Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Promosi UMKM Virgin Coconut Oil (VCO) melalui Inovasi Teknologi Tepat Guna dan Digital Marketing Baihaqi, Baihaqi; Asrul, Asrul; Rianse, Muhammad Iqbal Kusumabaka; Ramadhan, Muhammad Rahmad; Dahlan, Andi
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025): In Process
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.1707

Abstract

UMKM Virgin Coconut Oil (VCO) memiliki potensi besar sebagai produk unggulan berbasis sumber daya lokal yang mendukung sektor kesehatan dan ekonomi masyarakat. Namun, permasalahan utama yang dihadapi UMKM adalah keterbatasan kapasitas produksi akibat penggunaan teknologi sederhana serta lemahnya strategi pemasaran yang masih bersifat konvensional. Hal ini berdampak pada rendahnya daya saing dan keterbatasan akses pasar produk VCO. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran UMKM VCO melalui penerapan inovasi teknologi tepat guna dan digital marketing. Metode yang digunakan meliputi: (1) identifikasi permasalahan mitra, (2) pelatihan dan implementasi teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi VCO, (3) pelatihan serta pendampingan digital marketing melalui pemanfaatan media sosial, marketplace, dan strategi branding, serta (4) monitoring dan evaluasi hasil kegiatan. Luaran yang ditargetkan antara lain peningkatan kapasitas produksi hingga 30%, perbaikan mutu produk sesuai standar pasar, terbentuknya toko online dan akun media sosial aktif, serta peningkatan omzet penjualan minimal 20% dalam enam bulan. Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM VCO dapat lebih berdaya saing, memiliki akses pasar lebih luas, dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Pengaruh Jenis Susu dan Konsentrasi Starter Terhadap Kadar Asam, Ph, dan Total Bakteri Asam Laktat Yoghurt Dahlan, Andi; Wijayanti, Willy; Rianse, Muhammad Iqbal Kusumabaka; baihaqi, baihaqi; Naim, Yulfa
Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Pengolahan Pertanian
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jtpp.v6i1.9494

Abstract

ABSTRAKSusu segar merupakan salah satu jenis pangan yang memiliki kandungan gizi tinggi tetapi sangat mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme. Salah satu upaya agar susu tidak cepat rusak sebelum dikonsumsi yaitu teknologi fermentasi menggunakan kultur bakteri menjadi produk seperti yoghurt. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia dan mikrobiologi yoghurt yang dibuat dari jenis susu yang berbeda dan konsentrasi dari kultur starter. Percobaan ini menggunakan susu UHT full cream dan Low Fat, serta menggunakan starter dari yoghurt merk “Biokul” dengan konsentrasi 5% dan 10%. Pengujian dilakukan untuk mengukur total asam laktat, pH, serta total bakteri asam laktat. Hasil percobaan menunjukkan jenis susu dan konsentrasi starter berpengaruh terhadap total asam laktat, pH, dan total bakteri asam laktat. Perlakuan terbaik adalah yoghurt dengan jenis susu full cream dengan penambahan kultur starter Biokul 5% (FC5) dengan kadar asam laktat 2,40%, pH 4,51, serta total bakteri asam laktat sebesar 7,62 log CFU/mL.ABSTRACTFresh milk has high nutritional content but is very easily contaminated by microorganisms. One way to prevent from spoiling quickly before consumption is fermentation technology using bacterial cultures to produce products such as yoghurt. The experiment aimed to determine the chemical and microbiological quality of yoghurt made from different types of milk and the concentration of starter culture. This experiment used full cream and Low Fat UHT milk, and used a starter from "Biokul" brand yoghurt with concentrations of 5% and 10%. Tests are carried out to measure total lactic acid, pH, and total lactic acid bacteria. The experimental results showed that the type of milk and starter concentration had a significant effect on total lactic acid, pH and total lactic acid bacteria.  The best treatment was yogurt with full cream milk and the addition of 5% Biokul starter culture (FC5) with a lactic acid content of 2.40%, pH 4.51, and a total of 7.62 log CFU/mL lactic acid bacteria.
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN BAKSO AYAM PADA USAHA RUMAH TANGGA DI KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI DENGAN PENDEKATAN METODE HAYAMI Limi, Muhammad Aswar; Zani, Munirwan; Abdullah, Sukmawati; Nalefo, La; Rianse, Muhammad Iqbal Kusumabaka
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 8, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v8i1.1381

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat proses pembuatan bakso ayam secara menyeluruh dan mengetahui nilai tambah yang dihasilkan dari pembuatan bakso ayam di bisnis rumah tangga dengan menggunakan metode Hayami. Dilaksanakan dari Maret hingga Mei 2023, penelitian ini mengambil sampel usaha rumah tangga pengolahan bakso ayam plus di Kelurahan Rahandouna, dipilih melalui purposive sampling. Variabel penelitian meliputi proses pengolahan, output dan input produksi, faktor konversi, koefisien tenaga kerja, dan aspek finansial seperti harga produk, upah tenaga kerja, pendapatan, dan keuntungan. Metode penelitian mencakup pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk proses pengolahan dan Analisis Hayami untuk nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan proses pengolahan yang efektif, meliputi pemotongan daging, penggilingan, pencampuran bahan, pembentukan bakso, perebusan, dan penirisan. Nilai tambah Rp 38.440 per kg dan rasio nilai tambah 42,5% ditemukan melalui analisis nilai tambah Metode Hayami. Keuntungan usaha tercatat tinggi, dengan tingkat keuntungan sebesar 82,05%, dan tenaga kerja menyumbang sekitar 17,95% dari nilai tambah. Studi ini menyoroti kontribusi signifikan pengolahan bakso ayam terhadap peningkatan nilai ekonomi di tingkat usaha rumah tangga.
Pengembangan Ornamental Landscape yang Berkelanjutan untuk Mengurangi Surface Urban Heat Island di Masjid Asy-Syifaa Kota Kendari Bahdad, Bahdad; Harimuddin, Jamal; Aris, Armayanti; Rianse, Muhammad Iqbal Kusumabaka; Aulia, Fina; Syafii, Muhammad; Anggriani, Reffi; Fansuryah, Riyan; Nursakinah, Siti; Nurgiantoro
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.3.333-343

Abstract

Revegetation based on the ornamental landscape is one of the efforts to reduce the surface of urban heat islands (SUHI), the intensity of which is always influenced by land surface temperature (LST). The focus of the PBM scheme community service program in the scope of PKM is disaster mitigation due to climate change, significantly reducing the risk of disasters due to LST. The program aims to reduce SUHI through vegetation modification using edible and ornamental plants as elements forming the landscape with a public education approach and revegetation actions. The results of PBM-PKM in public education activities show the high enthusiasm of the community in participating in activities and show that the level of partner understanding of the concept of revegetation has reached 100%. As a result of revegetation activities, as many as 342 edible plants and ornamental plant seeds invested in the community were successfully planted in the Asy-Syifaa Mosque, Kendari City landscape. The achievement of increasing the level of community empowerment shows a significant increase in understanding regarding the importance of creating vegetation in the yard landscape to reduce the risk of disasters due to rising LST through vegetation, which has been understood 100% by target partners. The results of monitoring and evaluating the growth of edible plants and ornamental plants as landscape-forming elements were able to grow well in the Asy-Syifaa Mosque area.