Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Edukasi Pengaruh Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Kecamatan Jaya Aceh Jaya Putri, Rosalia; Amalina, Wahida; Najikhah, Nur; Hidayattullah, Mhd.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 2 No. 3 (2024): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v2i3.82

Abstract

Stunting adalah salah satu masalah gizi yang dapat menghambat perkembangan manusia secara bermakna, anak-anak dikatakan stunting apabila tinggi badan mereka untuk usia kurang dari negatif dua standar deviasi di bawah median standar pertumbuhan anak, gangguan pertumbuhan yang gagal pada anak balita (bayi dibawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Balita usia 12-59 bulan merupakan usia yang rentan terhadap masalah gizi terutama stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di Kecamatan Jaya, Aceh Jaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional studi. Sampel dalam penelitian adalah 30 responden dengan Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji chi square dengan derajat kemaknaan (0,05). Hasil kegiatan ini adalah bahwa pengetahuan ibu berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan. Ibu adalah pengasuh pertama bagi anak-anak, sehingga peran ibu dalam stunting jelas penting. Keluarga adalah pendukung utama kedua untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
Sekolah Tanpa Rasa Takut: Mewujudkan SMP Bebas Bullying Melalui Keterlibatan Komunitas Rosalia Putri; Muhammad Fadhil Ulya; Martina Martina; Yuli Zuhkrina
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.885

Abstract

Fenomena di masyarakat umum menganggap perundungan di lingkungan sekolah adalah bentuk kenakalan anak pada umumnya sebagai perilaku wajar siswa dalam berinteraksi dengan teman-temannya. Remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual tujuan sosialisasi ini untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan bullying di kalangan remaja usia sekolah. Metode pelaksanaan yang digunakan pada kegiatan program sosialisasi ini adalah metode ceramah dan sesi tanya jawab. kejadian bullying sering terjadi di dalam kelas Ketika tidak ada guru dengan presentase tertinggi yaitu 32%. kasus bullying tidak lepas dari adanya faktor pemicu. Faktor-faktor yang memicu perilaku bullying antara lain karena adanya perbedaan kelas (senioritas), ekonomi, agama, gender, tradisi senioritas. Pencegahan bullying harus dilakukan di semua aspek kehidupan karena akan mempengaruhi Kesehatan mental siswa. 
Analisis Perbedaan Perilaku Bullying Berdasarkan Jenis Kelamin pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 21 Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya Rosalia Putri; Ellianufara Ellianufara; Quranayati Quranayati
Public Health Journal Vol. 2 No. 4 (2025): October–December, Occupational Health and Safety
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/et7fcx12

Abstract

Kasus perundungan di kalangan peserta didik Sekolah Dasar menunjukkan kecenderungan meningkat dan berimplikasi pada gangguan kesehatan, baik secara jasmani maupun psikologis, yang berpotensi menghambat efektivitas proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbedaan kecenderungan perilaku bullying ditinjau dari aspek jenis kelamin pada siswa Sekolah Dasar Negeri 21 Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif komparatif. Subjek penelitian mencakup seluruh siswa kelas V dan VI. Data dikumpulkan melalui kuesioner perilaku bullying yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara perilaku perundungan pada siswa laki-laki dan perempuan. Siswa laki-laki cenderung lebih dominan dalam bentuk bullying fisik, sementara siswa perempuan lebih sering terlibat dalam bullying verbal dan relasional. Perbedaan jenis kelamin diduga memengaruhi variasi bentuk serta tingkat intensitas perilaku bullying di lingkungan sekolah. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pihak sekolah dalam merancang program pencegahan dan penanganan bullying yang lebih efektif serta responsif terhadap perbedaan gender.
Pengaruh Tingkat Stres terhadap Aktivitas Fisik pada Pasien Diabetes Mellitus di Wilayah Puskesmas Sp.4 Nyong Kabupaten Pidie Jaya Sri Jumiati; Rosalia Putri; Pasyamei Rembune Kala
Public Health Journal Vol. 2 No. 4 (2025): October–December, Occupational Health and Safety
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/cphemn30

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang dan sering disertai dengan masalah psikologis berupa stres. Stres yang tidak terkelola dengan baik dapat memengaruhi perilaku kesehatan pasien, salah satunya aktivitas fisik yang berperan penting dalam pengendalian kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat stres terhadap aktivitas fisik pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Sp.4 Nyong Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien Diabetes Mellitus yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat stres dan aktivitas fisik, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat stres sedang dan memiliki aktivitas fisik rendah. Analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara tingkat stres terhadap aktivitas fisik pada pasien Diabetes Mellitus. Simpulan penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat stres yang dialami pasien, semakin rendah aktivitas fisik yang dilakukan. Oleh karena itu, pengelolaan stres perlu diintegrasikan dalam pelayanan Diabetes Mellitus di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Panteraja Kabupaten Pidie Jaya Zakia Ulrahmah; Hafni Zahara; Rosalia Putri; Miftahul Jannah; Nurnarita Laila
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, Inprogress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/pt94h587

Abstract

Acute Respiratory Tract Infection (ARI) remains a major health problem in Indonesia. Based on the 2025 national health reporting system survey, ARI ranks first the disease with the highest number of cases, namely more than 14.5 million cases. This study aims to determine and analyze the relationship between nutritional status and the incidence of ARI in toddlers in the working area of the Panteraja Community Health Center, Pidie Jaya Regency. The study used a quantitative method with an analytical observational design and a case-control approach. The dependent variable was the incidence of ARI in toddlers, while the independent variable was nutritional status. The study sample consisted of 66 toddlers. The results of the chi-square test showed a significant relationship between nutritional status and the incidence of ARI (p = 0.000; OR = 13,333, 95% CI = 4,028 –44,131). These findings indicate that poor nutritional status plays a role in the incidence of ARI in toddlers. Therefore, preventive promotive efforts and regular monitoring of toddler nutrition are needed to reduce the risk of ARI.