Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PROSES PEMBENTUKAN DERIVASI DAN INFLEKSI PADA RUBRIK EDUKASI KOMPAS.COM Imamul Mutaqin; Irsyadi Shalima; Herpindo Herpindo
SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik Vol 24 No 1 (2023): SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik
Publisher : Diterbitkan oleh Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember bekerja sama dengan Himpunan Sarjana - Kesusastraan Indonesia (HISKI), Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/semiotika.v24i1.31455

Abstract

The word formation process is inseparable from the morphological process of affixation. The formation of verb word classes can be derived from verb, noun, adjective, and adverb word classes. This phenomenon causes morphological symptoms of derivation and inflection. Derivation is the process of forming new words that cause changes in lexical identity, while inflection does not change lexical identity. This study aims to obtain a description of the process of forming derivation words and forming inflected words on Kompas.com. Research using qualitative methods. The data and data sources used are online news Kompas.com, the January 2022 edition of the education rubric. The analysis technique used in analyzing the data uses the distribution method with the direct element division technique. The results of this study found words that experienced derivation and inflection with various kinds of forming affixes. Derivative and inflected affixes in Kompas.com consist of prefixes, suffixes, confixes and combinations of affixes. Initial prefixes or affixes are in the form of meN-, di-, ke-, ber-, ter, se-, and peN-; suffixes or final affixes consist of -an, -i, and -kan; confix affixes have forms of ke-an, penN-an, per-an, and beran; as well as combinations of affixes consisting of the forms of memper-/-kan, meN- -i, di-/-i, meN-/-kan, di-/-kan, diper-/-kan, and diper-/-i. The phenomenon of the affix meN- is an affix that forms an active verb, while the affix di- forms a passive verb. Also found ter- and ke-an affixes which are affixes forming anti-passive ergative verbs. Based on the productivity aspect, inflection is more productive than derivation.
Pelatihan Ragam Bahasa Ilmiah kepada Guru MGMP Bahasa Indonesia SMP di Kota Magelang Irsyadi Shalima
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 4, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/abdipraja.v4i1.6720

Abstract

Guru-guru mata pelajaran Bahasa Indonesia masih banyak yang terkendala dengan kemampuan berbahasa ragam ilmiah, khususnya dalam penulisan karya ilmiah. Kendala tersebut beragam, seperti penguasaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang belum memadai, kemampuan mengolah kata yang masih terbatas, dan penguasaan logika dalam penulisan karya ilmiah. Aspek logika berbahasa seringkali tidak dihiraukan dalam penulisan karya ilmiah sehingga banyak guru yang melakukan kesalahan-kesalahan berbahasa dalam bentuk sesat pikir (fallacia) yang mengakibatkan kalimat-kalimat yang ditulis menjadi tidak logis.Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk menyelesaikan permasalahan terkait kurangnya penguasaan penulisan karya ilmiah oleh guru-guru tersebut. Karya ilmiah merupakan wacana yang mengutamakan logika ilmiah dalam penyajiannya sehingga dapat mengurangi kualitas penelitian yang telah dilakukan jika penyajiannya tidak memperhatikan kaidah-kaidah logika berbahasa. Dengan demikian, permasalahan utama yang menjadi pokok dalam kegiatan pengabdian ini adalah cara meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah guru-guru MGMP Bahasa Indonesia SMP di Kota Magelang.Pelatihan dilaksanakan secara berkala sehingga guru dapat memahami dan menerapkan pengetahuan yang diberikan selama pelatihan. Guru akan diminta membuat karangan sederhana, lalu dicermati kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam karangan tersebut. Adapun perhatian dalam penulisan karya ilmiah terdapat pada tataran kalimat, paragraf, dan wacana sehingga dalam pelatihan ini guru juga diminta menulis karangan.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR MEMBACA PEMAHAMAN BERBASIS PENDEKATAN CONTENT LANGUAGE INTEGRITED LEARNING UNTUK MAHASISWA PRODI PBSI FKIP UNTIDAR Ayu Wulandari; Irsyadi Shalima; Retma Sari
Indonesian Journal of Education and Learning Vol. 7 No. 2 (2024): April
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijel.v7i2.1196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar membaca dengan pendekatan Content Language Integrated Learning untuk mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNTIDAR dan mengetahui kelayakan buku ajar membaca dengan pendekatan content language integrated learning untuk mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNTIDAR. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model penelitian dan pengembangan (R&D) menurut Borg dan Gall dalam Sukmadinata yang disederhanakan terdiri atas (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan pembuatan produk, dan (3) pengembangan draf produk. Subjek penelitian ini yakni mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang menempuh mata kuliah membaca. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan angket. Angket diisi oleh responden ahli materi (dosen-dosen mata kuliah membaca) dan mahasiswa sebagai pengguna. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menghasilkan buku ajar membaca dengan pendekatan Content Language Integrated Learning untuk mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNTIDAR yang dapat membantu mahasiswa dalam memahami materi kuliah dengan langkah pengembangannya meliputi studi pendahuluan dan pengembangan produk. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa bukua ajar membaca pemahaman ini berkategori baik sehingga layak digunakan.
Perundungan Verbal dalam Komentar Kanal Youtube Kompas TV sebagai Penyimpangan Kesantunan Berbahasa Amalia Tatimus Sholikhah; Irsyadi Shalima; Muhammad Daniel Fahmi Rizal
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2023): REPETISI VOLUME 6 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v6i2.4248

Abstract

Penelitian yang berjudul “Perundungan Verbal dalam Komentar Kanal Youtube Kompas TV Kasus Pembunuhan Brigadir J sebagai Penyimpangan Prinsip Kesantunan Berbahasa” dilatarbelakangi oleh fenomena kebahasaan yaitu adanya penyimpangan terhadap prinsip kesantunan berbahasa dalam bentuk perundungan verbal pada kanal Youtube Kompas TV kasus pembunuhan Brigadir J. Data berwujud komentar perundungan verbal yang mengandung penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa dalam kanal Youtube Kompas TV dengan judul Simak Lagi Pengakuan Lengkap Sambo di Sidang Pembunuhan Brigadir J edisi Januari-Februari 2023, sedangkan sumber data yaitu media sosial Youtube berupa unggahan video dengan judul Simak Lagi Pengakuan Lengkap Sambo di Sidang Pembunuhan Brigadir J edisi Januari-Februari 2023. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pengamatan, teknik dokumentasi dan studi pustaka. Metode dan teknik analisis yang digunakan yaitu metode padan dan teknik pilah unsur penentu (PUP). Hasil penelitian ini ditemukan 29 data pada penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa. Penelitian ini hanya mengkaji mengenai penyimpangan prinsip kesantunan berbahasa pada kanal Youtube Kompas TV kasus pembunuhan Brigadir J dengan judul Simak Lagi Pengakuan Lengkap Sambo di Sidang Pembunuhan Brigadir J pada 10 Desember 2022. Bagi pembaca dan peneliti selanjutnya, masih terdapat aspek lain yang dapat dikaji menggunakan teori dari sudut pandang yang berbeda.Kata kunci: kesantunan berbahasa, komentar warganet, penyimpangan prinsip, perundungan verbal. 
Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Novel Janji Karya Tere Liye Nikmatul Hidayah; Irsyadi Shalima; Ayu Wulandari
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2024): REPETISI VOLUME 7 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v7i2.4475

Abstract

Penelitian yang berjudul “Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Novel Janji Karya Tere Liye” dilatarbelakangi oleh adanya fenomena pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dalam novel yang digunakan oleh penulis untuk membuat isi cerita menjadi lebih menarik dan hidup. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) apa saja bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dalam novel Janji karya Tere Liye, dan (2) apa saja faktor penyebab ketidaksantunan dalam novel Janji karya Tere Liye. Data penelitian ini berupa kalimat dalam dialog pada novel Janji karya Tere Liye. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak dengan menggunakan teknik lanjutan yaitu teknik catat. Matode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan dengan teknik pilah unsur penentu (PUP). Pada hasil penelitian ini ditemukan 8 tuturan pelanggaran maksim kearifan (tact maxim), 2 tuturan pelanggaran maksim kedermawanan (generosity maxim), 14 tuturan melanggar maksim pujian (appobation maxim), 1 tuturan pelanggaran maksim kerendahan hati (modesty maxim), 4 tuturan pelanggaran maksim kesepakatan (agreement maxim), 4 tuturan pelanggaran maksim kesimpatian (symphaty maxim). Data yang mengandung pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa tersebut selanjutnya dianalisis berdasarkan faktor penyebab ketidaksantunan yang kemudian ditemukan 6 faktor penyebab ketidaksantunan karena penutur menyampaikan kritik secara langsung (menohok mitra tutur) dengan kata atau frasa kasar, 8 faktor penyebab ketidaksantunan karena penutur didorong rasa emosi ketika bertutur, 7 faktor penyebab ketidaksantunan karena penutur protektif terhadap pendapatnya, 8 faktor penyebab ketidaksantunan karena penutur sengaja ingin memojokkan mitra tutur dalam bertutur, dan 4 faktor penyebab ketidaksantunan karena penutur menyampaikan tuduhan atas dasar kecurigaan terhadap mitra tutur. Bagi pembaca dan peneliti selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan dan informasi tambahan mengenai pentingnya berbahasa dan bertutur yang santun serta pendoman dalam menganalisis kesantunan berbahasa dan faktor penyebab ketidaksantunan berbahasa dalam sebuah novel. Kata kunci: faktor penyebab, kesantunan dalam berbahasa, novel Janji karya Tere Liye, pelanggaran prinsip kesantunan, pragmatik.
Analisis Konflik Tokoh Utama dalam Novel Jalan Menikung Karya Umar Kayam dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Teks Fiksi pada SMP Kelas VII Rahmawati Nursandi; Astuty; Irsyadi Shalima
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 01 (2025): REPETISI VOLUME 8 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v8i01.4501

Abstract

Penelitian ini berjudul "Analisis Konflik Karakter Utama dalam Novel Jalan Menikung Karya Umar Kayam dan Penerapannya pada Pengajaran Teks Fiksi di Kelas VII SMP". Studi ini bertujuan untuk menganalisis konflik yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Jalan Menikung dan menerapkan temuan tersebut sebagai materi ajar untuk pembelajaran teks fiksi di tingkat SMP. Tipe penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif melalui metode studi dokumenter untuk mengumpulkan informasi dari novel. Penelitian ini membahas bagaimana cara menerapkan hasil analisis sebagai materi ajar berupa handout bagi siswa SMP untuk membantu mereka memahami konflik karakter dalam karya sastra. Berdasarkan analisis data, disimpulkan bahwa novel Jalan Menikung karya Umar Kayam dapat dijadikan sebagai sumber materi untuk kelas VII pada KD 3.15 dalam menemukan unsur-unsur dari buku fiksi dan nonfiksi yang dibaca. 3.16 menganalisis keterkaitan unsur-unsur dalam novel fiksi. Saran untuk penelitian ini diharapkan bisa meningkatkan keterampilan siswa dalam menganalisis karakter serta konflik dalam novel fiksi. Di samping itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang pentingnya konflik budaya bagi pembaca serta peneliti di masa yang akan datang. Kata Kunci: Novel Jalan Menikung, konflik tokoh utama, kelas VII SMP.
Kohesi dan Koherensi Wacana pada Berita Daring Channel Okezone.Com dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Teks Berita Kelas VII Mukhibatur Rohmah; Irsyadi Shalima; Mursia Ekawati
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 01 (2025): REPETISI VOLUME 8 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v8i01.4628

Abstract

  Materi teks berita dalam praktik yang diajarkan di tingkat SMP masih terbatas pada pengenalan struktur dasar dan unsur-unsur berita seperti 5W+1H. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kohesi dan koherensi wacana pada berita daring yang dipublikasikan di channel Okezone.com. Selanjutnya, data dan sumber data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode simak dengan teknik catat. Adapun metode dan teknik analisis datanya menggunakan metode agih dengan teknik dasar BUL yang dilanjutkan dengan menggunakan teknik ganti, sisip, dan teknik baca markah. Dengan demikian, diperoleh hasil penelitian berupa (1) 4 jenis kohesi gramatikal yaitu referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi, (2) 5 jenis kohesi leksikal yaitu repetisi, sinonim, antonim, hiponim, dan kolokasi, serta (3) 13 jenis koherensi yang terdapat pada Berita Terpopuler di channel Okezone.com. Kemudian, implikasi dari analisis data tersebut menunjukkan beberapa cara menulis teks berita yang efektif dan padu. Oleh karena itu, wacana yang terdapat pada Berita Terpopuler di channel Okezone.com telah memenuhi dan mendukung terciptanya teks berita yang mudah dipahami dan memiliki nilai keterbacaan yang tinggi. Dengan demikian, pelatihan dan pengembangan bahan ajar berbasis kohesi dan koherensi dapat memperluas wawasan serta keterampilan peserta didik dalam menyusun teks berita yang lebih komunikatif. Kata Kunci: bahan ajar, berita terpopuler, kohesi, koherensi