Claim Missing Document
Check
Articles

Relationship between Family Income and Availability of Basic Sanitation in Stunting Locus Damar Irza Irza; Laili Rahayuwati; Witdiawati Witdiawati; Raini Diah Susanti; Ahmad Yamin
Journal of Nursing Care Vol 6, No 2 (2023): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v6i2.44412

Abstract

Basic sanitation is influenced by many factors, one of which is welfare. As a component of welfare formation, income directly or indirectly influences sanitation behaviour, impacting a person's health. In children, poor health and nutritional intake are one of the causes of stunting. This study aimed to analyze the relationship between family income and the availability of basic sanitation at a stunting locus, one of which is in a village in Bandung Regency. This research method uses quantitative correlational methods with secondary data analysis. It obtained 204 respondents based on purposive sampling calculations, which were analyzed using the Chi-square test. The study found that the community's income was below the Regency UMK by 58.8%, equivalent to UMK IDR 5,000,000 as much as 38.7%, above IDR 5,000,000 as much as 2.5%. Meanwhile, 77.9% of clean water sources, 70.1% of waste management (latrines) and wastewater, and 5.9% of waste disposal meet the requirements of good condition. The Chi-Square test shows that income has no significant relationship with clean water sources (r=0.448), latrine management (r=0.325), and garbage disposal (r=0.240). So there is no relationship between family income and the availability of basic sanitation, considering that other factors affect the availability of basic sanitation.
Pengaruh Asuhan Keperawatan Keluarga terhadap status gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Cipanas Garut Nina Sumarni; Nina Sumarni; Witdiawati Witdiawati; Witdiawati Witdiawati; Arum Rukmasari; Arum Rukmasari
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v7i2.825

Abstract

Kualitas  sumber daya manusia sangat erat terkait erat dengan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan gizi seimbang, pemenuhan gizi seimbang diperlukan sejak janin sampai usia lima tahun karena masa ini merupakan masa rawan bagi anak.Anak dengan status gizi kurang sebaiknya mendapat perhatian dari  petugas kesehatan agar tidak terjadi gizi buruk.Untuk keberhasilan perawatan balita gizi kurang ditingkat rumah tangga diperlukan partisifasi dari petugas kesehatan dengan memberikan bimbingan, bantuan  dan pendampingan bagi keluarga melalui kunjungan petugas dan  memafaatkan potensi keluarga dalam pemecahan masalah.Adapun Jumlah Balita diwilayah ini  3.160 orang dan 325 orang mengalami gizi kurang. Tujuan mengetahui pengaruh asuhan keperawatan keluarga terhadap status  gizi Balita        Rancangan penelitian dengan quasi ekperimental Besaran sampel 66 orang, kelompok perlakuan 66 orang, kelompok kontrol 65 ,asuhan  dilakukan  satu bulan.Hasil Penelitian pada analisi univariat variabel pengetahuan setelah perlakuan 40% sangat baik. Sikap 17% kurang mendukung. Status gizi 66 Balita gizi kurang setelah perlakuan satu bulan 23 Balita status gizinya menjadi baik,Perubahan status gizi  pada kelompok perlakuan rata-rata meningkat 0,23 dari Z-skor semula,  dan kelompok kontrol  meningkat 0,04 dari Z–skor semula.Kesimpulan melalui asuhan kepewatan keluarga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap tetapi status gizi peningkatan tidak signifikan karenakan waktu yang kurang.. Kata kunci:Asuhan, Balita,Gizi kurang
Pengaruh Asuhan Keperawatan Keluarga terhadap status gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Cipanas Garut Nina Sumarni; Nina Sumarni; Witdiawati Witdiawati; Witdiawati Witdiawati; Arum Rukmasari; Arum Rukmasari
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v7i2.825

Abstract

Kualitas  sumber daya manusia sangat erat terkait erat dengan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan gizi seimbang, pemenuhan gizi seimbang diperlukan sejak janin sampai usia lima tahun karena masa ini merupakan masa rawan bagi anak.Anak dengan status gizi kurang sebaiknya mendapat perhatian dari  petugas kesehatan agar tidak terjadi gizi buruk.Untuk keberhasilan perawatan balita gizi kurang ditingkat rumah tangga diperlukan partisifasi dari petugas kesehatan dengan memberikan bimbingan, bantuan  dan pendampingan bagi keluarga melalui kunjungan petugas dan  memafaatkan potensi keluarga dalam pemecahan masalah.Adapun Jumlah Balita diwilayah ini  3.160 orang dan 325 orang mengalami gizi kurang. Tujuan mengetahui pengaruh asuhan keperawatan keluarga terhadap status  gizi Balita        Rancangan penelitian dengan quasi ekperimental Besaran sampel 66 orang, kelompok perlakuan 66 orang, kelompok kontrol 65 ,asuhan  dilakukan  satu bulan.Hasil Penelitian pada analisi univariat variabel pengetahuan setelah perlakuan 40% sangat baik. Sikap 17% kurang mendukung. Status gizi 66 Balita gizi kurang setelah perlakuan satu bulan 23 Balita status gizinya menjadi baik,Perubahan status gizi  pada kelompok perlakuan rata-rata meningkat 0,23 dari Z-skor semula,  dan kelompok kontrol  meningkat 0,04 dari Z–skor semula.Kesimpulan melalui asuhan kepewatan keluarga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap tetapi status gizi peningkatan tidak signifikan karenakan waktu yang kurang.. Kata kunci:Asuhan, Balita,Gizi kurang
Relationship Between Parents' Education and Income Level with Personal Hygiene Practices in Under-Five Children Care Hasan, Nur Bilqis Haibah Mufidah; Witdiawati, Witdiawati; Kosim, Kosim; Rahayuwati, Laili; Yani, Desy Indra; Solehati, Tetti
Journal of Nursing Care Vol 7, No 1 (2024): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v7i1.44618

Abstract

Poor personal hygiene practices can affect the incidence of infectious diseases which in turn can increase the risk of stunting. Several factors influence the practice of personal hygiene in the care of under-five children, namely the level of education and income of parents. The research was to analyze the relationship between parents' education and income level with personal hygiene practices in under-five children's care. The research design is a quantitative correlation with secondary data sources. The population is parents who have under-five children in Sukamulya Village, Bandung. Samples were taken using an accidental sampling technique with a total of 85 respondents, excluding parents whose children died in the under-five age range or whose children were 5 years old at the time of data collection. The instrument is a questionnaire consisting of demographic data and 7 questions related to personal hygiene practices in caring for under-five children. The data were analyzed using the Spearman test. The results showed that there was no relationship between the educational (p-value=0.16) and income (p-value=0.887) level of parents with personal hygiene practices in caring for under-five children in Sukamulya Village, Bandung. The next research suggestion is to examine other factors that influence personal hygiene practices in caring for under-five children.
TBC-Free Neighborhood: Community Empowerment in TBC Screening and Early Detection Efforts in Kota Wetan Sub-District, Garut City Witdiawati, Witdiawati; Purnama, Dadang; Noor, Rohmahalia M
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v5i2.8720

Abstract

One of the top 10 causes of death worldwide is Tuberculosis (TB). One of the strategic programs to eliminate TB is by increasing community involvement in TB control. This community service activity was conducted in RW 15, Kota Wetan Village, Garut Regency, using a community empowerment method with a series of TB health education and door-to-door TB screening activities. The results of the health education activities among 25 participants showed an increase in pre-test and post-test scores, with an average of 76.25 rising to 91.25. Residents aged over 15 years who participated in the screening consisted of 44 men (49%) and 46 women (51%). A total of 39 sputum samples were collected and then distributed to the community health center for laboratory analysis. The results of the TB screening based on the sputum sample test found 4 positive TB SO cases.
The Community Nursing Care In RT 01 And RW 02 Hamlet Mountain Three Village Cintaratu Pangandaran Parigi District Purnama, Dadang; Setiawan, Setiawan; Witdiawati, Witdiawati; Sunarya, Uu
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan (April 2024)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v11i1.531

Abstract

Community health nursing is a very strategic field and plays an active role in improving the health status of the community. According to the World Health Organization (WHO) in 2009, 60-80% of health services in the world are provided by nurses, while in Africa almost 85% of health services are provided by nurses. Nursing care that has been carried out in the Gunungtiga Hamlet community RT 01 and 02 RW 06 Cintaratu Village can be concluded that there are several nursing problems that arise in the Gunungtiga community with the priority problem being Ineffective Health Care. As well as the implementation activities that have been carried out, namely exercise and health education related to the effectiveness of aerobic exercise and tomato juice in reducing blood glucose levels, also went smoothly and received good evaluations. , community nursing is a very strategic field and plays an active role in improving the health status of the community. So we as medical personnel should apply the concepts and theories of community nursing to the community directly that have been studied previously.
The Socialization of Waste Sorting and Management Action in RW 04 Jayawaras Village, Tarogong Kidul District, Garut Regency Setiawan, Setiawan; Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati; Sunarya, Uu
JURNAL KESEHATAN STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan (April 2024)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v11i1.532

Abstract

Waste is a material that is discarded or discarded from a source resulting from human activities or natural processes that has no economic value, and can even have a negative value because handling it, whether to dispose of it or clean it up, requires quite a large amount of money. Apart from that, the characteristic of waste is that it smells, waste can also cause infectious diseases such as tuberculosis, dengue fever, acute respiratory infections, diarrhea and other infectious diseases. A process of waste handling activities from the source by utilizing resources effectively starting from containerization, collection, transportation, processing to disposal through organizational management control that is environmentally friendly, namely waste sorting, to facilitate disposal and reprocessing, to separate organic waste disposal. , non-organic and B3 and to make waste environmentally friendly. Waste management or processing is an important part of waste handling to change waste into a form that is more stable and does not pollute the environment and reduces the amount of waste that must be deposited in TPA (Final Processing Place).
Pendidikan dan Promosi Kesehatan Mengenai Kesehatan Mental pada Siswa Kelas XII SMAN 1 Pangandaran Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin; Purnama, Dadang; Sumarni, Nina; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14290

Abstract

ABSTRAK Data Indeks Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia Tahun 2023  ditemukan 9.162.886 kasus depresi dengan prevalensi 3,7 persen. Dari data tersebut ditemukan bahwa masyarakat Indonesia yang tidak produktif memiliki kecenderungan untuk mengalami gejala depresi lebih tinggi. Saat ini masalah kesehatan mental pada remaja cukup tinggi. Menurut Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey, 15,5 juta (34,9 persen) remaja mengalami masalah mental dan 2,45 juta (5,5 persen) remaja mengalami gangguan mental. Kesehatan mental akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas nasional. Tujuan dari Pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Siswa/i dalam upaya memvalidasi apa yang mereka rasakan terkait masalah mental. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode massa. Penyampaian metode ini dilakukan secara langsung dimana didalamnya terdapat materi yang disampaikan dalam bentuk poster, video, dan infografis. Hasil, kegiatan dilakukan pada tanggal 03 november 2023 dengan jumlah audience sebanyak 174 orang dengan kisaran rentang usia 17-18 tahun meliputi siswa kelas XII.  Berdasarkan hasil pre-test dengan hasil rata-rata pengetahuan berkisar 69%. Setelah pemberian materi, adanya peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari hasil post-test dengan rata-rata 86% (peningkatan sebesar 19%), Artinya, para audiens telah memiliki pengetahuan yang baik atas pertanyaan yang diberikan. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil dan pembahasan data survei, penulis dapat mengambil kesimpulan dari pendidikan dan promosi kesehatan yang telah kami lakukan secara langsung ini bahwa dari pre-test yang telah dilakukan hasilnya menunjukan mayoritas audiens sudah memiliki pengetahuan terkait kesehatan mental namun tidak secara mendalam mengenai pengertian dari kesehatan mental, jenis-jenis gangguan kesehatan mental, keefektifan dan perbedaan dari setiap jenis gangguan kesehatan mental. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Kesehatan Mental, Siswa, Pendidikan  ABSTRACT Data from the Indonesian Public Mental Health Index in 2023 found 9,162,886 cases of depression with a prevalence of 3.7 percent. From these data, it was found that unproductive Indonesians have a tendency to experience higher depressive symptoms. Currently, mental health problems in adolescents are quite high. According to the Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey, 15.5 million (34.9 percent) adolescents experience mental problems and 2.45 million (5.5 percent) adolescents experience mental disorders. Mental health will greatly affect national productivity. The purpose of this community service is to increase students' knowledge and understanding in an effort to validate what they feel about mental problems. The method used is using the mass method. The delivery of this method is carried out directly where there is material delivered in the form of posters, videos, and infographics. As a result, the activity was carried out on November 3, 2023 with a total audience of 174 people with an age range of 17-18 years including class XII students. Based on pre-test results with an average knowledge result of around 69%. After giving the material, there was an increase in knowledge obtained from the post-test results with an average of 86% (an increase of 19%), meaning that the audience already had good knowledge of the questions given. Conclusion Based on the results and discussion of survey data, the author can conclude from the education and health promotion that we have done directly that from the pre-test that has been carried out the results show that the majority of the audience already has knowledge related to mental health but not in depth about the understanding of mental health, types of mental health disorders, effectiveness and differences of each type of mental health disorder.     Keywords: Health Promotion, Mental Health, Students, Education
Pendidikan Kesehatan Pola Makan Teratur dan Peran Makanan Menjadi Landasan Terapi Kesehatan Mental “Sehat Pencernaan Sehat Otak” Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati; Setiawan, Setiawan; Muttaqin, Zaenal
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.13472

Abstract

ABSTRAK  Otak manusia sebagai pusat pengaturan mental tersusun atas material nutrisi esensial yang tidak dapat disintesis oleh tubuh. Kesehatan otak tentu menjadi kunci dalam kesehatan mental, karena pusat aktivitas mental berada di otak. Sehingga peran makanan menjadi urgensi dalam mengontrol kesehatan mental dan berelasi dengan kesehatan usus atau pencernaan. Kesehatan pencernaan dan kesehatan mental merupakan hal yang harus sejalan dalam kehidupan manusia untuk menjamin produktifitas pada setiap individu. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya pola makan teratur untuk menjaga kesehatan pencernaan berelasi dengan kesehatan mental. Metode kegiatan dengan ceramah dan diskusi. Sasaran pelaksanaan edukasi adalah siswa-siswi kelas 12 MAN 1 Garut berjumlah 31 orang siswa. Hasil kegiatan menunjukan 71% siswa sering mengalami stress dan 29% sangat sering.  Koping stress yang dilakukan 29% dengan cerita bersama teman, 25,8 % makan, 19,4% tidur, dan sisa aktivias lain seperti jalan-jalan, bermain, dan beroda atau ritual spiritual lainnya. Berdasarkan data pola makan pokok ditemukan 32,3% hanya makan 1 kali sehari, 51,6% 2 kali sehari, hanya 16,1% makan 3x sehari, dan 0% dengan pola makan lebih dari 3 kali sehari. Pretest dan post test menunjukan perubahan yang signifikan. Kesimpulan. Perubahan perilaku pola makan teratur dapat membantu kesehatan mental sehingga meningkatkan kualitas Kesehatan siswa. Kata Kunci: Pola Makan Teratur, Kesehatan mental  ABSTRACT The human brain as the center of mental regulation is composed of essential nutritional materials that cannot be synthesized by the body. Brain health is certainly key in mental health, because the center of mental activity is in the brain. So that the role of food becomes an urgency in controlling mental health and is related to intestinal or digestive health. Digestive health and mental health are things that must be in line in human life to ensure productivity in each individual. The purpose of this service activity is to increase knowledge about the importance of a regular diet to maintain digestive health related to mental health. Method of activity with lectures and discussions. The target of the education implementation is 31 students of grade 12 MAN 1 Garut. The results showed that 71% of students experienced stress frequently and 29% very often.  29% coped with stories with friends, 25.8% ate, 19.4% sleep, and the rest of other activities such as walking, playing, and wheeling or other spiritual rituals. Based on basic diet data, it was found that 32.3% only ate 1 meal a day, 51.6% 2 times a day, only 16.1% ate 3x a day, and 0% ate more than 3 times a day. Pretest and post test showed significant changes. Conclusion. Changes in regular dietary behavior can help mental health thereby improving the quality of student health.  Keywords: Regular Diet, Mental Health
Program Latihan Senam Otago sebagai Upaya Pencegahan Resiko Jatuh pada Orang dengan Lanjut Usia (Lansia) Witdiawati, Witdiawati; Purnama, Dadang; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18087

Abstract

ABSTRAK Seiring bertambahnya usia, Pada lansia akan muncul beberapa masalah, dimana salah satu masalah fisik dan biologis yang muncul adalah jatuh. Strategi pencegahan jatuh merupakan intervensi penting pada semua individu lanjut usia. Pencegahan jatuh dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian pada lansia. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kekuatan fisik lansia dengan latiahn senam Otago sebagai upaya pencegahan resiko jatuh. Metode kegiatan dengan demontrasi latihan senam Otago secara terbimbing. Sasaran pelaksanaan kegiatan adalah lansia di PPS Griya lansia Garut. kehadiran lansia yang mengikuti kegiatan senam Otago mencapai 58% (43 org), semua lansia dapat mengikuti gerakan senam Otago. Program Latihan Otago efektif dalam melatih keseimbangan dan pencegahan resiko jatuh pada lansia. Kata Kunci: Resiko Jatuh, Latihan Otago, Lansia  ABSTRACT Introduction: As we get older, in the elderly there will be several problems, where one of the physical and biological problems that arise is falling. Fall prevention strategies are an important intervention in all elderly individuals. Fall prevention can reduce the rate of illness and death in the elderly. Purpose: The purpose of this service activity is to increase the physical strength of the elderly by practicing Otago gymnastics as an effort to prevent the risk of falling. Methods: Activity method with a demonstration of Otago exercises in a guided manner. The target of the implementation of the activity is the elderly at PPS Griya Lansia Garut. Results: the attendance of the elderly who participated in Otago exercise reached 58% (43), all elderly people were able to participate in Otago exercise movements. Conclusion: The Otago exercise Program is effective in practicing balance and preventing the risk of falling in the elderly.  Keywords: Otago Exercise, Elderly, Fall Risk