Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Inquiry Training Materi Fluida Statis Maimunah Ameliyah Siregar; Alkhafi Maas Siregar
Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Vol 3 No 01 (2020): GRAVITASI: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/gravitasi.jpfs.v3i01.2012

Abstract

Lembar kerja peserta didik sebagai bahan ajar untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dapat dirancang secara mandiri oleh guru mata pelajaran. Dalam penelitian ini, lembar kerja peserta didik diorientasikan dengan penerapan inquiry training sebagai sebuah inovasi dari pembelajaran yang selama ini kurang menekankan siswa pada proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kelayakan LKPD berbasis inquiry training pada materi fluida statis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa deskriptif kualitatif melalui skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembar kerja peserta didik berbasis inquiry training mendapat validasi oleh kelompok ahli dengan persentasse sebesar 87,45% (sangat layak) dan kelompok sampel dengan persentase 88,15% (sangat layak).
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI MODIFIKASI ASPAL PENETRASI 60-70 DENGAN KARET ALAM BANDAR BETSY Alkhafi Maas Siregar; Winsyahputra Ritonga; Dedi Surahman
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 4 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.578 KB)

Abstract

This research aim to modify 60-70 penetration of bitumen with natural rubber (NR) and characterized the addition of NR. Samples for the physical properties requisite of asphalt was madeby using NR refluxed with xylene. Acrylate acid and benzoyl peroxidethen added as compatibilizer. NR used as much as 1 phr, 2 phr, 3 phr and 4 phr, asphalt 100 phr, acrylic acid0.25 phr and benzoyl peroxide 0.0045 phr. Each sample involved the requisite of theasphalt physical properties which consists of penetration, softening point, ductility, specific gravityand lose weighttest. After involving the asphalt physical properties, samples then made intospecimens with asphalt and aggregate mixture. The specimen is a mixture of aggregate with asphalt of 5%, 5.5% and 6%. Specimen strength was test by including density,stability and flow test. Specimen strength test have the maximum on density values about 2.355 g / cc to 6% bitumen content with addition of 2 phr of NR, on stabilityvalues about 1,679 kg to 5.5%bitumen content with addition of 1 phr of NR, and on flow values about 4.67 mm to 6 % bitumen content with addition of 1 phr of NR. Research result concluded that the asphalt can be modified with NR and the optimum asphalt strength obtained with the addition of 1 phr of NR. Keywords: Asphalt, Natural Rubber, Acrylic Acid, Benzoyl Peroxide.
INTERPRETASI DATA KONDUKTIVITAS LISTRIK DALAM PENENTUAN INTRUSI AIR LAUT PADA SUMUR GALI: STUDI KASUS DAERAH TELUK NIBUNG TANJUNG BALAI Lastri Sinaga; Alkhafi Maas Siregar
EINSTEIN (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.092 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v2i1.5099

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk interpretasi data konduktivitas air sumur gali di kecamatan Teluk Nibung kota Tanjung Balai dalam menentukan intrusi air laut pada sumur gali. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil sampel air laut yang dimulai dari titik acuan (garis pantai) hingga jarak 6800 m mengarah ke laut dan mengambil sampel air sumur gali dimulai dari sumur gali terdekat dengan titik acuan garis pantai. Data diperoleh melalui pengukuran suhu, DHL, pH, jarak, dan kedalaman untuk sumur gali dan mengukur suhu, DHL dan jarak untuk  sampel air laut. Data hasil pengukuran DHL dikonversikan pada suhu 25o C. Penentuan tingkat intrusi didasarkan pada perhitungan kuartil. Hasil interpretasi data penelitian menunjukkan bahwa semua sampel air sumur gali telah terintrusi air laut mulai dari tingkat sedang hingga tingkat tinggi. Kadar intrusi air laut tertinggi terdapat pada SG1 dengan kedalaman 5 m dengan DHL (6911.76 ± 0,28)  µmho/cm, 25oC. Sedangkan tingkat intrusi sedang yaitu pada SG 20 pada kedalaman 6 m dan DHL (986.11 ± 0,28) µmho/cm, 25oC. Jarak sumur gali dari titik acuan dan kedalaman berpengaruh secara signifikan terhadap nilai  DHL dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9126 atau sebesar 91,26 %. Berdasarkan nilai pH, air sumur gali memiliki pH terendah pada sumur gali ke dua (SG 2) sekitar  (6,74 ± 0,37) dengan kedalaman sumur 5 m dan pH tertinggi pada sumur gali ke 20 (SG 20) sekitar (7,27 ± 0,37) dengan kedalaman 6 m, serta jarak sumur gali dan kedalaman terhadap nilai pH memiliki koefisien determinasi sebesar 0,4993 atu 49,93 %. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa berdasarkan paramater nilai DHL air sumur gali telah terintrusi, dan jika ditinjau dari segi pH, faktor kedalaman dan jarak tidak terlalu signifikan berpengaruh terhadap nilai pH.
ANALISIS KEKUATAN ASPAL PEN 60-70 TERMODIFIKASI DENGAN PEMANFAATAN KARET ALAM SIKLIK (CYCLIC NATURAL RUBBER) Alkhafi Maas Siregar; Rahmatsyah .; Syahril Tahir Parinduri
EINSTEIN (e-Journal) Vol 3, No 2 (2015): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.148 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v3i2.5458

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian tentang analisis kekuatan aspal pen 60-70 termodifikasi dengan pemanfaatan karet alam siklik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan optimum aspal dengan penambahan karet alam siklik (CNR). Sampel dibuat dengan komposisi aspal dan karet alam siklik masing- masing 0, 1, 2 ,3 dan 4 phr. Karet alam digerus dan disaring dengan ukuran 100 mesh dengan ditambahkan compatibilizer Asam Akrilat dan Benzoil Peroksida. Aspal yang digunakan sebanyak 2000 gr (100 phr), karet alam siklik yang digunakan sebanyak 20 gr (1 phr), 40 gr (2 phr), 60 gr (3 phr) dan 80 gr (4 phr), Asam Akrilat 5 ml (0,25 phr) dan Benzoil Peroksida 0,336 gr (0,0045 phr). Masing-masing sampel yang digunakan telah memenuhi persyaratan sifat fisik aspal yang terdiri dari pengujian penetrasi, pengujian titik lembek, pengujian daktilitas, pengujian berat jenis dan pengujian kehilangan berat. Pada pengujian kekuatan aspal yang meliputi uji density, stability dan flow dengan kadar aspal 5,95% memiliki kekuatan maksimum dengan nilai uji density 2,418 gr/ml pada penambahan 80 gr CNR, nilai uji stability 1.331 Kgf pada penambahan 80 gr CNR, dan nilai uji flow pada aspal murni 2,50 mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aspal dapat dimodifikasi dengan karet alam siklik (CNR), dengan kekuatan optimum aspal diperoleh pada penambahan 80 gr CNR   Kata Kunci: P60-70 Asphalt, Natural Rubber Cyclic, Acrylate Acid, Benzoyl Peroxide
PENGARUH PENAMBAHAN CANGKANG KEMIRI TERHADAP KUAT TEKAN DAN RETAKAN BETON PASCA BAKAR Biduan Manahan Nainggolan; Alkhafi Maas Siregar
EINSTEIN (e-Journal) Vol 3, No 1 (2015): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.574 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v3i1.5445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan cangkang kemiri terhadap kuat tekan dan pola retakan beton pasca bakar. Pembuatan beton ini dilakukan dengan pencampuran cangkang kemiri sebagai pengganti agregat kasar. Metode pembuatan yang dilakukan adalah beton dibuat berbentuk kubus berukuran 15 x 15 x 15 cm. Campuran beton yang digunakan mengacu pada beton mutu K 225 dengan semen : pasir : kerikil adalah 1 : 2 : 3 dengan FAS 0,5. Pada penelitian ini dibuat variasi komposisi cangkang kemiri terhadap kerikil sebesar 10%, 20%, dan 30%. Setelah beton dicetak dan dikeringkan pada umur 28 hari dilakukan pembakaran dengan menggunakan mesin furnace pada suhu 200 °C, 250 °C, 300 °C dengan waktu penahanan (holding time) selama 1 jam untuk masing-masing temperatur. Setelah dilakukan pembakaran beton direndam ke dalam air selama ± 3 menit, kemudian didiamkan selama 24 jam dengan temperatur ruangan kemudian dilakukan pengujian karakteristik sifat mekanik (kuat tekan) benda uji beton.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton pasca bakar dengan komposisi 10%, 20%, dan 30% cangkang kemiri didapatkan hasil paling optimal pada campuran 10% dengan suhu pembakaran 200 °C sebesar 25,3 M.Pa. Sedangkan pada komposisi 20% dan 30% beton cangkang kemiri mengalami penurunan nilai kuat tekannya. Pola retakan beton terbaik yaitu pada campuran 10% cangkang kemiri dengan suhu pembakaran 200°C, sedangkan untuk pola retakan pada campuran 20% cangkang kemiri belum ada terlihat retakan dan pada  komposisi penambahan 30% terjadi sedikit retakan pada beton dengan suhu pembakaran tertinggi yaitu 300°C. Hasil uji karakteristik yang ditunjukkan bahwa cangkang kemiri sebagai substitusi kerikil pada pembuatan beton berpengaruh dalam menentukan sifat mekanik beton dan dipengaruhi oleh suhu pembakaran yang dapat mengakibatkan kerusakan struktur pada beton tersebut. Kata Kunci : Beton, Cangkang Kemiri, Pasca Bakar, Uji Kuat Tekan, Pola Retakan.
STUDI PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP VISKOSITAS MINYAK PELUMAS PADA MODEL REYNOLDS, MODEL SLOTTE DAN MODEL VOGEL Asjan Anugerah Zai; Alkhafi Maas Siregar
EINSTEIN (e-Journal) Vol 8, No 2 (2020): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.936 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v8i2.14211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh temperatur terhadap viskositas minyak pelumas pada model Reynolds, model Slotte, dan model Vogel. Model-model tersebut mengandung parameter fisika yang ditentukan berdasarkan data referensi. Data viskositas minyak pelumas yang diperoleh dianalisis dengan mengamati kecenderungan data model terhadap data referensi dan menemukan nilai errornya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Reynolds dan Model Vogel mampu mengestimasi viskositas minyak pelumas sedangkan model Slotte kurang efektif dalam mengestimasi viskositas minyak pelumas. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa nilai error terkecil adalah pada model Vogel.
Interpretasi Penentuan Struktur Bawah Permukaan Berdasarkan Data Geofisik Tahanan Jenis Di Desa Mardinding Julu Kecamatan Sibiru-Biru Anna Dinna; Alkhafi Maas Siregar
EINSTEIN (e-Journal) Vol 4, No 1 (2016): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.836 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v4i1.7879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bentuk interpretasi penentuan struktur bawah permukaan daerah potensi panas bumi di Desa Mardinding Julu Kecamatan Sibiru-biru berdasarkan data geofisik tahanan jenis. Interpretasi dilakukan menggunakan metode inversi dalam bahasa pemrograman MATLAB, menggunakan data nilai arus, faktor geometri dan beda potensial. Dimulai dari mengkomfirmasikan persoalan fisika ke dalam bentuk numerik sehingga memenuhi persamaan matriks yang ditentukan. Selanjutnya proses manipulasi persamaan matriks sehingga perkalian antar matriks menghasilkan matriks bujursangkar, tahap akhir yaitu dilanjutkan dengan prosedur inversi yang dilakukan satu-per-satu dengan menggunakan matriks kernel. Hasil dari interpretasi struktur bawah permukaan berupa gambar kontur yang divisualisasikan dari nilai resistivitas yang menunjukkan struktur bawah permukaan memiliki nilai resistivitas minimun dan maksimal sebesar 1,54 – 1552 Ωm terdiri dari air tanah, tanah lempung, tanah lanau, tanah lanau pasiran dan batu gamping. Sedangkan lapisan yang mengandung fluida panas bumi memiliki nilai resistivitas antara 1,54 – 8,34 Ωm pada kedalaman mulai dari permukaan sampai 28,7 meter dan lapisan yang paling berpotensi dari ketiga lintasan adalah lintasan kedua dengan resistivitas terendah. Penyebaran fluida panas dari ketiga lintasan berturut-turut diperkirakan adalah ± 55,83%, ±43,81% dan ± 25,44%.Kata kunci: Metode Inversi, MATLAB, Resistivitas
PROSES DAN KARAKTERISASI ASAP CAIR DARI PIROLISIS TEMPURUNG KELAPA PADA TEMPERATUR OPTIMAL Eva Marito Daulay; Alkhafi Maas Siregar; Eddiyanto Eddiyanto
EINSTEIN (e-Journal) Vol 9, No 2 (2021): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.334 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v9i2.26186

Abstract

Asap cair merupakan hasil pemanasan proses pirolisis sebelum dikondensasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pirolisis pembuatan asap cair, mengetahui komposisi asap cair dan mengetahui temperatur optimal pada proses pirolisis pembuatan asap cair dari tempurung kelapa. Metode penelitian ini yaitu tahap tempurung kelapa dengan variasi temperatur 200-250°C; 250-300°C; 300-350°C. Produk asap cair dikarakterisasi dengan pengukuran pH, GC-MS, Viscocity. Hasil penelitian pada proses pH dengan suhu 2000-3500C adalah 3,10-3,14. Pada analisis komposisi asap cair dengan analisis GC-MS senyawa yang terkandung adalah Asam Karboksilat, Alkohol, Keton, dan Ester dan untuk viscocity dengan suhu 200-3500C adalah 3,580-4,333. Jumlah asam yang diperoleh dari hasil penelitian ini menunjukkan kualitas asap cair dari pirolisis  tempurung ini sangat baik. Komposisi asap cair yang paling optimal adalah pada suhu 200-250° .
STUDI PENENTUAN INDEKS BIAS SENYAWA BE-PHTHALOCYANINE BERDASARKAN CELAH ENERGI MENGGUNAKAN METODE KOMPUTASI Adelita Khairani; alkhafi Maas Siregar
EINSTEIN (e-Journal) Vol 6, No 1 (2018): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.126 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v6i1.12061

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai indeks bias senyawa Be- Phthalocyanine untuk bahan Semikonduktor Organik baru yang ditinjau berdasarkan nilai celah energinya. Senyawa Be- Phthalocyanine dapat digunakan sebagai bahan semikonduktor baru dengan cara menganalisis nilai celah energi dan nilai indeks biasnya. Celah energi diperoleh melalui metode komputasi semiempiris ZINDO/I menggunakan software Hyperchem dengan memberikan masukan unsur dan senyawa terlebih dahulu, lalu mengoptimasi, sehingga diperoleh celah energi. Celah energi dihitung berdasarkan selisih energi pada energi Highest Occupied Molecular Orbital(HOMO) dan energi Lowest Unoccupied Molecular Orbital (LUMO). Energi LUMO yang diperoleh adalah 3,269 eV dan energi HOMO adalah 2,660 eV, sehingga diperoleh celah energi sebesar 0,609 eV. Nilai celah energi yang diperoleh memenuhi kriteria semikonduktor karena memiliki nilai celah energi 0 <Eg< 3. Penentuan nilai indeks bias senyawa Be-Phthalocyanine dapat diperoleh melalui lima persamaan, yaitu :Persamaan Moss, Persamaan Ravindra et al, Persamaan Herve-Vandamme, Persamaan Reddy, dan Persamaan Kumar dan Singh. Indeks bias diperoleh dengan metode komputasi dengan memberikan input nilai celah energi terlebih dahulu, diikuti dengan persamaan untuk menghitung nilai indeks bias. Nilai indeks bias yang sesuai berdasarkan nilai celah energi dan ketentuan dari tiap persamaan adalah indeks bias dari persamaan Moss dengan indeks bias sebesar 3,533. Nilai indeks bias yang diperoleh memenuhi kriteria celah energi pada persamaan Moss yaitu berada pada rentang 0,17eV < Eg < 3,68eV.Kata Kunci : Semikonduktor organik, Beriulium, Phthalocyanine, Celah Energi, Indeks Bias.
Studi Penentuan Semikonduktor Melalui Kajian Celah Energi Kompleks Senyawa Be-Porfirin Menggunakan Metode Komputasi Semiempiris ZINDO/1 Alkhafi Maas Siregar; Hendro Jansya Sinaga
EINSTEIN (e-Journal) Vol 5, No 1 (2017): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.261 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v5i1.7225

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan celah energi dari Be-Porfirin yang dapat digunakan sebagai bahan semikonduktor dan menganalisis penyerapan inframerah dari Be-Porfirin. Penelitian ini menggunakan software Hyperchem versi 8.0 untuk Windows 7. Celah energi dan analisis penyerapan inframerah dari Be-Porfirin diperoleh dengan metode komputasi semiempiris ZINDO/1. Adapun celah energi dihitung dari selisih energi pada energi HOMO ( Highest Occupied Molecular Orbital) dan energi LUMO ( Lowest Unoccupied Molecular Orbital ). Energi HOMO yang dihasilkan sebesar 3,535352 eV dan energi LUMO sebesar 3,856724 eV, sehingga celah energinya sebesar 0.321372. Be-Porfirin yang diberi radiasi inframerah akan menyerap energi yang mampu mengeksitasi elektron dari pita valensi menuju pita konduksi. Energi foton yang diserap harus lebih besar dari celah energi yang dihasilkan. Be-Porfirin menyerap energi foton pada panjang gelombang 2,04 µm -2,11 µm. Sesuai dengan literatur, semikonduktor memiliki celah energi 0 < Eg < 3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Be-Porfirin dapat dijadikan sebagai bahan semikonduktor organik dan memiliki kemiripan dengan bahan semikonduktor lead selenide(PbSe). Be-Porfirin menyerap baik sinar infra merah pada area mid infrared sehingga dapat diaplikasikan dalam pembuatan sensor dalam area mid infrared.Kata kunci : Semikonduktor Organik, Porfirin, Hyperchem versi 8.0, celah energi, Inframerah