai, kurang merasa aktif, tidak bangun dengan perasaan segar dan istirahat, kehidupan sehari-hari tidak dipenuhi dengan hal-hal yang menarik dalam waktu dua minggu terakhir. Berdasarkan hal tersebut, keluarga dapat memahami dan mempraktekan secara langsung bagaimana menyiapkan mental keluarga terutama di masa pandemi. Hal ini juga dapat menjadi rekomendasi untuk perawat komunitas dalam merencanakan intervensi untuk keperawatan keluarga. Kata Kunci: Spiritual, Adversity, Keluarga, Pandemi, Wellnes, Worklife-Balance  ABSTRACT Year of 2021 is the 2nd year of the covid-19 pandemic which causes everyone to spend most of their time at home to break the Covid19 chain. In addition to activity restrictions, adversity and spirituality are important during a pandemic as resilience in families. This activity aims to increase family empowerment in identifying Adversity and Spiritual Quotient of their family members and developing good family coping strategies during the pandemic. This service is a series of work-life balance which is carried out online with zoom meetings. This activity was attended by 208 people consisting of general participants who are workers or students. From the wellness questionnaire distributed to participants, almost half of the participants did not feel cheerful, did not feel calm and relaxed, did not feel active, did not wake up feeling refreshed and rested, and their daily lives were not filled with interesting things in the last two weeks. Based on this, families can understand and practice directly how to mentally prepare families, especially during a pandemic. This can also be a recommendation for community nurses in planning interventions for family nursing. Keywords: Spirituality, Adversity, Family, Pandemic, Wellness, Work-Life Balance
Program Ceting Mbah Salimah sebagai Upaya Ketahanan Pangan untuk Pencegahan Stunting di Keluarga Kecamatan Rancaekek Sari, Citra Windani Mambang; Haroen, Hartiah; Witdiawati, Witdiawati; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15203

Abstract

ABSTRAK  Ketahanan pangan adalah dengan memiliki akses yang cukup terhadap pangan yang bergizi dan bervariasi. Sebuah keluarga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi setiap anggotanya, memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Ketahanan pangan sebuah keluarga merupakan suatu upaya pencegahan stunting di keluarga. CETING MBAH SALIMAH, Cegah Stunting dengan menanam Buah dan Sayur di Lingkungan Rumah dilaksanakan di Desa Sukamulya dengan metode workshop yang dihadiri 39 keluarga. Nilai pelaksanaan post-test untuk penyampaian materi tentang penanaman buah dan sayuran membuahkan hasil, menunjukkan bahwa peserta lebih memahami materi tentang penanaman buah dan sayur, dengan peningkatan pemahaman sebesar 22,57 % dari 51,28 menjadi 73,85. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan dilakukan dengan lancar dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang konsep penanaman dengan media tanah. Program ini diharapkan dapat berlanjut dengan melanjutkan inovasi dengan fokus pada bercocok tanam yang sederhana sebagai upaya pencegahan stunting di keluarga. Kata Kunci: Program Ceting, Ketahanan Pangan, Stunting ABSTRACT Food security is having sufficient access to nutritious and varied food. A family can meet the nutritional needs of each member, ensure optimal growth and development, and increase the body's resistance to disease. A family's food security is an effort to prevent stunting in the family. CETING MBAH SALIMAH, Prevent Stunting by planting Fruits and Vegetables in the Home Environment was implemented in Sukamulya Village with a workshop method attended by 39 families. The value of the implementation of the post-test for the delivery of material on planting fruits and vegetables produced results, showing that participants better understood the material on planting fruits and vegetables, with an increase in understanding by 22.57% from 51.28 to 73.85. These results show that the activities were carried out smoothly and provided a better understanding of the concept of planting with soil media. This program is expected to continue by continuing innovations with a focus on simple farming as an effort to prevent stunting in the family.  Keywords: Ceting Program, Food Security, Stunting
Pendidikan Kesehatan tentang Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting Witdiawati, Witdiawati; Purnama, Dadang; Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13904

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting memerlukan upaya bersama dari seluruh komponen komunitas, dan peran remaja sangat penting dalam upaya ini. Tujuan kegiatan adalah edukasi kesehatan peningkatan pengetahuan remaja mengenai stunting dan peran remaja dalam pencegahan stunting. Pendidikan kesehatan diberikan dengan metode ceramah dan diskusi, pre test dan post test. Sasaran kegiatan adalah remaja di Rw 09 Kelurahan Ciwalen. Hasil. Kegiatan di hadiri remaja perwakilan dari tiap RT dan remaja Karang Taruna di RW 09 kelurahan Ciwalen. Terdapat pengingkatan pengetahuan sebelum dan sesuai pendidikan kesehatan tentang stunting dengan peningkatan nilai sebesar 27,68 %. Dimana hasil nilai pretest rata-rata adalah 3 (55,38%) dan pada post test nilai rata – rata adalah 4-5 yaitu (83,06%). Kesimpulan, setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan, pengetahuan terkait pencegahan stunting pada 17 responden meningkat. Dengan pengetahuan, kesadaran, dan tindakan yang tepat, remaja dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi angka stunting di Masyarakat. Kata Kunci: Stunting, Remaja, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Stunting prevention requires a concerted effort from all components of the community, and the role of adolescents is very important in this effort. The purpose of the activity is health education, increasing adolescent knowledge about stunting and the role of adolescents in stunting prevention. Health education is provided by lecture and discussion, pre test and post test methods. The target of the activity was teenagers in Rw 09 Ciwalen Village. Result. The activity was attended by 17 youth representatives from each RT and Karang Taruna teenagers in RW 09 Ciwalen sub-district. There was an increase in knowledge before and according to health education about stunting with an increase in value of 27.68%. Where the average pretest score is 3 (55.38%) and in the post test the average value is 4-5, namely (83.06%). In conclusion, after Health Education was conducted, knowledge related to stunting prevention in 17 respondents increased. With the right knowledge, awareness, and action, adolescents can contribute significantly to reducing stunting rates in society.  Keywords: Stunting, Adolescent Education, Health Education
Program Kitasuka (Kesehatan Gigi dan Kesehatan Anak Paud) sebagai Upaya Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rancaekek Haroen, Hartiah; Juniarti, Neti; Sari, Citra Windani Mambang; Witdiawati, Witdiawati; Mulya, Adelse Prima
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15133

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan di Indonesia. Salah satu pencegahan stunting adalah penerapan perilaku hidup bersih dan sehat termasuk di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Anak PAUD memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan anak sejak dini. Melalui edukasi dan demonstrasi aktivitas kebersihan cuci tangan dan sikat gigi, anak-anak PAUD diharapkan mampu memahami dan mengaplikasikan langkah-langkah penting dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hasil pengabdian dapat diidentifikasi bahwa terdapat peningkatan sebanyak 68% pada skor pre-test dan post-test. Perilaku hidup sehat dan bersih pada anak sekolah sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal. Perilaku hidup sehat dan bersih pada anak sekolah sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal. Kata Kunci: Kitasuka, Perilaku Hidup Bersih, Stunting  ABSTRACT Stunting is a problem in Indonesia. One of the prevention of stunting is the implementation of clean and healthy living behaviors including in the Early Childhood Education (PAUD) environment. PAUD children have an important role in shaping children's development from an early age. Through education and demonstration of hand washing and tooth brushing hygiene activities, PAUD children are expected to be able to understand and apply important steps in maintaining personal and environmental hygiene. The results of the service can be identified that there is an increase of 68% in the pre-test and post-test scores. Healthy and clean living behavior in school children is very important to support their optimal growth and development. Healthy and clean living behavior in school children is very important to support their optimal growth and development. Keywords: Kitasuka, Hygiene Behavior, Stunting
Hubungan Antara Usia dan Pengetahuan dengan Persepsi Stigma HIV/AIDS Pada Ibu Rumah Tangga di Kabupaten Garut Haroen, Hartiah; Hutomo, Wahyuni Maria Prasetyo; Mambangsari, Citra Windani; Witdiawati, Witdiawati; Harun, Hasniatisari
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.12991

Abstract

ABSTRACT There are approximately 5,100 new Human Immunodeficiency Virus (HIV) infections in the Housewife (IRT) group every year, and 35% of them are infected from their partners. This rate is higher than HIV cases in other groups such as the MSM (man sex with man). West Java is one of the four provinces with the highest number of HIV/AIDS cases in Indonesia. One of the districts in West Java with a high rate of HIV transmission is Garut Regency, where the estimation of 1,681 people with HIV/AIDS. To determine the relationship between age and knowledge with the perception of HIV/AIDS stigma among housewives. This research is a quantitative research with a cross sectional approach. Data collection was conducted in May 2023 and located in Village X, Garut Regency, West Java. The study population was housewives with inclusion criteria of women of childbearing age (aged 20-49 years) who resided permanently in the ciwalen sub-district area using purposive sampling technique as many as 97 housewives. Data collection was conducted door to door using a questionnaire which included demographic characteristics data, knowledge about HIV/AIDS using the HIV-KQ-18 Instrument consisting of 18 question items and perceived stigma using the stigma questionnaire from Berger's HIV Stigma Scale (HSS). Data were analyzed using SPSS software (Version 21), frequency distribution analysis and chi-square test. The research results showed that the majority of housewives (64 people, 66.0%) had poor knowledge about HIV, (32.0%) had high stigma about HIV and (34.0%) had low stigma. Meanwhile, only a few (34.0%) of the housewives had good knowledge and (25.8%) the housewives' stigma about HIV was low. Relationship between domestic workers' knowledge and stigma about HIV (P<0.021). The majority of housewives in the early adulthood stage (55 people, 56.7%), had high stigma (28.9%) and low stigma (27.8%), low stigma was more often found in late adulthood housewives (53.4%). Age was related to stigma about HIV (P < 0.014). To increase knowledge about HIV and reduce stigma in society, efforts are being made to increase knowledge and group discussions about HIV/AIDS. Keywords: HIV/AIDS, Housewives, Age, Knowledge, Stigma.  ABSTRAK Terdapat 5.100 infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) baru  pada kelompok Ibu Rumah Tangga (IRT) setiap tahunya dan sebagian besar 35% tertular dari pasangannya, angkat tersebut lebih tinggi dibandingkan kasus HIV pada kelompok lainnya seperti kelompok MSM (man sex with man). Jawa Barat merupakan salah satu dari empat provinsi dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi di Indonesia. Salah satu kabupaten di Jawa Barat yang  angka penularan HIV-nya tinggi adalah Kabupaten Garut,  perkiraan jumlah orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) sebanyak 1.681 orang. Diketahui hubungan usia dan pengetahuan dengan persepsi stigma  HIV/AIDS pada ibu rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2023 dan berlokasi di Desa X, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Populasi penelitian adalah ibu rumah tangga dengan kriteria inklusi wanita usia subur (usia 20-49 tahun) yang bertempat tinggal tetap di wilayah tersebut dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 97 ibu rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan secara door to door dengan menggunakan kuesioner yang meliputi data karakteristik demografi, pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan menggunakan Instrumen HIV-KQ-18 yang terdiri dari 18 item pertanyaan dan stigma yang dirasakan dengan menggunakan kuesioner stigma dari Berger's HIV Stigma Scale (HSS). Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS (Versi 21), analisis distribusi frekuensi dan uji chi-square. Penelitian menunjukan mayoritas IRT (64 orang, 66,0%) memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang HIV, (32.0%) memiliki stigma tentang HIV yang tinggi dan (34,0%) yang memiliki Stigma rendah. Sementara hanya sedikit (34,0%) diantara IRT yang memiliki pengetahuan baik dan (25,8%) stigma IRT tentang HIV yang rendah. Hubungan pengetahuan dan stigma IRT tentang HIV (P<0.021). Mayoritas Usia IRT pada tahap dewasa awal (55 orang, 56.7%), memiliki  stigma tinggi (28,9%) dan stigma rendah( 27,8%), stigma rendah lebih banyak dijumpai pada IRT Usia dewasa akhir (53,4%). Usia memiliki hubungan dengan stigma tentang HIV (P < 0.014). Untuk meningkatkan pengetahuan tentang HIV dan mengurangi stigma di masyarakat  dilakukan upaya-upaya peningkatan pengetahuan dan  diskusi kelompok bersama tentang HIV/ AIDS. Kata Kunci: HIV/AIDS, Ibu Rumah Tangga, Usia, Pengetahuan, Stigma.
Studi Deskriptif: Sedentary Lifestyle pada Remaja di Era Digital Rahma, Syifa Imaniar; Lukman, Mamat; Witdiawati, Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.19890

Abstract

ABSTRACT The development of technology in the digital era has significantly changed the lifestyle of adolescents, especially in increasing sedentary lifestyle. This lifestyle if ignored will have a negative impact on health. Therefore, it is important to understand the pattern of sedentary lifestyle in adolescents. This study aims to describe the level of sedentary lifestyle in adolescents and analyze the characteristics of respondents who contribute to sedentary time. This study is a quantitative descriptive study with a cross-sectional design. The population of this study were X and XI grade students at SMKN 2 Garut. The sampling technique used stratified random sampling with a sample 220 adolescents. The research tool used the Adolescents Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ). Data analysis used univariate analysis which resulted in frequency distribution and percentage. The results of this study showed 86.8% of adolescents had a high sedentary lifestyle, with an average sedentary time reaching 8.3 hours / day. The most sedentary activity is using a computer/laptop/HP for recreation (131.8 minutes/day). Age, gender, and involvement in activities outside of school contributed to the high level of sedentary lifestyle. Adolescents in the digital era tend to have a high sedentary lifestyle, especially the use of digital devices for entertainment and low physical activity exacerbates this condition. Therefore, promotive and preventive efforts such as education and motivation are needed to increase physical activity and the negative impacts of a sedentary lifestyle. Keywords: Adolescent, Digital Era, Sedentary Lifestyle  ABSTRAK Perkembangan teknologi di era digital telah membawa perubahan signifikan terhadap gaya hidup remaja, terutama dalam meningkatkan sedentary lifestyle. Gaya hidup ini jika dibiarkan akan berdampak negative terhadap kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memahami pola sedentary lifestyle pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat sedentary lifestyle pada remaja serta menganalisis karakteristik responden yang berkontribusi terhadap waktu sedentary. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian ini merupakan siswa kelas X dan XI di SMKN 2 Garut. Teknik sampling menggunakan stratified random sampling dengan sampel sebanyak 220 remaja. Alat ukut penelitian menggunakan kuesioner Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ). Analisis data menggunakan analisis univariat yang menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan 86.8% remaja memiliki sedentary lifestyle yang tinggi, dengan rata-rata waktu sedentary mencapai 8.3 jam/hari. Aktivitas sedentary yang paling banyak dilakukan yaitu menggunakan computer/laptop/HP untuk hiburan (131.8 menit/hari). Faktor usia, jenis kelamin, serta keterlibatan dalam aktivitas di luar sekolah turut berkontribusi terhadap tingkat sedentary lifestyle yang tinggi. Remaja di era digital cenderung memiliki gaya hidup sedentary yang tinggi terutama penggunaan perangkat digital untuk hiburan dan rendahnya aktivitas fisik memperuruk kondisi ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotive dan preventif seperti edukasi dan motivasi dalam peningkatkan aktivitas fisik dan dampak negative dari gaya hidup sedentary. Kata Kunci: Era Digital, Remaja, Sedentary Lifestyle