Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

“Belanda Setan” Enters Hiang: The Dutch East Indies Government's Invasion of Kerinci in 1903 Hudaya, Padhil
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 12, No 2 (2024): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v12i2.10031

Abstract

Kerinci was an area that was not touched by the Dutch East Indies Government. The Dutch East Indies government initially tried to "persuade" the top officials in Kerinci to agree to collaborate. This collaboration was highly hoped for by the Dutch East Indies Government, considering Kerinci's abundant natural resources. This research aims to see how the Dutch East Indies Government tried to incorporate Kerinci into the Dutch East Indies Government's administrative area through war, which focuses on how the people in Mendapo Hiang resisted the invasion. The method used in this paper is to apply the stages of the historical method, which include source collection, source criticism, interpretation and historiography. From this research it can be seen that efforts to establish cooperation by the Dutch East Indies were met with rejection after rejection by Kerinci officials, so that in the end the Dutch Indies Government sent a "military expedition" troop. One of the resistances that took place occurred in Mendapo Hiang, through a war that lasted for several days. Nevertheless, the people of Mendapo Hiang who resisted had to accept defeat in the war, and were forced to accept the existence of the Dutch East Indies in their territory.
PENINGKATAN LITERASI STEM MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN CANDI MUARO JAMBI SEBAGAI SUMBER BELAJAR Hudaya, Padhil; Akhyaruddin; Pratama, Deri Rachmad; Rahmawati; Nurfadilah
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i4.650

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) di SMAN 2 Tanjung Jabung Barat melalui pelatihan pemanfaatan situs sejarah Candi Muaro Jambi sebagai sumber belajar kontekstual. Literasi STEM dipandang penting dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21, khususnya untuk membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan pemecahan masalah. Teknik pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi pembukaan, penyampaian materi inti oleh tim pengabdian, diskusi interaktif lintas mata pelajaran, serta workshop perancangan pembelajaran berbasis STEM bagi guru. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 2 Tanjung Jabung Barat pada tanggal 14 Agustus 2025 dengan melibatkan 35 guru dari berbagai bidang studi, baik eksakta maupun sosial humaniora. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap konsep literasi STEM dan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan potensi lokal sebagai media pembelajaran. Guru memberikan respon positif terhadap model pembelajaran kontekstual berbasis Candi Muaro Jambi dan berhasil menghasilkan rancangan ajar yang mengaitkan aspek sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dengan nilai-nilai budaya lokal. Implikasi kegiatan ini terlihat dari tumbuhnya kesadaran guru akan pentingnya pembelajaran lintas disiplin dan berbasis kearifan lokal. Penerapan hasil pelatihan di kelas diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar dan memperkuat keterampilan abad ke-21 siswa melalui pengalaman belajar yang relevan dengan konteks lingkungan dan budaya mereka.
Pelestarian Lacak sebagai Warisan Budaya Melayu Jambi di Desa Teluk, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari Jambi Fatonah, Fatonah; Hudaya, Padhil; Defrianti, Denny; Rahman, Abd; Siregar, Isrina; Resiyani, Wulan; Bahri, Zainul
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2178

Abstract

Lacak is one of the unique cultural heritages of the Malay people of Jambi, possessing high historical and philosophical value. Its existence is not only a symbol of regional pride, but also reflects the identity of the Malay people, who uphold the values of honor and wisdom. However, amid the tide of modernization and changing lifestyles among the younger generation, interest in learning about and preserving traditional cultures such as lacak is declining. Based on these issues, a team of lecturers from the University of Jambi carried out a community service activity with the theme “Preservation of Lacak as a Cultural Heritage of the Malay People of Jambi” which was held on October 4, 2025, in Teluk Village, Pemayung District, Batanghari Regency. This activity included training in making lacak, guided by Jambi cultural expert Zainul Bahri, and attended by local school children and teenagers. In addition to the training, a cultural quiz was held on lacak and historical figures of Jambi, such as Sultan Thaha Saifuddin and Raden Mattaher. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge about the meaning and form of lacak, as well as a growing enthusiasm for preserving local culture. This activity successfully served as an educational and recreational means of strengthening the cultural identity of the Teluk Village community.ABSTRAKLacak merupakan salah satu warisan budaya khas Melayu Jambi yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi. Keberadaannya tidak hanya menjadi simbol kebanggaan identitas daerah, tetapi juga mencerminkan jati diri masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi nilai kehormatan dan kebijaksanaan. Namun, di tengah arus modernisasi dan perubahan gaya hidup generasi muda, minat untuk mengenal dan melestarikan budaya tradisional seperti lacak semakin menurun. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim dosen dari Universitas Jambi melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pelestarian Lacak sebagai Warisan Budaya Melayu Jambi” yang dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2025 di Desa Teluk, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari. Kegiatan ini meliputi pelatihan pembuatan lacak yang dipandu oleh budayawan Jambi, Zainul Bahri, serta diikuti oleh anak-anak sekolah dan remaja setempat. Selain pelatihan, juga diselenggarakan kuis budaya mengenai lacak dan tokoh sejarah Jambi seperti Sultan Thaha Saifuddin dan Raden Mattaher. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan peserta tentang makna dan bentuk lacak, serta tumbuhnya semangat pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini berhasil menjadi sarana edukatif dan rekreatif dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Desa Teluk.
Lacak Jambi sebagai Media Pendidikan Karakter: Strategi Pelestarian Budaya Lokal di Kalangan Generasi Muda di Desa Teluk, Jambi Fatonah, Fatonah; Hudaya, Padhil; Defrianti, Denny; Abd. Rahman, Abd. Rahman
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.2310

Abstract

Lacak is a local wisdom of the Malay community in Jambi that functions as a head covering for men in traditional clothing. This cultural heritage has a philosophical meaning that reflects noble values such as responsibility, honor, and determination. However, in Teluk Village, Batang Hari Regency, the interest and understanding of the younger generation towards Lacak has declined due to the influence of globalization and low local cultural literacy. This study aims to (1) identify the character values contained in the shape, folds, and function of Lacak according to the local wisdom of the Teluk Village community, and (2) formulate strategies for preserving Lacak as a medium for character education for the younger generation. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through participatory observation, interviews with traditional leaders and educators, and review of traditional documents. The analysis was conducted using a symbolic-philosophical approach to interpret the meaning of character values in Lacak. The results of the study show that Lacak Melayu Jambi contains three main values, namely craftsmanship (neatness), authority (honor), and determination (responsibility). Effective preservation strategies include integrating Lacak values into school extracurricular activities, establishing youth clubs, and fostering collaboration between schools and local Malay Customary Institutions. In this way, Lacak can serve as a medium for character education that fosters pride in cultural identity and strengthens the character of the younger generation in Jambi;ABSTRAKLacak merupakan kearifan lokal masyarakat Melayu Jambi yang berfungsi sebagai penutup kepala pria dalam pakaian adat. Warisan budaya ini memiliki makna filosofis yang mencerminkan nilai-nilai luhur seperti tanggung jawab, kehormatan, dan keteguhan. Namun, di Desa Teluk, Kabupaten Batang Hari, minat dan pemahaman generasi muda terhadap Lacak menurun akibat pengaruh globalisasi dan rendahnya literasi budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung dalam bentuk, lipatan, dan fungsi Lacak menurut kearifan lokal masyarakat Desa Teluk, serta (2) merumuskan strategi pelestarian Lacak sebagai media pendidikan karakter bagi generasi muda. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara dengan tokoh adat dan pendidik, serta telaah dokumen adat. Analisis dilakukan dengan pendekatan simbolik-filosofis untuk menafsirkan makna nilai karakter dalam Lacak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lacak Melayu Jambi mengandung tiga nilai utama, yaitu kerajinan (kerapian), kewibawaan (kehormatan), dan keteguhan (tanggung jawab). Strategi pelestarian yang efektif meliputi integrasi nilai Lacak dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah, pembentukan sanggar oleh pemuda, dan kolaborasi antara sekolah dengan Lembaga Adat Melayu setempat. Dengan demikian, Lacak dapat berperan sebagai media pendidikan karakter yang mampu menumbuhkan kebanggaan identitas budaya dan memperkuat karakter generasi muda di Jambi.