Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Sekitar Kawasan Penangkapan Benih Lobster Perairan Desa Ranooha Raya, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan Arnita Arnita; Halili Halili; Muhammad Fajar Purnama
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobenthos yang berada di dalam substrat (infauna) dan pada permukaan substrat (epifauna), di kawasan benih lobster perairan Ranooha Raya Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan Februari-Maret 2020 dengan frekuensi waktu pengambilan data selama 4 kali. Pengambilan sampel makrozoobenthos epifauna dan infauna dilakukan secara langsung menggunakan tangan dengan alat bantu Clovos. Koleksi sampel dilakukan di dalam sub plot 1 x 1 m2 yang terletak di dalam plot 10 x 10 m2 dengan 3 kali pengulangan. Makrozoobenthos disaring menggunakan saringan berukuran 0,5 mm. Hasil analisis memperlihatkan bahwa family Potamididae memiliki komposisi jenis yang paling besar yaitu 27% dan yang memiliki kehadiran tertinggi adalah gastropoda jenis Telescopium telescopium sebanyak 20 individu di sekitar daerah pasang surut dengan dasar perairan berlumpur. Hasil indeks keanekaragaman berkisar antara 0,659-0,950 (kategori rendah), indeks keseragaman berkisar antara 0,779-0,912 (kategori tinggi) dan dominansi berkisar antara 0,127-0,275 dalam kategori rendah.  Hasil pengukuran parameter suhu perairan berkisar antara 28-30 0C, salinitas 27,25-29,75 ppt, kecerahan 63-78%, kecepatan arus 0,6-0,16 m/dtk, pH perairan 6-7, pH substrat 6-7, bahan organik substrat berkisar 33,984-4,520%, dan tekstur substrat di perairan Desa Ranooha Raya didominasi pasir berlumpur. Kata kunci: kawasan benih lobster, makrozoobenthos, struktur komunitas, Konawe Selatan.
Growth and Survival Rate of Striped Eel Catfish Fingerlings (Plotosus lineatus) at Different Sizes: Growth and Survival Rate of Striped Eel Catfish Fingerlings Asriyana Asriyana; Halili Halili; Abdul Muis Balubi; Asnawati Asrari; Raudhatul Mahdaniah
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 3 (2022): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i3.3913

Abstract

Striped eel catfish (Plotosus lineatus) are fish that live in coastal waters but there are also those that live in river mouths. This study aimed to determine the growth and survival rate of striped eel catfish fingerlings at different sizes in controlled media. This study used a completely randomized design (CRD) with three treatments (different sizes) and three replications, so there were nine experimental containers. The treatments used were treatment A: maintenance of fingerlings size (3.5-4.0 cm); treatment B: maintenance of fingerlings size (4.9-5.6 cm); and treatment C: maintenance of fingerlings size (7.0-8.0). During maintenance, absolute length gain, relative growth rate, specific growth rate, and fingerlings survival were determined. The results showed that fingerling size had a significant effect on growth performance and survival. Fingerlings measuring 4.9-5.6 cm had the highest growth performance, while fingerlings measuring 7.0-8.0 cm showed the highest survival rate than other sizes. This indicates that the fingerlings measuring 4.9-5.6 cm and 7.0-8.0 cm are suitable for aquaculture.
Aspek Biologi Ikan Gerres oyena di Perairan Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan Nur Hajrah Hasan sanaki; Asriyana Asriyana; Halili Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi ikan kapas di Perairan Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini berlangsung selama 4 bulan yakni pada bulan Oktober 2021- Januari 2022. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Alat tangkap yang digunakan selama penelitian yaitu jaring insang dengan ukuran ½ dan 2 inci. Sampel yang ditemukan dilapangan kemudian dianalisis di laboratorium. Selama penelitian ditemukan 111 individu. Hasil penelitian panjang ikan kapas-kapas jantan (1,85-2,25 mm) dengan bobot (2,41-3,67gr) dan betina (2,1-2,24 mm) dengan bobot (1,522-1,68 gr), Faktor kondisi ikan kapas-kapas betina (0,7056-1,2275), dan jantan (0,58-1,92). Dengan nilai rata-rata betina 1,00 dan jantan 1,02 (allometrik negatif). Didominasi TKG II baik laki-laki maupun perempuan. Rata-rata IKG Jantan (0,28%-1, 23%) dan betina (1,23%-3,44%), Fekunditas tertinggi pada panjang (165 mm) dan terendah (135 mm). Diameter telur pada TKG III yakni, 540 butir dengan variasi (0,20-0,47 mm), dan diameter telur pada TKG IV sebanyak 600 butir telur (0,24-0,49 mm). Kata kunci: ikan kapas-kapas, pertumbuhan, reproduksi,
Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Udang Merah (Parhippolyte uveae) di Perairan Rawa Kawasan Pantai Koguna Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara Muhammad Yusuf Afara; La Sara La Sara; Halili Halili; Muhammad Nur Findra
Juvenil Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v4i1.18815

Abstract

ABSTRAKRawa udang merah (Parhippolyte uveae) berada di Desa Mopaano, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton dan merupakan salah satu destinasi wisata yang unik karena terdapat organisme udang merah yang tidak seperti udang pada umumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi udang merah di perairan rawa kawasan Pantai Koguna Kabupaten Buton. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah metode purposive sampling berdasarkan keberadaan udang merah. Pengambilan sampel udang merah dilakukan pada 3 kelompok pengamatan. Pengambilan sampel dilakukan pada setiap kelompok dengan alat tangkap waring. Udang yang ditemukan dihitung jumlahnya, diukur panjang karapasnya menggunakan kaliper dengan ketelitian 0,01 mm, dan ditimbang bobot tubuhnya menggunakan timbangan digital dengan ketelitian 0,01 gram. Selanjutnya dilakukan analisis untuk mengamati pola pertumbuhan dan faktor kondisinya. Hasil analisis hubungan panjang karapas dengan berat udang merah memiliki nilai konstanta b3 pada ketiga kelompok pengamatan yang menunjukkan pola pertumbuhannya bersifat allometrik negatif. Faktor kondisi menunjukkan bahwa kelompok pengamatan 1 memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan kelompok pengamatan lainnya. Nilai faktor kondisi yang rendah diduga kuat berkaitan dengan ketersediaan makanan, reproduksi, dan faktor lingkungan.Kata Kunci: faktor kondisi, hubungan panjang-berat, Parhippolyte uveae, Pantai Koguna, pola pertumbuhan,ABSTRACTThe red shrimp (Parhippolyte uveae) swamp is located in Mopaano Village, Lasalimu Selatan District, Buton Regency and is a unique tourist destination because there are red shrimp organisms that are not like shrimp in general. The purpose of this study was to determine growth patterns and condition factors of the shrimp ) in swamp waters at Koguna Beach area, Buton Regency. The research was carried out from October to December 2021. The research method was a purposive sampling based on the presence of red shrimp. Sampling was carried out in 3 observation groups. Sampling was carried out in each group by fishing nets. The number of shrimp found was counted, their carapace length was measured using calipers with an accuracy of 0.01 mm, and their body weight was weighed using a digital scale with an accuracy of 0.01 gram. Then an analysis was carried out to observe growth patterns and codification factors. The results of the relationship between carapace length and weight analysis showed a constant value was b3 in the three observation groups which indicated that the growth pattern was negative allometric. The condition factors show that the observation group 1 shows a lower value than the others. It is strongly suspected to be related to food availability, reproduction and environmental factors.Keywords: condition factors, growth patterns, length-weight relationship, Koguna Beach, Parhippolyte uveae.
Preferensi Habitat Udang Kipas (Thenus orientalis) di Perairan Selat Tiworo, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat Rahim, Sitti Rahmah; Halili; Oetama, Dedy
JSIPi (JURNAL SAINS DAN INOVASI PERIKANAN) (JOURNAL OF FISHERY SCIENCE AND INNOVATION) Vol 8 No 2 (2024): JURNAL SAINS dan INOVASI PERIKANAN
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsipi.v8i2.903

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2021 di Perairan Selat Tiworo, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat dengan tujuan untuk mengetahui preferensi habitat sumberdaya udang kipas (Thenus orientalis) berdasarkan kelompok habitatnya. Udang kipas di lokasi penelitian merupakan hasil tangkapan sampingan pada penangkapan rajungan namun pada musim tertentu udang kipas melimpah di perairan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling menggunakan jaring insang dasar milik nelayan dengan ukuran mata jaring 3,5-4 inchi yang dioperasikan di daerah penangkapan setempat. Pengoperasian alat tangkap dilakukan sebanyak dua kali trip yaitu pada saat setting dan hauling, mengikuti jumlah dan lama trip nelayan setempat. Pengambilan data parameter kualitas air dilakukan dengan pengukuran di lapangan satu kali dalam sebulan. Hasil penelitian ditemukan jumlah total udang kipas sebanyak 435 individu pada empat stasiun pengamatan dengan ukuran udang yang bervariasi. Udang ukuran muda dan dewasa sangat banyak ditemukan pada keempat stasiun, sedangkan udang ukuran juvenil hanya ditemukan pada stasiun IV selama periode penelitian. Stasiun penelitian merupakan satu kelompok habitat yang memiliki karakteristik yang sama berdasarkan parameter fisika-kimia perairan dari masing-masing stasiun. Kata kunci: kualitas air, preferensi habitat, Selat Tiworo, Thenus orientalis, ukuran
Marine Debris Trap Melalui Modifikasi Sero di Perairan Desa Tapulaga, Sulawesi Tenggara Asriyana; Ishak, ermayanti; Bahtiar; Halili; Wa Nurgayah; Latifa Fekri
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v2i2.67

Abstract

Indonesia memiliki tantangan yang besar untuk mengatasi masalah sampah. 80% sampah di perairan berasal dari darat, yang berdampak pada terancamnya keanekaragaman hayati dan sumber daya di laut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membina kelompok mitra sasaran dengan penguatan keterampilan softskill dan hardskill mengenai penanganan sampah di laut melalui pembuatan dan pengoperasian marine debris trap melalui modifikasi sero sehingga dapat meminimalisir jumlah sampah yang terekspos di laut dan mengurangi dampak yang ditimbulkannya. Mitra yang terlibat yaitu “kelompok nelayan lestari” menyediakan fasilitas alat tangkap sero yang akan dimodifikasi bentuknya menjadi sero marine debris trap, berfungsi menjebak ikan dan juga berfungsi sebagai alat penjebak sampah laut. Sero marine debris trap yang telah dirancang dan dioperasikan mampu menjebak sampah laut dengan kapasitas 800 g sampai 1 kg dalam waktu 1 (satu) minggu, sekaligus tetap dapat menjebak ikan. Sampah laut yang terjebak terdiri atas sampah anorganik dan organik. Sampah anorganik berupa botol plastik, kemasan minuman plastik, kaleng bekas, dan styrofoam. Sampah organik berupa serasah dari lamun. Botol plastik memiliki persentase sebesar 22% dari total sampah plastik yang ditemukan.
Pemberdayaan Masyarakat Karang Taruna Melalui Pengembangan Sarana Informasi Digital Wisata Fotografi dan Media Sosial di Kawasan Wisata Desa Tapulaga Sulawesi Tenggara Hasan Eldin Adimu; Latifa Fekri; Halili; Adi Imam Wahyudi; Wa Ode Nanang Trisna Dewi; La Ode Adiparman Rudia
PUSAKA ABDIMAS Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Serumpun Karang Konservasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61548/pa.v1i2.42

Abstract

Pariwisata menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi ekonomi yang signifikan. Desa Tapulaga di Kabupaten Konawe, Kota Kendari Sulawesi Tenggara Indonesia, memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata. potensi wisata yang menarik, seperti wisata alam pantai Tapulaga menawarkan keindahan pasir putih dengan air laut biru jernih, air terjun Tapulaga yang berada di tengah hutan serta hutan lindung Tapulaga. Selain itu terdapat Wisata Budaya; yaitu rumah adat tradisional dan festival budaya; festival tahunan yang menampilkan tarian dan musik tradisional. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah metode pelatihan yang terdiri dari metode sosialisasi, tanya jawab (diskusi) dan praktek pembuatan media sosial. Berdasarkan pengamatan dan penilaian terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemanfaatan media digital wisata melalui pemberdayaan masyarakat karang taruna Desa Tapulaga bekerja sama dengan Akademisi Prodi MSP FPIK Universitas Halu Oleo dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat media digital (Tiktok, FB Pro dan lainnya), pengetahuan tentang Lingkungan pesisir, pemanfaatan jejaring sosial dan pelestarian Lingkungan khususnya daerah wisata Tapulaga Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara.
STRATEGI EDUKASI PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DI DESA JAMBEARUM : DAMPAK DAN SOLUSI BERBASIS MASYARAKAT Halili; Siti Aisyah; Siti Uswatun Hasanah; Musfirotul Hasanah; Siti Rohmah
Ta'awun Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/rnzzve90

Abstract

Pernikahan usia muda masih menjadi masalah sosial yang serius di Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember. Hal ini menghasilkan dampak negatif jangka panjang terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan generasi muda. Studi ini bertujuan untuk merumuskan strategi pendidikan berbasis komunitas dalam mencegah pernikahan dini dengan menekankan peran guru ngaji, tokoh masyarakat, orang tua, dan institusi pendidikan sebagai aktor utama. Metode yang diterapkan adalah Riset Aksi Partisipatif (PAR) melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta dokumentasi, dengan melibatkan perangkat desa, pemuka agama, remaja, dan masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik pernikahan dini masih umum terjadi, sebagian dilakukan secara rahasia tanpa izin nikah, yang berdampak pada putus sekolah, stunting, ketergantungan ekonomi, dan keterbatasan akses administrasi. Strategi pendidikan yang berfokus pada komunitas terbukti lebih berhasil karena menekankan pendekatan partisipatif, berlandaskan nilai-nilai sosial- budaya setempat, dan dapat meningkatkan kesadaran kritis masyarakat. Peran guru ngaji memiliki peranan penting dalam menghindari pernikahan dini, sebagai agen moral sekaligus pendukung dialog. Studi ini mengusulkan kolaborasi antara pemerintah desa, institusi pendidikan, dan organisasi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas lokal, menawarkan alternatif ekonomi bagi keluarga, serta merancang program penyuluhan yang berkelanjutan dan sesuai konteks.