Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Kata Kerja Mental dalam Teks Pidato Presiden Pada Peringatan HUT Ke-74 RI sebagai Bahan Ajar Kebahasaan Teks Ceramah di SMA Titania Annisa Pradini; Fransiscus Xaverius Samingin; Irsyadi Shalima
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh deskripsi bentuk kata kerja mental dalam teks pidato presiden pada peringatan HUT ke-74 RI, (2) memperoleh deskripsi perilaku sintaktis kata kerja mental dalam teks pidato presiden pada peringatan HUT ke-74 RI, (3) memperoleh deskripsi makna semantis kata kerja mental dalam teks pidato presiden pada peringatan HUT ke-74 RI, (4) memperoleh bahan ajar kata kerja mental dalam pembelajaran kebahasaan teks ceramah di SMA. Tujuan tersebut dicapai dengan menggunakan data berupa kalimat yang mengandung kata kerja mental dalam teks pidato presiden pada peringatan HUT ke-74 RI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode simak dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode agih dan teknik bagi unsur langsung (BUL). Penelitian tentang kata kerja mental ini dijadikan sebagai bahan ajar untuk kelas XI SMA pada KD 3.5 yang berisi tentang pengidentifikasian unsur-unsur ceramah, kebahasaan, isi informasi berupa permasalahan aktual yang disajikan dalam ceramah dan KD 4.5 yang membahas penyusunan bagian-bagian penting dari permasalahan aktual sebagai bahan untuk disajikan dalam ceramah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat dua bentuk kata kerja mental yaitu verba monomorfemis dan verba polimorfemis yang terbentuk dari proses pengafiksan meliputi prefiks ber-, prefiks meN-, prefiks di-, kombinasi afiks meN-i, kombinasi afiks meN-kan, kombinasi afiks di-, kombinasi afiks di-kan, dan kombinasi afiks memper-. Hasil (2) terdapat dua jenis perilaku sintaktis kata kerja mental yaitu perilaku ditinjau dari tataran frasa (bergabungnya verba dengan kata berkategori lain dalam fungsi predikat) dan perilaku ditinjau dari tataran kalimat (ada tidaknya nomina sebagai objek atau pelengkap). Hasil (3) makna semantis kata kerja mental dalam penelitian ini berupa makna keadaan, makna proses, dan makna sikap. Hasil penelitian ini dijadikan sebagai bahan ajar kata kerja mental dalam kebahasaan teks ceramah di SMA.Kata kunci:bahan ajar, kata kerja mental, teks pidato presiden
INTERAKSI MANUSIA DENGAN ALAM: TINJAUAN EKOKRITIK SASTRA PADA KUMPULAN CERPEN LINGKUNGAN MONYET-MONYET TSUNAMI KARYA SULUNG PRASETYO DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Savina Ambarini Igayanti; Mursia Ekawati; Irsyadi Shalima
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai hubungan atau interaksi manusia dengan alam pada kumpulan cerpen lingkungan Monyet-Monyet Tsunami. Pemilihan kumpulan cerpen lingkungan Monyet-Monyet Tsunami karya Sulung Prasetyo dilatarbelakangi oleh permasalahan lingkungan yang menjadi daya tarik karena adanya hubungan atau interaksi antara manusia dengan alam yang belum banyak diteliti dalam kumpulan cerpen lingkungan tersebut. Penelitian ini lebih menekankan pada hubungan timbal balik atau interaksi antara manusia dengan kehidupannya, baik hubungan manusia dengan alam, manusia dengan tumbuh-tumbuhan, maupun manusia dengan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hubungan atau interaksi manusia dengan alam yang terdapat dalam kumpulan cerpen lingkungan Monyet-Monyet Tsunami karya Sulung Prasetyo dan (2) mengimplementasikan hubungan atau interaksi manusia dengan alam yang terdapat dalam kumpulan cerpen lingkungan Monyet-Monyet Tsunami karya Sulung Prasetyo dalam pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Objek data dalam penelitian ini adalah hubungan atau interaksi manusia dengan alam yang terdapat dalam kumpulan cerpen lingkungan Monyet-Monyet Tsunami. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak dan teknik yang digunakan adalah teknik catat. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dan menggunakan pendekatan ekologi sastra. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya hubungan atau interaksi manusia dengan kehidupannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan atau interaksi manusia dengan alam dapat berupa simbiosis mutualisme, komensalisme, atau parasitisme. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan pada pembelajaran sastra di SMA kelas XI, terutama pada KD 3.8 dan 4.8.Kata kunci: kumpulan cerpen, interaksi, ekologi, ekokritik sastra, implementasi
PERJUANGAN TOKOH DIFABEL PADA NOVEL MATA KEDUA KARYA RAMADITYA ADIKARA DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Vindi Fatika Sari; Mursia Ekawati; Irsyadi Shalima
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan novel Mata Kedua karya Ramaditya Adikara dilatarbelakangi oleh penggambaran perjuangan tokoh difabel yaitu Rama dalam memperjuangkan hak-haknya dibidang pendidikan. Kenyataan bahwa novel ini ditulis oleh seorang difabel yang tentunya lebih tahu tentang kehidupan seorang difabel sehingga menjadi daya tarik untuk diteliti. Rumusan masalahnya adalah (1) perjuangan tokoh difabel apa saja yang ada di dalam novel Mata Kedua karya Ramaditya Adikara; (2) bagaimana implementasi perjuangan tokoh difabel dalam novel Mata Kedua karya Ramaditya Adikara di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perjuangan tokoh difabel yang terdapat dalam novel Mata Kedua karya Ramaditya Adikara; (2) mengimplementasikan perjuangan tokoh difabel di SMA. Teori yang digunakan adalah (1) sosiologi sastra; (2) tokoh dalam karya fiksi; (3) bentuk perjuangan hidup; (4) pengajaran sastra di SMA. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Mata Kedua karya Ramaditya Adikara. Objek data dalam penelitian ini adalah perjuangan tokoh difabel dalam novel Mata Kedua karya Ramaditya Adikara. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan metode simak dan teknik yang digunakan adalah teknik catat. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menemukan empat macam perjuangan yang dilakukan oleh tokoh difabel yaitu Rama adalah (1) perjuangan menerima kenyataan hidup; (2) perjuangan menuntut ilmu; (3) perjuangan meraih cita-cita; (4) perjuangan mendapat pengakuan. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan pada pembelajaran sastra di SMA kelas XII terutama pada KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel, dan 4.9 merancang novel atau novelet dengan memerhatikan isi dan kebahasaan.Kata kunci: novel, perjuangan tokoh, difabel, implementasi pembelajaran sastra.
Aspek Leksikal dan Gramatikal dalam Lirik Lagu Iwan Fals dan Implementasinya sebagai Bahan Ajar Teks Persuasi SMP Kelas VIII Nurkhayati Nurkhayati; Astuty Astuty; Irsyadi Shalima
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2022): REPETISI VOLUME 5 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bahasa yang digunakan dalam cerpen termasuk Penelitian ini berjudul “Aspek Leksikal dan Gramatikal dalam Lirik Lagu Iwan Fals dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Teks Persuasi SMP Kelas VIII” yang merupakan penelitian kualitatif. Permasalahan dari penelitian ini tentang kohesi leksikal dan gramatikal yang meliputi, aspek leksikal (pengulangan (repetisi), sinonimi, antonimi) dan aspek gramatikal (pengacuan (referensi), pelesapan (ellipsis), konjungsi) yang terdapat pada lagu “Pohon Untuk Kehidupan”, “Ayolah Maju”, dan “Ya Allah Kami” karya Iwan Fals. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menemukan aspek leksikal dan gramatikal dalam lirik lagu Iwan Fals, (2) Menghasilkan implementasi aspek leksikal dan gramatikal dalam lirik lagu Iwan Fals sebagai bahan ajar teks persuasi pada SMP kelas VIII. Metode pengumpulan data mengguankan metode simak, teknik dasar sadap, dan teknik lanjutan catat. Analisis data menggunakan metode agih, teknik dasar metode agih yaitu BUL (Bagi Unsur Langsung) teknik lanjutan ada dua, yaitu teknik lesap dan teknik ulang. Hasil dari penelitian ini ditemukan aspek leksikal (pengulangan (repetisi) meliputi repetisi epistrofa, repetisi simploke, repetisi epizeukis, repetisi anafora, repetisi anadiplosis, repetisi mesodiplosis, repetisi epanalesis, sinonimi (padan kata), antonimi (lawan kata)) dan aspek gramatikal (pengacuan (referensi), pelesapan (ellipsis), perangkaian (konjungsi) meliputi konjungsi urutan, konjungsi tujuan, konjungsi penambahan, konjungsi sebab-akibat, konjungsi pertentangan). Hasil akhir penelitian ini berupa handout sebagai bahan ajar teks persuasi SMP kelas VIII pada KD 3.14 “Menelaah struktur dan kebahasaan teks persuasi yang berupa saran, ajakan, dan pertimbangan tentang berbagai permasalahan aktual (lingkungan hidup, kondisi sosial, dan/atau keragaman budaya, dll) dari berbagai sumber yang didengar dan dibaca.Kata kunci: aspek leksikal, aspek gramatikal, bahan ajar, lirik lagu.
Bentuk dan Fungsi Deiksis dalam Cerpen Terbitan Surat Kabar Kompas Singgih Adi Nugroho; Irsyadi Shalima; Asri Wijayanti
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2022): REPETISI VOLUME 5 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bahasa yang digunakan dalam cerpen termasuk fenomena kebahasaan yang bersifat deiktis. Fenomena deiksis dalam cerpen dapat berupa kata ataupun ungkapan yang mengandung referen dan berpindah-pindah. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperoleh deskripsi bentuk dan fungsi deiksis dalam cerpen terbitan surat kabar Kompas Edisi Desember 2021. Desain penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Metode dan teknik pengumpulan data menggunakan metode simak dan teknik catat. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan referensial dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) serta Hubung Banding Menyamakan (HBS). Sumber data penelitian ini adalah cerpen surat kabar Kompas Edisi Desember tahun 2021. Data dalam penelitian ini berupa morfem, kata, frasa, maupun kalimat yang mengandung deiksis. Hasil penelitian menunjukkan deiksis persona, deiksis ruang, deiksis waktu, deiksis dengan pemarkah anafora, dan deiksis dengan pemarkah katafora. Bentuk-bentuk deiksis yang ditemukan adalah bentuk berupa morfem, kata, dan frasa yang memiliki fungsinya masing-masing sesuai dengan konteksnya.Kata kunci: bentuk dan fungsi, cerpen, deiksis, pragmatik, surat kabar kompas.
KESALAHAN BERBAHASA DALAM SKRIPSI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS TIDAR Irsyadi Shalima; Asri Wijayanti
Indonesian Journal of Education and Learning Vol 3, No 2 (2020): VOL 3, NO 2 (2020): INDONESIAN JOURNAL OF EDUCATION AND LEARNING
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijel.v3i2.3244

Abstract

Students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program (PBSI) should master scientific writing in Indonesian. However, the facts on the ground are different. There are many language errors found in student theses. This study aims to describe the language errors of PBSI students in their thesis. By knowing the types of students' language errors in their thesis, Indonesian language learning, especially writing skills, can be improved in the future. Therefore, this research is beneficial for students, teachers, and lecturers. This research was conducted qualitatively with data sources obtained through population and sampling techniques. The data source is the student's thesis of PBSI, so the data is in the form of written language. Meanwhile, the research data analysis used the agih method with the lesap technique, the ganti technique, and the ubah wujud technique. The results of this study are the existence of language errors at various linguistic levels, namely phonology, morphology, and syntax. Language errors at the morphological level are in the form of errors in the use of punctuation marks. Errors at the morphological level are in the form of errors in the affixation process. Meanwhile, errors at the syntactic level are in the form of errors in the sentence composing process.
OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN MENGGUNAKAN SISTEM POLYBAG DAN VERTIKULTUR UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN KELUARGA Anisha Fitriyani; Nur Nia Hidayah; Irsyadi Shalima
ABDIPRAJA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.305 KB) | DOI: 10.31002/abdipraja.v2i1.3603

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk yang pesat memberi dampak yang jelas terhadap ketersedian lahan pertanian. Semakin banyak jumlah penduduk membuat lahan produktif yang masih bisa digunakan untuk lahan pertanian semakin berkurang karena dijadikan area pemukiman dan industri. Seiring dengan hal itu, lambat laun bisa memicu terjadinya ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dan ketersediaan bahan makanan yang ada. Maka, dengan adanya teknologi yang memadai, ditemukan solusi untuk mencegah hal tersebut dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang sempit. Pengembangan tanaman dengan menggunakan sistem polybag dan vertikultur di lahan pekarangan yang sempit merupakan salah satu upaya optimalisasi lahan pekarangan yang tidak produktif. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah agar masyarakat bisa mengoptimalkan potensi lahan pekarangan yang dapat menunjang kebutuhan sehari-hari. meningkatkan keterampilan, pengetahuan, kesadaran serta motivasi kepada keluarga dalam optimalisasi lahan pekarangan merupakan tujuan lain dari kegiatan ini. Metode kegiatan yang digunakan yaitu metode wawancara, ceramah, diskusi, praktek langsung dan pendampingan. Dari hasil pelaksanaan kegiatan tersebut mendapatkan respon positif dan berpartisipasi secara aktif terhadap kegiatan yang telah diprogramkan. hasil yang didapat dari kegitan ini yaitu adanya kesadaran masyarakat terhadap pemanfatan lahan pekarangan dengan menanami sayuran dengan sistem polybag dan vertikultur paralon dapat dijadikan sebagai sumber ketahanan pangan keluarga.
DERIVASI DAN INFLEKSI PADA RUBRIK EDUKASI KOMPAS.COM Imamul Mutaqin; Irsyadi Shalima; Herpindo Herpindo
TRANSFORMATIKA Vol 6, No 2 (2022): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v6i2.6730

Abstract

Proses pembentukan kata tidak terlepas proses morfologis afiksasi. Afiksasi merupakan proses morfologis bertemunya afiks dengan bentuk dasar. Pembentukan suatu kelas kata verba dapat berasal dari kelas kata verba, nomina, adjektiva, maupun adverbia. Fenomena tersebut menyebabkan gejala morfologis derivasi dan infleksi. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini mengkaji derivasi dan infleksi dengan judul penelitian Proses Pembentukan Derivasi dan Infleksi pada Kompas.com Rubrik Edukasi. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi tentang proses pembentukan kata derivasi dan infleksi pada rubrik edukasi Kompas.com. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dan sumber data yang digunakan ialah berita daring Kompas.com rubrik edukasi edisi Januari 2022. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan baca catat. Teknik analisis yang digunakan dalam mengalisis data menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian ini ditemukan kata yang mengalami derivasi dan infleksi dengan berbagai macam afiks pembentuknya. Prefiks atau imbuhan awal berupa meN-, di-, ke-, ber-, ter, se-,dan peN-; sufiks atau imbuhan akhir terdiri dari –an, –i,dan –kan; afiks konfiks terdapat bentuk ke-  -an, peN- -an, per- -an, dan ber- -an; serta kombinasi afiks yang terdiri dari bentuk memper-  -kan, meN- - i, di- -i, meN- -kan, di- -kan, diper-  -kan, dan diper-  -i. Afiks pembentuk kata baru tersebut menyebabkan perubahan identitas leksikal yang disebut dengan derivasi, sedangkan yang tidak mengubah identitas leksikal disebut infleksi. Fenomena afiks meN- merupakan afiks pembentuk kata kerja aktif, sedangkan afiks di- merupakan pembentuk verba pasif. Ditemukan juga afiks ter- dan ke- -an yang merupakan afiks pembentuk verba ergatif anti-pasif. 
Pelatihan Microsoft Office Guna Meningkatkan Kemampuan Teknologi Guru Dalam Administrasi Pendidikan Mashud Syahroni; Theresiai Pinaka Ratna Ning Hapsari; Irsyadi Shalima
Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian Vol 2, No 4 (2022): December
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/dikmas.2.4.1045-1052.2022

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupaya menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada mitra pengabdian terkait tugas administrasi guru yang relatif banyak dan menyita banyak waktu guru. Sehingga waktu guru hanya terfokus untuk mengajar dan menyelesaikan tugas administrasi tersebut. Selain itu guru juga mengalami kendala penggunaan microsoft office dalam pekerjaan administrasi. Pelatihan yang minim didapat guru menyebabkan pengetahuan guru menjadi kurang diperbaharui. Oleh karena itu fokus pelatihan yang diberikan kepada mitra yaitu guru-guru MGMP Bahasa Indonesia SMP Kota Magelang adalah penggunaan fitur mail merge dan modifikasi tabel yang terdapat pada aplikasi microsoft word dan excel. Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan adalah tatap muka. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan ceramah dan praktek. Kegiatan pelatihan meliputi pemberian materi dilanjutkan praktek. Hasil pelatihan secara kualitatif dan kuantitatif menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam penggunaan microsoft office untuk pekerjaan administrasi pendidikan.
Implikatur Slogan Iklan Produk Makanan dan Minuman di Televisi Irsyadi Shalima
TRANSFORMATIKA Vol 5, No 2 (2021): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v5i2.7181

Abstract

Bahasa iklan sering kali bermakna ganda. Hal tersebut disengaja oleh pembuat iklan untuk memengaruhi calon pembeli secara persuasif. Banyak calon pembeli yang dalam hal ini adalah penonton tayangan iklan di televisi tidak menyadari cara berbahasa pembuat iklan. Salah satu aspek bahasa iklan yang persuasif adalah slogan yang berupa bahasa verbal. Slogan tersebut berupa kalimat pendek yang ringkas, jelas, dan menarik sehingga dapat memikat calon pembeli. Slogan tersebut merupakan implikatur yang digunakan oleh pembuat iklan untuk menarik rasa simpati penonton. Tujuan penelitian ini adalah agar masyarakat dapat memahami dengan baik implikatur dalam slogan iklan produk makanan dan minuman sehingga mereka cermat sebelum memutuskan untuk membeli atau tidak membelinya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode simak untuk menjaring data. Sementara itu, metode padan pragmatik digunakan untuk menganalisis data penelitian yang berupa slogan iklan yang berbahasa Indonesia. Adapun hasil penelitian ini adalah ditemukannya jenis-jenis implikatur slogan iklan produk makanan dan minuman. Jenis-jenis implikatur yang terdapat dalam tayangan iklan makanan dan minuman tersebut antara lain implikatur deskripsi produk, implikatur kualitas, implikatur manfaat, dan implikatur kasiat.