Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Keluarga dalam Perawatan Kesehatan Anggota Keluarga yang Mengalami Gangguan Jiwa Muttaqin, Zaenal; Muryati, Muryati; Rukman, Rukman; Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13453

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa bisa dikatakan sebagai suatu kondisi sehat baik emosional, psikologis, dan juga social yang ditunjukkan dalam hubungan interpersonal yang memuaskan antara individu dengan individu lainnya, Kondisi ini perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari seluruh jajaran lintas sektor Pemerintah baik di tingkat Pusat maupun Daerah, serta perhatian dari seluruh masyarakat, khususnya keluarga. Kurangnya pemahaman masyarakat dan keluarga tentang bagaimana cara merawat Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) akan memberi dampak tidak optimal kepada kesembuhan anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dan keluarga sebagai upaya mencapai kemandirian masyarakat dan keluarga merawat ODDP. Metode kegiatan berupa sosialisasi, pre test, pendidikan kesehatan dan, post test serta pendampingan pada keluarga ODDP. Kegiatan diikuti oleh 30 orang peserta yang dari kader dan keluarga dengan ODDP di RW 03 dan RW 10. Kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dan keluarga dalam merawat ODDP, hasil rata-rata pretest 4.5 menjadi 6.5; analisis perhitungan jumlah nilai pre test dan post test peserta dari RW. 03 terjadi peningkatan nilai rata-rata 1,98 dari pre test = 4.7 menjadi post tes = 6.68 sedangkan peserta dari RW 10 terjadi peningkatan nilai rata-rata 2,1 dari pre test= 4.1 menjadi post test = 6.28. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendidikan kesehatan dapat memberikan informasi pengetahuan dan motivasi kepada masyarakat dan keluarga tentang cara merawat ODDP, sehingga akan mendorong ODDP dapat hidup mandiri, produktif, dan percaya diri di tengah masyarakat, bebas dari stigma, diskriminasi atau rasa takut, malu dan ragu-ragu serta mengurangi resiko kekambuhan pada Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP). Kata Kunci: Keluarga, Kader, Pemberdayaan, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Mental health can be said to be a healthy condition, both emotional, psychological and social, which is demonstrated in satisfactory interpersonal relationships between individuals and other individuals. This condition needs to receive serious attention from all levels across government sectors, both at the central level. and regions, as well as attention from the entire community, especially families. The lack of understanding by the community and families about how to care for People with Psychosocial Disabilities (ODDP) will have a suboptimal impact on the recovery of family members who suffer from mental disorders. This community service aims to increase the knowledge and abilities of the community and families as an effort to achieve community and family independence in caring for ODDP. Activity methods in the form of socialization, pre-test, health education and, post-test and assistance to ODDP families. The activity was attended by 30 participants from cadres and families with ODDP in RW 03 and RW 10. this activity increased the knowledge and ability of the community and families in caring for ODDP, the average pretest result was 4.5 to 6.5; analysis of the calculation of the total pre-test and post-test scores of participants from RW. 03 there was an increase in the average score of 1.98 from pre test = 4.7 to post test = 6.68, while participants from RW 10 experienced an increase in average score of 2.1 from pre test = 4.1 to post test = 6.28. Community service activities in the form of health education can provide knowledge and motivation information to the community and families about how to care for ODDP, so that it will encourage ODDP to live independently, productively and confidently in society, free from stigma, discrimination or fear, shame and doubt and reduce the risk of relapse in People with Psychosocial Disabilities (ODDP). Keywords: Family, Cadres, Empowerment, Health Education
Pemberdayaan Keluarga dalam Meningkatkan Adversity dan Spiritual Quotient Keluarga Pada Saat Pandemi di Rumah Sari, Citra Windani Mambang; Juniarti, Neti; Yani, Desy Indra; witdiawati, witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13044

Abstract

ABSTRAK  Tahun 2021 merupakan tahun ke 2 berlangsungnya pandemic covid-19 yang  menyebabkan semua orang menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah demi memutus mata rantai Covid19. Selain pembatasan aktivitas, adversity dan spiritual merupakan suatu hal yang penting pada saat pandemi sebagai ketahanan pada keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan keluarga dalam mengidentifikasi Adversity dan Spiritual Quotient anggota keluarganya serta mengembangkan strategi koping keluarga yang baik selama masa pandemi. Pengabdian ini merupakan rangkaian work-life balance yang dilaksanakan secara online dengan zoom meeting. Kegiatan ini dihadiri 208 orang yang terdiri dari peserta umum yang merupakan pekerja atau mahasiswa. Dari kuesioner wellnes yang disebarkan ke peserta hampir setengahnya dari peserta kurang merasa ceria, kurang merasa tenang dan santai, kurang merasa aktif, tidak bangun dengan perasaan segar dan istirahat, kehidupan sehari-hari tidak dipenuhi dengan hal-hal yang menarik dalam waktu dua minggu terakhir. Berdasarkan hal tersebut, keluarga dapat memahami dan mempraktekan secara langsung bagaimana menyiapkan mental keluarga terutama di masa pandemi. Hal ini juga dapat menjadi rekomendasi untuk perawat komunitas dalam merencanakan intervensi untuk keperawatan keluarga. Kata Kunci: Spiritual, Adversity, Keluarga, Pandemi, Wellnes, Worklife-Balance  ABSTRACT Year of 2021 is the 2nd year of the covid-19 pandemic which causes everyone to spend most of their time at home to break the Covid19 chain. In addition to activity restrictions, adversity and spirituality are important during a pandemic as resilience in families. This activity aims to increase family empowerment in identifying Adversity and Spiritual Quotient of their family members and developing good family coping strategies during the pandemic. This service is a series of work-life balance which is carried out online with zoom meetings. This activity was attended by 208 people consisting of general participants who are workers or students. From the wellness questionnaire distributed to participants, almost half of the participants did not feel cheerful, did not feel calm and relaxed, did not feel active, did not wake up feeling refreshed and rested, and their daily lives were not filled with interesting things in the last two weeks. Based on this, families can understand and practice directly how to mentally prepare families, especially during a pandemic. This can also be a recommendation for community nurses in planning interventions for family nursing. Keywords: Spirituality, Adversity, Family, Pandemic, Wellness, Work-Life Balance
Program Ceting Mbah Salimah sebagai Upaya Ketahanan Pangan untuk Pencegahan Stunting di Keluarga Kecamatan Rancaekek Sari, Citra Windani Mambang; Haroen, Hartiah; Witdiawati, Witdiawati; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15203

Abstract

ABSTRAK  Ketahanan pangan adalah dengan memiliki akses yang cukup terhadap pangan yang bergizi dan bervariasi. Sebuah keluarga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi setiap anggotanya, memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Ketahanan pangan sebuah keluarga merupakan suatu upaya pencegahan stunting di keluarga. CETING MBAH SALIMAH, Cegah Stunting dengan menanam Buah dan Sayur di Lingkungan Rumah dilaksanakan di Desa Sukamulya dengan metode workshop yang dihadiri 39 keluarga. Nilai pelaksanaan post-test untuk penyampaian materi tentang penanaman buah dan sayuran membuahkan hasil, menunjukkan bahwa peserta lebih memahami materi tentang penanaman buah dan sayur, dengan peningkatan pemahaman sebesar 22,57 % dari 51,28 menjadi 73,85. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan dilakukan dengan lancar dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang konsep penanaman dengan media tanah. Program ini diharapkan dapat berlanjut dengan melanjutkan inovasi dengan fokus pada bercocok tanam yang sederhana sebagai upaya pencegahan stunting di keluarga. Kata Kunci: Program Ceting, Ketahanan Pangan, Stunting ABSTRACT Food security is having sufficient access to nutritious and varied food. A family can meet the nutritional needs of each member, ensure optimal growth and development, and increase the body's resistance to disease. A family's food security is an effort to prevent stunting in the family. CETING MBAH SALIMAH, Prevent Stunting by planting Fruits and Vegetables in the Home Environment was implemented in Sukamulya Village with a workshop method attended by 39 families. The value of the implementation of the post-test for the delivery of material on planting fruits and vegetables produced results, showing that participants better understood the material on planting fruits and vegetables, with an increase in understanding by 22.57% from 51.28 to 73.85. These results show that the activities were carried out smoothly and provided a better understanding of the concept of planting with soil media. This program is expected to continue by continuing innovations with a focus on simple farming as an effort to prevent stunting in the family.  Keywords: Ceting Program, Food Security, Stunting
Pendidikan Kesehatan tentang Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting Witdiawati, Witdiawati; Purnama, Dadang; Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13904

Abstract

ABSTRAK Pencegahan stunting memerlukan upaya bersama dari seluruh komponen komunitas, dan peran remaja sangat penting dalam upaya ini. Tujuan kegiatan adalah edukasi kesehatan peningkatan pengetahuan remaja mengenai stunting dan peran remaja dalam pencegahan stunting. Pendidikan kesehatan diberikan dengan metode ceramah dan diskusi, pre test dan post test. Sasaran kegiatan adalah remaja di Rw 09 Kelurahan Ciwalen. Hasil. Kegiatan di hadiri remaja perwakilan dari tiap RT dan remaja Karang Taruna di RW 09 kelurahan Ciwalen. Terdapat pengingkatan pengetahuan sebelum dan sesuai pendidikan kesehatan tentang stunting dengan peningkatan nilai sebesar 27,68 %. Dimana hasil nilai pretest rata-rata adalah 3 (55,38%) dan pada post test nilai rata – rata adalah 4-5 yaitu (83,06%). Kesimpulan, setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan, pengetahuan terkait pencegahan stunting pada 17 responden meningkat. Dengan pengetahuan, kesadaran, dan tindakan yang tepat, remaja dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi angka stunting di Masyarakat. Kata Kunci: Stunting, Remaja, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Stunting prevention requires a concerted effort from all components of the community, and the role of adolescents is very important in this effort. The purpose of the activity is health education, increasing adolescent knowledge about stunting and the role of adolescents in stunting prevention. Health education is provided by lecture and discussion, pre test and post test methods. The target of the activity was teenagers in Rw 09 Ciwalen Village. Result. The activity was attended by 17 youth representatives from each RT and Karang Taruna teenagers in RW 09 Ciwalen sub-district. There was an increase in knowledge before and according to health education about stunting with an increase in value of 27.68%. Where the average pretest score is 3 (55.38%) and in the post test the average value is 4-5, namely (83.06%). In conclusion, after Health Education was conducted, knowledge related to stunting prevention in 17 respondents increased. With the right knowledge, awareness, and action, adolescents can contribute significantly to reducing stunting rates in society.  Keywords: Stunting, Adolescent Education, Health Education
Program Kitasuka (Kesehatan Gigi dan Kesehatan Anak Paud) sebagai Upaya Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rancaekek Haroen, Hartiah; Juniarti, Neti; Sari, Citra Windani Mambang; Witdiawati, Witdiawati; Mulya, Adelse Prima
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15133

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan di Indonesia. Salah satu pencegahan stunting adalah penerapan perilaku hidup bersih dan sehat termasuk di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Anak PAUD memiliki peran penting dalam membentuk perkembangan anak sejak dini. Melalui edukasi dan demonstrasi aktivitas kebersihan cuci tangan dan sikat gigi, anak-anak PAUD diharapkan mampu memahami dan mengaplikasikan langkah-langkah penting dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hasil pengabdian dapat diidentifikasi bahwa terdapat peningkatan sebanyak 68% pada skor pre-test dan post-test. Perilaku hidup sehat dan bersih pada anak sekolah sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal. Perilaku hidup sehat dan bersih pada anak sekolah sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal. Kata Kunci: Kitasuka, Perilaku Hidup Bersih, Stunting  ABSTRACT Stunting is a problem in Indonesia. One of the prevention of stunting is the implementation of clean and healthy living behaviors including in the Early Childhood Education (PAUD) environment. PAUD children have an important role in shaping children's development from an early age. Through education and demonstration of hand washing and tooth brushing hygiene activities, PAUD children are expected to be able to understand and apply important steps in maintaining personal and environmental hygiene. The results of the service can be identified that there is an increase of 68% in the pre-test and post-test scores. Healthy and clean living behavior in school children is very important to support their optimal growth and development. Healthy and clean living behavior in school children is very important to support their optimal growth and development. Keywords: Kitasuka, Hygiene Behavior, Stunting
PENDIDIKAN KESEHATAN PERNIKAHAN YANG BAIK SECARA BIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS : TEPAT BUKAN CEPAT: PENDIDIKAN KESEHATAN PERNIKAHAN YANG BAIK SECARA BIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS : TEPAT BUKAN CEPAT Setiawan, Setiawan; Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.157

Abstract

Menikah muda dapat mengakibatkan terjadinya masalah kehamilan, resiko penyulit persalinan karena besar kepala anak tidak dapat menyesuaikan bentuk punggung yang belum berkembang sempurna, bayi premature, resiko ibu meninggal dan masih banyak dampak bahaya lainnya. Tujuan kegiatan pendidikan kesehatan ini menjawab hasil survey, yang mana menurut pihak sekolah siswa SMA Negeri 19 Garut jarang mendapatkan pendidikan kesehatan mengenai bagaimana pernikahan dini berpengaruh secara biologis maupun psikologis pada angka kesakitan dan kematian, serta dapat mengurangi angka pernikahan dini yang terjadi, dan siswa lebih memahami mengenai hal-hal berbau seksualitas agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Kegiatan dilakukan dengan, ceramah paparan materi, diskusi dan tanya jawab, melatih siswa untuk lebih memahami materi yang disampaikan. Hasil setelah dilaksanakan pendidikan dan promosi kesehatan mengenai pernikahan yang baik secara biologis dan psikologis : tepat bukan cepat, Kesimpulan : penting adanay keberlanjutan dari kegiatan pendidikan kesehatan di sekolah menegah atas untuk menambah wawasan siswa terkait konsep pernikahan lebih baik yang akan mereka lewati dimasa yang akan datang.
MINDFULNESS-BASED STRESS REDUCTION (MBSR) AND EFFECTIVENESS ON ANXIETY IN BREAST CANCER SURVIVORS: A RAPID LITERATURE REVIEW Witdiawati, Witdiawati; Andini, Wilda; Purnama, Dadang; Dinan, Nur Azmina; Bakar, Shabila Fasa Noor; Fauziah, Siti; Mulyani, Airin Rizki
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 8, No 4 (2025): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v8i4.12344

Abstract

Cancer is one of the leading causes of death in the world and its number continues to increase every day. The decline in physical condition that haunts breast cancer patients often makes patients anxious. Mindfulness-based stress reduction (MBSR) has been used to cope with stress normally but often and more significantly than daily life. The purpose of this literature review was to provide an empirical basis to evaluate whether the MBSR method can effectively reduce anxiety levels in breast cancer patients. The method in searching for article data sources was carried out through the Google Scholar, PubMed, SAGE Journals, and EBSCO (2012-2022) data bases database to retrieve relevant articles. The inclusion study design focuses on breast cancer patients. The selection process used the PRISMA Flow Diagram 2009, 5 articles were selected as the result of the selection. Result. MBSR has been shown to be effective in reducing anxiety and stress in breast cancer survivors. Conclusion. MBSR may be one of the nonpharmacological interventions that accompany conventional therapy in breast cancer patients. Keywords: Mindfulness-based stress reduction (MBSR), breast Cancer, Anxiety.
Persepsi Remaja Terhadap Pernikahan Dini di Desa Rancabango Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut Sukmawati Sukmawati; Imel Nuraeni; Witdiawati Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.12992

Abstract

ABSTRACT The rate of early marriage in various countries continues to increase from year to year. Indonesia is a country with the number of early marriages, ranking 37th in the world. West Java is ranked second highest after South Kalimantan. Garut is one of the districts in West Java with the largest number of contributors to early marriage, especially in Ranbrango village, Tarogong Kaler subdistrict. Adolescents' perceptions influence and play an important role in the incidence of early marriage. This research aims to determine the description of young women's perceptions of early marriage. The research method used was descriptive with a quantitative approach, the sample of young women aged 16-19 years was 138 people. The research instrument uses a questionnaire related to adolescent perceptions designed by Winda Desi Aryanti (2018) with validity test results of 0.361 and reliability of 0.943 consisting of 10 cognitive questions, 10 affective questions and 10 conative questions. Univariate data analysis presented in frequency and percentage distribution tables. The research results show that most perceptions of cognitive aspects are in the understanding category (90.6%), affective aspects are in the supporting category (62.3%), and conative aspects are in the unfavorable category (66.7%). Even though perceptions in the cognitive aspect show that teenagers understand and have good knowledge, there are still some teenagers who have problems with several indicators of the perception aspect of early marriage, namely in the affective aspect teenagers support early marriage and in the conative aspect teenagers are less favorable towards early marriage. Intervention is needed from health workers to provide education regarding early marriage and the impact it has on teenagers, parents and society so that it is hoped that it can reduce and prevent early marriage. Keywords: Early Marriage,  Perception, Teenager  ABSTRAK Angka pernikahan dini di berbagai negara terus mengalami peningkat dari tahun ke tahun. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah  pernikahan dini peringkat ke 37 di dunia. Jawa Barat  menduduki peringkat ke dua tertinggi setelah Kalimantan selatan. Garut termasuk salah satu kabupaten di Jawa Barat dengan penyumbang pernikahan dini terbanyak, khususnya didesa Rancabango kecamatan Tarogong Kaler. Persepsi remaja berpengaruh dan berperan penting terhadap kejadian pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran  persepsi remaja putri  terhadap pernikahan dini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, sampel remaja putri usia 16-19 tahun berjumlah 138 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner terkait persepsi remaja yang dirancang oleh Winda Desi Aryanti (2018) dengan hasil uji validitas 0,361 dan realibilitas 0,943 terdiri dari 10 pertanyaan kognitif, 10 pertanyaan afektif dan 10 pertanyaan konatif. Analisia data univariat yang disajika dalam tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitan menunjukan persepsi aspek kognitif sebagian besar berada pada kategori paham (90,6%), aspek afektif berada pada kategori mendukung (62,3%), dan aspek konatif berada pada kategori kurang baik (66,7%). Meskipun persepsi pada aspek kognitif menunjukan remaja paham dan memiliki pengetahuan baik namun masih ditemukan beberapa remaja yang memiliki masalah pada beberapa indator aspek persepsi terhadap pernikahan dini yaitu pada aspek afektif remaja mendukung pernikahan dini dan aspek konatif remaja kurang baik terhadap pernikahan dini. Diperlukan intervensi dari tenaga kesehatan  untuk memberikan pendidikan terkait pernikahan usia dini beserta dampak yang ditimbulkan kepada remaja, orangtua, dan masyarakat sehingga  diharapkan dapat menurunkan dan mencegah terjadinya pernikahan dini. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Persepsi, Remaja Putri
Gambaran Kualitas Hidup Berkaitan dengan Kesehatan Pada Lansia di UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia (PPSGL) Ciparay Raisha Salsabilla; Mamat Lukman; Witdiawati Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21326

Abstract

ABSTRACT The advanced age stage is the final phase in human life. The elderly experience various changes in themselves both biologically and psychologically. So that the changes that occur will have an impact on the quality of life related to health in a person. The purpose of this study was to determine the description of the quality of life related to health in the elderly at the UPTD Griya Lansia Social Service Center (PPSGL) Ciparay. The research design is descriptive quantitative. The population and research sample were 61 elderly people based on the total sampling technique. The instrument in this study used the European Quality of Life 5 Dimensions 5 level (EQ-5D-5L) with a validity test above 0.30 and a Cronbach's Alpha value of 0.718. Data were analyzed univariately. The results showed that the quality of life of the elderly at the UPTD Griya Lansia Social Service Center (PPSGL) Ciparay was mostly optimal with an average value ≥0.645. Based on the results of the cross table, there are no significant results between the quality of life and the demographic data obtained. Keywords: Elderly, EQ-5D-5L, Health – Related Quality of Life. ABSTRAK Tahap usia lanjut merupakan fase akhir dalam kehidupan pada manusia. Lansia mengalami berbagai perubahan dalam dirinya baik secara biologis maupun psikologis. Sehingga dari perubahan yang terjadi akan berdampak terhadap kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan pada seseorang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup berkaitan dengan kesehatan pada lansia di UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia (PPSGL) Ciparay. Rancangan penelitian secara deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian adalah sebanyak 61 lansia berdasarkan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan European Quality of Life 5 Dimensions 5 level (EQ-5D-5L) dengan uji validitas diatas 0,30 dan nilai Cronbach’s Alpha 0,718. Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup lansia di UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Lansia (PPSGL) Ciparay mayoritas optimal dengan nilai rata – rata ≥0,645. Berdasarkan hasil tabel silang, tidak terdapat hasil yang signifikan antara kualitas hidup dengan data demografi yang didapatkan Kata Kunci: EQ-5D-5L, Kualitas Hidup, Lansia
DESCRIPTION OF HIV KNOWLEDGE AMONG PREGNANT WOMEN ACCORDING TO DEMOGRAPHIC CHARACTERISTICS Elyana Awalia Subagya; Witdiawati Witdiawati; Ema Arum Rukmasari
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 9, No 2 (2026): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v9i2.12391

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) remains a global public health issue, including among pregnant women who are at risk of transmitting the infection to their fetuses. Knowledge is one of the factors influencing pregnant women’s behavior regarding early detection as a preventive measure against mother-to-child HIV transmission. The purpose of this study is to identify the level of knowledge among pregnant women regarding HIV transmission and prevention. This study employed a descriptive quantitative design. The sample was selected using total sampling from 100 pregnant women. The research instrument was the HIV Knowledge Questionnaire-18 (HIV-KQ-18) in the Indonesian language. Data were analyzed using univariate analysis. The results of the study indicate that the majority of pregnant women (52%) have insufficient knowledge regarding HIV transmission and prevention; this was particularly common among respondents aged 20–35 years, those who were unemployed, had a secondary education, were in their second trimester of pregnancy, had given birth to one child, and had received information related to HIV. These findings highlight the need for strengthened structured HIV education within antenatal care services. Further research is recommended to analyze the determinants influencing knowledge levels and to explore the relationship between knowledge and VCT behavior among pregnant women.