Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Kesesuaian Kawasan Wisata Selam di Desa Namu Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan Al-Qaf, Muhammad; Halili, Halili; Oetama, Dedy
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan wisata dapat menjadi upaya menjaga ekosistem laut yang berkelanjutan, sehingga perlunya penelitian mengenai kesesuaian wisata terkhusus wisata selam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian wisata selam diperairan Desa Namu Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan. Metode pengambilan data, menggunakan metode survei. Parameter penentuan kesesuaian wisata selam terbagi menjadi 6 parameter yaitu, kecerahan perairan, tutupan komunitas karang, jenis lifeform karang, jenis ikan karang, kecepatan arus, serta kedalaman. Berdasarkan hasil analisis matriks kesesuaian wisata selam yang berada di Desa Namu menunjukan bahwa Desa Namu sesuai dijadikan lokasi wisata selam karena kondisi parameter kesesuian wisata selam di Desa Namu memenuhi syarat sebuah lokasi dijadikan daerah wisata. Kata Kunci : Kesesuaian, terumbu karang, pertumbuhan karang,  selam, wisata, Desa Namu.
Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Kurisi (Nemipterus hexodon) Di Perairan Desa Puupi Kabupaten Konawe Selatan Suriani, Ningsih; Asriyana, Asriyana; Halili, Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan kurisi (Nemipterus hexodon) yang ada di perairan Desa Puupi Kabupaten Konawe Selatan. Proses pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan sampel hasil tangkapan nelayan di perairan Desa Puupi yang dilakukan dua kali dalam sebulan selama empat bulan. Data yang diperoleh dari hasil tangkapan tersebut ditabulasi dan dikelompokkan untuk dianalisis hubungan panjang berat dan faktor kondisi. Ikan sampel yang diperoleh dari hasil tangkapan kemudian dipisahkan dan diukur panjang total dan bobot tubuh ikan. Setelah itu, penimbangan berat tubuh ikan dengan menggunakan timbangan analitik dengan ketelitian 0, 01 g. Selanjutnya ikan kurisi dibedah untuk membedakan ikan jantan dan ikan betina. Ikan jantan ditandai dengan gonad yang berwarna putih sedangkan betina ditandai dengan gonad yang berwarna kuning. Parameter lingkungan perairan yang diukur meliputi suhu, derajat keasaman (pH), salinitas, dan kedalaman perairan. Pengukuran parameter dilakukan langsung di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan dan faktor kondisi ikan kurisi (N. hexodon) di perairan Desa Puupi dapat disimpulkan yaitu sebaran frekuensi ukuran panjang ikan kurisi yang tertangkap pada ikan jantan di dominasi pada panjang kelas 206-222 mm  dengan presentase 22,35 %  dan betina di dominasi pada panjang kelas 206-222 mm dengan presentase 22,88 %. Pola pertumbuhan yang terdapat pada ikan jantan yaitu pola pertumbuhan allometrik negatif sedangkan pada ikan betina yaitu tergolong pola pertumbuhan allometrik positif. Kisaran faktor kondisi yang dihasilkan pada ikan jantan selama penelitian yaitu 0,55-1,99  sedangkan kisaran pada ikan betina yaitu 0,52-1,55.Kata kunci: Desa Puupi, faktor kondisi, Ikan kurisi (Nemipterus hexodon), pertumbuhan.
STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON PADA KAWASAN BENIH LOBSTER DI PERAIRAN RANOOHA RAYA, KECAMATAN MORAMO, KABUPATEN KONAWE SELATAN Sumiati, Sumiati; Kasim, Ma`ruf; Halili, Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 1 (2020): Februari
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur komunitas zooplankton juga banyak dipengaruhi oleh kombinasi antara suhu dan nutrien di dalamnya. Kemampuan renangnya terbatas sehingga keberadaannya dalam suatu perairan masih sangat ditentukan oleh arus. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui struktur komunitas zooplankton pada kawasan benih lobster dan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan zooplankton pada kawasan benih lobster yang terdapat di Perairan Ranooha Raya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Dengan metode yang digunakan yaitu purposive sampling method. Hasil pengamatan komposisi jenis zooplankton ditemukan 17 jenis zooplankton dengan nilai komposisi jenis tertinggi yaitu dari kelas Crustacea sebesar 35-41% sedangkan yang terendah dari kelas Maxillopoda sebesar 11% dan Malacostraca sebesar 5%. Hasil penelitian menunjukan nilai kelimpahan relatif tertinggi yaitu jenis Copepoda sebesar 18.02%, 24.53% dan 27.79%, sedangkan nilai terendah yaitu jenis Cletocamptus sebesar 0.58%, Brachyuran larva dan Balanus sebesar 0.58%. Hasil pengamatan kelimpahan didapatkan nilai sebesar 1.720, 3.190 dan 2.890 Ind/l. Hasil pengamatan indeks keanekaragaman didapatkan nilai sebesar 2,0612-2,3542. Hasil pengamatan indeks keseragaman didapatkan nilai sebesar 0,8491, 0,8726 dan 0,8295. Hasil pengamatan indeks dominansi didapatkan nilai sebesar 0,1190, 0,1365 dan 0,1562. Pengukuran kualitas perairan diperoleh kisaran suhu 29-30°C, salinitas 29-31‰, pH 7, kecerahan 2,5-4,5m dan kecepatan arus 0,01-0,03 m/s.Kata kunci: Struktur Komunitas, Ranooha Raya, Zooplankton
Kesuburan Perairan Berdasarkan Tropik Indeks di Perairan Desa Ranooha Raya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan Sulasri, Sasri; Salwiyah, Salwiyah; Halili, Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 1: Februari 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesuburan perairan berdasarkan trofik indeks di perairan Desa Ranooha Raya Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan dari bulan Februari sampai April 2020. Lokasi pengambilan sampel dibagi dalam tiga stasiun. Penentuan lokasi didasarkan pada karakteristik perairan Ranooha Raya dengan menggunakan metode pusposive sampling. Hasil pengukuran parameter utama, yakni nitrat, fosfat, amonia, DO dan klorofil-a rata-rata berkisar 0,024-0,033 mg/L, 0,011-0,014 mg/L, 0,042-0,051 mg/L, 5,5-6,2 mg/L dan 0,680-0.868 mg/L. Hasil pengukuran parameter penunjang yakni suhu, salinitas, pH, dan kecerahan rata-rata berkisar 28,7-30 °C, 24,5-30 ppt, 7, 69,07-130 cm. Hasil analisis kesuburan perairan berdasarkan TRIX berkisar 1,286-1,311, berdasarkan kategori TRIX perairan Ranooha Raya tergolong dalam perairan oligotrofik. Terdapat dua kelas fitoplankton yang mendominasi perairan Ranooha Raya yaitu Bacillariophyceae dan Dinophyceae. Dominansi tertinggi dari kelas Bacillariophyceae dan terendah dari kelas Dinophyceae.Kata kunci: Perairan pesisir, Kesuburan perairan, Fitoplankton, Klorofil-a
Kebiasaan Makanan Ikan Gelodok Periopthalmus sp. di Kawasan Pantai Mangrove Teluk Kolono Desa Puupi Kabupaten Konawe Selatan Hardianti, Hardianti; Halili, Halili; Asriyana, Asriyana
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di  di Perairan Desa Puupi Kecamatan Kolono Konawe Selatan selama Tiga bulan yaitu pada bulan Februari sampai April 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis makanan pada ikan gelodok (Periopthalmus sp.) berdasarkan bulan penangkapan dan jenis kelamin. Informasi mengenai kebiasaan makan dari ikan ini sangat dibutuhkan agar dapat di lakukan upaya domestikasi untuk menjaga kelestarian ikan gelodok. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode koleksi bebas. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 76 individu.  Sampel ditangkap dengan menggunakan seser yang dibuat secara manual yang terbuat dari rotan dan dilapisi waring. Alat tangkap ini memiliki diameter lingkaran sepanjang 30 cm, dan panjang 1-2 m. Jenis makanan yang terdapat dalam ikan gelodokyaitu crustacea, zooplankton, fitoplankton, polychaeta, insekta serta beberapa jenis makan yang tidak teridentifikasi. Berdasarkan hasil analisis, kelompok makanan jenis crustacea mendominasi baik dari segi bulan penangkapan maupun berdasarkan jenis kelamin, sehingga ikan gelodok dapat dikategorikan karnivora. Ikan ini memiliki kebiasaan makan diurnal.Kata Kunci: Ikan gelodok, karnivora, Desa Puupi
Tingkat Ramah Lingkungan Alat Tangkap Bagan Perahu Dengan Menggunakan Lampu Celup Bawah Air (Lacuba) Di Teluk Kapontori Kabupaten Buton Kaduk, Okta Santika; Halili, Halili; Mustafa, Ahmad
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi penangkapan ikan perlu terus dikembangkan agar menjadi lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ramah lingkungan alat tangkap bagan perahu yang dimodivikasi menggunakan lampu celup bawah air (LACUBA). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2019 di Teluk Kapontori dengan menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 kriteria teknologi penangkapan ikan ramah lingkungan, kriteria berkaitan dengan dampak terhadap habitat, nelayan, konsumen, keanekaragaman hayati, dan spesies ETP (Endangered, Threatared and Protected)  meperoleh skor tertinggi (4). Kriteria tentang kualitas tangkapan, peneriamaan secara sosial, dan by-catch mendapat skor sedang (3,3, dan 2), sedangkan kriteria selektivitas terhadap jenis dan ukuran ikan mendapat skor renda (1). Namun demikian hasil skoring secara menyeluruh berada pada kategori kedua (ramah lingkungan) dengan nilai 79.4%.Kata Kunci :  Bagan perahu, ramah  lingkungan, lampu celup bawah air, TtelukKkaponrori 
Pola pertumbuhan Dan Faktor Kondisi Ikan Gelodok (Periopthalmus argentilineatus) Di Perairan Desa Mekar Sama Tampo Kecamatan Napabalano Pulau Muna Sulawesi Tenggara Sari, Ratna; Halili, Halili; Asriyana, Asriyana
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Desa Mekar Sama Tampo Kecamatan Napabalano Pulau Muna Sulawesi Tenggara selama Empat bulan yaitu pada bulan Februari sampai Mei 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi pada ikan gelodok (Periopthalmus argentilineatus) berdasarkan bulan penangkapan dan jenis kelamin. Informasi mengenai pola pertumbuhan dan faktor kondisi dari ikan ini sangat dibutuhkan agar dapat di lakukan upaya domestikasi untuk menjaga kelestarian ikan gelodok. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode koleksi bebas. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 160 individu.  Sampel ditangkap dengan menggunakan seser yang dibuat secara manual yang terbuat dari jarring dan bilah bambu. Alat tangkap ini memiliki diameter lingkaran sepanjang 30 cm, dan panjang 1-2 m. Hasil penelitian pola pertumbuhan ikan gelodok dengan nilai b < 3, mengidentifikasikan pola pertumbuhan allometrik negatif. Faktor Kondisi  dari ikan gelodok berkisar 0,60 – 2,00.Kata Kunci: Desa mekar sama; Ikan gelodok; pola pertumbuhan; faktor kondisi
ASPEK BIOLOGI Plotosus canius (PLOTOSIDAE: SILURIFORMES) DI PERAIRAN TELUK KOLONO, SULAWESI TENGGARA Asriyana Asriyana; Halili Halili
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 17, No 1 (2021): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.17.1.%p

Abstract

Aspek biologi suatu spesies sangat penting diketahui untuk memahami sejarah hidup suatu spesies. Informasi ini penting sebagai dasar pengelolaan sumber daya tersebut di perairan. Ikan sembilang, Plotosus canius (Hamilton, 1822) telah dilaporkan menjadi sumber daya dengan status terancam di beberapa lokasi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis aspek biologi ikan sembilang (Plotosidae: Siluriformes) di perairan Teluk Kolono yang mewakili tiga musim yaitu musim barat, musim peralihan barat ke timur, dan musim timur. Pengumpulan contoh ikan dilakukan setiap bulan dari bulan Februari hingga Agustus 2020 dengan bottom gillnet bermata jaring 1¼, 1¾, 2, dan 3 inci. P. canius yang tertangkap mempunyai kisaran panjang dan bobot berturut-turut 15,5–31,3 cm dan 25,3–253,8 g. Ikan jantan dan betina menunjukkan pola pertumbuhan isometrik (b=3,06) dan allometrik negatif (b=2,15), sementara faktor kondisi tertinggi ditemukan saat musim barat berturut-turut 1,18±0,12 dan 1,27±0,35. Rasio kelamin relatif seimbang yaitu 1:1, sementara indeks kematangan gonad (IKG) bervariasi. IKG jantan tertinggi sebesar 0,56±0,01 terjadi saat musim peralihan barat ke timur sedangkan betina sebesar 1,83±2,06 saat musim timur. Hasil temuan ini akan mendukung upaya pengelolaan dan pengembangan konservasi ikan sembilang secara efektif di masa datang. 
MAKANAN IKAN KAKATUA (Scarus rivulatus Valenciennes, 1840) DI PERAIRAN TANJUNG TIRAM, KECAMATAN MORAMO UTARA, KABUPATEN KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA Asriyana Asriyana; La Asrin; Halili Halili; Nur Irawati
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 16, No 1 (2020): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.526 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.16.1.8-14

Abstract

Pengetahuan tentang makanan dan tingkat pemanfaatan makanan ikan kakatua penting untuk memahami peranan ekologi ikan kakatua dalam menjaga kelangsungan dan keseimbangan kondisi terumbu karang agar tetap baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makanan ikan kakatua di perairan Tanjung Tiram, Sulawesi Tenggara. Pengambilan contoh dilakukan sekali sebulan selama empat bulan dari bulan Januari sampai April 2018, dengan bottom experimental gillnets berukuran mata jaring 1¼, 1½,  dan 2 inci. Makanan dianalisis menggunakan indeks kepenuhan lambung, indeks bagian terbesar, luas relung, dan tumpang tindih relung. Jumlah ikan yang terkumpul sebanyak 358 ekor, dengan kisaran panjang total sekitar 69,0-195mm dan bobot 4,96-159,86 g. Ditemukan 6 macam organisme makanan dalam saluran pencernaan ikan kakatua. Menu makanan didominasi oleh kelompok alga hijau spesies Ulva lactuca dan Caulerpa racemosa. Tidak terdapat perbedaan komposisi jenis makanan ikan kakatua baik antar jenis kelamin maupun waktu pengamatan. Dalam memanfaatkan sumber daya makanan di perairan, ikan kakatua tidak selektif yang terindikasi dari nilai luas relung yang rendah. Peluang kompetisi intraspesifik terhadap makanan tertinggi saat bulan Januari hingga April. Knowledge of food habit and the level of utilization of rivulated parrotfish are important to understanding the role of parrotfish ecology in maintaining the continuity and balance of coral reef conditions to remain good. This study aims to analyze the food habit of rivulated parrotfish in the waters of Tanjung Tiram, Southeast Sulawesi.Sampling was done monthly from January to April 2018, with bottom experimental gillnets with mesh size 1 ¼, and 1 ½ inches. The food habits was analyzed using index of fullness, index of preponderance,niche breadth, and niche overlapping. There were 358 fish with total length and weight ranged from 69.0-195.0 mm and 4.96-159.86 g respectively. There were six grouped of food organisms in the digestive tract of rivulated parrotfish. Important diet of rivulated parrotfish is green algae, Ulva lactuca and Caulerpa racemosa species.This study concludes that sex and temporal variations of food composition do not differ significantly.In utilizing food resources in the waters, rivulated parrotfishis not selective which is indicated by a low value of niche breadth. The highest intraspecific competition for food is from January to April.
Variations in Food of Largehead Hairtail Fish (Trichiurus lepturus) In the Kolono Bay Waters East Kolono District South Konawe Regency Sri Aswanti Nun Sugian; Asriyana Asriyana; Halili Halili
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trichiurus lepturus are commonly known as largehead hairtail fish. These fish generally live in subtropical to tropical climate areas that spread from north of the equator to the south of the equator. T. lepturus generally lives in bottom waters and usually vertical migration (benthopelagic) and migration to river mouths at a young stage (amphidromous). In general, this species lives in waters with a depth of 0-400 meters. This study aims to analyze variations in the types of fish food largehead hairtail fish  in the water of Kolono Bay. The research was carried out from February to My 2020 in the waters of the Kolono Bay. Analysis of fish food habits using the data analysis method of Index Stomach Content, Indeks of Propenderance, niche breadth and overlap. The results showed that the type of food for largehead hairtail fish (T. lepturus) in the waters of Kolono Bay was the most common type of Engraulidae, then Clupeidae and the least species of Loliginidae, Mullidae, Gerreidae and Crustacea.