Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pemetaan Kondisi Terumbu Karang Menggunakan Citra Satelit di Pulau Matahora Kabupaten Wakatobi Didi, La; Halili, .; Palupi, Ratna Diyah
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 3, No 4 (2018): Oktober 2018
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.32 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan di Pulau Matahora Kabupaten Wakatobi selama periode bulan Mei sampai Juni 2017, dengan tujuan untuk memetakan serta memperoleh data dan informasi spasial mengenai kondisi, sebaran, dan luasan ekosistem terumbu karang di Pulau Matahora, menggunakan data Citra Satelit Landsat 8 akuisi 19 November 2014. Penelitian dilakukan dengan tiga tahap (1) Pemetaan terumbu karang, menggunakan metode unsupervised classification untuk proses klasifikasi; (2) pengamatan lifeform karang dilakukan pada kedalaman 3 dan 10 m, dengan mengunakan line intercept transect untuk mengamati kondisi terumbu karang; (3) uji akurasi citra dilakukan dengan metode confusion matrix untuk membandingkan antara titik sampel dilapangan dengan hasil klasifikasi citra. Berdasarkan hasil klasifikasi citra didapatkan empat kelas substrat dasar perairan yaitu karang hidup, karang mati, lamun, dan pasir. Luas keseluruhan terumbu karang di perairan Pulau Matahora 15,275 Ha, yang terdiri atas karang hidup 8,523 Ha dan karang mati 6,752 Ha. Persentase rata-rata penutupan karang hidup pada kedalaman 3 m diperoleh 36,45% (kategori sedang), kedalaman 10 m diperoleh 63,97% (kategori baik). Hasil pengukuran kualitas perairan didapatkan dengan kisaran suhu 30 - 310C, salinitas 31 - 32 ppt, kecerahan 9 - 11 m, dan pH 7 - 8. Hasil uji akurasi citra didapatkan nilai overall accuracy sebesar 96,25%, dan nilai penyimpangan 3,75%. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan data Citra Satelit Landsat 8 untuk pemetaan terumbu karang cukup akurat.Kata kunci : Citra Lansat 8, Kondisi, Pulau Matahora, Terumbu Karang
Tingkat Eksploitasi Ikan Lencam (Lethrinus lentjan) di Perairan Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan ., Desriani; ., Halili; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 4, No 3 (2019): Agustus
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di perairan Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan pada bulan Februari – April 2018. Ikan lencam merupakan salah satu spesies target penangkapan ikan karang di Teluk Staring.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat eksploitasi dengan menganalisis pertumbuhan dan mortalitas ikan lencam (L.lentjan). Contoh ikan diperoleh menggunakan bottom gill net dengan mesh size 1 inch 1,5 inch dan 2,0 inch. Semua ikan yang tertangkap dijadikan sebagai contoh yang jumlahnya 315 ekor. Sampel ikan tersebut diukur panjangnya menggunakan mistar ketelitian 0,5 mm. Kisaran panjang ikan lencam 118-245 mm. Ikan tertangkap selama penelitian memiliki satu kelompok ukuran didominasi oleh ukuran 172-186 mm. Analisis parameter pertumbuhan menunjukkan koefisien pertumbuhan (K) 0.96 per tahun dan panjang asimtotik (L∞) 260,85 mm. Hasil pendugaan mortalitas ikan menunjukkan mortalitas penangkapan lebih tinggi dibandingkan dengan mortalitas alami dengan tingkat eksploitasi 0,55 per tahun yang berarti bahwa tingkat eksploitasi ikan lencam telah melebihi batas  optimum.Kata Kunci : Pertumbuhan, Mortalitas, Eksploitasi, Lethrinus lentjan, Perairan Tanjung Tiram
KEPADATAN DAN POLA SEBARAN BENIH LOBSTER (PANULIRUS SPP.) BERDASARKAN TIPE HABITAT DI PERAIRAN DESA RANOOHA RAYA, KECAMATAN MORAMO, KABUPATEN KONAWE SELATAN Owu, Chorgi Rahman; Ramli, Muhammad; Halili, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i1.10955

Abstract

Benih lobster (Panulirus spp.) merupakan lobster berukuran kecil yang belum mempunyai kulit luar yang keras dan mengandung zat kapur dan pada umumnya ditemukan di daerah perairan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan pola sebaran benih lobster (Panulirus spp.) pada kawasan habitat sekitar mangrove dan lamun serta pengaruh parameter kualitas perairan terhadap benih lobster (Panulirus spp.). Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari-September 2019, bertempat di Perairan Desa Ranooha Raya, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan. Pengambilan data dilakukan pada 2 titik stasiun pengamatan dengan menggunakan metode deskriptif eksploratif yaitu menggunakan alat tangkap pocong (shelter) sebagai perangkap benih lobster, Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan tertinggi  pada stasiun 2 minggu keempat yaitu 18,75 ind./m2 pada habitat lamun, sedangkan kepadatan terendah pada stasiun 1 minggu ketiga yaitu 2,019 ind./m2 pada habitat Mangrovedimana jenis yang ditemukan adalahbenih lobster mutiara (Panulirus ornatus) dan benih lobster pasir (Panulirus homarus). Pola sebaran bersifat seragam/merata pada kedua stasiun yaitu kurang dari 1. Hasil pengukuran parameter kualitas perairan seperti suhu, salinitas, kecepatan arus, pH, kecerahan, dan DO di Desa Ranooha Raya masih mendukung kehidupan benih lobster.                                               Kata Kunci: Benih Lobster (Panulirus spp.), Kepadatan, Parameter Kualitas Perairan, Pola Sebaran
JENIS DAN KELIMPAHAN BENIH LOBSTER (PANULIRUS spp.) BERDASARKAN KEDALAMAN DI PERAIRAN DESA RANOOHA RAYA, KECAMATAN MORAMO, KABUPATEN KONAWE SELATAN Wandira, Ayu; Ramli, Muhammad; Halili, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 2: Mei 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i2.12171

Abstract

Benih lobster merupakan stadia post larva yang bentuknya sudah menyerupai lobster dewasa namun belum memiliki pigmen dan rangka luar yang keras kemudian bersifat planktonis dan melayang-layang dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan benih lobster (Panulirus spp.), hubungan kelimpahan benih lobster dengan kedalaman serta parameter kualitas perairan. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari-September 2019, bertempat di Perairan Desa Ranooha Raya, Kabupaten Konawe Selatan. Pengambilan data dilakukan pada 3 titik stasiun pengamatan dengan menggunakan metode deskriptif eksploratif dan analisis data menggunakan analisis korelasi. Kelimpahan benih lobster (Panulirus spp.) diperoleh dengan menggunakan alat tangkap pocong (shelter) sedangkan pengambilan data kualitas perairan dilakukan secara in situ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan benih lobster tertinggi yaitu pada stasiun II (kedalaman 4 meter) berjumlah 221 individu dan kelimpahan terendah pada stasiun I (kedalaman 6 meter) berjumlah 155 individu. Jenis benih lobster yang ditemukan yaitu jenis benih lobster mutiara (Panulirus ornatus) dan jenis benih lobster pasir (Panulirus homarus). Persentase kelimpahan relatif tertinggi yaitu jenis benih lobster mutiara sebesar 75% dan persentase kelimpahan relatif terendah jenis benih lobster pasir sebesar 55,56%. Hasil analisis korelasi hubungan kelimpahan benih lobster berdasarkan kedalaman diperoleh nilai hubungan yang kuat. Parameter kualitas perairan masih mendukung untuk kehidupan benih lobster seperti arus, suhu, kedalaman, kecerahan, pH, salinitas dan DO (Dissolve Oxygen). Parameter kecepatan arus merupakan faktor yang sangat mempengaruhi keberadaan benih lobster (Panulirus spp.) di perairan.Kata Kunci: Benih Lobster (Panulirus spp.), Kelimpahan, Kedalaman Perairan, Parameter Perairan.
BENTUK TOPOGRAFI PERAIRAN DESA TANJUNG TIRAM MENGGUNAKAN METODE PEMERUMAN (SOUNDING) Gani, Abdul; Halili, .; Alirman Afu, La Ode
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 2, No 2: Mei 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v2i2.3593

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai elevasi pasang surut dan bentuk topografi dengan menggunakan metode interpolasi IDW (Inverse Distance Weighted) dan kriging di Perairan Desa Tanjung Tiram Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilakasanakan pada bulan Maret-April 2015. Pengambilan data dibagi dua tahap yaitu pengambilan data pasang surut dan pengambilan data topografi perairan dengan metode pemeruman. Hasil pengambilan data topografi dikoreksi dengan nilai elevasi pasang surut muka air rata-rata (MSL) dan diinteroplasi dengan dua metode interpolasi yaitu metode interpolasi IDW dan metode interpolasi kriging. Nilai elevasi pasang surut di perairan Desa  Tanjung Tiram yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai elevasi tinggi air rata-rata (MSL) sebesar 165 cm dan tipe pasang surut perairan Desa Tanjung Tiram adalah tipe pasang surut campuran condong keharian ganda (mixed tide prevailing semidiurnal). Bentuk topografi perairan Desa Tanjung Tiram hasil interpolasi metode interpolasi IDW (inverse Distance Weighted) dan metode interpolasi kriging memiliki bentuk kontur yang tidak beraturan dan garis kontur yang rapat. Kata kunci : Desa Tanjung Tiram, Pasang Surut,  Topografi
STUDI PERUBAHAN GARIS PANTAI DENGAN PENDEKATAN PENGINDERAAN JAUH DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN SOROPIA Halim, Halim; Halili, Halili; Afu, La Ode Alirman
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 1, No 1: Februari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v1i1.927

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di sepanjang garis pantai Kecamatan Soropia selama satu bulan yaitu pada bulan Oktober 2014 dengan tujuan untuk mengetahui dan memetakan perubahan garis pantai  di  wilayah  pesisir Kecamatan  Soropia.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini adalah metode tumpang susun citra satelit Landsat 5 TM tahun 1990, 7 ETM+ tahun 2002 dan 8 OLI/TIRS tahun 2014. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum perubahan garis pantai yang terjadi disepanjang wilayah pesisir Kecamatan Soropia pada tahun 1990 – 2014 (24 tahun) berupa akresi dan abrasi. Perubahan garis pantai tipe akresi terjadi di Desa Sorue Jaya, Tapulaga, Leppe, Bajo Indah, Mekar, Bajoe, Bokori, Telaga Biru, Atowatu, Sawapudo, Soropia, Waworaha dan Kelurahan Toronipa. Perubahan garis pantai tipe abrasi terjadi di Desa Sorue Jaya, Tapulaga, Bajoe, Bokori, Telaga Biru, Atowatu, Sawapudo, Soropia, Waworaha dan Kelurahan Toronipa. Perubahan garis pantai yang terjadi di Kecamatan Soropia diduga disebabkan oleh perbedaan karakteristik pantai (faktor alam) yang bersifat semi terbuka terhadap dinamika perairan yang mendapatkan pengaruh dari gelombang secara langsung. Disamping karakteristik pantai, perubahan garis pantai di Kecamatan Soropia juga diduga disebabkan oleh aktifitas manusia yang melakukan penimbunan pantai untuk keperluan pemukiman, pariwisata, pelabuhan dan pembuatan bangunan pelindung pantai (faktor antropogenik).
PENDUGAAN SEBARAN TOTAL SUSPENDED SOLID BERDASARKAN DATA CITRA SATELIT DI PERAIRAN TELUK KENDARI Rosvita Sari, Indira; Halili, .; Alirman Afu, La Ode
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 2, No 1: Februari 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v2i1.3587

Abstract

Teluk Kendari saat ini mengalami sedimentasi yang tinggi diduga akan memengaruhi kulitas air sehingga tidak mampu mendukung kehidupan organisme di perairan tersebut. Bila kekeruhan di Teluk Kendari semakin tinggi maka dapat menghambat penetrasi cahaya matahari kebadan air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan algoritma empiris yang sesuai terhadap pendugaan sebaran total suspended solid (TSS) dan untuk memetakan sebaran TSS Perairan Teluk Kendari. Metode yang digunakan pada pengukuran lapangan yakni metode gravimetri. Hasil yang diperoleh nilai TSS tertinggi sebesar 1201 mg/L pada stasiun 8 yang berhadapan langsung pada sungai Wanggu. Kemudian pengembangan model dari parameter fisik perairan TSS, diasumsikan dengan menggunakan data satelit Landsat TM dan OLI/TRIS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma empiris yang sesuai untuk menduga sebaran TSS yakni persamaan Quadratik Y = 82,587 + 0,536 (x) – 0,002 (x)2. Konsentrasi TSS pada musim hujan dan kemarau pada Tahun 2005 hampir sama yakni berkisar 101-600 mg/L sementara pada Tahun 2015 pada musim hujan dan kemarau berkisar 1001-2000 mg/L. Kontribusi pendangkalan Teluk Kendari dari tahun ke tahun disebabkan oleh aktifitas yang terjadi di daerah aliran sungan Wanggu, Kambu, dan Mandonga.Kata Kunci : Algoritma Empiris, Landsat TM dan OLI/TRIS, Teluk Kendari, TSS
PEMETAAN BATIMETRI PERAIRAN DANGKAL MENGGUNAKAN ALGORITMA JUPP PADA CITRA SPOT-7 DI PERAIRAN TANJUNG TIRAM Harianto, Kurniawan; Takwir, Amadhan; Halili, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 1: Februari 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i1.6802

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara nilai-nilai setiap kanal citra SPOT-7 dengan kedalaman perairan dangkal Tanjung Tiram, mensimulasi tingkat akurasi serta memetakan kedalaman pada perairan Tanjung Tiram menggunakan algoritma Jupp. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – Maret 2018 di perairan Tanjung Tiram. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pengumpulan data-data primer dan sekunder hingga pengolahan data citra. Data primer berupa data batimetri. Data sekunder berupa data pasang surut. Data citra yang digunakan adalah citra SPOT-7 yang memiliki 4 kanal, multispektral dengan resolusi spasial 6 m terdiri dari kanal spektral biru (450 – 520 nm), hijau (530-590 nm), merah (625- 695 nm) dan band NIR (760 - 890 nm). Pengolahan data citra dilakukan dengan mengubah nilai digital menjadi nilai kedalaman perairan berdasarkan algoritma Jupp lalu koreksi terhadap pasang surut. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan anatara nilai digital (DN) dan kedalaman lapangan cukup baik dengan nilai R2 0,71. Selain itu, terlihat bahwa nilai digital setiap kanal cenderung semakin rendah dengan bertambahnya kedalaman lapangan suatu perairan begitu pun sebaliknya.Kata Kunci : Tanjung Tiram, Batimetri, Citra SPOT-7, Algoritma Jupp
Preferensi Habitat Benih Lobster (Panulirus spp.) Di Kawasan Konservasi Teluk Staring, Kecamatan Moramo, Konawe Selatan Tasidale, Siti Nurhajja; Sara, La; Halili, Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preferensi habitat menunjukkan kesukaan suatu organisme terhadap berbagai pilihan sumberdaya dalam habitat. Habitat lobster (Panulirus spp.) umumnya di perairan yang mempunyai terumbu karang yang kondisinya baik. Teluk Staring merupakan satu-satunya lokasi penangkapan benih lobster di perairan Sulawesi Tenggara, yaitu terdapat di perairan Bororo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi benih lobster pada habitat yang sering ditemukan di perairan Bororo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2019. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di perairan ini sebagai tempat penangkapan benih lobster kemudian ditentukan 3 stasiun untuk pengambilan sampel dan pengukuran parameter kualitas air, yaitu di sekitar mangrove (stasiun I), perairan ditumbuhi lamun (stasiun II), dan perairan dekat terumbu karang (stasiun III). Masing-masing stasiun ditempatkan secara acak 15 alat tangkap “pocong-pocong”. Sample lobster yang ditemukan dari setiap stasiun dihitung jumlahnya untuk mengetahui kelimpahannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa benih lobster yang terbanyak (52 individu) ditemukan di stasiun III, kemudian disusul stasiun I (25 individu), sedang yang paling sedikit kelimpahannya ditemukan di stasiun II (13 individu). Data ini menjelaskan bahwa perairan yang berdekatan dengan terumbu karang lebih disukai (much preferred) oleh benih lobster dibandingkan dengan perairan disekitar hutan mangrove atau perairan yang ditumbuhi lamun. Hal ini menggambarkan pergerakan benih lobster di perairan ini kemungkinan tidak terlalu luas yaitu berkumpul disekitar terumbu karang dan bermigrasi disekitarnya di perairan dekat hutan mangrove dan padang lamun.Kata Kunci: Benih Lobster, perferensi habitat, terumbu karang, lamun dan mangrove
Analisis Kualitas Perairan Pada Kawasan Penangkapan Benih Lobster (Panulirus spp.) di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Teluk Staring Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan Susianti, Aci; Halili, Halili; Munier, Muhammad Taswin
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 1: Februari 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di perairan Ranooha Raya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan selama 2 bulan yaitu bulan Mei sampai Juni 2019 di tiga stasiun penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter kualitas perairan pada daerah penangkapan benih lobster di perairan Desa Ranooha Raya, Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nila suhu berkisar antara 28,3-30 oc, kecepatan arus berkisar antara 0,0258-0,0917m/detik, kedalaman berkisar antara 86-1591,6 cm, kecerahan bekisar anatara 52,1-847,3 cm, pH stabil yaitu 7, DO berkisar antara 5,3-6,6 mg/L, nitrat berkisar antara 0,012-0,0377 mg/L, fosfat berkisar antara 0,0041-0,0087, salinitas berkisar antara 28,3-33,3 ppt. Tinggi rendahnya nilai kualitas perairan di perairan ini dipengaruhi oleh masukan dari daratan, aktifitas plankton dan organisme laut, serta pergerakan massa air.Kata kunci : kualitas perairan, benih lobster, Teluk Staring.