Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Edukasi Pengaruh Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 12-59 Bulan Di Kecamatan Jaya Aceh Jaya Putri, Rosalia; Amalina, Wahida; Najikhah, Nur; Hidayattullah, Mhd.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 2 No. 3 (2024): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v2i3.82

Abstract

Stunting adalah salah satu masalah gizi yang dapat menghambat perkembangan manusia secara bermakna, anak-anak dikatakan stunting apabila tinggi badan mereka untuk usia kurang dari negatif dua standar deviasi di bawah median standar pertumbuhan anak, gangguan pertumbuhan yang gagal pada anak balita (bayi dibawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Balita usia 12-59 bulan merupakan usia yang rentan terhadap masalah gizi terutama stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di Kecamatan Jaya, Aceh Jaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional studi. Sampel dalam penelitian adalah 30 responden dengan Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji chi square dengan derajat kemaknaan (0,05). Hasil kegiatan ini adalah bahwa pengetahuan ibu berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan. Ibu adalah pengasuh pertama bagi anak-anak, sehingga peran ibu dalam stunting jelas penting. Keluarga adalah pendukung utama kedua untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
Analisis Determinan Peran Ibu dalam Kesediaan Pemberian Imunisasi BCG Sebagai Upaya Pencegahan Tuberkulosis (TBC) Pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Matang Kuli Mhd. Hidayattullah; Rosalia Putri; Mansura Feby Amanda; Futry Maysura; Kurniati Kurniati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58045

Abstract

Imunisasi BCG memainkan peran penting dalam mencegah tuberkulosis (TB) pada anak. Namun, cakupan imunisasi masih rendah, terutama di Aceh (30,0%) dan Aceh Utara, di mana cakupan desa Universal Child Immunization (UCI) hanya sebesar 26,2%. Rendahnya cakupan ini menunjukkan adanya tantangan yang berkaitan dengan peran ibu dalam pengambilan keputusan imunisasi. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 95 ibu yang memiliki bayi usia 0–11 bulan di wilayah kerja Puskesmas Matang Kuli dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak bersedia memberikan imunisasi BCG (69,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,003), sikap (p=0,002), dan hambatan (p=0,003) dengan kesediaan pemberian imunisasi BCG. Responden dengan pengetahuan yang baik, sikap positif, dan hambatan yang lebih sedikit cenderung lebih bersedia mengimunisasi anaknya. Kesimpulannya, pengetahuan, sikap, dan persepsi terhadap hambatan merupakan determinan utama dalam cakupan imunisasi BCG. Intervensi yang berfokus pada edukasi kesehatan, penguatan sikap positif, dan pengurangan hambatan diperlukan untuk meningkatkan cakupan imunisasi serta mencegah TB pada anak.
Edukasi Stop Bullying (Memahami, Mengenali Dan Mencegah) di Sekolah Dasar Pidie Jaya Rosalia Putri; Hafni Zahara; Pasyamei Rembune Kala; Mhd. Hidayattullah; Nevia Novita
Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Juni 2026 - Ahsana: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/ahsana.v4i2.436

Abstract

Bullying merupakan permasalahan serius di lingkungan sekolah dasar yang berdampak negatif terhadap perkembangan sosial, emosional, dan akademik anak. Rendahnya pemahaman siswa mengenai bentuk dan dampak bullying menyebabkan perilaku tersebut sering dianggap sebagai hal yang wajar dalam interaksi sehari-hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang perilaku stop bullying melalui edukasi yang menekankan pada pemahaman, pengenalan, dan pencegahan bullying sejak dini. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 4 Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya dengan melibatkan 50 siswa kelas V dan VI. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, permainan edukatif, dan simulasi sederhana. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan kuesioner sederhana untuk menilai peningkatan pemahaman siswa. Tingkat pengetahuan siswa/i pre test 42%, setelah diberikan edukasi terkait bullying Tingkat pengetahuan siswa bertambah sebesar 68%. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai pengertian bullying, jenis jenis bullying, dampak negatif bullying, serta cara mencegah dan melaporkannya. Edukasi stop bullying terbukti efektif dalam menumbuhkan sikap empati, saling menghargai, dan kesadaran siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Self-Efficacy Dan Kesehatan Mental Siswa: Analisis Tingkat Kecemasan Pada Masa Masuk Sekolah Rosalia Putri; Mhd. Hidayattullah; Hafni Zahara; Maizzatul Raziah
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 2 (2026): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i2.25847

Abstract

Masa transisi dari sekolah dasar (SD) ke sekolah menengah pertama (SMP) merupakan fase yang sering memunculkan kecemasan dan memengaruhi keyakinan diri (self-efficacy) siswa dalam menghadapi lingkungan baru. Self-efficacy yang tinggi dapat membantu siswa beradaptasi, sedangkan self-efficacy rendah berpotensi meningkatkan kecemasan. Penelitian ini dilakukan karena tingginya kecemasan siswa pada masa transisi sekolah yang berpotensi mengganggu adaptasi akademik dan sosial. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 siswa yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian meliputi General Self-Efficacy Scale (GSES) untuk mengukur self-efficacy dan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) untuk mengukur kecemasan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki self-efficacy tinggi (68,3%) dan kecemasan minimal (66,7%) nilai p = 0,218 (p 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dan tingkat kecemasan siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecemasan siswa dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti dukungan sosial, pengalaman sebelumnya, serta kesiapan psikologis dalam menghadapi lingkungan sekolah baru.
Sekolah Tanpa Rasa Takut: Mewujudkan SMP Bebas Bullying Melalui Keterlibatan Komunitas Rosalia Putri; Muhammad Fadhil Ulya; Martina Martina; Yuli Zuhkrina
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.885

Abstract

Fenomena di masyarakat umum menganggap perundungan di lingkungan sekolah adalah bentuk kenakalan anak pada umumnya sebagai perilaku wajar siswa dalam berinteraksi dengan teman-temannya. Remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual tujuan sosialisasi ini untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan bullying di kalangan remaja usia sekolah. Metode pelaksanaan yang digunakan pada kegiatan program sosialisasi ini adalah metode ceramah dan sesi tanya jawab. kejadian bullying sering terjadi di dalam kelas Ketika tidak ada guru dengan presentase tertinggi yaitu 32%. kasus bullying tidak lepas dari adanya faktor pemicu. Faktor-faktor yang memicu perilaku bullying antara lain karena adanya perbedaan kelas (senioritas), ekonomi, agama, gender, tradisi senioritas. Pencegahan bullying harus dilakukan di semua aspek kehidupan karena akan mempengaruhi Kesehatan mental siswa. 
ANALYSIS OF FISH CONSUMPTION HABITS AND THE PERCENTAGE OF STUNTING INCIDENCE IN CHILDREN UNDER FIVE IN SAMPOINIET ACEH JAYA REGENCY Mhd. Hidayattullah; Nur Najikhah; Rosalia Putri; Fitriani Fitriani
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i1.3034

Abstract

Stunting Stunting adalah kondisi kronis yang menunjukkan malnutrisi jangka panjang dan telah menjadi perhatian serius di Indonesia, memengaruhi sekitar 37,2% anak di bawah usia lima tahun. Penelitian ini berfokus pada analisis hubungan antara konsumsi ikan dan stunting pada balita di Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian dilakukan selama satu bulan, yang melibatkan observasi langsung di lapangan, serta penggunaan kuesioner dan wawancara terstruktur. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis, dengan uji Chi-square untuk memberikan gambaran hubungan antara konsumsi ikan dan terjadinya stunting pada balita di Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. Hasil analisis menunjukkan bahwa 22,2% anak yang sering mengonsumsi ikan mengalami stunting, sementara 24,1% anak yang jarang mengonsumsi ikan mengalami stunting. Selain itu, 9,3% anak yang sering mengonsumsi ikan tidak mengalami stunting, sedangkan 44,4% anak yang jarang mengonsumsi ikan tidak mengalami stunting. Nilai p sebesar 0,015, yang lebih kecil dari 0,05, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi ikan dan stunting. AbstractStuntingis a chronic condition that indicates long-term malnutrition and has become a serious concern in Indonesia, affecting approximately 37.2% of children under five years of age. This study focuses on analyzing the relationship between fish consumption and stunting in toddlers in the Sampoiniet of Aceh Jaya Regency. The research was conducted over the course of one month, involving direct field observations, as well as the use of questionnaires and structured interviews. The method employed was descriptive analytical, with Chi-square testing to provide an overview of the relationship between fish consumption and the occurrence of stunting in toddlers in Sampoiniet, Aceh Jaya Regency. The analysis results show that 22.2% of children who frequently consume fish experience stunting, while 24.1% of children who rarely consume fish experience stunting. Additionally, 9.3% of children who frequently consume fish do not experience stunting, whereas 44.4% of children who rarely consume fish do not experience stunting. The p-value of 0.015, which is less than 0.05, indicates a significant relationship between fish consumption and stunting.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Status Mental Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Aceh Besar Muhammad Rizki; Rosinta Rosinta; Syukriadi Syukriadi; Rosalia Putri; Maidayani Maidayani; Mansuriza Mansuriza; Feriyani Feriyani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62064

Abstract

Status mental pada lansia cenderung mengalami penurunan seiring bertambahnya usia sehingga dapat memengaruhi kualitas hidup dan kemandirian lansia. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam mempertahankan status mental lansia adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan status mental pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 776 lansia dengan sampel sebanyak 88 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner berdasarkan teori Friedman, sedangkan status mental diukur menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga kategori cukup (76,1%) dan sebagian besar memiliki status mental kategori gangguan kognitif ringan (84,1%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan status mental lansia (p = 0,042; p < 0,05). Disimpulkan bahwa dukungan keluarga berperan dalam mempertahankan status mental lansia. Oleh karena itu, penguatan peran keluarga melalui dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan perlu diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan lansia di tingkat pelayanan primer
Analisis Perbedaan Perilaku Bullying Berdasarkan Jenis Kelamin pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 21 Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya Rosalia Putri; Ellianufara Ellianufara; Quranayati Quranayati
Public Health Journal Vol. 2 No. 4 (2025): October–December, Occupational Health and Safety
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/et7fcx12

Abstract

Kasus perundungan di kalangan peserta didik Sekolah Dasar menunjukkan kecenderungan meningkat dan berimplikasi pada gangguan kesehatan, baik secara jasmani maupun psikologis, yang berpotensi menghambat efektivitas proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbedaan kecenderungan perilaku bullying ditinjau dari aspek jenis kelamin pada siswa Sekolah Dasar Negeri 21 Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif komparatif. Subjek penelitian mencakup seluruh siswa kelas V dan VI. Data dikumpulkan melalui kuesioner perilaku bullying yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara perilaku perundungan pada siswa laki-laki dan perempuan. Siswa laki-laki cenderung lebih dominan dalam bentuk bullying fisik, sementara siswa perempuan lebih sering terlibat dalam bullying verbal dan relasional. Perbedaan jenis kelamin diduga memengaruhi variasi bentuk serta tingkat intensitas perilaku bullying di lingkungan sekolah. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pihak sekolah dalam merancang program pencegahan dan penanganan bullying yang lebih efektif serta responsif terhadap perbedaan gender.
Pengaruh Tingkat Stres terhadap Aktivitas Fisik pada Pasien Diabetes Mellitus di Wilayah Puskesmas Sp.4 Nyong Kabupaten Pidie Jaya Sri Jumiati; Rosalia Putri; Pasyamei Rembune Kala
Public Health Journal Vol. 2 No. 4 (2025): October–December, Occupational Health and Safety
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/cphemn30

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang dan sering disertai dengan masalah psikologis berupa stres. Stres yang tidak terkelola dengan baik dapat memengaruhi perilaku kesehatan pasien, salah satunya aktivitas fisik yang berperan penting dalam pengendalian kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat stres terhadap aktivitas fisik pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Sp.4 Nyong Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien Diabetes Mellitus yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat stres dan aktivitas fisik, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat stres sedang dan memiliki aktivitas fisik rendah. Analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara tingkat stres terhadap aktivitas fisik pada pasien Diabetes Mellitus. Simpulan penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat stres yang dialami pasien, semakin rendah aktivitas fisik yang dilakukan. Oleh karena itu, pengelolaan stres perlu diintegrasikan dalam pelayanan Diabetes Mellitus di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Panteraja Kabupaten Pidie Jaya Zakia Ulrahmah; Hafni Zahara; Rosalia Putri; Miftahul Jannah; Nurnarita Laila
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/pt94h587

Abstract

Acute Respiratory Tract Infection (ARI) remains a major health problem in Indonesia. Based on the 2025 national health reporting system survey, ARI ranks first the disease with the highest number of cases, namely more than 14.5 million cases. This study aims to determine and analyze the relationship between nutritional status and the incidence of ARI in toddlers in the working area of the Panteraja Community Health Center, Pidie Jaya Regency. The study used a quantitative method with an analytical observational design and a case-control approach. The dependent variable was the incidence of ARI in toddlers, while the independent variable was nutritional status. The study sample consisted of 66 toddlers. The results of the chi-square test showed a significant relationship between nutritional status and the incidence of ARI (p = 0.000; OR = 13,333, 95% CI = 4,028 –44,131). These findings indicate that poor nutritional status plays a role in the incidence of ARI in toddlers. Therefore, preventive promotive efforts and regular monitoring of toddler nutrition are needed to reduce the risk of ARI.