Claim Missing Document
Check
Articles

Rancangan Geometri Peledakan Pada Lapisan Limestone di PT Balangan Coal Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan Nainggolan, Willy Kusuma; Virgiyanti, Lisa; Noveriady, Noveriady; Iashania, Yunida; Andri, Yusias
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19899

Abstract

Geometri peledakan merupakan parameter utama yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil distribusi fragmentasi yang seragam dan sesuai dengan target yang diharapkan. Target Fragementasi PT Balangan Coal adalah ukuran > 6 cm kurang dari 15%, ukuran 6 – 50 cm lebih dari 40% dan ukuran > 50 cm kurang dari 45%. Berdasarkan pengukuran geometri peledakan aktual adalah spacing 6,4 m, burden 6 m, kedalaman 5,1 m, subdrill 0,5 m, stemming 2,9 m, kolom isian 2,1 m dan powder factor 0,24 kg/m dengan distribusi fragmentasi aktual hasil peledakan yang dihasilkan ukuran > 6 cm sebesar 35,7%, ukuran 6 – 50 cm sebesar 63,8%, ukuran > 50 cm sebesar 0,5%. Setelah dilakukan rancangan ulang geometri peledakan dengan teori R.L Ash adalah spacing 7,5 m, burden 6,5 m, kedalaman 5,5 m, subdrill 0,5 m, stemming 3 m, kolom isian 2 m dan powder factor 0,22 kg/m dengan distribusi fragmentasi hasil peledakan yang dihasilkan ukuran > 6 cm sebesar 14,1%, ukuran 6 – 50 cm sebesar 42,2%, ukuran > 50 cm sebesar 43,7%. Kata Kunci: Geometri Peledakan, Fragmentasi
Analisis Produktivitas Excavator Komatsu PC 300 Pada Kegiatan Coal Getting Di PT. Lautan Hutan Lestari Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah Simamora, Andre; Putrawiyanta, I Putu; Iashania, Yunida; Wiryanto, Yustinus Hendra; Fridtriyanda, Asri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20924

Abstract

PT. Lautan Hutan Lestari is a coal mining company operating in Lemo Village, Central Kalimantan. The company targets production in May 2024 of 98.852 tonnes with an hourly target of 130 tonnes/hour. The actual coal production data shows production of 62.206 tonnes, the achievement of production is only 62,92% of the planned target. This study aims to increase the productivity of the coal getting unit, analyse the factors that cause the non-achievement of Komatsu PC 300 excavator productivity and provide improvement efforts to meet the planned production targets. Equipment analysis was carried out on a combination of mechanical tools used during the study, namely Excavator Komatsu PC 300. The research method used in this research is quantitative method. There are 2 scenarios that can be used to increase tool productivity in coal getting activities. Scenario 1 is a reduction in avoidable obstacle time to increase work efficiency so that productivity becomes 169,55 Tonnes/hour, this scenario has reached the production target but can still be improved. Scenario 2 is an improvement in obstacle time to increase work efficiency and fleet matching with the addition of conveyance units so that the resulting productivity can increase significantly by 222,22 Tonnes Keywords : Coal Getting., Excavator, Match Factor, Productifity
EFEKTIVITAS TANAMAN ECENG GONDOK (EICHORNIA CRASSIPES) DAN SUBSTRAT ORGANIK DALAM MENGELOLA KUALITAS AIR ASAM TAMBANG BATUBARA Asri Fridtriyanda; Neny Sukmawatie; Yunida Iashania
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i1.281

Abstract

Penambangan dengan sistem tambang terbuka memberikan dampak terhadap lingkungan seperti Air Asam Tambang. Air Asam Tambang terbentuk karena terekspose nya kandungan mineral sulfide dan mengalami proses oksidasi. Proses tersebut menghasilkan sulfat dengan tingkat keasaman yang tinggi sehingga dapat mempengaruhi kualitas lingkungan secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan Yang Baik pada lampiran VI menyatakan bahwa Air Asam Tambang harus dilakukan pemulihan dan pengelolaan air. Salah satu cara pengelolaan air yaitu secara pasif dengan menggunakan Eceng Gondok (Eichornia sp) dan substrat organik. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian untuk menganalisa efektivitas tanaman eceng gondok dan substrat organik dengan perlakuan yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai efektivitas pengelolaan kualitas air dengan menggunakan Eceng Gondok dan Substrat Organik takaran yang efektif yaitu Perlakuan B (10 Eceng Gondok dan 2 kg Substrat Organik) merupakan perlakuan yang paling efektif dari semua perlakuan. Peningkatan pH dari 3,03 menjadi 6,01 pada hari ke-4, penurunan TSS dari 30 mg/l menjadi 5 mg/l pada hari ke-16, penurunan Fe dari 5,858 mg/l menjadi <0,033 pada hari ke-4 dan penurunan Mn dari 6,973 mg/l menjadi 1,914 mg/l pada hari ke-8.
Pengaruh Kapur Tohor dan Zeolite Pada Air Tambang di PT. Marunda Grahamineral Sista Dewi, Iqramina; Indrajaya, Fahrul; Noveriady, Noveriady; Sukmawatie, Neny; Iashania, Yunida
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i4.784

Abstract

Air limbah tambang adalah udara yang berasal dari kegiatan penambangan batubara yang meliputi pengangkutan, pengangkutan dan penimbunan baik pada tambang terbuka maupun tambang bawah tanah yang dapat menyebabkan terbentuknya lumpur atau lumpur pengolahan udara dan udara asam tambang. Di PT. PT. Marunda Grahamineral air limbah tambang berasal dari area tambang termasuk dari ROM dan dialirkan ke kolam pengendapan yang kemudian dialirkan ke sungai yang berada di sekitar area penambangan. Air limbah tambang yang berada di settling pool SP 14 SE pit CTM memiliki pH 5 dan nilai TSS yang tinggi yaitu 9.460 mg/l. Pada penelitian ini dilakukan penambahan kapur tohor dan zeolit dengan dosis 0,1 gr/l, 0,5 gr/l dan 0,8 gr/l yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas air limbah tambang. Setelah dilakukan percobaan dengan menambahkan kapur tohor dan zeolit ??kualitas air limbah tambang telah memenuhi standar baku mutu lingkungan. Namun, reaktivitas kapur tohor lebih besar dibandingkan dengan zeolit ??dalam meningkatkan kualitas air limbah tambang. Hal ini dapat dilihat dari peningkatah pH dan penurunan kadar kandungan Mn. Dimana dengan dosis efektif 0,1gr/l kapur tohor nilai pH yang awalnya 5 meningkat menjadi 7,7 dan kandungan Mn yang awalnya 0,03 mg/l menurun menjadi 0,00 mg/l.
Rancangan Sump Berdasarkan Arah Kemajuan Tambang Dedy Jupiter Sihombing; Noveriady, Noveriady; Yunida Iashania
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v4i3.6870

Abstract

A sump is a water reservoir that functions to accommodate runoff water in the pit before the water is pumped. This study was conducted to determine the location plan and sump capacity based on the direction of mine progress and the actual estimation of runoff discharge that enters the pit at PT. Wahyu Murti Garuda Kencana, Central Kalimantan. There is a water problem that interferes with production activities because the actual sump dimensions are insufficient to accommodate the daily discharge of water that enters the sump. So that the impact on the mining front is flooded or there is waterlogging that disrupts mining activities. The progress of the mine is directed towards the north of the sump so that the distance and dimensions of the actual sump are ineffective and unable to accommodate the incoming water discharge in accordance with the direction of the mine progress due to the mining location in the pit which is easily submerged by water. The drainage condition at PT. Wahyu Murti Garuda Kencana uses the mine dewatering method which is a method of removing water that flows into the mining sump using a pump. Theoretically, by conducting direct research on the sump area of PT. Wahyu Murti Garuda Kencana, the actual sump dimensions are insufficient to accommodate the water discharge that enters the pit. The design carried out pays attention to the mining plan so that the sump design to be designed can be applied in the field in accordance with the mine design. The shape of the sump designed is a trapezoidal shape with dimensions of 80 m x 70 m cross-section, 74 m x 64 m bottom section, depth of 4 m and 55 degree tilt angle and a total sump volume capacity of 20,672 m3.
PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN AIR ASAM TAMBANG PADA KEGIATAN PERTAMBANGAN BATUBARA: MANAGEMENT AND CONTROL OF ACID MINE WATER IN COAL MINING ACTIVITIES Saptawartono; Iashania, Yunida; Murati, Ferra; Fidayanti, Neny; Melinda, Sena; Yakub Reba, Isai
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 24 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v24i1.11440

Abstract

Kegiatan pertambangan batubara merupakan salah satu komuditas yang sangat menjanjikan dalam rangka pasokan energi saat ini.  Namun demikian, kegiatan petambangan batubara perlu mendapat perhatian yang serius dalam pengelolaannya, mengingat dampak negatif yang dihasilkan juga sangat besar terhadap keberadaan dan kelestarian lingkungan.  Salah satu dampak negatif yang dihasilkan adalah terbentuknya limbah air asam tambang, yang keberadaannya sangat berpengaruh terhadap: (1) masyarakat sekitar; (2) biota perairan; (3) kualitas air permukaan; dan (4) kualitas air tanah.  Terhadap dampak negatif yang ditimbulkan oleh limbah air asam tambang, diperlukan adanya upaya-upaya pencegahan dan menghambat terbentuknya limbah air asam tambang pada kegiatan pertambangan batubara, yaitu diantaranya melalui tindakan mengurangi terjadinya kontak antara unsur-unsur yang mempengaruhi terbentuknya air asam tambang, seperti mineral sulfida yang berfungsi sebagai pirit yang dihasilkan dari permukaan batuan batu bara, air dan oksigen.  Disamping itu, terdapat beberapa teknologi pengolahan limbah air asam tambang yang bertujuan untuk menetralkan air asam tambang dengan meningkatkan pH airnya.  Teknologi pengolahan limbah air asam tambang yang berkembang saat ini, yaitu menggunakan metode teknologi pengolahan aktif dengan cara menetralisir pH air dengan bahan kimia buatan dan metode teknologi pengolahan pasif dengan cara tanpa menggunakan bahan kimia, tetapi sepenuhnya menggunakan proses kimia dan biologi secara alami. Kata kunci: Air Asam Tambang, Batubara, Pertambangan
PRODUKTIFITAS ALAT RIPPING PADA PEMBERAIAN OVERBURDEN DI PT. ABC: Productivity Of Ripping Tools In Overburden Spreading At PT. ABC Inso, Yos David; Iashania, Yunida
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 24 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v24i1.12424

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada PT. ABC menggunakan dozer tipe Komatsu BDZ 1501 -D155A dengan menggunakan metode ripping untuk proses pemberaian overburden. Tujuan dari pemberaian ini adalah memberaikan material overburden agar produktifitas unit loader dapat mencapai target produksi untuk mempermudah penambangan. Penelitian dilakukan dengan mengikuti kegiatan ripping overburden secara langsung di lapangan dan melakukan pencatatan bagaimana prosedur pelaksanaan kegiatan tersebut serta mengambil data-data yang akan di analisa kemudian. Dari data siklus alat ripping berdasarkan waktu maju, waktu mundur, waktu tetap, penetrasi ripper, jarak ripping dan waktu hambatan diperoleh 292 siklus ripping yang terdiri dari 2 lokasi ripping dengan 7 area ripping. 292 siklus ripping ini dikelompokkan menjadi beberapa data berdasarkan jarak yang didapatkan selama siklus ripping. besaran nilai produktifitas dari alat ripping dozer Komatsu BDZ 1501 – 155A adalah senilai 199,56 bcm/jam. Faktor- faktor yang menyebabkan produktivitas rendah yaitu metode ripping, kondisi material dan waktu hambatan. Kata kunci: overburden, ripping, bulldozer  
Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Kualitas Air Sanitasi Melalui Instalasi Ecosmart Water Filter di DAS Kota Palangka Raya Reni Agustiani; Yunida Iashania; Gabriela Elsandika; Yunita Enzelina Silaban; Valentinus Waruwu; Salsa Ayudhia Pratama; Bryan Faith Situmorang
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.7982

Abstract

Masyarakat di Kelurahan Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya, memenuhi kebutuhan air sanitasi dengan memanfaatkan air Sungai Kahayan meskipun kualitas airnya menurun dan air sumur bor yang masih keruh. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya anggota Karang Taruna, dalam mengolah air sungai menjadi air bersih yang layak digunakan. Metode pelaksanaan PkM meliputi tahap sosialisasi dan pemetaan awal, dilanjutkan dengan empat kegiatan pelatihan: sosialisasi pentingnya sanitasi air bersih, pelatihan teori Ecosmart Water Filter, praktik pembuatan filter, dan pelatihan pemeliharaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan peserta. Hal ini dibuktikan melalui hasil angket yang diberikan sebelum dan sesudah setiap sesi pelatihan, di mana jawaban peserta beralih dari ragu-ragu menjadi "setuju" dan "sangat setuju" terhadap pentingnya sanitasi air dan kemampuan mereka dalam merakit serta memelihara filter. Program ini berhasil memberdayakan masyarakat dengan memberikan solusi praktis dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan air bersih.
Perbandingan hasil uji jar test tawas dan kuriflock dalam mengelola total suspended solid (TSS) pada air limbah penambangan batubara Fridtriyanda, Asri; Iashania, Yunida; Andri, Yusias
Jurnal Himasapta Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i1.15047

Abstract

PT Telen Orbit Prima merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara yang menghadapi tantangan dalam mengelola air limbah penambangan. Permasalahan yang terjadi adalah, nilai kadar Total Suspended Solids (TSS) yang tinggi. Apabila nilai kadar TSS tinggi, dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan dapat memberikan dampak terhadap lingkungan disekitarnya. Sehingga diperlukan pengelolaan dalam menurunkan nilai kadar TSS yaitu dengan cara perlakuan kimia melalui proses koagulasi dan flokulasi. Adapun bahan kimia yang digunakan untuk proses koagulasi-flokulasi adalah tawas dan kuriflock. Untuk mengetahui dosis optimum tawas dan kuriflock dalam mengelola TSS maka diperlukan suatu Uji Jar Test dengan skala laboratorium. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium secara Uji Jar Test, didapatkan dosis optimum tawas yang digunakan adalah 20 ppm karena persentasi penurunan TSS nya tiggi, yaitu 97% (TSS akhir = 18mg/l) dalam waktu 7 menit. Sedangkan dosis optimum kuriflock yang dapat digunakan adalah 3 ppm karena persentasi penurunan TSS nya tiggi, yaitu 97% (TSS akhir = 18mg/l) dalam waktu 1 menit. Perlakuan Kuriflock lebih cepat dalam menurunkan nilai kadar TSS karena membentuk flok lebih cepat dan besar, efektif pada dosis yang rendah dan efisiensi waktu yang lebih baik. ABSTRACTPT. Telen Orbit Prima is a company engaged in coal mining that faces challenges in managing mining wastewater. The problem that occurs is the high value of Total Suspended Solids (TSS). If the TSS value is high, it can cause a decrease in water quality and can have an impact on the surrounding environment. So that management is needed to reduce the TSS value, namely by chemical treatment through the coagulation and flocculation process. The chemicals used for the coagulation-flocculation process are alum and kuriflock. To determine the optimum dose of alum and kuriflock in managing TSS, a Jar Test is needed on a laboratory scale. Based on the results of laboratory testing using Jar Test, optimum dose of Alum used is 20 ppm because the percentage of TSS reduction is high, which is 97% (final TSS = 18mg / l) in 7 minutes. While optimum dose of kuriflock that can be used is 3 ppm because the percentage of TSS reduction is high, which is 97% (final TSS = 18mg / l) in 1 minute. Kuriflock treatment is faster in reducing TSS levels because it forms faster and larger flocs, is effective at low doses and has better time efficiency.
Rancangan dimensi settling pond di pit Harapan PT. Hamparan Mulya Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah Zebua, Augusyoellisman; Iashania, Yunida
Jurnal Himasapta Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i2.14120

Abstract

PT. Hamparan Mulya adalah perusahaan tambang batubara menggunakan metode tambang yaitu open pit. Dengan menggunakan sistem tambang open pit, bukaan tambang menyebabkan air perlu dikontrol selama proses penambangan. Kondisi settling pond menunjukkan bahwa kompartemen tidak dapat menampung air yang masuk sehingga meluap. Akibatnya, lumpur tidak dapat mengendap secara maksimal di dalam settling pond. Berdasarkan masalah yang terjadi pada perusahaan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi tentang dimensi settling pond yang ideal. Didasarkan pada perhitungan curah hujan menggunakan metode Log Pearson Type III, dimensi settling pond dirancang. Hasilnya menunjukkan niali rencana curah hujan sebesar 223,96 mm/hari, intensitas hujan sebesar 77,6449 mm/jam, dan luas DTH 0,6 km2, sehingga debit air limpasan sebesar 41.960,78 m3/jam. Dengan mempertimbangkan parameter di atas, kolam pengendapan harus dirancang supaya bisa menampung total debit sebesar 41.960,78 m3/hari. Settling pond yang disarankan memiliki ukuran seperti berikut: lebar permukaan 60 meter, lebar dasar 52 meter, lebar permukaan air 51 meter, kedalaman sump 4 meter, dan kemiringan 45 derajat. Tujuan rancangan ini adalah agar mengontrol air yang masuk dengan menampung secara maksimal sehingga proses pengendapan material di kolam pengendap dapat dengan maksimal mengendap.
Co-Authors Agustiani , Reni Agustina, Lastiur Al Fiah. B, Dwi Ayu Ambeng, Rafvie Resido Ambeng, Ravie Resido Apriliyanti, Nia Aqli, Yusuf Kavin Ariyantho, Dody Asri Fridtriyanda Audy Mirelia W.S Betrio L, Prayoga Bryan Faith Situmorang Deddy Tanggara Dedy Jupiter Sihombing Enzelina Silaban, Yunita Fahrul Indrajaya Fahrul Indrajaya Fahrul Indrajaya Faradila, Naila Fatma Sarie Ferdinandus Ferdinandus FERRA MURATI Ferra Murati Fidayanti, Neny Fransisco, Theo Gabriela Elsandika Hendra Wiryanto, Yustinus I Dewa Made Prawindya Kumara I Putu Putrawiyanta Ibnu Sina Indrajaya, Fahrul Inso, Yos David Iqramina Sista Dewi keliat, egiandre Khairi Kristianti, Novera Luwyk Djanas Usup, Hepryandi Melinda, Sena Nababan, Berkat Obniel Nababan, Immanuel Nainggolan, Willy Kusuma Neny Sukmawatie Ni Putu Ayu Indyastika Novalisae Noveriady Nuansa Mare Apui Ganang Onie D. Sanitha Onie D. Sanitha Onie Dian Sanitha Onie Dian Sanitha Pebryanto, Pebryanto Pramana, Andika Prayoga, Aditia Rahayu, Elis Sri Reni Agustiani Reni Agustiani, Reni Rivaldo Tarigan, Rio S. Duna, Benny Irawan Salsa Ayudhia Pratama Samsul Arifin Saptawartono Saptawartono Saptawartono, Saptawartono Sari Pratiwi Sihombing, Yusuf Aditya Silaban, Lamture Simamora, Andre Sinaga, Elme Romayani Sista Dewi, Iqramina Sofi Miftah Alrasyid Sompotan, Audy Mirelia Wirly Sukmawatie, Neny Sylvana Anethe Taruna, Yulian Taufiqurahman Taufiqurahman, Taufiqurahman Theo Fransisco Theo Fransisco Theo Fransisco Utari, Pradita Valentinus Waruwu Virgiyanti, Lisa Waruwu, Valentinus Wijaya, Dody Ariyantho Kusma Wijaya, Dody Ariyantho Kusuma Wiryanto, Yustinus Hendra Yakub Reba, Isai Yohanes, Yosindo Yosindo Yohanes Yossa Yonathan Hutajulu Yunita Enzelina Silaban Yusias Andri Yusuf Aditya Sihombing Zebua, Augusyoellisman