Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

INOVASI PENGEMASAN KOMPOS: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA JANTI DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK LINGKUNGAN Siti Fatimah; Ika Alfa Indah Sari; Faricha Tri Agustin; Wahyu Alifah Nareswati; Tenny Dwi Novianti; Suparti; Milawati; Pismia Sylvi; Tiara Sevi Nurmanita; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 2 No 2 (2025): sinergi berdaya untuk masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh meningkatnya volume sampah organik, yang menuntut adanya upaya pengelolaan yang lebih optimal. Sampah organik memiliki potensi yang signifikan untuk diolah menjadi kompos, yakni pupuk organik yang ramah lingkungan dan berfungsi memperbaiki struktur serta meningkatkan kesuburan tanah. Masyarakatnya tidak hanya berfokus pada pengurangan pencemaran lingkungan melalui pengolahan limbah organik, tetapi juga berinovasi dalam meningkatkan nilai tambah produk dengan kemasan yang menarik dan ramah lingkungan. Permasalahan sampah organik yang semakin meningkat  memerlukan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai jual dan daya saing produk. Di TPST 3R Janti, sebuah inovasi pengolahan sampah organik, yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan pengolahan sampah organik. Program ini melibatkan pengurus TPS, para pedan mahasiswa, yang bekerja sama dalam kegiatan pemilahan, pencacahan, pengayakan, pengomposan, pengemasan, dan penjualan produk. Metode penelitian yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development), masyarakat secara langsung berperan aktif dalam setiap tahap pengolahan sampah. Hasil dari proses tersebut adalah produk daur ulang yang memiliki nilai jual, seperti kompos , yang tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal. Selain itu, program ini mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru dan menghadirkan solusi berkelanjutan dalam pengolahan sampah. Keberhasilan pengolahan kompos yang efektif memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara mitra dan berbagai pihak terkait agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENDAMPINGAN PENGELOLAAN SAMPAH BAGI PEKERJA UNTUK PENINGKATAN NILAI TAMBAHAN DAN KEMANDIRIAN EKONOMI DI DESA JANTI KEC. WARU KAB. SIDOARJO Yeti sepligdiati; Vitrotul Umroh; Novita Kristin; Aini Maftukhah; Suparti; Milawati; Pismia Sylvi; Tiara Sevi Nurmanita; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 2 No 2 (2025): sinergi berdaya untuk masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendampingan pekerja dalam pengelolaan sampah adalah dukungan profesional untuk membantu individu memecahkkan masalah,mengembangkan potensi, dan mencapai kemandirian. Kegiatan ini bisa berupa bimbingan, fasilitas, dan fasilitas untuk meningkatkan akses terhadap berbagai sumber daya seperti layanan sosial, pelatihan, dan lapangan pekerjaan sehingga setiap pekerja dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Pendampingan pengelolaan sampah memberikan beragam dampak positif bagi pekerja baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Dampak ekonomi dapat meningkatkan penghasilan pekerja, biaya oprasional lebih murah, dapat mengembangkan usaha secara mandiri. Untuk dampak sosial peningkatan kesadaran dan tanggung jawab lingkungan dan penguatan solidaritas dan kerjasama antar pekerja.  Untuk dampak lingkungan penurunan volume sampah ke TPST. Lingkungan kerja lebih bersih dan sehat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membentuk kesadaran, ketrampilan, dan kemandirian dalam mengelola sampah secara berkelanjutan serta mengubah paradikma bawasannya sampah merupakan sumberdaya yang bernilai. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, dan pendekatan partisipatif. Dengan pendekatan partisipatif dan penyusluhan, pekerja didorong untuk memahami potensi ekonomi dari limbah yang dihasilkan, menerapkan prisip reduce, reuce, recycle atau (3), serta mengembangkan produk bernilai jual. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam ketrampilan, kesadaran lingkungan dan pendapatan tambahan bagi pekerja.  Melalui kegiatan ini, diharapkan para pekerja di TPST Janti Kecamatan waru Kabubaten Sidoarjo  mampu menumbuhkan kemandirian ekonomi serata kesadaran dan tanggung jawab terhadap sampah.
BIMBINGAN MANDIRI CALON PENGANTIN DI KUA KECAMATAN ASEMROWO: PONDASI AWAL MENUJU KELUARGA SAKINAH DAN SEJAHTERA Sarwo Waskito; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi; Budhi Hadi Syah Putra
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 2 No 2 (2025): sinergi berdaya untuk masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan Mandiri Calon Pengantin (BMCP) di KUA Kecamatan Asemrowo merupakan program pengabdian yang bertujuan untuk mempersiapkan calon pengantin dalam menghadapi kehidupan berkeluarga yang harmonis dan sakinah. Program ini memberikan edukasi tentang hak dan kewajiban suami-istri serta keterampilan dalam menjalani kehidupan rumah tangga, dengan fokus pada kesiapan mental, emosional, dan spiritual. Kegiatan bimbingan ini dilakukan melalui ceramah, diskusi interaktif, dan simulasi yang melibatkan calon pengantin secara aktif untuk memahami peran mereka dalam pernikahan, serta memperdalam nilai-nilai agama yang menjadi dasar kehidupan keluarga dalam Islam. Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antara pasangan, pengelolaan konflik, serta penerapan prinsip kasih sayang dan saling menghormati dalam rumah tangga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa calon pengantin lebih siap secara psikologis dan emosional dalam menghadapi kehidupan pernikahan. Mereka juga lebih memahami pentingnya kesiapan spiritual dan nilai-nilai Islam dalam membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Diharapkan, program BMCP ini dapat memberikan pondasi yang kuat bagi calon pengantin untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera, stabil, dan penuh kedamaian, serta menjadi langkah preventif dalam mengurangi permasalahan dalam kehidupan pernikahan di masa depan.
Signifikansi Microteaching Pada Mata Kuliah Hubungan Masyarakat Dalam Meningkatkan Keterampilan Mengajar Mahasiswa Program Magister PAI di Universitas Sunan Giri Surabaya Putro Suryonegoro; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 12 (2025): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Microteaching learning programs are considered to be very necessary in line with developments in the times that influence the mindset of students and society which is increasingly complex and difficult to control. Therefore, prospective teachers need to familiarize themselves with teaching practices to hone good classroom communication skills and manage classroom conditions through systematic field exercises. The MPAI Universitas Sunan Giri Surabaya Islamic Religious Education Master's Study Program is a higher education institution that pays attention to the importance of preparing professional prospective educators or teachers who are ready to face the challenges of the dynamic world of education. This research uses a qualitative descriptive method by collecting data through CAR Classroom Action Research observation research techniques or classroom action research which is directly carried out by educational practitioner teachers in the classroom to improve the learning process. The results of research using this method shows that implementing the microteaching program consistently and significantly can improve pedagogical skills, especially in the aspect of classroom management with a participatory audience and active and creative delivery of material by teachers. Thus, microteaching organized by the MPAI Unsuri study program must be maintained and developed into even better activities. It is hoped that this microteaching program will be an important focus for each element that has tasks, functions and joint contributions to maximize the goals of microteaching in all courses.
Gerakan Kebersihan Generasi Muda untuk Kelestarian Lingkungan Kampus: Pengabdian Muchammad Catur Rizky; Muhammad Nashrulloh Afandi; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi; M. Sifa Fauzi Yulianis; Rommy Hardyansah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5036

Abstract

Sebagai upaya strategis, gerakan bersih bersama mahasiswa dan masyarakat dilaksanakan untuk memperbaiki kondisi fisik lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran, rasa tanggung jawab, dan budaya kebersihan yang berkelanjutan. Kegiatan ini menggunakan metode pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemberdayaan berbasis aset dengan memanfaatkan potensi komunitas yang ada. Potensi tersebut meliputi semangat gotong royong mahasiswa, fasilitas kebersihan kampus, kemampuan anggota komunitas untuk berinteraksi, serta peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Dalam praktiknya, gerakan bersih melibatkan mahasiswa dan masyarakat secara langsung untuk membersihkan lingkungan, menata fasilitas, mengelola sampah, dan memperbaiki area yang kurang terawat agar tertata rapi dan layak digunakan. Selain menciptakan lingkungan yang bersih, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan yang menumbuhkan kepedulian, rasa tanggung jawab, dan kebiasaan positif terhadap kebersihan. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat memperkuat komitmen kolektif dalam menjaga lingkungan, membangun hubungan sosial, dan menumbuhkan budaya sadar lingkungan. Hasil Penelitian ini adalah Peningkatan Kualitas Lingkungan Gerakan bersih bersama mahasiswa dan masyarakat dapat memperbaiki kondisi fisik lingkungan kampus, seperti mengurangi sampah, menata fasilitas, dan memperbaiki area yang kurang terawat. Melalui kegiatan ini dapat disimpulkan menumbuhnya kesadaran, rasa tanggung jawab, dan budaya kebersihan yang berkelanjutan di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Partisipasi aktif gerakan bersih diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif seluruh elemen kampus dalam menjaga lingkungan dan memperbaiki kualitas lingkungan. Edukasi Lingkungan Kegiatan ini dapat berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan yang menumbuhkan kepedulian dan kebiasaan positif terhadap kebersihan. Membangun Hubungan Sosial Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat dapat memperkuat komitmen kolektif dalam menjaga lingkungan dan membangun hubungan sosial.
KONTRIBUSI MAHASISWA DALAM MEWUJUDKAN SUNGAI DAN JALANAN YANG BERSIH DI DESA REWWIN Dharma Setiawan Negara; Dipaajiblana; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi; Didit Darmawan; Rommy Hardyansah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sabangka
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/sabangka.v5i01.2115

Abstract

Waste accumulation in urban areas, such as Rewwin village Waru District, Sidoarjo Regency, poses a significant environmental challenge, posing a risk of flooding, water pollution, and the spread of disease. This situation demands collective action and effective waste management. This collaboration focused on identifying students' concrete contributions to the effort to create clean rivers and streets in Rewwin Village. The goal was to foster shared awareness, instill clean living habits, and support the creation of a healthy and sustainable environment. The method used was Participatory Action Research (PAR), which involved the active participation of students and residents through observation and collaborative implementation of field actions. During the implementation phase, the collaborative river and street cleaning action demonstrated high community enthusiasm. The students' physical contributions, from cleaning up small plastic waste on the streets to extensively cleaning water hyacinths on the riverbanks, served as a concrete example and a driving force for cultural change. The result of this collaborative activity was clean streets and rivers, which went from dirty to clean. The conclusion of this activity was that the main objective of the physical street and river cleaning was successfully achieved, as evidenced by the successful collaboration and high level of community participation. This activity also succeeded in strengthening solidarity and fostering a sense of collective responsibility. It is recommended that similar activities be carried out regularly and periodically to maintain the sustainability of the program and further strengthen social bonds among residents.
Hakikat Manusia dalam Dunia Pendidikan sebagai Pendidik dan Peserta Didik Mujia Arrizhma; Mas Ummu Chasbiyah; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v4i3.1761

Abstract

Humans are creatures created by God Almighty who also have reason and thoughts. The fact that humans are equipped with reason, thoughts, feelings and beliefs is a characteristic that distinguishes humans from other creatures. Education and teaching is the process of changing the attitudes and behavior of a person or group of people to mature humans. In other words, education is the process of educating. The aim of the importance of the world of education is to understand the nature of humans in the world of education, both as educators and students, therefore education is used as a means of human nature in the world, both as educators and students. This research uses the library research method, namely the researcher analyzes written literature as the main source. Human nature research in education offers in-depth knowledge to teachers and students. Deeper understanding of the learning process, creating an inclusive learning approach, increasing social interaction in the classroom, empowering students, developing morals and character, and creating a beneficial learning environment are some of the results of this research. This knowledge enables the development of creative and new teaching methods that provide more satisfying and productive learning opportunities for all students.