Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JURNAL SWARNABHUMI

DAMPAK OBJEK WISATA AL-QUR`AN AKBAR TERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KECAMATAN GANDUS KOTA PALEMBANG Riza Ristiani; Ramanata Disurya; Maharani Oktavia
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.923 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v5i1.3343

Abstract

Keberadaan Al-Qur’an Akbar sangat menyita perhatian masyarakat dunia dan menjadi salah satu obyek wisata andalan Kota Palembang dan Sumatera Selatan. Apalagi sejak Al-Qur’an tersebut dikukuhkan sebagai satu-satunya yang ada di dunia dan masuk rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Wisatawanwisatawan mancanegara yang datang kebanyakan dari Timur Tengah seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Kuwait. Di objek wisata al-Qur`an Akbar terdapat 30 juz ayat suci Al-Qur’an yang dipahat atau diukir dengan ukiran khas Palembang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Dampak objek wisata Al-Qur`An Akbar terhadap sosial ekonomi masyarakat Kecamatan Gandus Kota Palembang. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik analisis data berupa reduksi data, display data dan verifikasi kemudian di deskripsikan secara kualitatif.. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa wisata Al-Qur`an Akbar memberikan dampak positif terhadap ekonomi di kecamatan Gandus, tercipta berbagai aktivitas ekonomi berupa usaha jual beli berbagai macam souvenir, produkproduk khas al-Qur’an al-Akbar maupun kuliner-kuliner yang tersedia disekitarnya. Secara sosial terbuka berbagai macam lapangan pekerjaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Gandus. Dampak negatif sosial ekonomi Al-Qur`an Akbar lingkungan sekitar warga menjadi agak bising, buruknya pengelolaan parkir mobil dan motor pengunjung yang datang karena tidak teratur dan semaunya saja sehingga ruas jalan sekitar wisata Al-Qur`an Akbar menjadi macet terutama di pinggiran jalan wisata Al-Qur`an Akbar. Dampak negatif lain yang terjadi adalah minimnya pengawasan dari pengelola terhadap pembuangan sampah sembarangan oleh para pengunjung, sehingga perhatian akan kebersihan terutama disekitar wisata Al-Qur`an Akbar belum optimal. Hal lain terjadinya peristiwa kriminal di wisata AlQur`an Akbar seperti pencurian dengan alasan faktor kemiskinan. Tingkat kemiskinan yang terus menerus bertambah menimbulkan kesenjangan ekonomi akan mengakibatkan hancurnya sendi-sendi tatanan sosial dan peradaban di Kecamatan Gandus.
PENGEMBANGAN DAYA TARIK RUMAH RAKIT SEBAGAI DESTINASI WISATA SUNGAI Maharani Oktavia; Ahmad Zamhari; Mardiana Sari
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.458 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v4i2.3233

Abstract

Otonomi daerah  menyebabkan pemerintah membuat berbagai jenis wisata yang cenderung monoton serta kurangnya konsep wisata sehingga destinasi wisata yang bermunculan cenderung kurang diminati, akibatnya destinasi wisata tersebut tidak mampu bertahan lama. Kota Palembang merupakan salah satu destinasi wisata sungai yang memiliki peluang dalam meningkatkan pembangunan dengan berbagai daya tarik salah satunya rumah rakit. Rumah rakit adalah rumah yang dibangun di atas rakit yang terbuat dari kayu, namun jejak sejarah itu kini kian lama menghilang dan terus menerus mengalami degradasi budaya sehingga diperlukan identifikasi terhadap daya tarik yang dimiliki dan arahan pengembangan rumah rakit sebagai destinasi wisata sungai yang ada di Kota Palembang. Pengumpulan data bersumber dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil survey, kuesioner dan wawancara. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi atau dinas yang terkait. Analisis pengembangan daya tarik dikaji dengan pendekatan SWOT.Hasil penelitian menyatakan bahwa potensi daya tarik alam serta potensi budaya yang khas memiliki daya tarik wisata yang indah, unik dan otentik berbasis kearifan lokal. Pengembangan daya tarik rumah rakit sebagai destinasi wisata sungai musi meliliki kelemahan berupafasilitas yang kurang memadai, tidak adanya atraksi wsiata,  kurangnya peran serta pemerintah dalam hal promosi yang lebih  iconik atau instagramable di zaman digital serta perlunya slogan dalam penguatan promosi wisata. Kekuatan wisata rumah rakit merupakan wisata alam  yang berbasis budaya serta sebagai peninggalan sejarah.
PENGAPLIKASIAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY-TWO STRAY DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN PERSEBARAN SUMBER DAYA ALAM DI KELAS XI SMA NEGERI 8 PALEMBANG handeka deka; Sukardi sukardi; Maharani oktavia
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v6i2.4504

Abstract

ABSTRAKMasalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah Pembelajaran Geografi Siswa Kelas XI Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two stay two stray Pada Pokok Bahasan Persebaran Sumber Daya Alam SMA N 8 Palembang?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis, mendeskripsikan dan mengetahui: Hasil pembelajaran Geografi siswa kelas XI melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two straypada pokok bahasan persebaran Sumber Daya Alam SMA N 8 Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, yang menguraikan atau memaparkan tentang bagaimana proses pembelajaran Persebaran Sumber Daya Alam di SMA N 8 Palembang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen kategori  pre-test and post-test one group yaitu sebuah eksperimen yang dilakukan sebelum eksperimen (pre-test) dan sesudah eksperimen (post-test). Berdasarkan penelitian dan pembahasan pada bab IV dan analisis data yang telah disajikan mengenai pembelajaran Geografi siswa kelas XI melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray pada pokok bahasan persebaran Sumber Daya Alam SMA N 8 didapatlah kesimpulan yaitu dalam proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray semua siswa dapat berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran dan pembelajaran di dalam kelas menjadi lebih menarik, siswa lebih mengerti serta tidak membosankan, sehingga siswa dapat memahami materi yang dipelajari dengan baik. Hasilnya dapat dilihat dari nilai yang diperoleh rata-rata pada tes awal (Pre-test) adalah 69,5 sedangkan nilai rata-rata yang diperoleh pada tes akhir  (Post-test) adalah 82. Didapatlah kesimpulan bahwa ada pengaruh positif pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray pada pokok bahasan persebaran Sumber Daya Alam SMA N 8. Dari hasil penelitian tersebut terdapat pengaruh yang signifikan.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM REVITALISASI SUNGAI SEKANAK DI KOTA PALEMBANG Hesti Wulandari; Maharani Oktavia; Eni Heldayani
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v5i2.4710

Abstract

Tujuan pada penelitian ini  untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap program revitasi sungai sekanak di kota palembang . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode suvei dengan menggunakan teknik pengumpulan data angket. Melibatkan informan kunci dengan teknik purposive sampling dan teknik analisis data yang digunakan yaitu skala likert. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persepsi masyarakat terhadap program revitalisasi sungai sekanak di Kota Palembang meliputi kondisi fisik, kondisi sosial, dan kondisi ekonomi baik dengan rata-rata masyarakat yang menyatakan setuju terdapat 43% rsponden, sedangkan menyatakan ragu-ragu 31% responden, dan yang tidak setuju 9.33%. Dalam hal ini peneliti menarik kesimpulan bahwa persepsi masyarakat terhadap program revitalisasi sungai sekanak yaitu baik.
KAMPUNG KAPITAN SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS TERPADU Kristian, Indah; Aryanigrum, Kiki; Nuranisa, Nuranisa; Oktavia, Maharani
Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v7i2.4513

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana Kampung Kapitan menjadi sumber pembelajaran bagi siswa kelas VII. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan Tjoa Tiong Gie (Mulyadi) dan Oey Eng Sui sebagai informan kunci, serta Sri Hastuti seorang guru IPS Terpadu. Data hasil penelitian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Kapitan dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS Terpadu dengan Kompetensi Dasar 4.1. terbentuknya pemukiman Kampung Kapitan dilatarbelakangi oleh seorang perwira Lioang Taow Ming yang cukup berpengaruh terhadap komunitasnya, dan diberikan wewenang untuk mengatur wilayah 7 Ulu. Klasifikasi sosial disertai terbentuknya hunian (pemukiman) berdasarkan etnik berperan sebagai mediator (pedagang perantara) yang menjembatani kepentingan pribumi dengan pemeritah kolonial. Kehidupan sosial penduduk Kampung Kapitan pada awal berdirinya berbasis perdagangan. Bentuk pemukiman merupakan perpaduan dari tiga budaya, yaitu etnis Cina, Melayu dan Eropa (Belanda). Konsistensi penduduk setempat dalam mempertahankan keberadaan pemukiman adalah dengan mengadakan tradisi berupa festival Cap Go Meh. Selanjutnya, kehidupan sosial mengalami perubahan dari pedagang (niaga), dan sekarang membaur dengan masyarakat umumnya untuk berdagang, bekerja serabutan, membuka kuliner dan sebagainya. Secara astronomis terletak pada 2° 58' LS dan 105° BT. Sedangkan secara geografis, terletak di Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberan Ulu 1 yang berbatasan di sebelah Utara dengan tepian Sungai Musi, sebelah Selatan dengan Jalan K H A Azhary, sebelah Barat dengan Sungai Kelenteng, dan sebelah Timur dengan Sungai Kedemangan. Letak pemukiman dari tepian Sungai Musi hingga ke daratan menjadikan pemukiman ini menjadi padat dan tidak teratur, dikarenakan meningkatnya aktivitas perekonomian.
ANALISIS KERENTANAN SOSIAL DI KABUPATEN OGAN ILIR Utomo, Budi; Oktavia, Maharani; Heldayani, Eni; Asiyah, siti; putri, mega kusuma
Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v7i1.7462

Abstract

Bencana bancir dapat menimbulkan dampak psikologis yang negatif selain menimbulkan kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, dan hilangnya nyawa. Salah satu kabupaten yang sering dilanda banjir adalah Kabupaten Ogan Ilir. penelitian ini bertujuan untuk mengurangi risiko bencana banjir di Kab. OI dengan mengkaji kerentanan sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Ogan Ilir memiliki kerentanan sosial tinggidari bencana banjir. Adapun dari keseluruhan tingkat kerentanan bencana banjir di Kabupaten Ogan Ilir mencapai kerugian Rp 1.145.147.000,- dari  seluruh kerentanan sosial kecamatan yang ada di Kabupaten Ogan Ilir. Kerentanan social di kabupaten ogan ilir mulai penduduk yang terkena dampak seperti penduduk miskin, kelompok jenis kelamin yang rentan, penduduk yang cacat dan kelompok penduduk umur yang rentan.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK KONDISI SOSIAL EKONOMI PADA PERMUKIMAN KUMUH DI KOTA PRABUMULIH Yani, Efri; Oktavia, Maharani; Taufik, Mirna
Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Swarnabhumi : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v9i2.12267

Abstract

Bagaimana kondisi sosial ekonomi pada permukiman kumuh di Kota Prabumulih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kondisi sosial ekonomi pada permukiman kumuh di Kota Prabumlih. Objek atau informan dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Pasar II Prabumulih. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawncara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini bahwasanya Kelurahan Pasar II Kecamatan Prabumulih Utara dikategorikan bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat masih rendah karena disebabkan dari hasil observasi dan wawancara terlihat jelas kondisi sosial ekonomi masyarakat dilihat dari usia terdapat 85% umur masyarakat berkisar dari 31-50 tahun keatas, berdasarkan dari pendidikan terakhir terdapat 95% masyarakat Kelurahan Pasar II hanya menduduki sekolah dasar saja, begitupun jika dilihat dari segi pekerjaan dan pendapatan masyarakat Kelurahan Pasar II Hanya memiliki ±85% saja, pendapatan masyarakat Kelurahan Pasar II masih tergolong rendah, dikatakan rendah karena hampir 80% masyarakat memiliki pekerjaan sebagai pedagang. Dan disebabkan karena bangunan gedung, kondisi jalan yang kecil dan sempit, kondisi drainase yang kecil disertai sampah,angka kepadatan penduduk yang tinggi dilihat dari angka kelahiran selalu mengalami peningkatan.