Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HUBUNGAN KEPATUHAN DIIT DENGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DIRUANG ANGGREK RSUD TUGUREJO SEMARANG Lestari, Eti Sri; Aini, Dwi Nur; Wulandari, Priharyanti
Jurnal Ners Widya Husada Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.064 KB) | DOI: 10.33666/jners.v2i1.144

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan dalam menjalankan diit merupakan salah satu faktor untuk menstabilkan kadar gula dalam darah menjadi normal. Dari hasil wawancara yang dilakukan sebanyak 12 orang terdapat lima pasien yang patuh, dan tujuh pasien tidak patuh. Lima pasien yang patuh mengkonsumsi makanan dari rumah sakit, tujuh pasien yang tidak patuh mengkonsumsi makan yang dibeli dari luar rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan diit dengan kadar gula darah sewaktu.Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan accidental sampling, dengan jumlah responden 31. Uji statistik yang digunakan adalah uji non parametrik Rank Spearman.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik umur responden sebagian besar umur 36-40 tahun sebanyak 15 (48,4%), pendidikan SMA sebanyak 10 (32,3%), pekerjaan swasta sebanyak 11 (35,5%). Kepatuhan diit kategori tidak patuh sebanyak 17 (54,8%), gula darah sewaktu kategori buruk sebanyak 23 (74,2%), sehingga didapatkan nilai koefisien korelasi ? = 0,575 p value = 0,001 < 0,05.Kesimpulan : Ha diterima, H0 ditolak, sehingga ada hubungan kepatuhan diit dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus tipe 2.Kata Kunci : Kepatuhan diit, kadar gula darah sewaktu, DM tipe 2.
DESCRIPTION ANXIETY LEVEL OF PULMONARY TB PATIENTS Aini, Dwi Nur; Arifianto, Arifianto; Arifianto, Arifianto
Jurnal Ners Widya Husada Vol 7, No 2 (2020): JULI
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jnwh.v7i2.368

Abstract

Pulmonary tuberculosis is a disease caused by mycobacterium tuberculosis, which is an aerobic germ that can live mainly in the lungs or in various other organs that have high oxygen partial pressure The purpose of this study was to description anxiety levels of pulmonary TB patients in Salatiga General Hospital. This study uses quantitative research with a descriptive method. Research instruments using questionnaire. The sample technique used is Purposive Sampling Technique. The population is 164 respondents and the sample size is 44 respondents. The results of this study found the age of the respondents at most with an age range of 31-50 years, which is as much as 25 respondents (56.6%), the sex of the respondents most with the female gender, namely as many as 25 respondents (56.8%), the education level of respondents the most number of elementary school education is as many as 27 respondents (61.7%), the most anxiety level of respondents with moderate anxiety, which is as much as 22 respondents (50%).
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Deteksi Hipertensi, Upaya Promotif dan Preventif Hipertensi Kustriyani, Menik; Supriyanti, Endang; Aini, Dwi Nur; Mariyati, Mariyati; Arifianto, Arifianto
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v3i1.492

Abstract

Hipertensi mempengaruhi 1 dari 3 orang dewasa diseluruh dunia, kondisi ini dapat menyebabkan stroke, penyakit jantung, kerusakan ginjal dan banyak masalah lainnya. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi target global untuk mengurangi prevalensinya sebesar 33% antara tahun 2010 – 2030. Sekitar 46% orang yang menderita hipertensi tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit tersebut. Permasalahan pada Mitra yaitu kader kesehatan belum mengetahui tentang hipertensi Tujuan: dari kegiatan ini melakukan edukasi pada kader dan warga yang beresiko hipertensi, mengajarkan kader melakukan pemeriksaan tekanan darah. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian yakni dengan memberikan kuesioner sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang hipertensi dan mengajarkan penggunaan tensimeter, diskusi dan tanya jawab. Hasil: terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi dari 13,33% dengan pengetahuan baik menjadi 73,34 pengetahuan baik. Peserta antusias saat diberikan edukasi dan demonstrasi Kesimpulan: Pemberian edukasi pada kader dan warga meningkatkan pengetahuan, demonstrasi dan pedampingan pada kader dalam mengukur tekanan darah meningkat. Hypertension affects 1 in 3 adults worldwide, this condition can cause stroke, heart disease, kidney damage and many other problems.Hypertension is a non-communicable disease that has become a global target to reduce its prevalence by 33% between 2010 – 2030.About 46% of people who suffer from hypertension are not aware that they have the disease. The problem with Partners is that health cadres do not know about hypertension. Objective: This activity provides education to cadres and residents who are at risk of hypertension, teaching cadres to check blood pressure. The method used in community service activities is by providing questionnaires before and after providing education about hypertension and teaching the use of blood pressure monitors, discussions and questions and answers.Results: there was an increase in knowledge after being given education from 13.33% with good knowledge to 73.34 % with good knowledge. Participants were enthusiastic when given education and demonstrations. Conclusion: Providing education to cadres and residents increases knowledge, demonstrations and assistance to cadres in measuring increased blood pressure.
Peningkatan Perilaku Foot Care Pasien Ulkus Diabetikum dengan Edukasi Berbasis Self Efficacy Febrianti, Afansa; Prihati, Dyah Restuning; Aini, Dwi Nur
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.1.2024.187-194

Abstract

Kondisi hiperglikemi menjadi salah satu penyebab terjadinya neuropati, penyakit arteri perifer, ganggren pada kaki. Karena klien tidak memakai sepatu, yang dapat meningkatkan risiko luka, perawatan kaki mereka dianggap kurang baik. Tujuan dari penerapan efikasi diri pada pasien ulkus diabetikum adalah untuk meningkatkan perilaku mereka dalam melaksanakan rejimen perawatan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa praktik perawatan kaki pasien ulkus diabetikum setelah mereka menerima instruksi berbasis efikasi diri. Jenis penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok dan bersifat kuasi-eksperimental kuantitatif. Sampel penelitian ini terdiri dari 51 orang yang menerima perawatan luka di Semarang dengan ulkus diabetikum. Pengambilan sampel menggunakan rangkaian sampel. Analisis data dengan uji Wilcoxon. Temuan menunjukkan bahwa semua responden mengalami peningkatan setelah menerima edukasi berbasis efikasi diri; selain itu, pasien dengan ulkus diabetikum menunjukkan perilaku perawatan kaki yang berbeda sebelum dan sesudah menerima jenis instruksi ini, dengan uji Wilcoxon yang menghasilkan nilai p-value sebesar 0,000.
Hubungan Usia, Jenis Kelamin dan Tingkat Pendidikan dengan Kepatuhan Pembatasan Cairan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Komariyah, Nur; Aini, Dwi Nur; Prasetyorini , Heny
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i3.2018

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan penyakit kronis yang mempengaruhi keseimbangan di dalam tubuh sehingga membutuhkan terapi hemodialisis. Pasien yang menjalani terapi hemodialisa perlu melakukan pembatasan cairan. Kepatuhan  pembatasan cairan dapat dipengaruhi usia, jenis kelamin dan tingkat pendidikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin dan tingkat pendidikan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan.  menggunakan deskriptif korelasi dengan  pendekatan cross sectional Sampel penelitian adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan sebanyak 32 orang yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan data demografi yang meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan kuesioner kepatuhan pembatasan cairan yang sudah dilakukan uji validitas oleh peneliti sebelumnya dengan nilai r hitung 0,621 – 0,872 lebih besar  dari r tabel 0,514 dan sudah reliabel dengan cronbach’s alpha sebesar 0,93.  Analisa data menggunakan kendall tau c. Mayoritas 26 orang (81,3%) berusia dewasa, 17 orang (53,1%) berjenis kelamin laki-laki, 12 orang (37,5%) berpendidikan tamat SD/ tamat SMP dan 20 orang (62,5%) patuh dalam pembatasan cairan. Ada hubungan usia (p: 0,017, CC: 0,344), jenis kelamin (p: 0,039, CC: 0,328) dan tingkat pendidikan (p: 0,033, CC: 0,363) dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Usia, jenis kelamin dan tingkat pendidikan berhubungan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penerimaan Diri pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Aini, Dwi Nur; Arifianto, Arifianto
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i4.2150

Abstract

Hemodialisis adalah tindakan memodifikasi komposisi zat terlarut dalam darah dengan melewatkan larutan, cairan dialisat melalui membran semipermeabel (Kencana Sari Devi et al., 2020). Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS, 2020) menunjukkan angka kejadian pasien gagal ginjal kronik yang melakukan hemodialisa di Indonesia sebanyak 19,3%. Angka kejadian tertinggi di DKI Jakarta sebesar 38,7%, diikuti Bali sebesar 35,5% dan DI Yogyakarta sebanyak 33,8%. Sementara prevalensi di Jawa Timur sebesar 20,5%, diikuti Jawa Barat sebesar 19,0% dan Jawa Tengah 15,6% (Aulia, 2022). Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan diri pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 30 sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengolahan data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Berdasarkan uji Rank Spearman didapatkan hasil nilai Sign. 0,01< 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Ada Hubungan Usia, Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan dengan Penerimaan Diri pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa  
Penerapan Imajinasi Terbimbing terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre Operasi Suryanto, Yohanes Dwi; Aini, Dwi Nur
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i1.2574

Abstract

Tindakan operasi menjadi salah satu penyebab terjadinya kecemasan pada pasien yang hendak menjalani tindakan pembedahan. Kecemasan timbul bukan hanya pada tindakan pembedahan mayor namun juga pada tindakan pembedahan minor. Hipnotis lima jari merupakan suatu seni komunikasi verbal yang dirancang untuk memasukan sugesti secara mandiri dengan cara memprogram diri sendiri demi mengurangi kecemasan yang dialaminya.. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penerapan imajinasi terbimbing terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi. Studi kasus ini mengguanakan metode case control study yaitu melihat tingkat kecemasan sebelum dan sesudah penerapan imajinasi terbimbing yang tercatat pada buku rekam medik. Subjek studi berjumlah 4 orang yang ditentukan secara acak. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS). Hasil studi menunjukkan terjadi penurunan tingkat kecemasan pada ke-4 subjek studi yaitu rerata tingkat kecemasan adalah 16 turun menjadi 13,5 setelah mendapatkan terapi imajinasi terbimbing selama 10-15 menit. Penerapan imajainasi terbimbing terbukti dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi.
Pemberdayaan Masyarakat tentang Cara Perawatan Hipertensi dengan Menggunakan Manajemen Stres di Kalipancur Aini, Dwi Nur; Wirawati, Maulidta Karunianingtyas; Kustriyani, Menik; Arifianto, Arifianto; Mariyati, Mariyati; Noor, Mohammad Arifin
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i1.2677

Abstract

Fokus dari pelaksanaan PKM ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini stres dan meningkatkan kemampuan penderita hipertensi dalam melakukan pencegahan hipertensi dengan manajemen stres. Kader kesehatan dan perangkat RT merupakan orang yang berperan aktif dalam peningkatan derajat kesehatan di wilayah kelurahan Kalipancur khususnya di wilayah RT 05 RW X. Sesuai permasalahan yang dihadapi mitra tersebut, upaya yang dilakukan antara lain: pelatihan kader dalam melakukan deteksi dini stres, edukasi tentang perawatan hipertensi dengan menggunakan manajemen stres serta demonstrasi cara melakukan manajemen stres. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah mengajarkan kader tentang deteksi dini stres untuk meningkatkan kesehatan, khususnya kesehatan jiwa di masyarakat, khususnya di Kelurahan Kalipancur. Mengajarkan Kader, masyarakat dan penderita hipertensi cara melakukan pencegahan hipertensi dengan menggunakan manajemen stres. Selain itu terjadi sinergi antara kader, pelayanan kesehatan dan masyarakat dalam upaya pencegahan hipertensi dengan menggunakan manajemen stres. Peserta dalam kegiatan pengabdian ini berjumlah 25 orang yang terdiri dari kader kesehatan dan penderita hipertensi. Kegiatan evaluasi ini meliputi apakah peserta sudah paham tentang materi yang diberikan dengan menanyakan kembali materi yang telah disampaikan dan meminta peserta untuk melakukan demonstrasi cara melakukan relaksasi nafas dalam dan hypnosis 5 jari untuk menurunkan stress sebagai upaya perawatan hipertensi.
Hubungan Lamanya Terapi Hemodialisa terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien CKD yang Menjalani Hemodialisa Mufidah, Nurul; Aini, Dwi Nur; Prihati, Dyah Restuning
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 4 (2024): Jurnal Keperawatan: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i4.2077

Abstract

Penyakit CKD (Chronic Kidney Disease) didunia saat ini mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penyakit ini memerlukan tindakan menggantikan fungsi ginjal yaitu terapi hemodialisa yang harus dijalani seumur hidupnya. Adapun dampak dari terapi hemodialisa ini berupa fisik dan psikologis sehingga terjadi kecemasan. Karakteristik yang mempengaruhi jenis kelamin, umur, pendidikan dan juga pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan lamanya terapi hemodialisa terhadap tingkat kecemasan pada Pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif  analitik korelasional. Penelitian ini dengan pendekatan cross sectional dengan 70 responden. Analisa data univariat menggunakan uji distribusi frekuensi yang disajikan dalam bentuk frekuensi serta presentase dari tiap variabel, sedangkan uji bivariat menggunakan uji rank-spearman. Sebagian besar responden menjalani terapi hemodialisa > 24 bulan sebanyak 36 responden (51.4%) dan rata rata responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 53 responden (75.7%). Hasil uji statistik P value 0.000 < 0.05. maka Ha diterima dan Ho ditolak, yang artinya ada hubungan lamanya terapi hemodialisa dengan tingkat kecemasan pada Pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran.
Principals of Implementing Early Mobilization in Patients in Intensive Care Units Putri, Safridha Kemala; Noor, Mohammad Arifin; Aini, Dwi Nur; Cahya, Mochamad Robby Fajar; Mahoklory, Serly Sani; Nazara, Desman Serius
International Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 3 (2024): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v2i3.437

Abstract

Early mobilization is a series of light activities carried out after surgery starting in bed until being able to get out of bed, mobilize to the bathroom and walk out of the bathroom. Advances in intensive care allow more patients to survive acute critical illness. The use of mechanical ventilation is one of the advances in the care of critically ill patients that can have a negative impact on long-term use. The aim is to provide information about the benefits and application of early mobilization in patients undergoing treatment in the ICU and using mechanical ventilation. Results: early mobilization has an effect on physiological responses, reduces delirium scores, reduces the length of use of mechanical ventilation, reduces length of stay in the ICU and hospital and reduces treatment costs, and prevents VAP. One of the obstacles to early mobilization is the mindset of ICU staff. The conclusion is that early mobilization is one of the items for ICU patients and what hinders its implementation is the mindset of the ICU staff.