Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemanfaatan Citra Satelit Landsat untuk Identifikasi Tutupan Lahan Sebagai Mitigasi Awal Bencana Longsor Di Kecamatan Walenrang Barat Kabupaten Luwu Andika Madung; Ichwan Muis; Fitri Jusmi; Aryadi Nurfalaq
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 4 No. 2 (2023): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah rawan longsor dengan memanfaatkan citra satelit landsat untuk mendapatkan peta tutupan lahan. Citra satelit Landsat diproses menggunakan teknik klasifikasi tak terbimbing. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tutupan lahan di Kecamatan Walenrang Barat hutan sekunder, hutan primer dan lahan terbuka. Penelitian ini menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Walenrang Barat didominasi oleh Hutan Primer dengan luasan 118.76 atau setara dengan 44.16%, yang mendominasi di bagian barat dan selatan daerah penelitian.
Analisis Kemiringan Lereng DAS Suso Menggunakan Data Digital Elevation Model Aryadi Nurfalaq; Rahma Hi. Manrulu; Ichwan Muis; Andi Jumardi; Iriansa Iriansa; Iin Karmila Putri
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 5 No. 1 (2024): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemiringan lereng DAS Suso dengan memanfaatkan data DEM. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder tersebut adalah data vektor wilayah DAS Suso format shapefile (shp) dan data DEMNAS. Kemudian data-data tersebut diolah dengan bantuan aplikasi pengolah data Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memperoleh klasifikasi kemiringan lereng. kemiringan lereng DAS Suso Agak Curam persentase 35,1% dengan luas 13.010,27 Ha, Landai persentase sebesar 29,2% dengan luas 10.849,11 Ha, Datar persentase sebesar 23,8% dengan luas 8.841,51 Ha, Curam dan Sangat Curam memiliki persentase 11,2% dan 0,7% dengan luas masing-masing 4153,66 Ha dan 255,65 Ha.
Pemanfaatan Citra Satelit dan Data Geolistrik untuk Zonasi Daerah Rawan Longsor di Kecamatan Walenrang Barat Kabupaten Luwu Atfar R, Ranir; Azzahra, Silfa; Annur; Fitriani, Nita; Sari, Sartika; Nurfalaq, Aryadi
JFT : Jurnal Fisika dan Terapannya Vol 11 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jft.v11i1.48112

Abstract

This research aims to identify areas prone to landslides and landslide slip areas in West Walenrang District, Luwu Regency. The method used to determine landslide-prone areas is the scoring and overlay method, while to identify landslide slip areas using the dipole dipole configuration geoelectric method with a measurement path length of 100 m. The data used in scoring and overlaying are land cover data obtained from Landsat 8 satellite imagery, rainfall data and slope slope data originating from DEMNas. The results of this research show that most of the West Walenrang District is an area with a very high level of landslide vulnerability. The distribution of landslide-prone areas in West Walenrang District is in the low category, namely in Lewandi Village and Ilan Batu Village. Areas of moderate vulnerability are spread across a small part in Lewandi Village, Lamasi Hulu Village, Pasang Village, Lempe Village, Ilan Batu Uru Village, and Ilan Batu Village. Areas with high vulnerability are Lempe Village and Pasang Village. Meanwhile, areas with a very high level of vulnerability are spread across most of West Walenrang District, including Lewandi Village, Lamasi Hulu Village, Pasang Village, Lempe Village, Ilan Batu Uru Village, and Ilan Batu Village. The landslide slip area is interpreted as basalt rock which has a resistivity of 2,925 Ohm - 18,585 Ohm.m with a slope of 25.47o at a depth of 5.13 m - 17 m. The resulting landslide potential is in the form of a rotational type landslide.
Purwarupa Sistem Informasi Desa Matano - Smartano dalam Rangka Penguatan Pemasaran Hasil Pertanian Lada dan Promosi Wisata Desa Matano Nirsal, Nirsal; Nurfalaq, Aryadi; Naim, Muhammad; Idkhan, A. Muhammad; Kaswar, Andi Baso; Muhtar, Hafidz; Sari, Sartika; R, Ranir Aftar; Darme, Agustinus Suria; Rapa, Wiwi; Bantun, Suharsono; Sari, Jayanti Yusmah
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 6 (2024): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.6.715-720

Abstract

Matano Village has great potential in the agricultural sector, especially pepper production, as well as tourism potential that has been recognized nationally. This article discusses the development of a prototype of the Matano Village Information System, called Smartano, as a digital solution to integrate pepper agricultural product marketing and village tourism promotion. This system is designed to provide support for the local community in increasing the competitiveness of pepper products in the market and optimizing the tourism potential of Matano Village through an information technology-based approach.
Pemanfaatan Drone untuk Pemetaan Daerah Longsor dan Banjir Bandang DAS Suso Kabupaten Luwu Muis, Ichwan; Masluki, Masluki; Rasyid, Miswar; Ali, Baso; Iriansa, Iriansa; Jumardi, Andi; Nurfalaq, Aryadi; Rusdi, Muhammad Idham; Hi. Manrulu, Rahma
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 5 No. 2 (2024): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan titik-titik longsor di Kawasan Latimojong menggunakan drone dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai penyebab, dampak, dan langkah-langkah mitigasi bencana diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kesiapsiagaan dan penanganan bencana di Kabupaten Luwu. Langkah-langkah yang telah dilakukan dalam kegiatan pemetaan drone di Kawasan Latimojong Kabupaten Luwu yakni pengurusan izin penerbangan drone, observasi lapangan, pembentukan tim, pembuatan misi terbang drone, akuisisi data, analisis foto udara, Orthomosaic + DEM (Result), pembuatan virtual tour 360°, pembuatan WebGIS. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa bencana longsor yang terjadi di Kawasan Latimojong umumnya berada di area perkebunan Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan odengan titik longsor sebanyak 510 titik longsor yang tersebar di Kecamatan Latimojong, Bajo Barat dan Bua Ponrang dimana titik longsor terbanyak berada di Desa Tibussan.
Pemetaan Daerah Rawan Longsor Daerah Hulu DAS Suso di Desa Ulusalu Kecamatan Latimojong Berbasis Sistem Informasi Geografis Nurfalaq, Aryadi; Muis, Ichwan; Iriansa, Iriansa; Jumardi, Andi; Hi. Manrulu, Rahma
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 5 No. 2 (2024): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah rawan longsor menggunakan pendekatan Sistem Informasi geografis (SIG). Melalui pemetaan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Desa Ulusalu dalam menghadapi bencana longsor dan menyusun rencana mitigasi bencananya. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa citra Landsat 8, data curah hujan tahunan wilayah Kecamatan Latimojong dan sekitarnya dan data DEMNas Desa Ulusalu resolusi 5 m. Metode yang digunakan dalam penentuan zonasi daerah rawan longsor yaitu adalah Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE) dimana pada proses ini dapat dilakukan dengan memberikan kombinasi kriteria spasial dan diberi bobot pada setiap parameter longsor. Kerawanan longsor Desa Ulusalu sebagian besar berada pada tingkat Tinggi dengan luas 7,77 km2 (39,7%). Sedangkan kerawanan rendah mempunyai luas 1,62 km2 (8,3%), kerawanan sedang mempunyai luas 3,85 km2 (19,7%) dan kerawanan sangat tinggi seluas 6,33 km2 (32,3%). Terdapat dua titik kumpul yang ditetapkan yaitu di Dusun Gamaru dan Dusun Madangla.
Analisis Kedalaman dan Kualitas Air Tanah Dangkal Kelurahan Binturu Kota Palopo Berdasarkan Parameter Fisika Nurfalaq, Aryadi; Adam, Muhammad; Jumardi, Andi; Iriansa, Iriansa
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 4 No. 1 (2023): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v4i1.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman muka air tanah dangkal secara pasti dengan mengukur langsung sumur warga, mengetahui kualitas air tanah dengan parameter fisika seperti warna, kekeruhan, rasa, bau dan ada tidaknya endapan (zat padatan yang terlarut) terutama di sumur warga yang digunakan untuk konsumsi air minum. Proses akuisisi data dalam penelitian ini dibagi kedalam dua tahapan yaitu pengukuran kedalaman sumur dan pengukuran kualitas air. Akuisisi data kedalaman sumur dan tinggi muka air sumur menggunakan pita ukur dan koordinat sumur menggunakan Global Positioning System (GPS). Parameter Fisika seperti, rasa, bau, kekeruhan, total padatan terlarut, ph, dan salinitias air diukur menggunakan alat pengukur kualitas air portabel. Data analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis secara kualitatif mengamati kualitas air tanah berdasarkan parameter fisika seperti bau dan rasa. Untuk analisis kuantitatif dilakukan mengukur dan memplot koordinat, elevasi, dan kedalaman air tanah, TDS, salinitas dan pH. Hasil dari data dilanjutkan dengan pembuatan peta muka air tanah menggunakan aplikasi ArcGIS. Kedalaman muka air tanah di Kelurahan Binturu rata-rata sebesar 0,684 m dimana posisi muka air tanah paling dangkal berada pada kedalaman 0,1 m sedangkan muka air tanah paling dalam terdapat pada kedalaman 1,67 m. Kualitas air tanah di Kelurahan Binturu berdasarkan parameter fisika TDS, salinitas, suhu, pH dan rasa adalah layak untuk di konsumsi. Sedangkan berdasarkan parameter baunya, 40% air sumur di Kelurahan Binturu tidak layak (berbau). Penggunakan air sumur hanya dapat digunakan untuk keperluan MCK.
Identifikasi Akuifer Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Konfigurasi Schlumberger di Kelurahan Balandai Kota Palopo Elni, Elni; Nurfalaq, Aryadi; Hi. Manrulu, Rahma
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 4 No. 2 (2023): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v4i2.216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran dan kedalaman akuifer air tanah di Kelurahan Balandai Kota Palopo dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger. Adapun metode yang digunakan dalam penelitin ini yaitu metode geilistrik resistivitas konfigurasi schlumberger dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dimulai dari studi literatur kemudian melakukan survey lokasi dan yang terakhir pengambilan data, dilaksanakan pada bulan april sampai bulan juni 2022 Pada penelitian ini dilakukan pada 5 titik lintasan dimana lokasi yang terindikasi sebagai lokasi yang mengandung akuifer berada lintasan 1 dengan kedalaman 2,086-10,03 meter, lintasan 4 pada kedalaman 4,576 meter dan lintasan 5 pada kedalaman 2,21- 5,552 meter.
Identifikasi Bidang Gelincir Longsor di Desa Tanjong Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Wenner-Schlumberger Umar, Umar; Muis, Ichwan; Nurfalaq, Aryadi; Jusmi, Fitri
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 4 No. 2 (2023): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v4i2.221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bidang gelincir yang ada di Desa Tanjong. Jenis penelitian yang digunakan adalah lapangan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, yakni melakukan pengukuran menggunakan metode geolistrik konfigurasi wenner-schlumburger. Dengan menggunakan dua lintasan dengan panjang lintasan masing-masing 100 meter dengan spasi terkecil 10 meter. Hasil penelitan menunjukkan bahwa pengidentifikasian bidang gelincir berdasarkan nilai resistivitas dilakukan dengan melihat nilai resistivitas lapisan batuannya. Kedalaman bidang gelincir pada lintasan 1 di kategorikan kedalam bidang gelincir dangkal dengan kedalaman 2,5 meter serta nilai resistivitasnya 70,1 Ωm. Pada lintasan 2 dikategorikan kedalam bidang gelincir dalam dengan kedalaman 2,50 meter serta nilai resistivitasnya 26,5-43,9 Ωm.
Pemanfaatan Citra Satelit Landsat untuk Identifikasi Tutupan Lahan Sebagai Mitigasi Awal Bencana Longsor Di Kecamatan Walenrang Barat Kabupaten Luwu Madung, Andika; Muis, Ichwan; Jusmi, Fitri; Nurfalaq, Aryadi
Applied Physics of Cokroaminoto Palopo Vol. 4 No. 2 (2023): APCP Journal
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/apcp.v4i2.224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah rawan longsor dengan memanfaatkan citra satelit landsat untuk mendapatkan peta tutupan lahan. Citra satelit Landsat diproses menggunakan teknik klasifikasi tak terbimbing. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tutupan lahan di Kecamatan Walenrang Barat hutan sekunder, hutan primer dan lahan terbuka. Penelitian ini menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Walenrang Barat didominasi oleh Hutan Primer dengan luasan 118.76 atau setara dengan 44.16%, yang mendominasi di bagian barat dan selatan daerah penelitian.