Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Identifikasi Waduk Bajulmati Baluran Banyuputih Kabupaten Situbondo Purnomo, Rinaldy Harjo; Barizy, Roqy; Silviyanti, Nurul Amalia
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 2 No 01 (2024): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v2i01.4395

Abstract

Bendungan merupakan struktur rekayasa yang dibangun untuk mengendalikan aliran air sungai atau saluran lainnya, memiliki fungsi utama sebagai penahan air dan pembentuk waduk. Fungsi bendungan meliputi penyediaan air irigasi, pembangkit listrik tenaga air, pengendalian banjir, dan penyediaan air minum. Sejak zaman kuno, manusia telah memanfaatkan bendungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan mendukung pembangunan ekonomi serta sosial suatu wilayah. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan purposive area dengan observasi langsung di lapangan, mengamati fenomena terkait tujuan penelitian. Waduk Bajulmati, contoh konkret bendungan urugan centre core rock fill dam, terletak di perbatasan Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi, Jawa Timur. Dibangun pada tahun 2006 dan selesai pada tahun 2015, waduk ini memiliki fungsi multi, termasuk irigasi, pariwisata, penyediaan air baku, perikanan, dan pembangkit listrik. Material utama dalam tubuh bendungan urugan centre core rock fill dam melibatkan batuan besar sebagai lapisan utama, dengan inti kedap air dari tanah liat, bahan geosintetik, atau kombinasi material lainnya. Pelepasan tekanan, batu, dan tanah pendukung juga berperan penting dalam struktur bendungan.
Perbandingan Kuat Tekan Plasbut Paving Block pada Perendaman Air Tawar dan Air Laut: Comparison of Compressive Strength of Plasbut Paving Blocks when Immersed in Fresh Water and Sea Water Listriyana, Ani; Silviyanti, Nurul Amalia; Syaifurridzal, Syaifurridzal
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jrsl.v8i2.52130

Abstract

Abstract Processing plastic waste into paving blocks is reducing the negative impact of waste on the environment. Plastic as adhesive and sand, fiber as filler in plasbut paving blocks. In previous studies, the highest compressive strength was obtained in paving blocks with a composition of 771.6 grams of plastic, 1800.4 grams of sand, and 11 grams of coconut fiber, with the fiber placed in the middle of the mold. It is expected that in the future this plastic paving block can be used in coastal and beach areas both to support educational tourism on the beach. Therefore, this study was designed to see how the effect of immersion in seawater on the compressive strength of plasbut paving blocks. The plastic used is polypropylene, and the same composition as previous studies and the addition of the variable of soaking time with fresh water and seawater, 3, 5, 7, 9, 11, 13, and 15 days. Soaking with fresh water produces the highest average compressive strength in the 3rd immersion variation with a compressive strength value of 9.78 MPa. Meanwhile, immersion in seawater produces the highest average compressive strength in the 9th immersion variation with a compressive strength value of 13.44 MPa. Keywords: Plastic, Fiber, Plasbut Paving block, Compressive Strength Abstrak Pengolahan sampah plastik menjadi paving block menjadi solusi dalam mengurangi dampak buruk sampah bagi lingkungan. Plastik sebagai perekat dan pasir serta serabut sebagai filler dalam plasbut paving block. Pada penelitian sebelumnya, kuat tekan tertinggi di dapatkan pada paving block dengan komposisi 771,6 gram plastik : 1800,4 gram pasir : 11 gram serabut kelapa dengan peletakan serabut di tengah cetakan. Di harapkan ke depannya plasbut paving block ini dapat di gunakan di area pesisir dan pantai baik untuk mendukung wisata edukasi di pantai. Oleh karena itu, penelitian ini di rancang untuk melihat bagaimana pengaruh perendaman dengan air laut terhadap kuat tekan dari plasbut paving block. Plastik yang digunakan adalah jenis polypropilene dan komposisi sama seperti pada penelitian sebelumnya dan penambahan variable variasi waktu perendaman dengan air tawar dan air laut yaitu 3 , 5 , 7 , 9 , 11 , 13 dan 15 hari. Perendaman dengan air tawar menghasilkan kuat tekan rata rata tertinggi pada variasi perendaman 3 hari dengan nilai kuat Tekan 9,78 MPa. Sedangkan Perendaman dengan air laut menghasilkan kuat tekan rata rata tertinggi pada variasi perendaman 9 hari dengan nilai kuat Tekan 13,44 MPa. Kata kunci: Plastik, Serabut, Plasbut Paving block, Kuat Tekan
Teknologi Gelombang Ultrasonik Tenaga Surya Sebagai Alat Pengusir OPT Padi Suhesti, Endang; Joewono, Andrew; Silviyanti Siswoyo, Nurul Amalia
PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik Vol 1 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL AKADEMIK (SENADIKA) 2024
Publisher : PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sumberkolak berada di Kecamatan Panarukan dimana lokasinya tidak berada di bibir Pantai. Hal ini menyebabkan mayoritas pekerjaan masyarakatnya bukan nelayan melainkan petani. Dari Hasil survei lapangan diketahui ada 2500 Ha hamparan sawah. Mengingat dampak yang begitu merugikan dari serangan OPT serta penanganan yang tidak benar dan lebih bersifat merusak lingkungan maka diterapkan teknologi gelombang ultrasonic tenaga surya sebagai alat pengusir hama padi. Program ini bertujuan membuat sistem proteksi tanaman padi dari serangan OPT menggunakan gelombang ultrasonik dan penunjuk arah angin. Metode yang dikembangkan adalah metode fisika dengan pemanfaatan gelombang ultrasonik. Gelombang ultrasonik merupakan langkah yang strategis karena selain efek gelombang yang merusak jaringan tubuh hama juga lebih ramah terhadap lingkungan. Aspek yang akan diperbaiki yaitu pada aspek produksi berupa peningkatan kuantitas dan kualitas produk serta pada aspek sosial kemasyarakatn berupa peningkatan pengetahuan mengenai penanganan OPT pada tanaman padi. Peningkatan produktivitas panen padi 80% dan terbukti efektif dalam menurunkan serangan OPT.
PENDAMPINGAN MANAJEMEN EKSTRAKURIKULER MARINE ENTREPRENEUR SCHOOL(MES) BERBASIS INOVASI DAN KETERLIBATAN MASYARAKAT DI SMPN 4 PANARUKAN SATAP Ani Listriyana; Nurul Amalia Silviyanti; Vidya Pratiwi; Muhammad Yusuf Ibrahim
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i2.7531

Abstract

Abstrak Pengabdian ini menitikberatkan pada penguatan manajemen ekstrakurikuler Marine Entrepreneur School (MES) di SMPN 4 Panarukan SATAP dengan pendekatan inovasi pesisir dan keterlibatan masyarakat. MES memiliki dua pilar utama: Aksi Peduli (kepedulian lingkungan pesisir) dan Aksi Preneur (wirausaha berbasis sumber daya pesisir). Inovasi plasbut hybrid ecotech (PHET) sebagai teknologi ramah lingkungan telah diperkenalkan pada pengabdian sebelumnya; pada kegiatan ini fokus diarahkan pada manajemen ekskul agar program MES berjalan sistematis dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan mencakup pendampingan struktur organisasi, penyusunan SOP, sosialisasi dengan masyarakat, serta refleksi dan perencanaan keberlanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman manajerial siswa dan guru, sinergi dengan ekskul Pramuka dan Jurnalistik, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap potensi pemanfaatan limbah. Tindak lanjut penting dari program ini adalah ditetapkannya pengolahan plasbut paving block dengan alat PHET sebagai ko-kurikuler sekolah yang terintegrasi ke berbagai mata pelajaran, sehingga inovasi lingkungan tidak hanya berada pada ruang ekstrakurikuler, tetapi menjadi bagian operasional pembelajaran sekolah. Kata kunci: manajemen ekstrakurikuler; MES; PHET; keterlibatan masyarakat; ko-kurikuler pesisir Abstract This community service program focuses on strengthening the management of the Marine Entrepreneur School (MES) extracurricular activity at SMPN 4 Panarukan SATAP through a coastal innovation approach and community engagement. MES is built on two main pillars: Aksi Peduli (coastal environmental awareness) and Aksi Preneur (entrepreneurship based on coastal resources). The Plasbut Hybrid Ecotech (PHET), an environmentally friendly technology, had been introduced in a previous program; in this activity, the emphasis is directed toward improving extracurricular management to ensure that MES operates systematically and sustainably. The implementation methods include organizational structure mentoring, SOP development, community outreach, and reflection and sustainability planning. The results indicate improved managerial understanding among students and teachers, strengthened synergy with the Scout and Journalism extracurriculars, and increased community awareness of waste utilization potential. A key follow-up to this program is the formal adoption of plasbut paving block production using the PHET device as a school co-curricular activity integrated into various subjects, ensuring that environmental innovation does not remain solely within extracurricular spaces but becomes part of the school’s operational learning process. Keywords: extracurricular management; MES; PHET; community engagement; coastal co-curricular program
Klasifikasi Dan Dokumentasi Bangunan Pelindung Pantai Di Sepanjang Pesisir Situbondo Saputra, Gilang; Silviyanti, Nurul Amalia; Pratiwi, Yona Eka; Choyriya, Wulan Afny; Emeliya, Alfiyah; Ardiansyah, Sigit
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v3i02.7054

Abstract

Situbondo memiliki garis pantai sepanjang 150 km dari barat hingga timur dimana terdapat 35 desa yang berada di daerah pesisir. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir menjadi kawasan penting bagi aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pemukiman. Akan tetapi daerah ini juga dipengaruhi aktifitas hidro-oseanografi yang terjadi disepanjang pantai seperti arus, gelombang dan pasang surut. Untuk mencegah ancaman tersebut, beberapa jenis bangunan pelindung pantai telah dibangun di sepanjang pesisir yang ada Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasi dan mengklasifikasikan bangunan pelindung pantai yang berada di sepanjang kabupaten Situbondo dengan cara pengamatan langsung di lapangan. Dari 14 titik yang telah diamati, terdapat 6 bangunan pelindung pantai dengan jenis groin, 5 seawall/tanggul laut, 3 revetment, 2 breakwater dan 1 jetty. Bangunan pelindung pantai berupa seawall biasanya digunakan pada daerah yang berbatasan langsung dengan jalan raya maupun bangunan tambak diikuti oleh groin sebagai bangunan pelindung pantai lapis kedua, breakwatwr yang melindungi daerah Pelabuhan Kalbut dan jetty yang berada pada daerah hilir sungai Seletereng Kapongan. Situbondo memiliki garis pantai sepanjang 150 km dari barat hingga timur dimana terdapat 35 desa yang berada di daerah pesisir. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir menjadi kawasan penting bagi aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pemukiman. Akan tetapi daerah ini juga dipengaruhi aktifitas hidro-oseanografi yang terjadi disepanjang pantai seperti arus, gelombang dan pasang surut. Untuk mencegah ancaman tersebut, beberapa jenis bangunan pelindung pantai telah dibangun di sepanjang pesisir yang ada Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasi dan mengklasifikasikan bangunan pelindung pantai yang berada di sepanjang kabupaten Situbondo dengan cara pengamatan langsung di lapangan. Dari 14 titik yang telah diamati, terdapat 6 bangunan pelindung pantai dengan jenis groin, 5 seawall/tanggul laut, 3 revetment, 2 breakwater dan 1 jetty. Bangunan pelindung pantai berupa seawall biasanya digunakan pada daerah yang berbatasan langsung dengan jalan raya maupun bangunan tambak diikuti oleh groin sebagai bangunan pelindung pantai lapis kedua, breakwatwr yang melindungi daerah Pelabuhan Kalbut dan jetty yang berada pada daerah hilir sungai Seletereng Kapongan.
Pengaruh Perendaman Paving Block Terhadap Salinitas Air Laut Primadi, Thutug Rahardiant; Listriyana, Ani; Silviyanti, Nurul Amalia; Choyriya, Wulan Afni; Syaifudridzal, Syaifudridzal
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v3i02.7346

Abstract

Environmental changes in marine ecosystems due to pollution and synthetic materials are a growing concern. This study investigates the impact of soaking plasbut paving blocks, made from recycled plastic, on seawater salinity. Initial salinity measurements indicated a decrease from 31 % to 27 % after 3 days of immersion, suggesting the absorption of seawater salts by the paving blocks. However, by day 5, salinity began to rise, reaching 46 % by day 15, indicating that the paving blocks released substances that increased salinity. This non-linear interaction highlights a complex relationship between plasbut paving blocks and seawater, where initial salt absorption is followed by the release of ions, such as sodium and chloride, that enhance salinity. The study emphasizes the importance of understanding the long-term effects of using plasbut paving blocks in coastal areas, as changes in salinity could disrupt sensitive marine ecosystems. Further research is recommended to explore the chemical processes involved and the ecological implications of these findings.
Distribusi Ukuran Butir Sedimen di Pantai Tangsi Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo Jawa Timur Rahman, Alfian Falihur; Pahlewi, Anita Diah; Silviyanti, Nurul Amalia; Hakim, Ahmad Faisal Hamdi
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v3i02.7424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi ukuran butir sedimen di Pantai Tangsi, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis ukuran butir berdasarkan sistem klasifikasi Unified Soil Classification System (USCS). Hasil analisis menunjukkan bahwa sampel didominasi oleh partikel pasir kasar, terutama berukuran sekitar 0,25 mm, yang ditunjukkan oleh massa terbesar (64,98%). Sadimen yang tertahan pada ayakan no. 60 dengan ukuran batas > 0,25mm. Partikel kasar (diameter >0,425 mm) hanya mencakup sekitar 9,39% dari total sampel, sedangkan partikel sangat halus (lanau dan lempung) yang lolos hingga pan hanya sebesar 3,61%. Ukuran sedimen yang paling dominan adalah 0.25 mm, karena memiliki distribusi berat tertahan terbesar yaitu 64.98% dari total sampel.
Efficiency Analysis of Dye Sensitized Solar Cells (DSSC) Based on Natural Dyes using Single and Double Layer TiO 2 Photoelectrodes Nurul Amalia Silviyanti; Nurrima Puspitasari; Endarko Endarko
Journal of Engineering, Electrical and Informatics Vol. 5 No. 2 (2025): June: Journal of Engineering, Electrical and Informatics
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jeei.v5i2.4888

Abstract

Dye sensitized solar cells based on natural dyes have been successfully fabricated using single layer and double layer photoelectrodes of TiO2. Single layer photoelectrode has been fabricated with TiO2 nanoparticles (14 -40 nm).Meanwhile the double layer photoelectrodes have been fabricated with TiO2 nanoparticles (14 -40 nm) as bottom layer and subnano-particles (120 - 140nm) as top layer.All samples got treatment for the same period of submersion with mixed three natural dyes that contains of chlorophyll, curcumin and anthocyanin. Gel electrolyte based on PEG 1000 has utilized for increasing the lifetime of DSSC. This study was to investigate the characteristics of DSSC that have fabricated from single and double layer TiO2 photoelectrodes. The result showed that the double layer photoelectrodes is generally better than the single layer photoelectrode, with the result efficiency 0.38% and 0,25%, respectively. The open circuit voltage (Voc), short circuit current (Isc), maximum power (Pmax) and Fill Factor (FF) were measured at 310 mV, 638 µA, 71,5 µW and 36,18%, respectively, for the double layer TiO2 photoelectrodes. Meanwhile the open circuit voltage (Voc), short circuit current (Isc), maximum power (Pmax), and Fill Factor (FF) are 330 mV, 580 µA, 46,94µW and 24,52%, respectively, were achieved for the single layer TiO2 photoelectrode.