Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pendampingan Moderasi Beragama Bagi Sipir dan Napiter pada Lapas Hight Risk Pulau Nuskambangan Cilacap Musa Ahmad; Ahmad Mukhlasin; Achmad Machrus Muttaqin
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3949

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tantangan pembinaan keagamaan di Lapas High Risk Pulau Nusakambangan, khususnya terkait masih kuatnya pemahaman keagamaan yang eksklusif pada narapidana terorisme (Napiter) serta kompleksitas peran sipir dalam menjaga keamanan dan melakukan pembinaan. Kondisi tersebut menuntut adanya pendekatan moderasi beragama yang mampu mendorong sikap toleran, dialogis, dan humanis. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman dan praktik moderasi beragama bagi sipir dan Napiter guna mendukung terciptanya lingkungan lapas yang kondusif serta memperkuat proses deradikalisasi. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan program, implementasi, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, edukasi moderasi beragama, dialog terbimbing, refleksi keagamaan, serta pendampingan penguatan kapasitas sipir dalam komunikasi persuasif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada sasaran pengabdian, ditandai dengan meningkatnya pemahaman moderasi beragama, sikap toleransi, keterbukaan berdialog, serta interaksi yang lebih humanis antara sipir dan Napiter. Napiter menunjukkan penurunan resistensi ideologis dan kesiapan untuk menerima perspektif keagamaan yang lebih inklusif, sementara sipir memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola konflik dan melakukan pembinaan secara persuasif. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pendampingan moderasi beragama efektif dalam menjawab tujuan pelaksanaan kegiatan, yaitu memperkuat sikap moderat, toleran, dan dialogis sebagai fondasi penting dalam mendukung keamanan lapas dan keberhasilan program deradikalisasi.
Pendidikan Karakter Dalam Tafsir Nusantara: Studi Tematik Kitab Tafsir Al-Azhar Karya Hamka Ahmad Mukhlasin; Maragustam Siregar
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v5i3.8993

Abstract

This paper investigates the values of character education embedded in Tafsir al-Azhar by Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka), an influential work representing the tradition of Nusantara exegesis (tafsir Nusantara). The research aims to identify and analyze the relevance of character values that Hamka contextualized within the Indonesian socio-cultural environment. The study utilizes the maudhu‘i (thematic) approach to Qur'anic exegesis, focusing on verses pertaining to the formation of human character. This methodology allows for a comprehensive exploration of universal moral values interpreted by Hamka. The findings indicate that Hamka places strong emphasis on the necessity of several core values as the foundation for the character of a virtuous and faithful individual. These crucial values include honesty (kejujuran), trustworthiness (amanah), responsibility, tolerance, and patriotism/love for the homeland. Hamka’s interpretation consistently links these spiritual and moral values with the local Indonesian context, reflecting the text's adabi ijtima‘i (socio-literary) characteristic. Furthermore, the study highlights that Hamka advocates for an integrated education system that rejects a purely cognitive focus, instead emphasizing the essential balance between intellect and spirituality to produce morally sound individuals. The educational concepts proposed by Hamka are highly relevant to the contemporary needs of Islamic education, particularly in addressing the pervasive challenges of moral globalization and value disorientation in the modern era. His perspective aligns well with modern educational paradigms, including the principles of the Profile of Pancasila Students (Profil Pelajar Pancasila) in Indonesia, which seek to integrate faith, knowledge, and noble character. Thus, Hamka’s Tafsir al-Azhar serves as a vital moral guide and a robust framework for developing a moderate, humanist, and nationally conscious Islamic character education system in modern Indonesia