Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search
Journal : Dentin

EFEKTIVITAS PENYULUHAN MENYIKAT GIGI METODE HORIZONTAL ANTARA DEMONSTRASI DAN VIDEO TERHADAP PENURUNAN PLAK (Tinjauan pada siswa tunagrahita di SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin) Selvira Linda Pratiwi; Isnur Hatta; Rosihan Adhani
Dentin Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Children with intellectual disabilities have a severity of oral health problems 30% higher than normal children. This is due to impaired cognitive and psychomotor function in intellectual disability children, so there needs to be an effort to improve their oral health. One of the efforts in improving oral health is by socialization about brushing teeth. The success of socialization about brushing teeth can be measured through the plaque index. Purpose: To find out the differences in the effectiveness of the socialization brushing teeth horizontal method between demonstration and video on the reduction of plaque in mild-moderate intellectual disability children in the SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin. Method: This research used a quasi-experimental method with a time-series design. The subjects of the research consisted of 12 intellectual disability students at the SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin which divided into two groups, 6 students in the socialization brushing teeth horizontal method group used demonstration, and 6 students in the socialization brushing teeth horizontal method group used video. Examination of plaque scores using the Plaque Index of Patient Hygiene Performance (IPPHP). Results: The results showed a decrease in plaque scores in both treatment groups, the results of the Wilcoxon test to determine the difference in plaque index before and after socialization in the two groups showed significant differences. In the demonstration group obtained significance (p) = 0.027, and in the video group obtained a significance (p) = 0.027. The results of the Mann Whitney test found that p = 0.023 showed significant differences. Conclusion: The socialization of tooth brushing horizontal method using demonstration was more effective in reducing plaque in intellectual disability students at SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin compared to using video.Keywords: socialization, demonstration, video, horizontal method, Index Plaque Patient Hygiene Performance (IPPHP), intellectual disabilityABSTRAKLatar Belakang: Anak tunagrahita memiliki tingkat keparahan masalah kesehatan gigi dan mulut 30% lebih tinggi dibanding anak normal. Hal ini dikarenakan adanya gangguan fungsi kognitif dan psikomotorik pada anak tunagrahita, sehingga perlu adanya upaya dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulutnya. Upaya dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut salah satunya yaitu dengan melakukan penyuluhan menyikat gigi. Keberhasilan penyuluhan menyikat gigi dapat diukur melalui indeks plak. Tujuan: Mengetahui perbedaan efektivitas penyuluhan menyikat gigi metode horizontal antara demonstrasidan video terhadap penurunan plak pada anak tunagrahita kategori ringan-sedang di SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan rancangan penelitian  time-series design. Subjek penelitian terdiri dari 12 siswa tunagrahita di SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin yang dibagi menjadi 2 kelompok, 6 siswa kelompok penyuluhan menyikat gigi metode horizontal menggunakan demonstrasi, dan 6 siswa penyuluhan menyikat gigi metode horizontal menggunakan video. Pemeriksaan skor plak menggunakan Indeks Plak Patient Hygiene Performance (IPPHP). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor plak pada kedua kelompok perlakuan, hasil uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan indeks plak sebelum dan setelah diberikan  penyuluhan pada kedua kelompok menunjukkan perbedaan bermakna. Pada kelompok demonstrasi didapatkan signifikansi(p)=0,027, dan pada kelompok video didapatkan signifiansi(p)=0,027. Hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai p=0,023 menunjukkan perbedaan bermakna. Kesimpulan: Penyuluhan menyikat gigi metode horizontal menggunakan demonstrasi lebih efektif dalam menurunkan plak pada siswa tunagrahita di SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin dibandingkan menggunakan video.Kata kunci: penyuluhan, demonstrasi, video, metode horizontal, Indeks Plak Patient Hygiene Performance (IPPHP), tunagrahita
EFEKTIVITAS METODE MENYIKAT GIGI HORIZONTAL DAN ROLL TERHADAP PENURUNAN PLAK PADA ANAK TUNAGRAHITA (Tinjauan pada siswa tunagrahita di SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin) Sri Hardianti; Isnur Hatta; Diana Wibowo
Dentin Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: The problem of dental and oral hygiene in mentally disabled children is 30% higher than normal children due to the inability of children to brush their teeth independently due to impaired intellectual and adaptive functions. Plaque is a soft layer consisting of a collection of microorganisms that multiply on a matrix formed and attached to the surface of teeth that are not cleaned. Plaque control can be done chemically using anti-bacterial ingredients and also by mechanical means such as brushing teeth. Objective: This study aims to determine the effectiveness of horizontal and roll brushing methods for the reduction of plaque in mentally disabled children in the SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin. Method: This study used the Quasi Experimental research method with Time-Series Design. Examination of plaque scores using the Plaque Index of Patient Hygiene Performance (PHP IP). Results: There were significant differences between horizontal brushing and roll brushing in mentally disabled children. Conclusion: Horizontal brushing method is more effective in decreasing plaque in mentally disabled children at SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin.Keywords: Horizontal method, roll method, plaque, mentally disabledABSTRAK Latar belakang: Masalah kebersihan gigi dan mulut pada anak tunagrahita lebih tinggi 30% dibandingkan anak normal karena ketidakmampuan anak untuk menggosok gigi secara mandiri akibat gangguan fungsi intelektual dan adaptif. Plak adalah suatu lapisan lunak yang terdiri atas kumpulan mikroorganisme yang berkembang biak pada suatu matriks yang terbentuk dan melekat pada permukaan gigi yang tidak dibersihkan. Pengendalian plak dapat dilakukann  dengan cara kimiawi menggunakan bahan anti bakteri dan juga dengan cara  mekanis seperti menggosok gigi. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode menyikat gigi horizontal dan roll terhadap penurunan plak pada anak tunagrahita di SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin. Metode:Penelitian ini menggunakan metode  penelitianQuasi Experimental denganTime-Series Design. Pemeriksaan skor plak menggunakan Indeks Plak Patient Hygiene Performance (IP PHP).Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna antara menyikat gigi metode horizontaldan roll pada anak tunagrahita. Kesimpulan: Menyikat gigi metode horizontal lebih efektif dalam penurunan plak pada anak tunagrahita di SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan BanjarmasinKata kunci: Metode horizontal, metode roll, plak, tunagrahita
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP TINGKAT KERUSAKAN GIGI PADA SISWA SMP Helena Maulida Namira; Isnur Hatta; Galuh Dwinta Sari
Dentin Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental caries caused by lack of students’s knowledge, attitude and actions about dental and oral health is an important concern in health development. Dental and oral health maintenance behavior plays a important role in maintaining the health of student’s teeth from caries. Objectives: To analyze the relationship of knowledge, attitude and action of dental and oral health to the level of caries in grade 1 students at SMPN 1 Alalak Barito Kuala. Method: This research is an analytical observational study with cross sectional design. Total amount of respondents are 32 students. Respondent was examined by DMF-T index and then answered questionnaires about dental and oral health knowledge, attitudes, and actions. Furthermore the data was analyze using spearman test. Result: Spearman test showed that a relationship between knowledge, attitude and action with level of caries (p<0.05) in grade 1 students at SMPN 1 Alalak Barito Kuala. Conclusion: There is a meaningful relationship between knowledge, attitude and action with level of caries in grade 1 students at SMPN 1 Alalak Barito Kuala.Keyword: Action, Attitude, DMF-T, KnowledgeABSTRAKLatar Belakang: Masalah kerusakan gigi berupa karies gigi pada siswa yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan, sikap dan tindakan siswa tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.  menjadi hal penting dalam pembangunan kesehatan. Perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang berperan dalam menjaga kesehatan gigi siswa dari karies. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan kesehatan gigi dan mulut terhadap tingkat kerusakan gigi pada siswa kelas 1 di SMPN 1 Alalak Kabupaten Barito Kuala. Metode: Menggunakan rancangan cross sectional dengan responden penelitian sebesar 32 siswa. Masing-masing responden dilakukan pemeriksaan kerusakan gigi dan mulut dengan indeks DMF-T kemudian menjawab kuesioner mengenai pengetahuan, sikap, dan tindakan kesehatan gigi dan mulut. Data dianalisis menggunakan uji spearman. Hasil: Uji spearman menunjukkan hubungan bermakna antara pengetahuan, sikap dan tindakan dengan status kerusakan gigi dan mulut (p<0,05) pada siswa kelas 1 di SMPN 1 Alalak Kabupaten Barito Kuala. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan, sikap dan tindakan dengan status kerusakan gigi dan mulut pada siswa kelas 1 di SMPN 1 Alalak Kabupaten Barito Kuala.Kata kunci: DMF-T, Pengetahuan, Sikap, Tindakan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN STATUS KEBERSIHAN RONGGA MULUT PEROKOK (Tinjauan pada Siswa SMA/Sederajat di Kota Banjarbaru) Jeanyvia Anggreyni Sodri; Rosihan Adhani; Isnur Hatta
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Smoking habits were known to have adverse health effects, but prevalence has continue to increase each year. Nationally, the average age  to start smoking was 17.6 years by education status including at high school level. The content of the cigarette can interfere with the function of saliva as self cleansing so it will affect health status and oral hygiene. Smokers behaviors in maintaining oral health tend to be bad. Purpose: Analyze the relationship between knowledge, attitude and action of dental and oral health with oral hygiene status in smokers. Method: Observational analytic study with cross sectional approach. Sampling using cluster sampling, with the number of respondents as many as 120 smokers. Results:Most smokers had moderate oral hygiene status of 71 persons (59.2%), 51 persons had moderate knowledge, 57 persons (47.5%) had an attitude with good category, and as many as 59 persons (49,2%) had medium and oral hygiene measures. Spearman Rho test results showed a significant relationship between knowledge, attitude and action of dental and oral health with oral hygiene status of smokers.Conclusion: There is a significant relationship between knowledge, attitude and action of dental and mouth health with hygiene status of oral cavity of smoker. ABSTRAKLatar belakang: Kebiasaan merokok diketahui berdampak buruk pada kesehatan, akan tetapi prevalensi terus meningkat tiap tahunnya. Secara nasional, rata-rata umur mulai merokok adalah 17,6 tahun menurut status pendidikan termasuk pada tingkat SMA. Kandungan yang ada pada rokok dapat mengganggu fungsi saliva sebagai self cleansing sehingga akan berpengaruh terhadap status kesehatan dan kebersihan rongga mulut. Perilaku merokok serta perilaku kesehatan gigi dan mulut perokok yang cenderung buruk dapat mempengaruhi status kebersihan rongga mulut. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan kesehatan gigi dan mulut dengan status kebersihan rongga mulut pada perokok Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan cluster sampling, dengan jumlah responden sebanyak 120 orang perokok.Hasil penelitian: Jumlah tertinggi adalah perokok yang memiliki status kebersihan rongga mulut dengan kategori sedang sebanyak 71 orang (59,2%), sebanyak 51 orang memiliki pengetahuan dengan kategori sedang, sebanyak 57 orang (47,5%) memiliki sikap dengan kategori baik, dan sebanyak 59 orang (49,2%) memiliki tindakan kesehatan gigi dan mulut dengan kategori sedang. Hasil uji Spearman Rho menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan tindakan kesehatan gigi dan mulut dengan status kebersihan rongga mulut perokok. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan tindakan kesehatan gigi dan mulut dengan status kebersihan rongga mulut perokok.
HUBUNGAN ANTARA KADAR FLUOR AIR TANAH DENGAN INDEKS DMF-T DI DAERAH PESISIR (Tinjauan pada Siswa SMP Negeri 3 Kurau Desa Sungai Rasau Kecamatan Bumi Makmur Kabupaten Tanah Laut) Diyah Ayu Rizki Tiara Defi; Isnur Hatta; Sherli Diana
Dentin Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBANDINGAN INDEKS KARIES BERDASARKAN PARAMETER KIMIAWI AIR SUNGAI DAN AIR PDAM PADA LAHAN BASAH BANJARMASIN Nadia Nadia; Widodo Widodo; Isnur Hatta
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT      Background: The people in the wetlands area of Kuin Banjarmasin mostly still use river water to brush their teeth. Based on water chemical parameters which are pH, fluorine and calcium, wetlands water is not feasible to be used for toothbrushing, because it can cause dental caries. Purpose: To analyze the comparison of dental caries index on seventh grade students of SMPN 15 Banjarmasin who brushed their teeth using river water and PDAM water in Kuin Banjarmasin based on chemical parameters. Methods: This research use analytic observational method with cross sectional approach. Respondents and samples were taken by simple random sampling technique, the respondents were 136 students divided into 2 groups: 68 students who brushed their teeth using river water and 68 students who brushed their teeth using PDAM water. Sample of river water and PDAM water is taken according to student's address. Results: The Mann-Whitney test in students who brushed their teeth using river water and PDAM water obtained p = 0,000 (p <0.05), the results showed that there was a significant difference in students who brushed their teeth using river water and PDAM water. Conclusion: The caries index of students who brush their teeth using river water is higher than students who brush their teeth using PDAM water. ABSTRAKLatar belakang: Masyarakat yang berada di lahan basah Kecamatan Kuin Banjarmasin sebagian besar masih menggunakan air sungai untuk menyikat gigi. Berdasarkan kandungan parameter kimiawi air yaitu pH, fluor dan kalsium, karakteristik air sungai lahan basah tidak layak digunakan untuk menyikat gigi, karena dapat menyebabkan terjadinya karies. Tujuan: Menganalisis perbandingan indeks karies pada murid kelas 1 SMPN 15 Banjarmasin yang menyikat gigi menggunakan air sungai dan air PDAM pada lahan basah di Kecamatan Kuin Banjarmasin berdasarkan parameter kimiawi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden dan sampel diambil dengan teknik simple random sampling, besar responden sebanyak 136 murid yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 68 murid yang menyikat gigi menggunakan air sungai dan 68 murid yang menyikat gigi menggunakan air PDAM. Sampel air sungai dan air PDAM diambil sesuai alamat murid tinggal. Hasil:  Uji Mann-Whitney  pada murid yang menyikat gigi menggunakan air sungai dan air PDAM didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05), hasil tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pada murid yang menyikat gigi menggunakan air sungai dan air PDAM. Kesimpulan: Indeks karies murid yang menyikat gigi menggunakan air sungai lebih tinggi dibandingkan murid yang menyikat gigi menggunakan air PDAM.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP Oral Hygiene PADA SISWA SMP (Tinjauan Pada Siswa Kelas 1 di SMPN 1 Alalak Kabupaten Barito Kuala) Devi Ayu Aulia; Isnur Hatta; Galuh Dwinta Sari
Dentin Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental and oral health problems experienced by people in Indonesia, especially in South Kalimantan, one of which is dental and oral hygiene caused by improper brushing behavior. A person's responsibility for oral and dental hygiene can be seen from the hygiene status of his teeth and mouth by looking at the OHI-S index will not be bad. Objectives: To analyze the relationship of knowledge, attitude and oral health action on oral hygiene in grade 1 students at SMPN 1 Alalak Barito Kuala. Method: This research is an analytical observational study with cross sectional design. Total amount of respondents are 32 students  as respondents consisting of grade 1 students of SMPN 1 Alalak. Result: Spearman test showed that a relationship between knowledge, attitude and oral health action on oral hygiene. (p<0.05) in grade 1 students at SMPN 1 Alalak Barito Kuala. Conclusion: There is a meaningful relationship between knowledge, attitude and oral health action on oral hygiene in grade 1 students at SMPN 1 Alalak Barito Kuala. Keyword: Action, Attitudes, Knowledge, OHI-S Score Index, Oral Hygiene                                      ABSTRAKLatar Belakang: Permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang dialami oleh masyarakat di Indonesia terutama di Kalimantan Selatan salah satunya yaitu kebersihan gigi dan mulut yang disebabkan perilaku menyikat gigi yang tidak tepat. Tanggung jawab seseorang terhadap kebersihan gigi dan mulut terlihat dari status kebersihan gigi dan mulutnya dengan melihat indeks OHI-S tidak akan menjadi buruk. Tujuan: Menganalisis hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan kesehatan gigi dan mulut terhadap oral hygiene pada siswa kelas 1 di SMPN 1 Alalak Kabupaten Barito Kuala. Metode: Menggunakan  rancangan cross sectional dengan responden penelitian sebesar 32 siswa yang terdiri dari siswa kelas 1 SMPN 1 Alalak. Hasil: Uji korelasi spearman menunjukkan hubungan bermakna antara pengetahuan, sikap dan tindakan dengan oral hygiene (p<0,05) pada siswa kelas 1 di SMPN 1 Alalak Kabupaten Barito Kuala. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan kesehatan gigi dan mulut terhadap oral hygiene. Kata kunci: Indeks Skor OHI-S, Oral Hygiene,  Pengetahuan, Sikap, Tindakan.
HUBUNGAN ANTARA ORAL HYGIENE PADA WANITA PASKAMENOPAUSE DENGAN SKOR GINGIVAL INDEKS DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI SEJAHTERA BANJARBARU Dayanne Sembiring; Rosihan Adhani; Isnur Hatta
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Menopause adalah bagian dari kehidupan seorang wanita yang ditandai dengan berakhirnya menstruasi sebagai salah satu tanda penuaan. Pada wanita paska menopause terjadi penurunan hormon estrogen. Penurunan hormon estrogen berpengaruh pada memburuknya kondisi oral hygiene yang dapat menyebabkan atau memperparah penyakit gingivitis. Tujuan: Mengetahui hubungan antara oral hygiene pada wanita paskamenopause dengan skor gingival indeks di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada 46 wanita paska menopause di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru pada bulan Desember 2017. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan indeks OHI-S dan Gingival Indeks, dilanjutkan analisa data dengan Shapiro-Wilk. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar wanita paskamenopause di Panti Sosial Tresna Werdha memiliki oral hygiene dalam kategori sedang sebanyak 28 orang (60,5%) dan sebanyak 22 orang (47,8%) mengalami gingivitis ringan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara oral hygiene pada wanita paskamenopause dengan skor gingival indeks di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru. ABSTRACTBackground: Menopause is part of a woman's life marked by the end of menstruation as one sign of aging. In postmenopausal women there is a decrease in estrogen hormone. Decreased estrogen hormone affects the deterioration of oral hygiene conditions that can cause or aggravate gingivitis. Purpose: This study aims to determine the relationship between oral hygiene in postmenopausal women with a score of gingival index in Social Institution Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru. Method: This was an observational analytic study with cross sectional approach, using simple random sampling. The study was conducted on 46 postmenopausal women at Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru Social Institution in December 2017. Data collection was done by examining OHI-S index and Gingival Index, followed by data analysis with Shapiro-Wilk. Results: The results showed that most postmenopausal women in the Tresna Werdha Social Institution had oral hygiene in the moderate category of 28 people (60.5%) and 22 (47.8%) had mild gingivitis. Conclusion: There is a relationship between oral hygiene in postmenopausal women with a gingival index score in social home Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KESEHATAN GIGI DENGAN TINGKAT KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK DI KABUPATEN BARITO KUALA (Tinjauan Anak Usia 4-5 Tahun di TK Nusa Indah Berangas Kecamatan Alalak) Salsabila Muhtar; Isnur Hatta; Ika Kusuma Wardani
Dentin Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Knowledge of a mother of dental and oral health plays an important role in children’s health. The growth and development also behavior of a child is a form of the knowledge that has been given by the parents to the child. Purpose: To analyze the relationship between maternal knowledge about dental health and the level of dental and oral hygiene children in the Nusa Indah Berangas Kindergarten Alalak Sub-District Barito Kuala Regency. Method: Using analytic observational with cross sectional approach. The total sample of 32 children and mothers of respondents was taken by the probability random sampling method. Data collection using a questionnaire and examination of dental and oral hygiene, data analysis techniques using Spearman correlation test analysis. Results: The level of dental and oral hygiene of children included in the category of Poor that is 69%, and the level of knowledge of mothers included in the Medium category that is 59%. Statistical analysis with the Spearman correlation test obtained p value = 0.003 (p <0.005) Conclusion: There is a relationship between the level of maternal knowledge about dental health and the level of dental and oral hygiene children in Nusa Indah Berangas Kindergarten Alalak Sub-District Barito Kuala Regency. Keyword:, Dental and oral hygiene, Mother’s knowledge, O’leary plaque index ABSTRAK Latar belakang: Pengetahuan ibu terhadap kebersihan gigi dan mulut berperan penting pada kesehatan anak. Tumbuh kembang serta perilaku seorang anak adalah wujud suatu bentuk pengetahuan yang diberikan orang tua terhadap anak. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dengan tingkat kebersihan gigi dan mulut pada anak di TK Nusa Indah Berangas Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Metode: Menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 32 anak dan ibu dari responden diambil dengan metode probability sampling jenis simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut, teknik analisis data menggunakan analisis uji korelasi spearman. Hasil: Tingkat kebersihan gigi dan mulut anak masuk dalam kategori Buruk yaitu 69%, dan tingkat pengetahuan ibu masuk dalam kategori Sedang yaitu 59%. Analisis statistik dengan uji korelasi spearman diperoleh hasil p value = 0,003 (p < 0,005) Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dengan tingkat kebersihan gigi dan mulut pada anak di TK Nusa Indah Berangas Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Kata kunci : Pengetahuan ibu, indeks plak O’leary, kebersihan gigi dan mulut.
PERBANDINGAN INDEKS KARIES DMF-T BERDASARKAN JUMLAH KANDUNGAN FLUOR AIR GUNUNG DI KABUPATEN BALANGAN DENGAN AIR SUNGAI DI BANJARMASIN Fitria Ihsanti; Widodo Widodo; Isnur Hatta
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Caries is a disease in the oral cavity that affects the hard tissues of teeth, enamel, dentine and cementum that occur due to the presence of bacteria. The caries risk factor is one of the less fluorine use. Fluor is very necessary for the teeth because it can protect the enamel and dentin against the acidic substances so as to avoid the caries. Fluor is available in considerable quantities in the world. Any place that has a fluorine content varies. Purpose: Analyze the comparison of caries index DMF-T based on the amount of airborne fluorine content in Tebing Tinggi and kuin river air in Banjarmasin. Method: The method used analytic observational with cross-sectional design. The sample of the study chapter 52 respondents in each region. Result: Mann-Whitney analysis result on DMF-T score shows sig value. ie 0.000 <0.05, which means the difference between DMF-T grade SMP grade 1 Tebing Tinggi in Balangan Regency with DMF-T score of grade 1 junior high school students in Banjarmasin. Mann-Whitney analysis results on the amount of fluorine content showed sig value. ie 0.115> 0.05 which means there is no difference between the amount of fluorine content of mountain water with the amount of fluorine content of river water. Conclusion: The DMF-T index of grade 1 students of SMPN 2 Awayan Tebing Tinggi was lower than that of grade 1 students of SMPN 15 Banjarmasin and for the amount of water fluorine content of the mountain is lower than the river water.  ABSTRAKLatar belakang: Karies merupakan suatu penyakit  di dalam rongga mulut yang mengenai jaringan keras gigi seperti, enamel, dentin dan sementum yang terjadi akibat adanya interaksi bakteri pada permukaan gigi sehingga mengalami kerusakan jaringan keras. Faktor risiko karies salah satunya adalah penggunaan fluor yang kurang. Fluor sangat diperlukan untuk gigi  karena dapat melindungi enamel dan dentin terhadap zat asam sehingga terhindar dari karies. Fluor tersedia dengan jumlah cukup besar di dunia. Setiap tempat secara geografis yang berbeda memiliki kandungan fluor berbeda-beda pula. Tujuan: Menganalisis perbandingan indeks karies DMF-T berdasarkan jumlah  kandungan fluor air gunung di Tebing Tinggi dan  air sungai kuin di Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode penelitian analitik observasional yang menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 52 responden pada masing-masing daerah. Hasil: Hasil analisis Mann-Whitney pada skor DMF-T menunjukkan nilai sig. yaitu 0,000 < 0,05  yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara skor DMF-T siswa SMP kelas 1 Tebing Tinggi di Kabupaten Balangan dengan skor DMF-T siswa kelas 1 SMP di Banjarmasin. Hasil analisis Mann-Whitney pada jumlah kandungan fluor menunjukkan nilai sig. yaitu 0,115 > 0,05  yang berarti bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah kandungan fluor air gunung dengan jumlah kandungan fluor air sungai. Kesimpulan: Indeks DMF-T siswa kelas 1 SMPN 2 Awayan Tebing Tinggi lebih rendah dibandingkan dengan  siswa kelas 1 SMPN 15 Banjarmasin dan untuk jumlah kandungan fluor air gunung lebih rendah dari pada air sungai.
Co-Authors Afifah Rahmiati Agung Satria Wardhana Akhmad Akhdiannoor Ramadhan Alexander Sitepu Amalia Putri, Amalia Annisa Fitriyana Arifin, Rahmad Aulia Azizah Aulia, Ridha Azhari Azhari Bambang Pontjo Priosoeryanto Bayu Indra Sukmana Beta Widya Oktiani Dayanne Sembiring Debby Saputera, Debby Della Alya Aaliyah Devi Ayu Aulia Dewi Nurdiana Dewi Puspitasari Dewi, Renie Kumala Diana Wibowo Didit Aspiryanto Dinda Andira Salsabila Diyah Ayu Rizki Tiara Defi Dwi Indah Syaputri Dwi Kurniawan, Fajar Kusuma Erine Febrianti Erlis Tiana Safitri Fennita Himawan Fitria Ihsanti Hamdani, Riky Helena Maulida Namira I Wayan Arya Khrisnawan Firdaus I Wayan Arya Krishnawan Firdaus Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar Ika Kusuma Wardani Ilvani Thine, Putri Bestari Indraswari Wahyu Pertiwi Irnamanda D.H., Irnamanda Istiqamah, Andi Jeanyvia Anggreyni Sodri Jessica Laurent Citradi Khairunnisa Amalia Pratami Kirana, Fatma Lovelita Kurnia Panjaitan Lusi Epsilawati Maharani Laillyza Apriasari Melisa Budipramana, Melisa Mieke Hermiawati Satari Monita Valentine Silalahi Muhammad Genadi Askandar Muhammad Nabiel Taqiyuddin Ham Nadia Nadia Nadia Rizky Safitri Namira Aulia Rizkia Nida Amalia Noor Mutiari Amalia Novridha Dewi Ardiyanti Patrycia Solavide Br. Sijabat Rahmad Arifin Rahmadella, Afifah Rayhappyeni Rizkina Riani Ridha Aulia Riky Riky Riznika Riznika Riznika, Riznika Rosihan Adhani, Rosihan Sabila Maghfuroh Aqsha Syahari Saidatun Nisa Saiful Akhyar Lubis Salsabila Muhtar Sari, Galuh Dwinta Sarifah, Norlaila Selvira Linda Pratiwi Setyawardhana, Raden Harry Dharmawan Shaula Chintyasari Sherli Diana Sitepu, Alexander Siti Denty Rizqita Sity Noormazidah Sri Hardianti Tri Putri, Deby Kania Utami, Juliyatin Putri Virlia Putri Rachmayani Widodo Widodo Widodo Widodo Widya Elisabeth Silalahi Widya Oktiani, Beta Widyandini Aulia Arif Winda Aulia Putri Wulandari Wulandari Yanuar Agung Priambodo