Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Edukasi Terapi Relaksasi Otot Progresif pada Lansia dengan Hipertensi di RW 04 Kelurahan Karya Baru Kurniawaty Kurniawaty; Widya Arisandy; Khoirin Khoirin; Susanti Delina; Neng Annis Fathia; Sunarmi Sunarmi; Nopianti Nopianti; Suherwin Suherwin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i7.9542

Abstract

ABSTRAK Hipertensi salah satu penyakit yang tidak menular dan faktor resiko yang paling konsisten pemicu stroke. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal. Hipertensi ini masih merupakan masalah besar di Indonesia karena tingkat prevalensi yang terus meningkat. Salah satu penanganan non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah adalah terapi relaksasi otot progresif.Relaksasi otot progresif merupakan salah satu bentuk terapi berupa pemberian instruksi kepada seseorang dalam bentuk gerakan gerakan yang tersusun secara sistematis untuk merileksasikan pikiran dan anggota tubuh seperti otot-otot dan mengembalikan kondisi dari keadaan tegang ke keadaan rileks, normal dan terkontrol, mulai dari gerakan tangan sampai kepada gerakan kaki. Untuk memperkenalkan terapi relaksasi otot progresif bagi lansia dengan hipertensi agar dapat melakukan terapi relaksasi secara mandiri dirumah untuk menurunkan tekanan darah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini memberikan edukasi tentang hipertensi dan terapi relaksasi otot progresif. Adapun penyampaian materi dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan simulasi. Sasaran kegiatan in adalah warga RW 04 Kelurahan karya baru yang menderita hipertensi sebanyak 20 orang. Kuesioner pre-test dan post-test diberikan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Adanya peningkatan pengetahuan lansia sebanyak 80% pada kategorik baik dan terampil dalam melakukan terapi relaksasi otot progresif. Lansia dapat berperan aktif dalam menyampaikan pengetahuan yang telah didapat kepada masyarakat mengenai terapi relaksasi otot progresif sebagai salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Kata Kunci: Terapi Relaksasi Otot Progresif, Hipertensi, Lansia  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease and the most consistent risk factor for stroke. Hypertension is a condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal. Hypertension is still a big problem in Indonesia because the prevalence rate continues to increase. One of the non-pharmacological treatments for lowering blood pressure is progressive muscle relaxation therapy. Progressive muscle relaxation is a form of therapy in the form of giving instructions to someone in the form of systematically arranged movements to relax the mind and limbs such as muscles and restore the condition of a tense state to a relaxed, normal and controlled state, from hand movements to foot movements. To introduce progressive muscle relaxation therapy for the elderly with hypertension so they can do relaxation therapy independently at home to lower blood pressure. The method used in this activity provides education about hypertension and progressive muscle relaxation therapy. The delivery of material using lecture methods, question and answer, demonstrations and simulations. The target of this activity is 20 residents of RW 04 Kelurahan Karya Baru who suffer from hypertension. Pre-test and post-test questionnaires were given to evaluate the increase in participants' knowledge. There is an increase in the knowledge of the elderly by 80% in the good category and skilled in performing progressive muscle relaxation therapy. The elderly can play an active role in conveying the knowledge they have gained to the public regarding progressive muscle relaxation therapy as a way to reduce blood pressure in hypertension sufferers. Keywords: Progressive Muscle Relaxation Therapy, Hypertension, Elderly
EDUKASI PENYULUHAN TENTANG PENTINGNYA AIR SUSU IBU (ASI) EKSKLUSIF UNTUK PEMENUHAN NUTRISI Rhipiduri Rivanica; Sri Handayani; Meita Hipson; Neni Riyanti; Wita Solama; Risa Devita; Widya Arisandy
ABDIKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v5i1.1603

Abstract

Abstrak ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa makanan tambahan cairan lain baik susu formula, air putih, air jeruk atau makanan tambahan lain nya pada bayi berumur 0-6 bulan yang akan mempunyai manfaat yang luar biasa bagi perkembangan dan pertumbuhan bayi di samping meningkatkan ikatan kasih sayang ibu dan bayi. Cakupan pemberian ASI Eksklusif secara nasional pada bayi usia 0-6 bulan tahun 2020 sebesar 66,3% dan terjadi kenaikan di tahun 2021 yaitu sebesar 69,7%. Masih banyaknya ibu-ibu yang tidak memahami tentang pentingnya ASI Eksklusif untuk bayi di Desa Tanjung Kepayang Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin. Memberikan edukasi dan pengetahuan tentang Pentingnya ASI Eksklusif terhadap bayinya agar terpenuhi nutrisinya. Penyuluhan tentang ASI Eksklusif ini telah dilakukan kepada 21 ibu-ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan sebagai peserta kegiatan. Setelah diberikan informasi didapatkan hasil melalui proses tanya jawab, peserta kegiatan aktif dan banyak merespon pertayaan yang diberikan serta antusias dan memahaminya. Pemberian leafleat yang digunakan sebagai media dalam penyuluhan tentang ASI Eksklusif, sudah diberikan dan menambah informasi bagi ibu-ibu. Ibu-ibu merasa senang dengan kegiatan yang dilakukan mahasiswa karena menambah ilmu dan pengetahuan mereka. Kesimpulan : Peserta kegiatan mampu mengulangi kembali pengertian, Manfaat, dan tujuan ASI eksklusif. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Manfaat, Tujuan Abstract Exclusive breastfeeding is breastfeeding only without additional liquid food either formula milk, water, orange juice or other additional food for babies aged 0-6 months which will have tremendous benefits for the development and growth of babies in addition to increasing bonds of affection mother and baby. The coverage of exclusive breastfeeding nationally for infants aged 0-6 months in 2020 is 66.3% and there will be an increase in 2021, namely 69.7%. There are still many mothers who do not understand the importance of exclusive breastfeeding for babies in Tanjung Kepayang Village, Banyuasin III District, Banyuasin Regency. Provide education and knowledge about the importance of exclusive breastfeeding for their babies so that their nutrition is fulfilled. Counseling about exclusive breastfeeding has been carried out to 21 mothers who have babies 0-6 months as activity participants. After being given the information, the results were obtained through a question and answer process, the participants were active and responded a lot to the questions given and enthusiastic and understood them. The provision of leaflets which are used as media in counseling about exclusive breastfeeding, has been given and adds information to mothers. Mothers feel happy with the activities carried out by students because it adds to their knowledge and knowledge. Conclusion: Activity participants are able to repeat the meaning, benefits, and goals of exclusive breastfeeding.
PENERAPAN KOMPRES HANGAT UNTUK MENURUNKAN HIPERTEMIA PADA ANAK YANG MENGALAMI KEJANG DEMAM Nopianti, Nopianti; Kurdaningsih, Septi Viantri; Arisandy, Widya
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 2 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v15i2.1142

Abstract

Latar Belakang : Kejang demam adalah salah satu penyakit yang terjadi pada anak, kejang terjadi karena peningkatan suhu tubuh, suhu rektal diatas 38°C yang disebabkan oleh proses ekstra kranial. Penanganan demam agar tidak kejang dapat dilakukan dengan kompres hangat. Tujuan: Diketahuinya penerapan kompres hangat untuk menurunkan hipertermia pada anak yang mengalami kejang demam. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi penerapan kompres hangat. Proses pengambilan penelitian pada tanggal 25-27 Mei 2022 Tempat penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Hasil: Implementasi pada pasien An. A yang mengalami Hipertermia dilakukan dengan penerapan kompres hangat selama 3 hari, pada hari 1 dari 39,3°C menjadi 39,3°C pada hari ke 2 38,5°C menjadi 37,6°C dan hari ke 3 37°C menjadi 36,9°C evaluasi sebelum dilakukan kompres hangat 39,3°C setelah dilakukan kompres hangat menurun menjadi 36,9°C kejang menurun. Saran: Diharapkan agar keluarga pasien dapat mengaplikasikan kompres hangat secara benar sebagai penolongan pertama apabila anak mengalami demam tinggi.Kata Kunci : Kompres Hangat, Hipertermia, Kejang Demam
PENERAPAN TEKHNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA HIPERTENSI DALAM MENURUNKAN NYERI AKUT Arisandy, Widya; Suherwin, Suherwin; Nopianti, Nopianti; Bainani, Bainani
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 16, No 1 (2024): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v16i1.1225

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian/mortalitas. Relaksasi otot progresif merupakan terapi pemberian gerakan yang tersusun secara sistematis untuk merileksasikan pikiran dan anggota tubuh seperti otot-otot dan mengembalikan kondisi dari keadaan tegang ke keadaan rileks, normal dan terkontrol, mulai dari gerakan tangan sampai gerakan kaki. Tujuan: Diketahuinya pengaruh penerapan pemberian tekhnik relaksasi otot progresif pada lansia yang mengalami hipertensi dengan keluhan utama nyeri akut. Metode: Desain studi kasus ini adalah desain deskriptif pemaparan studi kasus pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus 2 orang pasien kriteria mengalami hipertensi dengan masalah nyeri akut. Studi kasus ini dilakukan di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang tanggal 11–16 Mei 2023. Hasil: Implementasi keperawatan menunjukkan bahwa penerapan relaksasi otot progresif pada pasien hipertensi dengan masalah nyeri akut yang diberikan kepada pasien mampu mengurangi dan mengatasi nyeri, kedua pasien dapat melakukan secara mandiri dan merasakan nyaman. Saran: Pihak terkait agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan terutama terhadap lansia yang mengalami nyeri dengan hipertensi, secara preventif, serta terdapat jadwal rehabilitasi terpadu yang terintegritas antara perawat, fisioterapi pengurus panti dan keluarga untuk meningkatkan derajat mutu kesehatan lansia secara maksimal. Kata Kunci: Relaksasi Otot Progresif,  Hipertensi, Nyeri Akut
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) Hipson, Meita; Handayani, Sri; Arisandy, Widya; Okzarani, Bellya Dwi
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 2 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v15i2.1145

Abstract

Latar Belakang: Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu masalah yang hingga saat ini menjadi salah satu penyumbang angka kematian bayi. Berat badan lahir rendah pada bayi baru lahir disebabkan oleh banyak faktor yaitu faktor sosio- demografis, faktor maternal dan obstetri lainnya, faktor janin dan faktor lingkungan / gaya hidup. Tujuan: Diketahui   faktor – faktor   yang berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang diambil secara total sampling berjumlah 94 responden. Penelitian ini dilakukan pada di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Bulan November 202 tahun 2021. Analisis data menggunakan Chi-Square. Hasil: Ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian berat badan lahir rendah (p  value = 0,000), Tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas ibu dengan kejadian berat badan lahir rendah ( p-value = 0, 826), tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas ibu dengan kejadian berat badan lahir rendah (p-value = 0, 272)  dan tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan  ibu dengan kejadian berat badan lahir rendah. ( p-value = 0, 374)   Saran: Diharapkan lebih dapat meningkatkan program penyuluhan tentang kesehatan khususnya BBLR guna memeberikan informasi sebagai sumber pengetahuan yang paling mudah diterima masyarakat.Kata Kunci : Berat Badan Lahir Rendah, Umur, Paritas, Pendidikan dan Pekerjaan
SOSIAL DISTANCING DAN PHYSICAL DISTANCING DALAM UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 BERDASARKAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT Arisandi, Widya; Alqurnia, Fritasari
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.668

Abstract

Latar belakang: Penambahan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat, dimana pada bulan Mei masih berada pada angka 10.551 kasus dengan 800 orang meninggal dunia, akan tetapi hingga, 16 Juni 2020 kasus bertambah cukup signifikan menjadi berjumlah 40.400 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 2.231 kematian. Tujuan: Mengetahui pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap sosial distancing dan Physical distancing dalam menjaga kesejahteraan kesehatan jiwa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan adalah literature review. Data diolah dengan cara melakukan pencarian jurnal yang dilakukan dengan menggunakan mesin pencari google scholar dengan menggunakan kata kunci pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap sosial distancing dan Physical distancing pada tahun 2019-2020. Hasil: Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan melalui cara mencari dan mengumpulkan data dari beberapa jurnal didapatkan hasil yang sangat baik dari masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan dan perilaku terhadap Sosial distancing, dan Phisical Distancing dalam menjaga kesejahteraan kesehatan jiwa. Ada hubungan bermakna antara pengetahuan, perilaku, sosial distancing, Physical distancing kesejahteraan, kesehatan jiwa. Saran: Diharapkan dapat menerapkan perilaku sosial distancing,dan Physical distancing dalam upaya pencegahan covid – 19 yang terjadi di masyarakat serta memberikan pengetahuan tentang covid – 19 yang terjadi diseluruh dunia.Kata kunci: Pengetahuan, Perilaku, Sosial Distancing, Physical Distancing
PENERAPAN KOMPRES HANGAT DENGAN JAHE MERAH PADA RHEUMATOID ARTHRITIS TERHADAP NYERI KRONIS Arisandy, Widya; Suherwin, Suherwin; Nopianti, Nopianti
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 8, No 1: Februari 2023 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v8i1.1007

Abstract

Latar Belakang: Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan suatu penyakit autoimun secara simetris pada persendian tangan dan kaki yang mengalami peradangan sehingga menyebabkan terjadinya pembengkakan, nyeri dan dapat menyebabkan kerusakan pada bagian sendi, salah satu upaya untuk mengurangi nyeri Rheumatoid Arthiritis yaitu dengan kompres hangat jahe merah yang kandungan minyak atsirinya melancarkan peredaran darah dan peradangan pada sendi. Tujuan: Di ketahuinya pengaruh pemberian  kompres hangat dengan jahe merah di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Palembang Tahun 2022. Metode: Tempat penelitian ini dilaksanakan di Panti Sosial Lanjut Usia Harapan Kita Kota Palembang, selama 5 hari tanggal 11-16 Mei 2022. Adapun objek penelitian yang di teliti berjumlah dua pasien yang mengalami Rheumatoid Arthritis dengan kriteria inklusif: bersedia menjadi responden, umur diatas 70 tahun, memiliki penyakit Rheumatoid Arthritis, dapat berkomunikasi  dengan baik, memiliki pendengaran yang baik, lansia yang tinggal di Panti Sosial Harapan Kita Kota Palembang. Hasil: Penelitian yang di dapatkan setelah  implementasi  pada pasien 1 dan  pasien 2 adalah penerapan kompres hangat dengan jahe merah pada kedua pasien dapat berhasil. Dimana saat menerapkan kompres hangat jahe merah yang dilakukan selama 3 hari selama 1 jam, dapat membantu menurunkan nyeri kronis pada lansia. Saran: Agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan terutama terhadap lansia dengan Rheumatoid Arthritis secara preventif, serta terdapat jadwal rehabilitasi terpadu yang terintegritas antara perawat, fisioterapi pengurus panti dan keluarga untuk meningkatkan mutu kesehatan lansia. Kata Kunci: Kompres Hangat Dengan Jahe Merah, Nyeri Kronis, Rheumatoid Arthritis.
PENERAPAN ENDORPHIN MESSAGE DALAM MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Kurniawaty, Kurniawaty; Suherwin, Suherwin; Arisandy, Widya; Mahmudah, Siti
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 16, No 2 (2024): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v16i2.1279

Abstract

Latar Belakang: Ketidaknyamanan yang dialami ibu hamil adalah perubahan muskuloskeletal yang menyebabkan nyeri punggung, hampir 70% wanita hamil mengalami nyeri punggung menyebabkan kesulitan dalam aktivitas sehari- hari. Penanganan secara non farmakologi salah satunya dengan memberikan terapi Endorphin Massage  yang bertujuan untuk merangsang   pelepasan endorfin alami tubuh. Tujuan: Diketahuinya penerapan Endorphin Massage dalam menurunkan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Metode: Desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Subyek penelitian dua orang ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung, pengumpulan data dengan wawancara dan observasi, penelitian ini dilaksanakan di BPM A. Wulan Banyuasin pada bulan Mei-Juni Juni 2024. Analisa data dengan membandingkan anatara teori dan data yang ditemukan pada pasien.Hasil:Setelah dilakukan penerapan Endorphin Massage menunjukkan pasien 1 nyeri punggung skala 6 menjadi skala nyeri 2, dan Pasien 2 skala nyeri 6 menjadi skala nyeri 1. endorphin massage dapat mengurangi intensitas nyeri punggung pada ibu hamil Trimester III.Saran: untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan maternitas dengan menggunakan Endorphin Massage sebagai standar implementasi untuk mengurangi intensitas nyeri punggung pada ibu hamil. Kata Kunci: Ibu Hamil, Endorphin Massage, Nyeri Punggung.
PENERAPAN ART THERAPY MELUKIS BEBAS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGONTROL HALUSINASI PENDENGARAN Arisandy, Widya; Kurniawaty, Kurniawaty; Nopianti, Nopianti; Suherwin, Suherwin; Nonta, Cindy; Febriyanti, Arly
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 1 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i1.1368

Abstract

Latar Belakang: Penerapan art therapy melukis bebas  pasien gangguan halusinasi bentuk terapi psikologis menggunakan proses kreatif melukis. Pasien dapat mengekspresikan emosi, pikiran, dan pengalaman yang sulit diungkapkan secara verbal, sehingga dapat membantu pasien memahami dan mengelola halusinasi. Tujuan: Melakukan penerapan Art Therapy melukis bebas untuk meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif analitik dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Penelitian diambil 2 pasien halusinasi di Yayasan Bagus Mandiri Insani Palembang tanggal 02-06 Juni 2024. Hasil: Terdapat perbedaan pasien 1 didapatkan hasil sebelum dilakukan terapi dengan nilai 2 (tidak mampu), setelah dilakukan terapi didapatkan nilai 5 (mampu). Pasien 2 sebelum dilakukan terapi didapatkan nilai 2 (tidak mampu), setelah dilakukan terapi didapatkan nilai 5 (mampu). Saran: Diharapkan art therapy melukis bebas dapat diterapkan secara mandiri oleh pasien dengan gangguan halusinasi  pendengaran sehingga pasien dapat mengontrol halusinasi dengan memasukkan ke aktifitas jadwal harian. Kata Kunci: Art Therapy, Melukis Bebas, Halusinasi Pendengaran
Pendampingan ODGJ dalam Meningkatkan Kesehatan Jiwa Melalui Penerapan Aktivitas Terjadwal di Yayasan Mitra Mulia Husada Palembang Surahmat, Raden; Akhriansyah, Mareta; Agustina, Nuriza; Amalia, Amalia; Arisandy, Widya
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i2.936

Abstract

People with mental health problems still get negative stigma and discrimination in society even though mental health is an important component in human resource development in order to contribute to society. Mental health disorders can happen to anyone, especially those who have difficulty adapting to change, such as anxiety disorders, bipolar, depression and psychosis disorders, one of which is hallucinations. This community service activity aims to teach and equip people with mental disorders (ODGJ) at the Mitra Mulia Husada Palembang Foundation so that they can carry out scheduled activities during the treatment process and after returning to society. The community service activity was carried out on February 24 - March 1, 2025. The participants in this community service were 12 people who were divided into two groups, where each group consisted of 6 people. The results of the activity found that each ODGJ had their own activity schedule according to the conditions they experienced. On days 1 - 3 there were still some activities that had not been carried out and were not according to schedule. However, on the fifth day, every scheduled activity could be carried out properly. The results prove that ODGJ can overcome their hallucinations by doing activities so that they do not see them anymore and focus on the activities they do. For the role of the family, it is also necessary to be involved and facilitate and ensure that what they have done can be continued after they return to society. It is hoped that the management of the Mitra Mulia Husada Palembang Foundation can carry out more innovative activities so that the treatment process carried out gets the best results and is very beneficial to ODGJ.