Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kearifan Lokal Struktur Bangunan Rumah Di Desa Raja, Kabupaten Landak Fransiska Melania Rosita; Henny Herawati; Kiki Prio Utomo
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 11, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v11i1.60387

Abstract

Bangunan merupakan satu bentuk respon dari manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan. Bangunan tradisional merupakan bentuk kearifan lokal serta di Indonesia sangat beragam jenisnya. Bentuk kearifan lokal tersebut dapat berupa fisik seperti bangunan maupun non fisik seperti adat istiadat, budaya masyarakat, upacara, mitos, cerita rakyat dan lain sebagainya. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji bentuk struktur bangunan rumah di Desa Raja berdasarkan kearifan lokal. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif deskriptif. Rumah panggung disebut dengan rumah tradisional, karena berbentuk panggung atau dasar rumah tidak menempel pada permukaan tanah. Ketinggian dari rumah tersebut berkisar 0,50-2,00 meter tergantung dari kondisi wilayah. Pondasi menggunakan kayu ulin yang memang tahan terhadap tanah lembab dan awet hingga puluhan tahun. Tiang-tiang pondasi dipasang dengan jarak 1-1.5 meter antar tiang pondasi lainnya. Tiang pondasi kayu berukuran 0,12 x 0,12 meter. Rangka merupakan sistem struktur utama pada bagian badan bangunan yang terdiri dari batang vertikal berupa tiang-tiang kayu dan batang horizontal berupa balok-balok kayu. Untuk atap rumah menggunakan sirap dengan ukuran 0,7 x 0,20 meter yang disusun mengikuti bentuk kerangka atap. Kelebihan dari rumah panggung yaitu mempunyai bagian bawah rumah dibiarkan kosong, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk menyimpan barang, kayu bakar, dan dijadikan sebagai kandang ternak.
Evaluation of the Settling Basin of Keumala Weir, Krueng Baro River, Aceh, Indonesia Azmeri Azmeri; Henny Herawati; Nur Aisya Amalia; Faris Zahran Jemi
Aceh International Journal of Science and Technology Vol 8, No 2 (2019): August 2019
Publisher : Graduate Program of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.672 KB) | DOI: 10.13170/aijst.8.2.13327

Abstract

Krueng Baro Irrigation network is a strategic technical irrigation area in Pidie, Aceh, Indonesia. The primary water source is the Krueng Baro River flow using the infrastructure of Keumala Weir in which sedimentation is currently a significant problem in its operations. To prevent the sediment from entering the irrigation channel is to settle it in the settling basin. However, the primary irrigation channel with the stone masonry walls kept experiencing high sedimentation. Therefore, this study aimed to evaluate the performance of the Keumala Weir settling basin including its capacity and efficiency. This study used a survey method for data collection and an evaluation method following the current guidelines for data analysis. The sediment sampling was conducted in the settling basin and the primary channel. The flushing was currently carried out for seven days. However, the settling basin capacity of 2,436.75 m3 did not meet the flushing requirements. Thus, the flushing should be performed daily for a volume of 1,859.43 m3 to fulfill the condition, so that the capacity of the settling basin was controlled. The efficiency of sediment settling was 75%, and the effect of water turbulence was in a safe condition, that the sediment settled in a settling basin would not be eroded when it is empty or full. For the flushing efficiency, the shear stress was 15,538 N/m2 that can rinse less than 16 mm particles. Based on this evaluation, it can be concluded that the sediments in the primary channel were from the settling basin. It is suggested to limit the speed in the regulating building to approximately 1.5 m/s to reduce the sediments entering the primary channel. It also requires accuracy in the operation of the primary channel intake.
Daya Dukung Lingkungan berdasarkan Ketersediaan Air dan Produktivitas Lahan di Daerah Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu Devi Nurahmawaty; Henny Herawati; Ochih Saziati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 2 (2023): April 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.2.257-268

Abstract

Kecamatan Putussibau Utara merupakan ibu kota Kabupaten yang terus mengalami peningkatan jumlah penduduk sekaligus pusat perkantoran dan perekonomian di Kabupaten Kapuas Hulu, sehingga adanya kegiatan tersebut sangat mempengaruhi air yang tersedia, meningkatnya penduduk maka kebutuhan lahan untuk lahan terbangun juga akan meningkat. Oleh karena itu, perlu diketahui daya dukung air maupun daya dukung lahan. adapun tujuan dari penelitian ini mengetahui nilai surplus/defisit dengan membandingkan ketersediaan air dengan kebutuhan air maupun lahan pada tahun 2019 dan memperdiksi kebutuhan air maupun lahan 20 tahun ke depan (2039). Metode penelitian yang digunakan mengacu pada Permen LH No. 17 Tahun 2009. Berdasarkan hasil penelitian ketersediaan air pada tahun 2006 sebesar 767.960.195 m3/tahun, pada tahun 2013 sebesar 738.757.110 m3/tahun, dan pada tahun 2019 sebesar 610.680.859 m3/tahun, sedangkan untuk kebutuhan air pada tahun 2019 sebesar 41.809.600 m3/tahun dan tahun 2039 mengalami peningkatan sebesar 64.609.135 m3/tahun, maka daya dukung dinyatakan surplus. Kemudian untuk ketersediaan dan kebutuhan lahan di Kecamatan Putussibau Utara yang di mana memiliki 19 kelurahan/desa. Ketersediaan lahan terbesar yaitu di desa Nanga Awin yaitu 312,7 Ha dan terkecil yaitu di kelurahan Putussibau Kota yaitu 37,98 Ha, sedangkan kebutuhan lahan terbesar pada tahun 2020 adalah di kelurahan Putussibau Kota 4.172 Ha dan terkecil di desa Tanjung Beruang sebesar 139,9 Ha. Untuk kebutuhan lahan terbesar tahun 2039 adalah di kelurahan Putussibau Kota sebesar 4.565 Ha dan terkecil terdapat di desa Tanjung Beruang sebesar 176,6. Dalam hal ini kebutuhan lahan di setiap kelurahan/desa Kecamatan Putussibau Utara lebih besar dari ketersediaan lahan di Kecamatan Putussibau Utara. Berdasarkan hasil tersebut ketersediaan lahan di Kecamatan Putussibau Utara dinyatakan defisit.
ANALISIS SISTEM JARINGAN AIR BERSIH PERUMDAM TIRTA SENENTANG PADA UNIT TANJUNG PURI KABUPATEN SINTANG Apri Ananda Putra; Stefanus Barlian Soeryamassoeka; Henny Herawati
Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan - CENTECH Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan, Oktober 2023 ISSN 2722-0230 (Onlin
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cen.v4i2.5222

Abstract

The requirement for clean water in Sintang Regime, particularly served by Perumdam Tirta Senentang Tanjung Puri unit, is expanding step by step alongside the rising populace. The motivation behind this study is to get the aggregate sum of water request served and get the consequences of the dispersion network condition examination until 2037. To decide the accessibility of Kapuas Stream water, the False technique and dissemination network reenactment investigation utilizing the Epanet 2.2 program were utilized. How much pinnacle hour water interest in 2022 is 29,31 liters/second and in 2037 is 56,09 liters/second. Examination of the circulated water request network in existing circumstances in 2022 there is a speed that has not met the prerequisites with the least worth of 0,06 m/second and the most elevated worth of 0,88 m/second. Besides, an extra release was completed in 2037 circumstances, it was found that few lines didn't meet the prerequisites, in particular the least headloss unit worth of 0,21 m/km and the most noteworthy of 15,44 m/km, while the least speed esteem was 0,11 m/second and the most elevated was 1,69 m/second. In the wake of supplanting the line distance across in 2037, pressure results and headloss units that meet the prerequisites are acquired. Nonetheless, there are a few lines with speed esteems that don't meet the prerequisites, the least worth is 0,11 m/second and the most noteworthy worth is 0,95 m/second. This shows that the state of the spotless water circulation organization can in any case be grown so that administrations can be more ideal. Keywords: Clean Water Network Distribution; Epanet 2.2; the need for clean water; mock method; Perumdam Tirta Senentang; Kapuas River
RUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN PERUMDA AIR MINUM TIRTA SENENTANG BERDASARKAN HASIL EVALUASI KINERJA Elsy Ivana Clara Ivana; Stefanus Barlian Soeryamassoeka; Herawati Henny
Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan - CENTECH Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan, Oktober 2023 ISSN 2722-0230 (Onlin
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cen.v4i2.5224

Abstract

Water is part of our daily life needs. To meet the need for clean water in Sintang Regency, PERUMDA Tirta Senentang Drinking Water uses 4 water sources, namely from the Kapuas River, Melawi River, Ketungau River, Kayan River with a total capacity of 295 lt/sec. This research aims to find and formulate strategies in efforts to develop the performance of PERUMDA Air Minum Tirta Senentang as a clean water supply agency based on the results of performance evaluations. The analytical method used in this research is performance evaluation analysis using the Balanced Scorecard method by paying attention to four aspects, namely financial aspects, service aspects, operational aspects and human resource aspects. And for analysis of the formulation of strategies in efforts to develop performance using SWOT analysis. Based on the performance evaluation, the results obtained from a series of SWOT analyzes are the strategy formulation that best suits the performance development efforts of PERUMDA Air Minum Tirta Senentang, namely by optimizing Strengths so that existing opportunities can be maximized so that six strategy formulations are obtained for strengthening and implementing regulations in the development of PERUMDA Water Drink Tirta Senentang. From the results of the QSPM analysis, an alternative strategy with the best policy was obtained, accompanied by determining the time period, a short-term strategy was obtained, namely increasing service coverage, production capacity and service blocks. The medium term strategy is to optimize the home connection network and idle capacity. And the long-term strategy is to collaborate with competent parties.Keywords: SWOT analysis ; Performance evaluation ; Tirta Senentang Drinking Water Municipal Corporation.
EVALUASI KAPASITAS TAMPUNG DRAINASE PADA LAHAN PASANG SURUT DI PARIT DERAMAN HULU DESA PUNGGUR KECIL Ismar Dewi; Henny Herawati; Umar Umar
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.59320

Abstract

Parit Deraman Hulu merupakan daerah yang rentan dengan permasalahan banjir, dikarenakan daya tampung drainasenya yang masih belum memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji kombinasi pasang surut dan curah hujan terhadap kapasitas tampung drainase Parit Deraman Hulu menggunakan HEC-RAS. Metodologi Penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Adapun hasil simulasi menggunakan HEC-RAS, yaitu pada kondisi tanpa hujan namun sedang terjadi pasang terdapat 5 STA; pada kondisi pasang dengan hujan periode ulang 2 tahun terdapat 10 STA; hujan periode ulang 5 tahun terdapat 16 STA; hujan periode ulang 10 tahun terdapat 17 STA; kondisi tanpa pasang dengan hujan periode ulang 2 tahun terdapat 8 STA; periode ulang 5 tahun terdapat 11 STA; periode ulang 10 tahun terdapat 17 STA yang elevasi muka airnya melebihi penampang eksisting. Hal tersebut menyebabkan banjir yang cukup menggaggu dan merugikan masyarakat di daerah tersebut. Dari hasil analisis dapat dilihat bahwa semakin besar hujan rencana periode ulang tahun yang digunakan maka semakin besar pula hasil elevasi muka airnya dikarenakan semakin besar periode ulang maka semakin besar pula variasi reduksi yang digunakan sehingga menyebabkan hujan dengan periode ulang 10 tahun di dapatkan elevasi muka airnya lebih besar daripada hujan periode ulang 5 dan 2 tahun. Kata kunci : banjir, drainase, HEC-RAS, kapasitas.