Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Duta Pharma Journal

KADAR KALSIUM KARBONAT LIMBAH CANGKANG AYAM RAS DALAM PEMANFAATAN MENJADI SEDIAAN GEL TABIR SURYA Hidayat, Rahmat; Ardiyantoro, Bagas; Permata, Bangkit Riska; Khasanah, Uswatun
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4815

Abstract

Potensi pemanfaatan limbah cangkang telur ayam sebagai sumber kalsium karbonat (CaCO3) untuk formulasi sediaan gel tabir surya. Cangkang telur ayam, yang sering dibuang sebagai limbah, mengandung sekitar 90,5% kalsium karbonat, yang memiliki sifat pemblokiran UV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat formulasi gel tabir surya menggunakan tepung cangkang telur dan mengevaluasi sifat fisik serta nilai Sun Protection Factor (SPF) sediaan tersebut. Cangkang telur diproses menjadi tepung, dan kadar kalsium ditentukan menggunakan titrasi kompleksometri dengan EDTA. Tepung yang dihasilkan kemudian dimasukkan ke dalam basis gel yang mengandung karbopol 940, propilen glikol, gliserin, dan stabilisator lainnya untuk membuat empat formulasi dengan konsentrasi tepung cangkang telur yang berbeda (0%, 10%, 15%, dan 20%). Formulasi gel tabir surya diuji untuk sifat fisiknya, termasuk uji organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Nilai SPF ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, dengan hasil yang menunjukkan peningkatan signifikan pada SPF seiring dengan peningkatan konsentrasi tepung cangkang telur. Formulasi dengan 20% tepung cangkang telur menunjukkan nilai SPF tertinggi sebesar 15,1, yang dikategorikan sebagai perlindungan maksimal. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa limbah cangkang telur dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai bahan aktif dalam formulasi tabir surya, memberikan solusi ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah sekaligus aplikasi kosmetik.
OPTIMASI GELLING AGENT DAN HEMUKTAN SEDIAAN SEMI PADAT EKSTRAK KULIT KAYU SECANG (Caesalpinia Sappan L.) Ardiyantoro, Bagas; Hidayat, Rahmat; Raharjo, Danang
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 2 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/kb0khh06

Abstract

Kulit kayu secang (Caesalpinia sappan L.) umumnya digunakan untuk obat tradisional guna mengobati banyak sekali penyakit. Secang sendiri mengandung senyawa fenolik misalnya asam gallat, brazilin dan brazilein. Senyawa tersebut dikenal sebagai senyawa intermediet antioksidan, dan memiliki fungsi sebagai penangkal radikal bebas serta serta reactive oxygen spesies (ROS) secara langsung, sehingga menghambat regenerasi ROS dan dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dan enzim antioksidan seluler secara tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan manfaat ekstrak kulit kayu secang sebagai antioksidan alami, menemukan formula terbaik ekstrak kayu secang , dan mengevaluasi sediaan gel terbaik ekstrak kayu secang. Optimasi ekstrak kulit kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dengan menggunaan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Untuk evaluasi yang digunakan sebagai parameter penelitian menggunakan uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji daya lekat, dan uji sebar. Dengan optimasi menggunakan geling agent dan hemuktan gel, komposisi HPMC 4,210 % dan propilenglikol 14,790 % sebagai formula gel yang di gunakan. Kadar flavonoid total ekstrak etanol kulit kayu secang (Caesalpinia sappan L.) adalah 10,145 EQ/g sampel, dan aktivitas antioksidan metode DPPH (1,1- Diphenyl-2 Picrylhdrazyl) menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 48,14 ppm, sediaan gel F1 sebesar 48,21 ppm dan F0 sebesar 563,03 ppm yang tidak memiliki antioksidan aktif karena >500.
KADAR KALSIUM KARBONAT LIMBAH CANGKANG AYAM RAS DALAM PEMANFAATAN MENJADI SEDIAAN GEL TABIR SURYA Hidayat, Rahmat; Ardiyantoro, Bagas; Permata, Bangkit Riska; Khasanah, Uswatun
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4815

Abstract

Potensi pemanfaatan limbah cangkang telur ayam sebagai sumber kalsium karbonat (CaCO3) untuk formulasi sediaan gel tabir surya. Cangkang telur ayam, yang sering dibuang sebagai limbah, mengandung sekitar 90,5% kalsium karbonat, yang memiliki sifat pemblokiran UV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat formulasi gel tabir surya menggunakan tepung cangkang telur dan mengevaluasi sifat fisik serta nilai Sun Protection Factor (SPF) sediaan tersebut. Cangkang telur diproses menjadi tepung, dan kadar kalsium ditentukan menggunakan titrasi kompleksometri dengan EDTA. Tepung yang dihasilkan kemudian dimasukkan ke dalam basis gel yang mengandung karbopol 940, propilen glikol, gliserin, dan stabilisator lainnya untuk membuat empat formulasi dengan konsentrasi tepung cangkang telur yang berbeda (0%, 10%, 15%, dan 20%). Formulasi gel tabir surya diuji untuk sifat fisiknya, termasuk uji organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Nilai SPF ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, dengan hasil yang menunjukkan peningkatan signifikan pada SPF seiring dengan peningkatan konsentrasi tepung cangkang telur. Formulasi dengan 20% tepung cangkang telur menunjukkan nilai SPF tertinggi sebesar 15,1, yang dikategorikan sebagai perlindungan maksimal. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa limbah cangkang telur dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai bahan aktif dalam formulasi tabir surya, memberikan solusi ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah sekaligus aplikasi kosmetik.
UJI TERATOGENIK JAMU BROTOWALI (Tinospora Crispa) DAN DAUN PEPAYA (Carica Papaya) TERHADAP FETUS MENCIT PUTIH (Mus Musculus) : UJI TERATOGENIK JAMU BROTOWALI (Tinospora Crispa) DAN DAUN PEPAYA (Carica Papaya) TERHADAP FETUS MENCIT PUTIH (Mus Musculus) bagas ardiyantoro; Fitriana, Mona
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 1 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamu brotowali dan daun pepaya merupakan ramuan tradisional yang umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Namun, informasi terkait potensi efek teratogenik dari konsumsi jamu ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak teratogenik dari pemberian jamu brotowali dan daun pepaya pada mencit hamil (Mus musculus). Sebanyak 35 ekor mencit putih dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan. Kelompok pertama diberi aquadest sebagai kontrol normal, sedangkan kelompok kedua diberi injeksi intravena cyclophosphamide dengan dosis 50 mg/kg berat badan. Kelompok ketiga, keempat, dan kelima menerima jamu brotowali dan daun pepaya dengan dosis masing-masing 0,26; 0,52; dan 1,04 ml/kg berat badan. Pemberian jamu dilakukan selama periode organogenesis, dan pada hari ke-18 kehamilan, mencit dibedah secara laparotomi untuk mengambil janin. Pengamatan meliputi analisis biometrik, morfologi makroskopis, dan kelainan kerangka untuk menilai efek teratogenik. Hasil menunjukkan bahwa jamu brotowali dan daun pepaya memiliki potensi teratogenik, terutama pada dosis lebih dari 1,04 ml/kg berat badan.