Claim Missing Document
Check
Articles

KONTROL SOSIAL KOPERASI BINA TANI DALAM MENANGGULANGI PENCURIAN KELAPA SAWIT DI DESA BERINGIN JAYA KECAMATAN SINGINGI HILIR Andy Wirawan, Rizky; Marnelly, T. Romi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i1.2026.227-230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kontrol sosial yang diterapkan koperasi Bina Tani dalam menanggulangi pencurian kelapa sawit dan mengetahui apa saja hambatan yang ditemui oleh Koperasi Bina Tani dalam menanggulangi pencurian kelapa sawit di Desa Beringin Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Subjek penelitian dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari ketua, sekretaris dan petugas keamanan koperasi Bina Tani. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa ada empat jenis kontrol sosial yang berkaitan dan sistematis yaitu kontrol sosial preventif yang merupakan langkah awal yang dilakukan oleh koperasi untuk menjaga kebun sawit dengan melakukan patroli rutin yang terjadwal oleh petugas keamana (PK), jika ada yang mencuri akan diterapkan kontrol sosial persuasif yaitu dengan teguran lisan dan himbauan, lalu jika tidak mempan akan dilanjutkan dengaan kontrol sosial koersif yaitu di berikan sanksi dan denda kepada pelaku, namun jika pelaku belum jera juga akan diterapkan kontrol sosial represif yaitu dengan penangkapan langsung beserta barang bukti, lalu diberi surat panggilann dengan adanya bukti dokumentasi dari petugas keamanan untuk mengambil keputusan apakah akan diselesaikan dengan cara damai atau dibawa ke ranah hukum. Hambatan yang ditemui oleh koperasi Bina Tani di lapangan adalah kondisi jalan dan cuaca yang kurang mendukung untuk kegiatan patroli, serta kecuarang pemanen dan pencuri yang bekerja sama dan hubungan sosial antara warga dan pelaku pencurian yang dapat memengaruhi ketegasan petugas keamanan dalam proses penindakan.
Conservation Partnership in the Management of Tesso Nilo National ParkRiau Province, Indonesia Lestari, Ister; Hidir, Achmad; Marnelly, T. Romi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/epsfv673

Abstract

Tesso Nilo National Park, located in Southeast Asia, is home to 3% of the world's mammal species, including endangered species such as the Sumatran elephant and Sumatran tiger, and possesses high biodiversity. However, over the past two decades, its forest cover has faced significant threats, primarily due to population growth and the expansion of oil palm plantations. This study aims to analyze the conservation partnership program implemented by the Tesso Nilo National Park Office to restore forest functions and promote sustainable forest management. The research uses a qualitative case study approach. Findings reveal that the Tesso Nilo National Park Office regularly engages with surrounding communities. Through the Job Creation Law (Undang-Undang Cipta Kerja), the community has been introduced to mechanisms for managing conservation areas and the implementation of ecosystem restoration partnerships. Eligible communities have agreed to collaborate with the park's office to rehabilitate degraded areas with multifunctional forest crops, including jengkol (Archidendron pauciflorum), durian, mangosteen, candlenut, avocado, and others, using the heteroculture planting method. This study concludes that effective conservation partnerships require active collaboration from all parties, supported by clear policies, especially from the Ministry of Forestry.
Peran Lembaga Pengelola Hutan Adat Ghimbo Pomuan Kecamatan Kampar Timur Kabupaten Kampar Fera, Ulfa Masta; Resdati, Resdati; Marnelly, T. Romi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan Adat merupakan hutan yang berada di wilayah Masyarakat adat yang dikelola dahulunya oleh Ninik Mamak sampai pada tahap terbentuknya susunan keanggotaan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan hutan adat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran lembaga pengelola hutan adat Ghimbo Pomuan. Kajian ini dianalisis menggunakan pendekatan teori peran dan lembaga sosial, dengan metode penelitian kualitatif. Subjek utama dalam penelitian ini adalah ketua, sekertaris, dan anggota lembaga pengelolah hutan adat LPHA. Pemilihan subjek dilakukan secara purposif dengan mempertimbangkan beberapa kriteria, yaitu ikut serta dalam keanggotaan lembaga hutan adat, tiga tahun aktif dalam keanggotaan dan memahami hutan adat. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak lima orang, terdiri dari tiga anggota lembaga pengelolah hutan adat, satu orang sekertaris dan satu informan kunci ketua pengelolahan ketua hutan adat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lembaga pengelola hutan adat ghimbo pomuan berperan aktif dalam mengelola dan menjaga kelestarian hutan adat, dalam pengelolaan LPHA membentuk kelompok usaha perhutanan sosial yaitu kelulut madu pomuan, LPHA melakukan pembibitan pohon berfungsi untuk mengganti pohon besar yang tumbang dengan bibit baru. Lembaga pengelola hutan adat juga bekerja sama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan Kampar Timur, apabila ada tamu berkunjung di kawasan hutan adat seperti mahasiswa atau dari kedinasan lembaga pengelola hutan adat berperan penting dalam menangani atau memberikan penjelasan tentang hutan adat Ghimbo Pomuan.
Analysis of key factors influencing adaptation to e-money on transmetro Pekanbaru T. Romi Marnelly; Resdati Resdati; Yesi Yesi; Brian Brian
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244767

Abstract

Social adaptation is an important process for individuals or groups in adjusting to new circumstances, including the adoption of technological innovations. The implementation of E-Money as a mandatory payment method in the Transmetro Pekanbaru public transportation system is a significant change, requiring passengers to adapt to this new system. This study aims to analyze the factors that influence passenger adaptation to E-Money using a descriptive quantitative approach. This research was conducted in Pekanbaru, with data collected through interviews with a sample of 100 respondents, which was determined from a population of 34,918 passengers using Slovin's formula with a margin of error of 10%. Data analysis was conducted to identify demographic and economic factors that influence adaptation. The results show that age, gender, occupation, income, education, private vehicle ownership, and E-Money ownership significantly affect the level of passenger adaptation to E-Money. Users who are younger, female, more educated, self-employed, or students, and who already possess E-Money tools such as BRIZZI (a type of E-Money card) or QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) tend to adapt more quickly. A significant finding is the dominance of QRIS and the combination of BRIZZI and QRIS as preferred payment methods. However, the intensity of Transmetro usage does not significantly affect the adaptation rate. These findings suggest that strategies targeted at increasing E-Money adoption should take these demographic and socio-economic factors into account, especially by focusing on providing an accessible and user-friendly payment system for less adapted passenger groups. This study contributes to understanding the social adaptation process in the context of digital payment innovations and provides practical implications for policymakers and Transmetro Pekanbaru management in improving the effectiveness of E-Money implementation.
Conservation Partnership in the Management of Tesso Nilo National ParkRiau Province, Indonesia Lestari, Ister; Hidir, Achmad; Marnelly, T. Romi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/epsfv673

Abstract

Tesso Nilo National Park, located in Southeast Asia, is home to 3% of the world's mammal species, including endangered species such as the Sumatran elephant and Sumatran tiger, and possesses high biodiversity. However, over the past two decades, its forest cover has faced significant threats, primarily due to population growth and the expansion of oil palm plantations. This study aims to analyze the conservation partnership program implemented by the Tesso Nilo National Park Office to restore forest functions and promote sustainable forest management. The research uses a qualitative case study approach. Findings reveal that the Tesso Nilo National Park Office regularly engages with surrounding communities. Through the Job Creation Law (Undang-Undang Cipta Kerja), the community has been introduced to mechanisms for managing conservation areas and the implementation of ecosystem restoration partnerships. Eligible communities have agreed to collaborate with the park's office to rehabilitate degraded areas with multifunctional forest crops, including jengkol (Archidendron pauciflorum), durian, mangosteen, candlenut, avocado, and others, using the heteroculture planting method. This study concludes that effective conservation partnerships require active collaboration from all parties, supported by clear policies, especially from the Ministry of Forestry.
Dakwah Kultural di Bumi Melayu: Modal Sosial Gerakan Pemuda Ansor Riau dalam Melestarikan Tradisi Shalawatan: Cultural Da’wah in Malay Land: Social Capital of the Gerakan Pemuda Ansor Riau in Preserving the Shalawatan Tradition Rokandi, Adrian Firman; Yusuf, Yusmar; Marnelly, Tengku Romi
Anterior Jurnal Vol. 25 No. 1 (2026): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v25i1.11423

Abstract

The shalawatan tradition represents a vital form of religious expression and cultural identity within Nahdlatul Ulama that continues to thrive amid modern social change. This study explores how social capital sustains the shalawatan tradition organized by the Gerakan Pemuda Ansor (Ansor Youth Movement) in Riau Province. It focuses on three main dimensions of social capital. Trust, social networks, and social norms. Along with strategies to strengthen them. Using a qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation from 20 informants: the regional GP Ansor leader, kyai figures, pesantren networks, regular congregants, and local branch heads in Siak and Pelalawan. The analysis employed the social capital frameworks of Putnam, Coleman, and Fukuyama. The findings show that trust is the most dominant form of social capital, reflected in the integrity of leaders, financial transparency, and consistent spiritual service free of political interests. Strengthening social capital is achieved through maintaining trustworthy leadership, expanding inclusive networks, integrating Islamic education into activities, and promoting collective participation through mutual assistance. The continuity of shalawatan is also supported by charismatic kyais and institutional backing from Nahdlatul Ulama, though challenges persist in community resistance and limited managerial capacity. This study highlights that the interplay among trust, networks, and norms generates effective collective action, ensuring the resilience of religious traditions amid modernization.
Persepsi Masyarakat terhadap Keberadaan Budidaya Burung Walet di Kelurahan Kota Lama Kecamatan Kunto Darussalam Rokan Hulu Virego, Gapuzan Zultra; Marnelly, T. Romi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 9 No. 2 (2024): November
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v9i2.3262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sikap masyarakat terhadap budidaya burung walet di Desa Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi dari 100 peserta dewasa yang direkrut melalui purposive sampling, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan keuntungan ekonomi yang besar, dengan 69% peserta melaporkan peningkatan pendapatan dan 60% mencatat peningkatan pendapatan. prospek karir baru. Meskipun demikian, kekhawatiran utama adalah dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan, termasuk gangguan (65%), limbah yang mengurangi kebersihan lingkungan (67%), dan risiko penyakit pernafasan (67%). Persepsi terhadap pengelolaan pertanian sebagian besar bersifat negatif, dengan 49% responden menyatakan ketidakpuasan, namun 72% menyatakan bahwa ikatan sosial baik. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya peran pemerintah dalam menjalankan Peraturan Bupati Rokan Hulu Nomor 4 Tahun 2009 tentang Izin Usaha Pengelolaan dan Pemanfaatan Sarang Burung Walet, pengelolaan sampah yang efisien, dan keterlibatan masyarakat dalam perencanaan untuk mendorong hasil sosial-ekonomi yang lebih berkelanjutan
Co-Authors ", Regina Achmad Hidir Afri Lizarni Ahmad Rifandi Aliza, Nur Andra Eldino Andrea Sitanggang, Pasko Andy Wirawan, Rizky Ashaluddin Jalil Asmarita, Asmarita Azimulya Akbar Azwar Efendi Azzah, Siti Fathin Bedy Kurnia Brian Brian Brian, Brian Debora Yanti Hutajulu Devindo, Lucky Dewi Niswatul Chairiyah Eka Rini Setiawati Erik Rachman Evawani Elysa Lubis Evsya, Salza Jazila Fajriani Ananda Fajrin, Fajar Febriani, Norlaila Febry, Lismaharia Fera, Ulfa Masta Fitra Nurmizian Fitria Yohana Restika FITRIANI " Forseta, Olivia Gusmelia Sari Handayani, Suci Tri Hesti Asriwandari Ifni, Ditha Yulia Imardayeti " Indrawati Indrawati Johannes Hasibuan Kemala Putri, Nurul Kuramin, Siti Lestari, Ister Lindra Suhada Lista Yarnis Malau, Jens Cinta G Malik, Rahman Ma’ruf Riduan Melani, Anggi Melda Sari Melly Astari Melya Irawati Mhd. Ishaq Abdush Shabur Mita Rosaliza, Mita Muhammad Badrun Muhammad Ihsan Muhammad Ihsan Muhammad Ulul Azmi Nadiya Elfira Nela Mita Ningsih, Auliya Dira Ningsih, Penti Rahayu Ningsih, Rindiani Ningsih, Widiya Nissa, Hidayatun Nora Permaisari Novi Zuriati Nurul Kemala Putri Oktizalvi, Wahyuni Pangaribuan, Rina Marta Uly Peronika Purba, Hanna Pertiwi, Heni Dwi Pinasthika, Saskia Pohan, Sawiyah Purba, Ranada Rachman, Erik Radianti, Dira Rahmat Hidayat Ranti Yulias Fitri Resdati Reski, Putri Reza Fahlevi Rina Susanti Rini Mardiyarni Risdayati, Risdayati Rokandi, Adrian Firman Romartu Situngkir Romona, Dea Ovariza Rona Desmara Putra Ropikotul Husna Rossi Susilawati, Rossi Sabri Rahmatdi Safitri, Armi Liana Eka Sari, Indah Muspira Sari, Rani Gustika Sintia Kurnia Siti Fathin Azzah Siti Sofro Sidiq Sonang, Raja Sri Delvi, Annisa Sri Erlinda Sri Handayani Sri Rahayu Ningsih Sugiyanto, Seger Sumarni " Susanti Br Siregar Susmita Yulia Putri Syafrizal Syafrizal Tika Fardila Try Sugiyatmi Utari, Ledina Vica Atmanita Virego, Gapuzan Zultra Windi Triana Windy Claudia Yeni Fitri Yesi Yesi Yesi, Yesi Yona Kurnia Yuli Asmarita Yuli Septiani Yupit Yuliyanti Yusmar Yusuf Yusmar Yusuf Zico Pratama