Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS MANAJEMEN SAMPAH RUMAH TANGGA DI INDONESIA: LITERATUR REVIEW SUTALHIS, M.; NURSIWAN, NURSIWAN; NOVARIA, EVA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i2.2800

Abstract

Household waste management is an important issue faced by multiple parties, from government, society, business, tourism and academics. The problems in this Literature Review include who are the main stakeholders involved in household waste management, what is the government's contribution to waste management efforts, especially household waste?, and what are the factors that influence the level of community participation in household waste management and management strategies? effective and sustainable household waste. . This research uses a qualitative approach (library research method). This study uses document analysis as a data collection approach, collecting information from journal articles, conferences, research papers, and internet media. The results of the analysis are that effective and sustainable household waste management requires a combination of various methods and strategies. The application of 3R and the Circular Economy concept can be a solution to minimize waste and create a sustainable waste management system. Most of what is used is plastic waste that can be recycled. ABSTRAKManajemen sampah rumah tangga merupakan isu penting yang dihadapi oleh multi pihak, dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, pariwisata, dan pihak akademik. Permasalahan dalam Reviu Literatur ini adalah lain siapa saja pemangku kepentingan utama yang terlibat dalam manajemen sampah rumah tangga, bagaimana kontribusi pemerintah terhadap upaya manajemen sampah khususnya sampah rumah tangga?, dan apa saja faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam manajemen sampah rumah tangga serta strategi pengelolaan sampah rumah tangga yang efektif dan berkelanjutan. . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (metode penelitian perpustakaan). Studi ini menggunakan analisis dokumen sebagai pendekatan pengumpulan data, mengumpulkan informasi dari artikel jurnal, konferensi, makalah penelitian, dan media internet. Hasil Analisis adalah manajemen sampah rumah tangga yang efektif dan berkelanjutan membutuhkan kombinasi berbagai metode dan strategi. Penerapan 3R dan konsep Circular Economy dapat menjadi solusi untuk meminimalkan limbah dan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Sebagian besar yang dimanfaatkan adalah sampah plastik yang dapat di daur ulang.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI RSUD SITI FATIMAH PROVINSI SUMATERA SELATAN Weti, Wiska; Novaria, Eva; H, Deby Chintia
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7147

Abstract

This research is motivated by the environmental health risks posed by hospital waste and the gap between ideal regulations, such as Minister of Health Regulation No. 7 of 2019, and the reality of their implementation. At Siti Fatimah Regional General Hospital in South Sumatra Province, initial observations indicated challenges in implementing this policy due to limited human resources. Therefore, this study focused on an in-depth analysis of the environmental health policy implementation process at the hospital using George C. Edwards' four-dimensional model. This research employed a qualitative approach with a descriptive study design, where data were collected through in-depth interviews with key informants, direct observation, and documentation studies. Key findings indicate that effective policy implementation is supported by three strong pillars: clear communication through socialization and standard operating procedures (SOPs), disciplined and responsible implementers, and a well-organized bureaucratic structure. However, a critical weakness was identified in the resource dimension, namely the lack of certified personnel. It was concluded that although implementation was successful, its success is fragile because it relies heavily on the dedication of limited staff, making additional human resources crucial for long-term sustainability. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh risiko kesehatan lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah rumah sakit dan adanya kesenjangan antara regulasi ideal, seperti Permenkes No. 7 Tahun 2019, dengan realitas implementasinya. Di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan, observasi awal menunjukkan adanya tantangan dalam penerapan kebijakan ini akibat keterbatasan sumber daya manusia. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis secara mendalam proses implementasi kebijakan kesehatan lingkungan di rumah sakit tersebut menggunakan empat dimensi model George C. Edwards. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Temuan utama menunjukkan bahwa implementasi kebijakan berjalan efektif didukung oleh tiga pilar kuat: komunikasi yang jelas melalui sosialisasi dan SOP, disposisi (sikap) pelaksana yang disiplin dan bertanggung jawab, serta struktur birokrasi yang terorganisir dengan baik. Namun, ditemukan kelemahan kritis pada dimensi sumber daya, yaitu kurangnya jumlah tenaga kerja bersertifikat. Disimpulkan bahwa meskipun implementasi berhasil, keberhasilannya bersifat rentan karena sangat bergantung pada dedikasi staf yang terbatas, sehingga penambahan SDM menjadi krusial untuk keberlanjutan jangka panjang.
ANALISIS SISTEM PERENCANAAN LOGISTIK NONMEDIK DI BAGIAN RUMAH TANGGA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SITI FATIMAH PROVINSI SUMATERA SELATAN Alala, Angga Yogie; Novaria, Eva; Mahriadi, Nopriawan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7148

Abstract

This research is motivated by a chronic problem in non-medical logistics management at Siti Fatimah Regional Hospital, namely the simultaneous occurrence of stock-outs and overstocks, indicating systemic weaknesses. Unlike studies that focus on inventory, this study aims to analyze the root causes of the imbalance in the logistics planning system in the Household Department. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies, then analyzed based on the four management functions: planning, organizing, directing, and supervising. The results reveal a paradox: the directing and supervising functions perform remarkably well thanks to participatory leadership and highly motivated staff. However, these strengths only serve as compensatory mechanisms for fundamental weaknesses in the traditional planning function and, most critically, in the organizing function, which is hampered by inadequate warehouse infrastructure and information systems. It is concluded that current operational success is driven more by human factors than by system efficiency, an unsustainable situation that requires strategic investment in integrated information systems and infrastructure modernization. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah kronis dalam manajemen logistik nonmedik di RSUD Siti Fatimah, yaitu terjadinya kekosongan stok (stock out) dan kelebihan stok (over stock) secara bersamaan, yang mengindikasikan adanya kelemahan sistemik. Berbeda dari studi yang berfokus pada inventaris, penelitian ini bertujuan menganalisis akar masalah pada sistem perencanaan logistik di Bagian Rumah Tangga untuk mengidentifikasi penyebab fundamental ketidakseimbangan tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan empat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Hasil penelitian mengungkap sebuah paradoks: fungsi pengarahan dan pengawasan berjalan sangat baik berkat kepemimpinan partisipatif dan staf yang bermotivasi tinggi. Namun, kekuatan ini hanya berfungsi sebagai mekanisme kompensasi atas kelemahan fundamental pada fungsi perencanaan yang masih tradisional dan, yang paling kritis, pada fungsi pengorganisasian yang terhambat oleh infrastruktur gudang serta sistem informasi yang tidak memadai. Disimpulkan bahwa keberhasilan operasional saat ini lebih ditopang oleh faktor manusia daripada efisiensi sistem, sebuah kondisi yang tidak berkelanjutan dan memerlukan investasi strategis pada sistem informasi terintegrasi serta modernisasi infrastruktur.
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENGADAAN BAHAN MAKANAN PASIEN DI RSUD SITI FATIMAH PROVINSI SUMATERA SELATAN Herwansyah, Dicky; Novaria, Eva; Asteriniah, Femi; Lisdiana, Lisdiana
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7149

Abstract

Nutrition services are a crucial factor in maintaining, improving, and enhancing patient nutritional status, thus accelerating the healing process at Siti Fatimah Regional General Hospital, South Sumatra Province. Procurement of patient food supplies requires the appointment of competent, qualified, financially capable, and professional providers to carry out procurement effectively, efficiently, and safely. This study aims to analyze the effectiveness of patient food procurement at Siti Fatimah Regional General Hospital, South Sumatra Province. This is a descriptive study with a qualitative approach. The data used are quantitative and qualitative, while the sources are primary and secondary. Data collection instruments used were observation, interviews, and documentation. Data analysis was qualitative using an interactive model. The results of this study concluded that the implementation of patient food procurement at Siti Fatimah Regional General Hospital, South Sumatra Province, is effective because it complies with applicable Standard Operating Procedures (SOPs). However, equipment maintenance is needed to improve service quality. ABSTRAKPelayanan gizi merupakan salah satu faktor penting dilakukan untuk mempetahankan, memperbaiki dan meningkatkan status gizi bagi pasien agar dapat mempercepat proses penyembuhan bagi pasien di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan. Untuk melaksanakan Pengadaan kebutuhan bahan makanan pasien, perlu menunjuk penyedia barang/jasa yang memiliki kompetensi, memenuhi persyaratan kualifikasi, dan memiliki kemampuan keuangan, serta profesional untuk melaksanakan pengadaan secara efektif, efisien dan safety. Penelitian ini bertujuan menganalisis Efektivitas Pelaksanaan Pengadaan Bahan Makanan Pasien di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan terdiri atas data kuantitatif dan data kualitatif, sedangkan ditinjau dari sumbernya meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Selanjutnya, analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menerapkan model analisis interaktif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan Pengadaan Bahan Makanan Pasien di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan sudah efektif karena sudah sesuai Standard Operational Procedur (SOP) yang berlaku namun perlu pemeliharaan alat guna peningkatan kualitas pelayanan.
Efektivitas Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan dalam Rangka Meminimalisasi Konflik Rumah Tangga Pasangan Muda di Kantor KUA Kecamatan Sukarami Palembang RS, Syafarudin Bina; Novaria, Eva; Saswita, Saswita
@-Publik: Jurnal Administrasi Publik Vol 5 No 3 (2025): Desember
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Administrasi Publik STISIPOL Candradimuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37858/publik.v5i3.679

Abstract

Marriage guidance (bimwin) is a service provided by the Ministry of Religious Affairs through the Office of Religious Affairs (KUA), aimed at equipping prospective brides and grooms with the knowledge and skills to build a harmonious family. This study aims to analyze the effectiveness of marriage guidance in minimizing domestic conflict among young couples at the KUA in Sukarami District, Palembang City. This qualitative case study research involved in-depth interviews with religious instructors, KUA staff, and young couples participating in the bimwin program, as well as analysis of KUA documents and divorce case data. The results indicate that bimwin at the Sukarami KUA is relatively effective in increasing prospective brides and grooms' knowledge regarding rights and obligations, communication, and conflict management, although challenges remain, including limited counselors, facilities, and participant awareness. This study recommends improving the quality of materials, interactive methods, and post-marital monitoring.
POTENSI DAN TANTANGAN PROGRAM SEKOLAH RAKYAT DALAM KONTEKS PENCAPAIAN SDGS PENDIDIKAN DI INDONESIA Rohani, Rohani; Akbariah, Elysa; Maisyaroh, Maisyaroh; Novaria, Eva
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.8965

Abstract

The achievement of the fourth Sustainable Development Goal (SDG), regarding quality education, in Indonesia is still faced with disparities in accessibility, especially for marginalized groups who are difficult to reach by the formal system. This study focuses on an in-depth analysis of the potential and challenges of the People's School Program as a grassroots initiative to bridge this educational gap. Using a descriptive qualitative approach that integrates literature studies and field observations, the study evaluates the program's effectiveness in providing inclusive education services. The study findings indicate that People's Schools have significant potential to reduce financial barriers and increase independent learning participation by 25%, primarily driven by strong parental support. However, the sustainability of this program is still hampered by funding uncertainty, lack of curriculum standardization, and the qualifications of volunteer teachers who have not been certified. The main conclusion confirms that People's Schools function as a strategic complement to formal education, which requires strengthening legitimacy through cross-sector collaboration between the government and the private sector. In addition, the integration of digital learning technology is recommended as an adaptive solution to overcome geographical barriers and increase graduate competitiveness to achieve equitable and inclusive national education. ABSTRAK Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat mengenai pendidikan berkualitas di Indonesia masih dihadapkan pada disparitas aksesibilitas, khususnya bagi kelompok masyarakat marginal yang sulit terjangkau sistem formal. Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam mengenai potensi dan tantangan Program Sekolah Rakyat sebagai inisiatif akar rumput dalam menjembatani kesenjangan pendidikan tersebut. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif yang mengintegrasikan studi pustaka dan observasi lapangan, penelitian mengevaluasi efektivitas program dalam memberikan layanan pendidikan inklusif. Temuan studi menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat memiliki potensi signifikan dalam mereduksi hambatan finansial dan meningkatkan partisipasi belajar mandiri sebesar 25%, terutama didorong oleh dukungan kuat dari orang tua. Namun, keberlanjutan program ini masih terkendala oleh ketidakpastian pendanaan, minimnya standarisasi kurikulum, serta kualifikasi tenaga pengajar sukarela yang belum tersertifikasi. Simpulan utama menegaskan bahwa Sekolah Rakyat berfungsi sebagai komplemen strategis bagi pendidikan formal yang memerlukan penguatan legitimasi melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan swasta. Selain itu, integrasi teknologi pembelajaran digital direkomendasikan sebagai solusi adaptif untuk mengatasi hambatan geografis dan meningkatkan daya saing lulusan demi tercapainya pemerataan pendidikan nasional yang inklusif.  
PERAN KOPERASI MERAH PUTIH SEBAGAI OFFTAKER PRODUK PERTANIAN LOKAL UNTUK STABILISASI HARGA Nuroni, Ahmad; Ahmadi, Ahmadi; Novaria, Eva
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.8966

Abstract

Agricultural commodity price volatility is a persistent structural problem in Indonesia, often detrimental to farmers due to the dominance of middlemen and long distribution chains. This study focuses on analyzing the effectiveness of the Red and White Village/Sub-district Cooperative (KMP) program as an institutional solution that acts as an offtaker or standby buyer to stabilize prices at the producer level. Using a descriptive qualitative approach through a study of pilot project evaluation documents in West Java and an analysis of supply chain management literature, this study examines the mechanisms of planting contracts, stock management, and financing facilitation. The study findings indicate that the KMP intervention significantly reduced the supply chain from 5–7 layers to 2–3 layers, which directly impacted the selling price at the farm level by 10–20% compared to the free market price during the main harvest. The forward contract mechanism proved effective in providing certainty of market absorption and transferring price risk from farmers to the cooperative. It concluded that KMP plays a vital role in transforming the agricultural ecosystem and controlling food inflation, but the sustainability of this model is highly dependent on support for access to affordable capital and the integration of digital technology for operational efficiency. ABSTRAK Volatilitas harga komoditas pertanian menjadi masalah struktural yang persisten di Indonesia, sering kali merugikan petani akibat dominasi tengkulak dan panjangnya rantai distribusi. Penelitian ini berfokus pada analisis efektivitas program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) sebagai solusi kelembagaan yang berperan sebagai offtaker atau pembeli siaga guna menstabilkan harga di tingkat produsen. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumen evaluasi pilot project di Jawa Barat serta analisis literatur manajemen rantai pasok, penelitian ini menelaah mekanisme kontrak tanam, pengelolaan stok, dan fasilitasi pembiayaan. Temuan studi menunjukkan bahwa intervensi KMP mampu memangkas rantai pasok secara signifikan dari 5–7 lapis menjadi 2–3 lapis, yang berdampak langsung pada peningkatan harga jual di tingkat petani sebesar 10–20% dibandingkan harga pasar bebas saat panen raya. Mekanisme forward contract terbukti efektif dalam memberikan kepastian serapan pasar dan mentransfer risiko harga dari petani kepada koperasi. Disimpulkan bahwa KMP memiliki peran vital dalam mentransformasi ekosistem pertanian dan mengendalikan inflasi pangan, namun keberlanjutan model ini sangat bergantung pada dukungan akses permodalan murah serta integrasi teknologi digital untuk efisiensi operasional.