Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Teknologi Gelombang Ultrasonik Tenaga Surya Sebagai Alat Pengusir OPT Padi Suhesti, Endang; Joewono, Andrew; Silviyanti Siswoyo, Nurul Amalia
PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik Vol 1 No 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL AKADEMIK (SENADIKA) 2024
Publisher : PROSIDING SENADIKA : Seminar Nasional Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sumberkolak berada di Kecamatan Panarukan dimana lokasinya tidak berada di bibir Pantai. Hal ini menyebabkan mayoritas pekerjaan masyarakatnya bukan nelayan melainkan petani. Dari Hasil survei lapangan diketahui ada 2500 Ha hamparan sawah. Mengingat dampak yang begitu merugikan dari serangan OPT serta penanganan yang tidak benar dan lebih bersifat merusak lingkungan maka diterapkan teknologi gelombang ultrasonic tenaga surya sebagai alat pengusir hama padi. Program ini bertujuan membuat sistem proteksi tanaman padi dari serangan OPT menggunakan gelombang ultrasonik dan penunjuk arah angin. Metode yang dikembangkan adalah metode fisika dengan pemanfaatan gelombang ultrasonik. Gelombang ultrasonik merupakan langkah yang strategis karena selain efek gelombang yang merusak jaringan tubuh hama juga lebih ramah terhadap lingkungan. Aspek yang akan diperbaiki yaitu pada aspek produksi berupa peningkatan kuantitas dan kualitas produk serta pada aspek sosial kemasyarakatn berupa peningkatan pengetahuan mengenai penanganan OPT pada tanaman padi. Peningkatan produktivitas panen padi 80% dan terbukti efektif dalam menurunkan serangan OPT.
PENDAMPINGAN MANAJEMEN EKSTRAKURIKULER MARINE ENTREPRENEUR SCHOOL(MES) BERBASIS INOVASI DAN KETERLIBATAN MASYARAKAT DI SMPN 4 PANARUKAN SATAP Ani Listriyana; Nurul Amalia Silviyanti; Vidya Pratiwi; Muhammad Yusuf Ibrahim
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 2 (2025): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i2.7531

Abstract

Abstrak Pengabdian ini menitikberatkan pada penguatan manajemen ekstrakurikuler Marine Entrepreneur School (MES) di SMPN 4 Panarukan SATAP dengan pendekatan inovasi pesisir dan keterlibatan masyarakat. MES memiliki dua pilar utama: Aksi Peduli (kepedulian lingkungan pesisir) dan Aksi Preneur (wirausaha berbasis sumber daya pesisir). Inovasi plasbut hybrid ecotech (PHET) sebagai teknologi ramah lingkungan telah diperkenalkan pada pengabdian sebelumnya; pada kegiatan ini fokus diarahkan pada manajemen ekskul agar program MES berjalan sistematis dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan mencakup pendampingan struktur organisasi, penyusunan SOP, sosialisasi dengan masyarakat, serta refleksi dan perencanaan keberlanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman manajerial siswa dan guru, sinergi dengan ekskul Pramuka dan Jurnalistik, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap potensi pemanfaatan limbah. Tindak lanjut penting dari program ini adalah ditetapkannya pengolahan plasbut paving block dengan alat PHET sebagai ko-kurikuler sekolah yang terintegrasi ke berbagai mata pelajaran, sehingga inovasi lingkungan tidak hanya berada pada ruang ekstrakurikuler, tetapi menjadi bagian operasional pembelajaran sekolah. Kata kunci: manajemen ekstrakurikuler; MES; PHET; keterlibatan masyarakat; ko-kurikuler pesisir Abstract This community service program focuses on strengthening the management of the Marine Entrepreneur School (MES) extracurricular activity at SMPN 4 Panarukan SATAP through a coastal innovation approach and community engagement. MES is built on two main pillars: Aksi Peduli (coastal environmental awareness) and Aksi Preneur (entrepreneurship based on coastal resources). The Plasbut Hybrid Ecotech (PHET), an environmentally friendly technology, had been introduced in a previous program; in this activity, the emphasis is directed toward improving extracurricular management to ensure that MES operates systematically and sustainably. The implementation methods include organizational structure mentoring, SOP development, community outreach, and reflection and sustainability planning. The results indicate improved managerial understanding among students and teachers, strengthened synergy with the Scout and Journalism extracurriculars, and increased community awareness of waste utilization potential. A key follow-up to this program is the formal adoption of plasbut paving block production using the PHET device as a school co-curricular activity integrated into various subjects, ensuring that environmental innovation does not remain solely within extracurricular spaces but becomes part of the school’s operational learning process. Keywords: extracurricular management; MES; PHET; community engagement; coastal co-curricular program
Efficiency Analysis of Dye Sensitized Solar Cells (DSSC) Based on Natural Dyes using Single and Double Layer TiO 2 Photoelectrodes Nurul Amalia Silviyanti; Nurrima Puspitasari; Endarko Endarko
Journal of Engineering, Electrical and Informatics Vol. 5 No. 2 (2025): June: Journal of Engineering, Electrical and Informatics
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jeei.v5i2.4888

Abstract

Dye sensitized solar cells based on natural dyes have been successfully fabricated using single layer and double layer photoelectrodes of TiO2. Single layer photoelectrode has been fabricated with TiO2 nanoparticles (14 -40 nm).Meanwhile the double layer photoelectrodes have been fabricated with TiO2 nanoparticles (14 -40 nm) as bottom layer and subnano-particles (120 - 140nm) as top layer.All samples got treatment for the same period of submersion with mixed three natural dyes that contains of chlorophyll, curcumin and anthocyanin. Gel electrolyte based on PEG 1000 has utilized for increasing the lifetime of DSSC. This study was to investigate the characteristics of DSSC that have fabricated from single and double layer TiO2 photoelectrodes. The result showed that the double layer photoelectrodes is generally better than the single layer photoelectrode, with the result efficiency 0.38% and 0,25%, respectively. The open circuit voltage (Voc), short circuit current (Isc), maximum power (Pmax) and Fill Factor (FF) were measured at 310 mV, 638 µA, 71,5 µW and 36,18%, respectively, for the double layer TiO2 photoelectrodes. Meanwhile the open circuit voltage (Voc), short circuit current (Isc), maximum power (Pmax), and Fill Factor (FF) are 330 mV, 580 µA, 46,94µW and 24,52%, respectively, were achieved for the single layer TiO2 photoelectrode.
“BUKU ADALAH TEMAN” KUNJUNGAN LITERASI DI SD NEGERI 3 TREBUNGAN Endang Suhesti; Nurul Amalia Silviyanti; Gema Iftitah Anugerah Yekti; Yasmini Suryaningsih
PARADIGMA PENGABDIAN Vol 3 No 2 (2026): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/paradigma.v3i2.8758

Abstract

Pendidikan literasi merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Literasi dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan interaktif. Kegiatan pengabdian yang dilakukan berupa kegiatan kunjungan literasi ke SDN 3 Trebungan dengan mengangkat tema. “Buku Adalah Teman”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal dunia literasi melalui berbagai aktivitas yang menarik dan edukatif seperti pengenalan membaca dengan dongeng fabel, maupun permainan yang mengasah daya kreativitas. meningkatkan minat membaca dan kemampuan literasi anak-anak, serta memberikan mereka pengalaman yang menyenangkan dan berkesan dalam dunia literasi. Kegiatan menghasilkan respon yang positif dari Kepala sekolah dan guru-guru. Mereka memahami bagaimana menerapkan kegiatan membaca yang mampu menarik perhatian anak, melalui jenis buku yang dibaca, pembuatan pojok baca di kelas ataupun proses sosialisasi, mulai dari antar guru, siswa, hingga orangtua siswa sehingga setiap komponen saling berintegrasi untuk meningkatkan minat baca anak. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi orang tua dan masyarakat dalam mendukung pendidikan literasi anak-anak.
Klasifikasi Dan Dokumentasi Bangunan Pelindung Pantai Di Sepanjang Pesisir Situbondo Gilang Saputra; Nurul Amalia Silviyanti; Yona Eka Pratiwi; Wulan Afny Choyriya; Alfiyah Emeliya; Sigit Ardiansyah
Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Manajemen Pesisir dan Laut
Publisher : Program Studi Teknik Kelautan Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mapel.v3i02.7054

Abstract

Situbondo memiliki garis pantai sepanjang 150 km dari barat hingga timur dimana terdapat 35 desa yang berada di daerah pesisir. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir menjadi kawasan penting bagi aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pemukiman. Akan tetapi daerah ini juga dipengaruhi aktifitas hidro-oseanografi yang terjadi disepanjang pantai seperti arus, gelombang dan pasang surut. Untuk mencegah ancaman tersebut, beberapa jenis bangunan pelindung pantai telah dibangun di sepanjang pesisir yang ada Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasi dan mengklasifikasikan bangunan pelindung pantai yang berada di sepanjang kabupaten Situbondo dengan cara pengamatan langsung di lapangan. Dari 14 titik yang telah diamati, terdapat 6 bangunan pelindung pantai dengan jenis groin, 5 seawall/tanggul laut, 3 revetment, 2 breakwater dan 1 jetty. Bangunan pelindung pantai berupa seawall biasanya digunakan pada daerah yang berbatasan langsung dengan jalan raya maupun bangunan tambak diikuti oleh groin sebagai bangunan pelindung pantai lapis kedua, breakwatwr yang melindungi daerah Pelabuhan Kalbut dan jetty yang berada pada daerah hilir sungai Seletereng Kapongan. Situbondo memiliki garis pantai sepanjang 150 km dari barat hingga timur dimana terdapat 35 desa yang berada di daerah pesisir. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir menjadi kawasan penting bagi aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pemukiman. Akan tetapi daerah ini juga dipengaruhi aktifitas hidro-oseanografi yang terjadi disepanjang pantai seperti arus, gelombang dan pasang surut. Untuk mencegah ancaman tersebut, beberapa jenis bangunan pelindung pantai telah dibangun di sepanjang pesisir yang ada Situbondo. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasi dan mengklasifikasikan bangunan pelindung pantai yang berada di sepanjang kabupaten Situbondo dengan cara pengamatan langsung di lapangan. Dari 14 titik yang telah diamati, terdapat 6 bangunan pelindung pantai dengan jenis groin, 5 seawall/tanggul laut, 3 revetment, 2 breakwater dan 1 jetty. Bangunan pelindung pantai berupa seawall biasanya digunakan pada daerah yang berbatasan langsung dengan jalan raya maupun bangunan tambak diikuti oleh groin sebagai bangunan pelindung pantai lapis kedua, breakwatwr yang melindungi daerah Pelabuhan Kalbut dan jetty yang berada pada daerah hilir sungai Seletereng Kapongan.
PENINGKATAN MUTU PRODUK RENGGINANG UKM "CEMARA" MELALUI PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL Gema Iftitah Anugerah Yekti; Ani Listriyana; Yasmini Suryaningsih; Nurul Amalia Silviyanti Siswoyo
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i1.5591

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama islam, sehingga jaminan produk halal menjadi syarat utama yang harus dipertimbangkan oleh produsen pangan, termasuk UKM ”Cemara”. Selain itu, sertifikat halal juga merupakan salah satu strategi pemasaran yang memberikan jaminan mutu terkait keamanan pangan. Namun, informasi tentang sertifikasi halal masih relatif terbatas, sehingga pendampingan sertifikasi halal perlu dilakukan untuk meningkatakan kualitas produk rengginang. Kegiatan ini terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu FGD materi sertifikasi halal dan pengurusan sertifikasi halal produk rengginang. Pelaksanaan pendampingan berjalan lancar yang dihadiri oleh 10 orang peserta terdiri dari pemilik dan pekerja di UKM “Cemara”. Hasil pendampingan menunjukkan adanya efektifitas peningkatan pengetahuan sebesar 54,84% dan terbitnya sertifikat halal produk rengginang UKM “Cemara” dengan nomor sertifikat ID35110012122740923.
PENGENDALIAN OPT METODE ULTRASONIK SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI PESTISIDA KIMIAWI PADA KOMODITAS PADI UNTUK KELOMPOK TANI SUKATANI DESA SUMBERKOLAK, KECAMATAN PANARUKAN SITUBONDO Nurul Amalia Silviyanti; Endang Suhesti; Riza Rahman; Hartono Pranjoto; Andrew Joewono; Adriana Anteng Anggorini
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i1.5532

Abstract

Desa Sumberkolak memiliki kurang lebih 2500 Ha sawah yang sebagian besar ditanami padi. Sebagian besar sawah yang berada di Sumberkolak ditanami komoditas padi sering mendapat gangguan OPT terutama hama burung dan tikus yang menyerang saat mendekati masa panen. Mengingat dampak yang begitu merugikan dari serangan OPT, penanganan yang tidak benar dan lebih bersifat merusak lingkungan, maka perlu suatu sistem teknologi yang mampu memproteksi tanaman padi dari serangan OPT, tetapi tetap ramah lingkungan. Untuk itu tim akan membuat sistem proteksi tanaman padi dari serangan OPT menggunakan gelombang ultrasonik. Metode yang dilakukan dengan sosialisai dan pelatiahn pentingnya penanganan OPT padi tanpa menggunakan pestisida kimiawi. Solusi selanjutnya adalah dengan menerapkan teknologi berupa alat ultrasonik sebagai pengusir OPT padi. Pada pelaksanaannya,pengabdian ini mengambil sasaran salah satu kelompok tani di Desa Sumberkolak Poktan Sukatani. Tahapan program dapat berjalan lancar dikarenakan antusias dan kerjasama anggota kelompok tani Sukatani. Dengan adanya alat ultrasonik diharapkan hama padi menjauh dari sawah petani. Pendampingan dan evaluasi juga terus dilakukan untuk mengukur pemahaman petani dalam penggunaan alat ultrasonik hingga mereka dapat menerapkannya dengan baik.